"di dalam agamaku, poligami memang diperbolehkan, tapi apa kamu bisa adil?? apa kamu mengerti apa makna kata adil??"
ucap Sarah pada Ardi sang suami yang baru saja melangsungkan pernikahan keduanya tanpa sepengetahuan sang istri.
dan lebih menyakitkannya, pernikahan Ardi di dukung oleh keluarga Ardi.
.
.
.
.
.
.
mampukah Sarah bertahan? atau meninggalkan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ambu_Radul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
batin ibu
assalamualaikum..."
"waalaikumussalam" sahut mereka berbarengan
"caaacaaaaaa...."
"claaaayyyy"
Caca langsung berlari kearah bed tempat Cleo beristirahat. gadis kecil itu di bantu Andreas menaiki tempat tidur.
"baiklah, diam dan jangan banyak bermain di sini nona-nona"
"hai Sintia... apa kabar?? terimakasih telah menjenguk Cleo" ucap Andreas terasa kaku untuk Sintia dan Sarah.
"aduuhhhh, maaf mister, tapi anda terlalu kaku" ujar Sintia sambil menahan tawanya.
mereka berbincang banyak, tentang Cleo dan Caca, saling bertukar cerita dan bertukar kabar.
"o iya sar, kamu udah buka grup WhatsApp??"
"belum, ada apa memengnya sin??"
"buka sendiri aja deh"
Sarah yang penasaran mengecek gawainya. melihat isi chat yang membuat dia shock.
"udah lahir???"
"iya .. emang mereka main dari lama??"
"sepengakuan Ardi, mereka melakukannya tepat satu bulan sebelum mereka menikah."
"aneh sar, kandungannya belum sampai tujuh bulan. tapi udah lahiran."
Sarah berpikir keras. rupanya mama Ardi datang untuk menjenguk Risma. tapi kenapa kelihatan tidak senang? bukankah dia sangat menginginkan cucu??
"Risma di rawat di sini juga sin."
Sintia yang sedang sibuk menghitung kehamilan Risma di kejutkan dengan pernyataan sarah.
Sintia terbelalak kaget dengan apa yang Sarah katakan.
"serius kamu??"
"iyaaaaa.. kamarnya tepat di depan kamar ini."
Sintia menutup mulutnya.
"kamu ketemu sama Ardi??"
"ya, bahkan sama mamanya juga. dan gilanya sin, mamanya bahas ini"
Sarah menunjukan sebuah cincin berlian yang di berikan Andreas.
"wwwooooow Sarah, ini ... ini dari siapa?? kamu?? saarrrrr..."
Sintia di buat terkejut untuk kesekian kalinya oleh sahabatnya ini
"Andreas, kami akan menikah. pekan depan."
"ya Alloh.. saraaahhh... Sarah, Alhamdulillah kamu bisa cepet move on. aku seneng banget lho sar... "
sinti memeluk Sarah erat, tak terasa air mata membasahi sudut mata Sintia, menangis saking bahagianya.
"aku seneng banget.. kamu harus bahagia.. harus.. !!!"
Sarah menceritakan semua kejadian hari ini. Bagaimana dia di hina dan cacian dari mama Ardi.
"kuat lho kamu lima tahun sama dia."
"harus kamu tau sin. selama lima tahun, aku membiayai hidup sendiri. bahkan, Ardi yang menumpang hidup padaku. semua gaji Ardi di berikan untuk keluarganya. nafkah dua ratus ribu saja di pinta kembali jika ongkos kerjanya habis."
penuturan Sarah membuat Sintia tak habis pikir. Ada laki-laki seperti itu. tak menyangka sahabatnya itu bisa bertahan karna satu alasan 'cinta'.
"aku sih sebenernya ga masalah dengan itu semua. tapi yang jadi masalah, keluarga Ardi kerap menghina ku. aku di cap mandul padahal aku sehat. bahkan aku punya surat pemeriksaan dokter. tapi mereka ga ada yang percaya."
"apa Ardi pernah periksa juga sar??"
"ga pernah dan ga mau. aku ga tau apa alasannya sampai akhirnya aku ga peduli."
Sintia menatap sahabatnya itu sendu. sebuah pelukan mendarat lagi di tubuh kurus Sarah.
"kamu kurus banget sar, beda waktu pertama kita ketemu."
"gizi aku masih baik waktu itu. sekarang udah ga ada asupan nutrisi, jadi kurus. di tambah lagi batin sama mantan. hahhahahahhahahaha"
Sarah dan Sintia tertawa bersama. tanpa mereka sadari, percakapan mereka ada yang menguping sedari tadi.
.
.
🍂🍂🍂
.
.
sementara di kamar tempat Risma di rawat,
Risma bingung karena anaknya tak juga mau di beri ASI. mulutnya tak mau terbuka lebar, sekarang malah menangis histeris.
"aduh mas, susah ini dia ga mau nyedot. gimana dong ini??"
"ya aku juga ga tau ris.." Ardi tak kalah paniknya, dan mencoba menenangkan sang anak.
"haduuuuuuhh pusing mama lama-lama di sini. nyusuin anak aja ga becus. gimana ngerawatnya nanti kamu?"
"mah, kalau ga mau bantu. tolong jangan memperkeruh keadaan." Risma mulai sewot dengan mertuanya itu
"panggil suster aja ya ris?" tawar Ardi pada istrinya
"iya mas"
akhirnya dengan bantuan suster, Risma berhasil menyusui bayinya. Risma di beri arahan cara menyusui bayi dengan benar, dan juga di ajarkan menyendawakan bayi setelahnya.
"tuuhh belajar yang bener biar jadi ibu yang baik."
tak lama kemudian ibu Risma datang membawa banyak makanan untuk Risma dan Ardi.
"assalamualaikum..."
"waalaikumussalam.." jawab mereka serentak
"eeehh ada Bu besan, apa kabar" sapa ibu Risma pada mama Ardi. mereka bersalaman dan saling basa basi.
"bagaimana nak?? sudah membaik??"
"masih sakit Bu.. sekarang nyusuin juga sakit" mata Risma berkaca-kaca dan menumpahkan air matanya. sekarang, hanya ibunya lah tempat bersandar.
Ardi tidak bisa dia harapkan, sementara mertuanya, pedas sekali mulutnya bagai mertua idaman di film tivi ikan terbang.
"sabar ya nak, ini baru awal perjuangan. masih panjang perjalanan kamu mengurus anak." ibu Risma menenangkan anaknya yang sedang butuh support itu.
"ibu bawa apa? banyak banget."
"makanan kesukaan anak ibu dong pasti. ada beef teriyaki sama bakso goreng. kamu mau yang mana? ga pake nasi juga boleh. tapi tetap harus makan buah dan sayur ya, biar air susunya banyak."
ibu Risma memang seorang wanita yang baik. dia selalu memperlakukan anak dan menantunya dengan kasih sayang. beda dengan mama ardi yang materialistis.
setelah menyuapi Risma. ibu Risma membereskan makanan dan menyuruh Ardi untuk makan juga
"makan dulu di, kamu pasti lapar."
"iya Bu, Ardi sudah makan tadi"ujar Ardi tak enak pada ibu mertuanya.
"jeng repot-repot sekali pake masak segini banyak. kan Risma juga dapat makan dari rumah sakit."
"tapi namanya orang baru melahirkan, apa lagi sedang menyusui, pasti terasa lapar terus Bu... daripada beli di luar, lebih baik masak dari rumah. lebih higienis juga." ibu Risma menjawab nyinyiran mama Ardi dengan senyum.
perasaan ibu Risma tak enak dengan sikap besannya itu. membuat dia lebih waspada dengan anaknya.
janda kaya dak mau x dg duda kere adik mu