⚠DI LARANG PLAGIAT⚠
Arabella gadis cantik dan pintar
reinkarnasi dari masa depan ke jaman kaisar atau masa lampau.
Arabella di masa depan adalah seorang hecker komputer dan Penghipnotis yang handal. Arabella mati terbunuh dan menggantikan posisi permaisuri yang sedang terpojok, karena di campakan oleh sang kaisar.
Arabella yang berada di tubuh permaisuri harus menjalani kehidupan yang berliku liku di zaman kuno.
Tapi karena kemampuan dan kepintaran nya Arabella bisa menggendalikan nya.
Apakah arabella bisa menjalani kehidupan baru nya?.
Akankah arabella bisa menaklukan kembali hati sang kaisar?.
Apakah arabella akan Membalaskan Dendam nya kepada orang yang telah membuat nya menjadi seperti ini?.
Sedang tahap revisi, jadi mohon di maklumi jika ada kesalahan di dalam kepenulisan.
Karya ini di terbitkan atas izin NovelToon Radella Aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radella Aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.Episode 29
Pagi hari di kamar arabella.
"Hoam" Arabella terbangun dari tidur nya
"Aku kurang tidur, Gara gara tadi malam aku pulang menjelang pagi" Ucap arabella duduk di pinggir ranjang nya
"Permaisuri, Maaf hamba menggangu" Ucap seseorang mengetuk ngetuk pintu kamar arabella
"Siapa" Tanya arabella
"Hamba selir dinda, Anda hal penting yang ingin hamba bicarakan kepada permaisuri" Jawab selir dinda
"Baiklah, Kau boleh masuk" Ucap arabella
"Maafkan hamba atas kelalaian yang telah hamba perbuat" Ucap selir dinda menundukan kepala
"Memang nya kau melakukan sesuatu yang salah" Tanya arabella bangkit dari duduk nya
"Yang mulia mengetahui bahwa permaisuri serta selir manda, Selir anna dan selir ratna keluar istana" Ucap selir dinda
"Apa!!! Bagaimana itu bisa terjadi?, Bukankah aku sudah menyuruh semua selir untuk tutup mulut, Agar tidak memberitahukan nya kepada yang mulia" Ucap arabella terkejut setelah mendengar perkataan selir dinda
"Maafkan atas kelalaian hamba, permaisuri" Ucap selir dinda menundukan kepala
"Siapa yang memberitahukan hal ini kepada yang mulia" Tanya arabella dengan serius nya
"Gundik intan yang telah memberitahukan hal ini kepada yang mulia" Jawab selir dinda
'Apa itu gundik' Ucap arabella dalam hati sambil bertanya tanya
"Bolehkah aku tahu apa itu gundik" Tanya arabella
'Bukankah permaisuri mengetahui apa itu gundik, Kenapa permaisuri jadi aneh' Ucap selir dinda terheran heran
"Ayolah, Jawab pertanyaan ku" Ucap arabella penasaran
"Gundik adalah salah satu wanita yang menggagumi yang mulia, Hingga dia rela di jadikan gundik oleh yang mulia, Untuk melayani yang mulia seumur hidupnya, Gundik hampir sama dengan selir, Tetapi dia memiliki jabatan yang lebih rendah dari selir dan gundik bisa juga di sebut dengan budak yang di miliki oleh yang mulia" Jawab selir dinda
"Kurang ajar" Ucap arabella membanting vas bunga yang berada di samping ranjang nya
"Seorang gundik berani melawan permaisuri" Ucap arabella mulai marah
"Permaisuri tenanglah dulu, Hamba akan mengatasi nya" Ucap selir dinda berusaha menenangkan arabella
"Kau tidak perlu bertindak, Biar aku yang mengatasi nya" Ucap arabella
"Tapi permaisuri, Tidak pantas jika permaisuri berurusan dengan gundik rendahan yang tidak tahu diri seperti gundik intan" Ucap selir dinda
"Aku tidak peduli, Aku akan tetap melakukan nya" Ucap arabella
"Tapi, Permaisuri" Ucap selir dinda
"Sudahlah, Sekarang kau boleh pergi" Pinta arabella
"Baiklah permaisuri, Hamba pamit" Ucap selir dinda menundukan kepala seraya pergi meninggalkan kamar arabella
"Aku akan membalaskan semua yang telah gundik tidak tahu diri itu lakukan kepada ku
aku juga tidak segan segan untuk menyiksa nya" Ucap arabella emosi dan juga dengan senyuman licik nya
"Aku harus segera bersiap" Ucap arabella melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi
Beberapa menit kemudian****.
"Sekarang aku harus pergi mencari tahu apa yang telah terjadi dengan para pemberontak itu, apakah rencana ku berjalan dengan lancar" Ucap arabella seraya bertanya tanya
Arabella pun pergi meninggalkan kamar nya untuk pergi mencari tahu apakah rencana nya berjalan dengan lancar.
Arabella berencana pergi ke ruang rapat milik yang mulia raja, Yang biasa di pakai untuk mendiskusikan sesuatu dengan para kasim dan menteri.
'Beruntung nya diriku, Aku tidak pernah ketahuan jika sedang mengguping pembicaraan orang' Ucap arabella dalam hati sambil mengguping pembicaraan raja dengan para kasim dan menteri
Pembicaraan raja dengan para kasim dan menteri****.
"Bagaimana dengan kabar para pemberontak yang akan menyerang istana kita" Tanya raja
"Hamba baru saja mendengar kabar bahwa para pemberontak itu mati meminum racun yang mulia" Jawab menteri jung
"Apa, Minum racun?" Ucap raja mulai bertanya tanya
"Apakah para pemberontak itu meminum racun itu dengan sendirinya atau ada yang sengaja meracuni nya" Tanya raja
"Yang hamba tahu, Ketua dari para pemberontak itu sengaja menaruhkan pil racun ke arak yang mereka minum yang mulia
dan pada akhir nya mereka mati keracunan" Jawab menteri jung
"Sangat tidak masuk akal jika mereka sengaja mencampur pil itu ke dalam arak yang mereka minum, Bukankah mereka ingin sekali menyerang istana untuk menurunkan jabatan ku" Ucap raja bertanya tanya
'Apakah ini perbuatan arabella, Yang sengaja keluar istana untuk menggagalkan rencana para pemberontak' Ucap jiwa justin bertanya tanya
Di sisi lain****.
'Syukurlah jika rencana ku berjalan dengan lancar, Maka seluruh orang yang tinggal di istana akan merasa tenang jika para pemberontak itu tidak jadi menyerang istana karena mati keracunan' Ucap arabella dalam hati bernafas lega setelah tahu bahwa rencana nya berjalan dengan lancar
'Lebih baik aku segera mencari gundik tidak tahu diri itu' Ucap arabella dalam hati mulai pergi meninggalkan ruang rapat
'Sungguh gundik yang tidak tahu diri, Jika yang mulia tahu semua nya, Maka justin juga akan mencurigai kenapa para pemberontak itu bisa mati minum racun di saat aku keluar istana, Dan justin juga akan mencurigai bahwa aku mempunyai ilmu hipnotis' Ucap arabella dalam hati sambil terus berjalan
"Hihihi, Permaisuri akan terkena hukuman karena sudah melanggar peraturan istana, Jika salah satu isteri yang mulia sampai berani melanggar peraturan tersebut maka dia akan di hukum penjara selama beberapa tahun" Ucap seseorang tertawa lepas yang terdengar dari aula istana
"Siapa itu" Ucap arabella berhenti berjalan melangkahkan kaki nya
"Apakah itu gundik intan" Tanya arabella seraya menggintip jendela aula istana
"Jika benar dia gundik intan, Akan ku hajar dia hari ini juga" Ucap arabella membuka pintu aula istana
"Gundik intan" Bentak arabella
"Hamba permaisuri" Ucap gundik intan tersentak kaget setelah arabella membentak nya
"Kau sungguh kurang ajar, Kenapa kau memberitahukan hal itu kepada yang mulia" Tanya arabella dengan nada suara tinggi yang mulai terbawa emosi
"Hamba melakukan hal yang benar, Jika ada salah satu isteri yang mulia, yang mencoba melanggar peraturan istana akan di kenakan hukuman" Jawab gundik intan membenarkan perbuatan nya
"Kau dan para gundik sungguh tidak tahu diri" Ucap arabella mencoba menampar gundik intan
"Coba saja jika permaisuri ingin menampar hamba, Dan itu di namakan dengan penyiksaan terhadap budak seperti hamba" Ucap gundik intan semakin membuat arabella kesal
'Gundik tidak tahu diri ini lebih sombong dan lebih licik daripada selir sarah dan selir bella' Ucap arabella dalam hati mencoba menahan diri
'Lihat saja pembalasan ku' Ucap arabella dalam hati
"Kau tidak akan pernah mengerti apa tujuan ku untuk keluar istana" Ucap arabella
"Hamba mengerti permaisuri, Perbuatan permaisuri sungguh sangat tercela, apalagi kau ini seorang permaisuri" Ucap gundik intan menghina arabella
"Kau sungguh kurang ajar, Kau ini lebih rendahan dari seorang selir, Kenapa kau berani menghina ku" Ucap arabella dengan tatapan tajam matanya
"Permaisuri lah yang lebih rendahan permaisuri keluar istana hanya demi memenuhi hasrat" Ucap gundik intan
"Apa yang kau maksud dengan memenuhi hasrat" Tanya arabella
"Apalagi jika bukan untuk mememui selingkuhan permaisuri, Bukan kah permaisuri hanya di jodohkan dengan yang mulia dan terpaksa menikah dengan yang mulia" Ucap gundik intan dengan senyuman licik
"Kau ini sungguh kurang ajar, Tidak tahu malu" Ucap arabella dengan nada suara tinggi sambil menampar pipi gundik intan dengan sekuat tenaga nya
Plakk...Plakk...Plakk
"Ahkk" Ucap gundik intan yang di tampar oleh arabella sampai tersungkur ke lantai
#Bersambung