NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Tuan Kejam

Belenggu Cinta Tuan Kejam

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Roman-Angst Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:108.1k
Nilai: 5
Nama Author: Joy Jasmine

Ayla pikir ia akan menjadi Alice dan hidup bahagia selamanya. Gadis itu tidak tahu kalau cerita novel Belenggu Cinta akan segera berakhir.

“Kamu tidak akan bisa menjadi Alice selamanya. Karena ini bukanlah dunia aslimu. Kembalilah dan cari kehidupan nyata mu sendiri.” ~ Alice Lawrence

“Kau adalah istriku sekarang. Katakan siapa pemilik kalung ini dan aku akan melepasmu.” ~ Marvelio Prado

“Aku tidak tahu, aku tidak mengingat apapun. Yang ku ingat kamu adalah Kakak Edric yang sangat menyayangiku.” ~ Ayla Navara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joy Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 ~ Sudah Puas Bermain?

"Halo," sapa Sierra ketika Ayla keluar dari bilik toilet.

"Siapa?" tanya Ayla, wanita itu terlihat bingung dan merasa tidak kenal dengan orang yang menyapanya ini.

"Hei, ini aku." Sierra membuka topi juga maskernya, untung saja toilet sedang sepi, hanya ada mereka berdua.

Sierra tersenyum, tak menyadari tubuh Ayla yang tampak melonjak dan mundur sedikit ke belakang.

"Olivia?" batin wanita itu.

"Ada apa? Kau lupa padaku?" tanya Sierra namun Ayla bergeming, wanita itu hanya menatap Sierra dengan tatapan yang entah.

"Baiklah, sepertinya rumor yang beredar kalau kau hilang ingatan itu benar. Aku ini Sierra, rival mu saat kau masih berjaya menjadi menjadi aktris dulu. Tapi sekarang posisimu sudah menjadi milikku." Perkenalan diri singkat dengan nada sombong, Sierra mengangkat dagunya tinggi seakan sedang pamer pada sang mantan Queen of Antagonist.

Ayla tersenyum, berusaha menguasai diri kemudian menatap balik pada Sierra. "Menjadi penggantiku saja kau sangat sombong," sarkasnya telak.

"Kau," geram Sierra. Wanita itu mengepalkan kedua tangannya erat.

"Sabar, Sierra. Suami istri ini memang sangat menyebalkan."

"Hei, kau jangan salah paham loh. Walau rival tapi kita tetap bersahabat baik kok."

Ayla menatap penuh selidik. "Masa sih?"

Sierra mengangguk cepat, wajahnya terlihat meyakinkan. "Maka dari itu aku mau mengajakmu kabur sejenak dari dua pengawal menyebalkan itu."

Ayla mendelik.

"Tunggu, aku tau Marvel itu menyeramkan. Aku tidak mengajakmu kabur dari dia kok. Cuma mengajakmu jalan-jalan dengan bebas aja."

Ayla terlihat menimang, hingga sebuah suara menginterupsi.

"Nyonya, apa sudah selesai? Kalau sudah silakan keluar. Kita harus kembali sebelum tuan."

"Sudahlah, jangan banyak berpikir. Ini, aku membawa pakaian ganti untukmu."

"Apa ini kesempatanku untuk kabur?" pikir Ayla. Matanya tertuju pada paper bag yang Sierra sodorkan.

Beberapa menit kemudian beberapa wanita masuk ke dalam toilet. Kemudian keluar setelah beberapa saat.

"Katanya nyonya akan keluar dalam satu menit. Ini sudah lebih dari sepuluh menit."

"Ayo kita masuk!"

"Kau tidak takut dipukuli wanita."

"Kau lebih takut dipukuli wanita atau dikirim pulang oleh tuan Marvel?"

"Tentu saja dipukuli wanita."

"Ayo masuk!"

"Nyonya."

"KIAAAA. Kalian pria mesum," teriak seorang wanita sembari memukulkan tasnya pada tubuh kedua bodyguard itu.

"Ck, merepotkan sekali. Kalian diamlah!" bentak salah satu dari mereka yang bernama Lucio, orang kepercayaan Kendrick.

Mendengar nada menyeramkan dari Lucio membuat wanita-wanita itu terdiam dengan tatapan takut. "Kami hanya sedang menjalankan tugas. Kami mencari nyonya kami yang tak kunjung keluar dari kamar mandi ini. Apa kalian melihatnya?" Lucio menyodorkan foto Ayla.

Semua wanita itu menggeleng. Lucio dan sang rekan saling memandang. Habis mereka jika sang nyonya berhasil kabur.

Lantas keduanya memeriksa seluruh bilik toilet bahkan mengusir wanita yang ada di dalam sana. "Sial, wanita itu berhasil kabur. Benar-benar merepotkan," geram Lucio.

"Sstt, jika tuan mendengar kau mengomeli istrinya. Habis kau."

"Kalian."

Deg.

Baik itu Lucio dan rekannya menegangkan wajah. Siap untuk dipukuli karena tidak mengerjakan tugas dengan baik.

"Apa yang kalian lakukan? Dimana istriku?"

"Ma-maaf, Tuan. Nyonya Ayla berhasil kabur," ujar Lucio.

Marvel mengeratkan rahangnya. "Apa kerja kalian, hah? Tidak becus."

Bugh.

Bugh.

Masing-masing dari mereka mendapat bogem mentah yang tak berani dibalas.

"Sekarang kalian cari istriku, jika dalam dua jam tidak ketemu kalian akan kujadikan santapan Leo."

Lucio mengepalkan kedua tangannya. "Baik, Tuan," jawab keduanya dengan tegas dan segera menjalankan tugas.

Marvel sendiri tak tinggal diam. Pria itu bergerak ke ruang keamanan untuk memeriksa rekaman CCTV.

"Lalaku memang menarik. Lihat saja, setelah aku temukan, kau akan ku belenggu seumur hidupmu," gumamnya dengan seringai yang sangat menyeramkan.

Di sisi lain, kedua wanita itu baru sampai di parkiran rumah sakit. "Ayo masuk!"

Ayla mengangguk, kemudian ikut mendudukkan diri di samping kemudi.

Sierra tersenyum. Dapat dipastikan saat ini Marvel pasti tengah marah besar. Wanita itu menghidupkan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi, setelah mobil itu keluar muncul Lucio dan rekannya yang meminta akses keluar masuk rumah sakit ditutup.

Keduanya berpencar mencari di setiap sudut rumah sakit. Jika dianalisa, Ayla belum jauh jika ia kabur sendiri. Kecuali memang ada yang membantunya.

Sementara Marvel tengah menatap layar monitor besar di hadapannya. "Sierra Panamera," geramnya.

"Baiklah, aku akan membiarkan kalian bersenang-senang terlebih dahulu." Marvel tersenyum smirk.

.

.

.

Ayla tengah menatap hamparan laut di depannya. Tenang, ini yang dia rasakan. Di sisinya ada Sierra yang juga tengah tersenyum kecil. Keduanya duduk di atas kap mobil. Jika dilihat-lihat, mereka seperti wanita-wanita yang berada di dalam sebuah lukisan dengan latar pantai.

"Kau menyewa pantai ini?"

"Tentu saja, aku aktris terkenal. Tentu butuh privasi," jawab Sierra dengan sombong.

Ayla mencibir. "Jika kau memang menggantikan posisiku. Aku rasa kau bukan butuh privasi melainkan takut diserang haters," ujar Ayla sembari tersenyum kecil, membuat Sierra seketika merubah rona wajah sombongnya.

"Kau benar-benar mulut pedas ya. Aku udah bantuin kamu kabur loh, ini balasannya?"

"Aku ngga minta kamu bantu aku tuh," balas Ayla acuh tak acuh.

"Kau!"

Ayla tertawa kecil, wanita itu sangat menikmati quality time ini. Meski mungkin sebentar lagi Marvel akan datang dan menyeretnya pulang.

Ya, setelah dipikir-pikir Ayla sadar ia tidak akan bisa kabur jauh dari pria itu tanpa persiapan seperti ini. Maka dari itu, selagi Marvel belum datang ia akan menikmati waktu ini. Hitung-hitung liburan walau bersama seseorang yang wajahnya sempat membuatnya mengenang kejadian buruk.

"Ayo main di atas pasir," ajak Ayla sembari melompat turun dari kap mobil.

Sierra menaikkan sebelah alisnya. Dulu boro-boro Ayla mau mengajaknya bermain, bicara padanya yang junior saja tidak mau. Bahkan mungkin Ayla tidak mengenalnya sama sekali.

"Kau mengajakku?" Ayla mengangguk dan Sierra tertawa kecil.

"Ada bagusnya juga kau hilang ingatan, kau jadi seperti seorang anak kecil." Sierra ikut melompat turun, keduanya berlari kecil menyusuri pasir putih yang terhampar indah.

Dari kejauhan sudut bibir seorang pria tertarik dengan anggun. Tidak tipis tidak juga lebar. Hingga sore hari ia membiarkan sang istri bermain dengan bebas. Sebuah teropong ia gunakan untuk mengawasi tingkah sang wanita cantik itu. Tawa manis Ayla pun ia rekam baik-baik dalam ingatan.

Di sisinya berdiri Kendrick yang juga tersenyum kecil. Tak ia sangka sang nyonya bisa bersikap seceria itu.

"Sudah, aku benar-benar sudah lelah." Ayla menyerah, Sierra terus mengajaknya berlari di atas hamparan pasir. Sementara ia merasa tidak kuat lagi, terlebih ia masih merasa nyeri pada inti tubuhnya.

"Ish, lemah banget sih. Gitu aja udah nyerah," ledek Sierra yang tak ditanggapi Ayla. Wanita itu berjalan kembali ke sebuah gazebo dan mengambil minum yang telah tersedia.

Melihat sang istri yang telah lelah, juga hari yang sudah mau berganti malam, Marvel pun mulai bergerak. Berjalan perlahan dengan keren untuk menghampiri sang pujaan hati.

"Sudah puas bermainnya?"

"Uhuk, uhuk, uhuk."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC.

🌼🌼🌼🌼🌼

1
Moreno
Good, La. Cowok red flag macam Lio memang tidak pantas diidamkan
Moreno
Ayla memang tidak punya ingatan sama sekali tentang kehidupan aslinya? sama sekali?!
Rafillah Kanza
aku bingung sendiri...yg di kubur siapa...dn sekarang yg istrinya sapa lagi....Ayla dahati kn...nah yg selamat tadi siapa...Alya kemana ...Lala tu sapa lagi...knp ketukar tukar bah..ndk ngerti aku...Ayla ad kembaran yh...Alya terus sahabat ny...ku kira saudari ny...nm ny 11 12 Soalny..maaf kak..sampe mati pun aku GK ngerti sumpaa /Sob//Sob/
Joey: Kalau Kakak baca season 1 yang Fake Antagonist, juga ada sedikit penjelasan.

Saat Ayla dituduh membunuh, dia sembunyi di desa masa kecilnya. Di sana dia menggunakan nama Lala, nama saat dia masih tinggal bersama nenek angkatnya.
total 2 replies
Rafillah Kanza
aku bingung sendiri...yg di kubur siapa...dn sekarang yg istrinya sapa lagi....Ayla dahati kn...nah yg selamat tadi siapa...Alya kemana ...Lala tu sapa lagi...knp ketukar tukar bah..ndk ngerti aku...Ayla ad kembaran yh...Alya terus sahabat ny...ku kira saudari ny...nm ny 11 12 Soalny..maaf kak..sampe mati pun aku GK ngerti sumpaa /Sob/
🌸💫Dhaniatree🔥🌻
bagus ceritanya
Nunung Elasari
good 👍
Indri Lestari
ceritanya bagus..
Joey: Terima kasih Kk, mampir di karya baru Author juga ya😁
total 1 replies
Nani Kurniasih
endingnya membingungkan. soale dari awal cerita dijudul sebelah khan namanya Ayla trus lanjut kejudul ini malah endingnya Lala
Nani Kurniasih
balikin Ayla asli ih.. dinovel aja Alice mati apalagi disini..
Rana Syifa
sehat selalu untuk authorx
Joey: Terima kasih, salam sehat untuk kk juga❤️❤️
total 1 replies
Berliannasya Sachiela
kak ini mksdnya apa cba aku bngung tolong jelasin kak please...Ayla dan Lala itu kan satu tubuh, Ayla adalah Lala yg di op tp skrng op lagi berubah wajah lgi jd Lala trus yg dikuburan siapa
Joey: Coba baca lagi bab 13 ~ Silent Sparta. Di sana dijelaskan kalau Ayla dan Lala duduk bersama di dalam bus sebelum kecelakaan. Yang selamat sebenarnya Lala, tapi karena wajahnya tidak bisa dikenali. Akhirnya pas di operasi menggunakan wajah Ayla.

Jadi yang di kuburan itu Ayla yang asli.
total 1 replies
Desi deshiny
udah dong kak author.jgn kelamaan nyiksa ayla nya..kalo ujung" nya jadi bucin
Yuliana Chandra
trus yg d kubur siapa? apa ayla pelayannya ayla.... kpan matinya?
Zelfiana
😍
Tutie Arkan
kasihan Ayla ya thor...
hrs menata hati dan hidup dr awal lgi...
Hu.. hu...
E H Mukti
Jadi kuat lg ayla 😇
cupa
sakit jiwa
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Hanimun Hanimun
Luar biasa
falea sezi
yg dikubur td siapa
Berliannasya Sachiela: kak aku butuh penjelasan kan si Ayla itu Lala trus skrng udh di operasi wajahe brubah lgi jdi Lala trus yg dikubur itu siapa kan Lala dan Ayla satu tubuh?
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!