NovelToon NovelToon
Pembalasan Sang Istri

Pembalasan Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Playboy / Selingkuh / Pelakor / Romansa / Chicklit
Popularitas:114.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Linda

Starla Faranggis dan Adiputra Daniel memutuskan menikah setelah menjalin kasih selama dua tahun.

Siapa yang menyangka di malam pertama Starla memergoki Daniel bermain api dengan Alarie, teman terdekatnya.

Kenjanggalan aneh pun satu persatu terkuak. Karena dendam, Starla terlibat dengan orang paling berbahaya.

Bagai pedang bermata dua. Aldebara Adamson, seorang CEO yang menjadi rival bisnis keluarga Starla. Sosok sempurna dengan skandal wanita terpatri pada perangainya.

"Baiklah, aku akan membantumu. Sebagai gantinya, kamu harus menjadi wanita ku seumur hidup." ~Aldebara Adamson~

Panggung sandiwara telah dibuka. Pilihannya hanya dua. Menang balas dendam atau kalah di bawah pesona Aldebara Adamson.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Starla memandang heran pada penampilan Adam yang terlihat easy going. Ini manusia mau kerja atau pergi jalan-jalan. Ya, Starla tahu ini perusahaannya, kantornya dan ia berkuasa di sini. Tapi, apakah wajar bagi seorang atasan memakai kaos santai seperti di rumah?

Satu lagi hal baru yang Starla ketahui. Adam itu seseorang yang mengikuti keinginan tanpa melihat situasi dan kondisi!

“Apakah seharian kamu akan memakai baju itu?”

“Memangnya kenapa? Baju ini enak dipakai.”

“Well… all right. Terserah kamu saja,” ujar Starla pasrah.

Di pagi hari Starla sudah disuguhi keanehan Adam. Entah sejauh apa kesabaran yang ia butuhkan untuk meladeni manusia aneh ini.

“Oh ya, kemarin kamu… emh, maksud ku… kemarin Bapak belum menunjukan seluruh bagian kantor ini. Apa hari ini Bapak akan melanjutkan sesi perkenalan lingkungan kerja?” tanya Starla. Ia mendudukan diri ke sofa setelah terpantau Adam duduk terlebih dahulu.

Perihal panggilan, rasanya canggung bagi seorang bawahan memanggil ‘aku’ dan ‘kamu’ di dalam ranah pekerjaan. Terlihat tidak sopan menurut Starla. Itu sebabnya Starla memutuskan memanggil Adam dengan sebutan ‘Bapak’. Panggilan umum di kalangan bawahan dan atasan.

Namun, jalan pikiran Starla berbanding terbalik dengan Adam. Ia risih dipanggi ‘Bapak’. Seperti orangtua jompo yang kolot.

“Tolong panggil nama ku saja. Aku meras seperti sudah tua sekali saat kamu memanggil ku ‘Bapak’. Terlebih aku tidak berminat menjadi Bapak mu. Aku lebih senang panggilan Tuan atau….”

“Sayang?” sambung Adam menggoda.

Seperti biasa, Starla memutar bola matanya. jengah. “Baiklah, akan ku panggil Tuan saja.”

“Aku akan menaikan gaji mu jika kamu memanggil ku sayang,” paksa Adam dengan senyuman tengilnya.

“Dalam mimpi mu Tuan!”

Terdengar kekehan gurih. Untuk kesekian kalinya Adam meyakinkan. Kehadiran Starla itu layaknya warna-warni di atas abu-abu milik Adam.

“Kalau begitu sepertinya aku harus tertidur dulu. Karena mimpi hanya akan terjadi jika tidur. benar kan?” sindir Adam. Mengingat pertemuan awal mereka dulu.

“Apa Tuan sudah sarapan?” alih Starla. Ia harus menjalani job desk nya yaitu memperhatikan kesehatan Adam selama perawatan patah tulang. Namun ungkapan Starla disalah artikan oleh Adam. Pipinya terlihat merona dan ia terlihat gusar bergerak sesuka hati. Seperti cacing kepanasan.

“Apa ada yang salah?” tanya Starla. Kali ini ia betulan khawtir melihat Adam yang bergerak risau. Kakinya pun tiba-tiba tidak bisa tenang.

“Ehem… bukan apa-apa. Aku sudah sarapan. Bagaimana dengan mu?” tanya Adam masih berusaha menetralkan degub jantungnya.

“Sudah,” jawab Starla to the point.

“Baguslah karena hari ini sepertinya akan berat,” ungkap Adam. Ia beranjak dari duduknya kemudian mengulurkan tangan pada Starla. “Ikutlah dengan ku.”

“Kemana?”

“Melakukan inspeksi ke perusahaan furniture,” dalih Adam. Yang sebenarnya ia hanya ingin mengajak Starla memilih meja kerja sesuai dengan seleranya sendiri.

“Baiklah,” sahut Starla sembari meraih uluran tangan Adam.

Walau setengah hati, tapi Starla tetap memenuhi titah Adam. Mengikutinya kemana pun termasuk dalam job desk nya.

Mereka ke parkiran bersama. Tepat saat di depan mobil HRV, Starla mengulungkan tangannya. “Mana kunci mobilnya?”

“Untuk?”

“Dengan tangan mu yang seperti itu apa memungkinkan untuk menyetir?”

Ah! Benar juga! Seharunya Adam tidak menyuruh Theo pergi ke perusahaan furniture dulu untuk persiapan kedatangan Adam dan Starla. Kalau seperti ini Adam seperti menjadikan Starla sopir bayaran.

“Aku bisa menyetir dengan tangan satu,” kilah Adam. Harga dirinya terlalu tinggi untuk dijatuhkan.

“Oh ya? Aku khawatir tangan mu yang satunya lagi akan bernasib sama jika Tuan tetap ngotot ingin menyetir.”

Adam spontan memegang gipsnya. Hal seperti itu tidak boleh terjadi! Cukup satu saja dan itu menimbulkan banyak kesusahan. Yah, walaupun ada keuntungannya juga sih. Karena Adam bisa dekat dengan Starla.

“Bagaimana dengan mu? Bukankah kemampuan menyetir mu patut diragukan setelah menabrak seseorang?” sindir Adam. Mencoba terlihat akrab versinya.

Sekedar informasi. Orang angkuh yang merasa dirinya selalu di atas seperti Adam ini sangat amat jarang yang namanya mengakrabkan diri di luar ranah bisnis.

Adam sangat mahir mengakrabkan diri dengan bisnis man hebat di luar sana. Tapi jika sudah berurusan dengan perasaan. Adam bisa menjadi bodoh dalam seketika.

Gengsinya bisa mengalahi tingginya gunung everest. Tapi kepeduliannya secara diam-diam mampu menyamai dalamnya palung mariana.

“Bukan menabrak tapi hampir menabrak!” koreksi Starla.

Adam terkekeh singkat. Baiklah, ia akan mengalah untuk Starla.

“Ya sudahlah, nih….” Adam menyerahkan kunci mobilnya kemudian mendekat. “Tolong jaga tangan ku yang satunya,” bisiknya sensual. Sudah lama ia tidak menggoda gadis ini.

Seketika bulu kuduk Starla berdiri. Dia seperti Casanova haus akan belaian. Starla segera menjauh dengan memasuki kursi pengemudi terlebih dahulu.

“Ada masalah apa dengan otaknya?!” gumam Starla saat Adam hendak memutar langkah untuk masuk dari pintu penumpang.

Mobil mereka melaju hingga tak terlihat lagi di kamera CCTV kantor. Menuju ke perusahaan properti yang diam-diam sudah Adam rencanakan hanya untuk mencari meja kerja terbaik untuk Starla.

...****************...

"Hallo Nona, kita bertemu lagi," sapa Theo saat mereka bertemu di depan departemen store furnitur. Salah satu anak perusahaan milik Adam.

"Hallo. Sepertinya kita akan sering bertemu untuk beberapa bulan ke depan," balas Starla.

"Hehe... semoga saya bisa melayani Nona Starla dengan baik."

"Tidak perlu melayani. Toh, aku juga bekerja. Kita saling bekerja sama saja. Mohon bantuannya suhu," kekeh Starla memecah formalitas.

"Ehem...." dehem seseorang. Sejak tadi ia sudah berada di tengah-tengah perbincangan Theo dan Starla. Melayangkan tatapan horor ke Theo yang terus mencuri perhatian Starla. "Apa kalian lupa aku di sini?!" sambungnya mendengus.

"Haha...." gelak tawa Theo. Sebenarnya ia lumayan puas dengan ekspresi kesal Adam. Dengan hadirnya Starla sepertinya mudah untuk Theo membalas dendam atas kekesalannya selama ini. "Mana mungkin kami lupa. Tuan kan orang nomor satu. Aura Tuan yang karismatik tidak dapat ditandingi siapa pun," sambung Theo melebih-lebihkan.

Adam melirik horor. Masih kesal dengan penyambutan tadi. Dirinya seperti diabaikan.

"Terserah! Gaji mu ku potong lima persen!" ungkap Adam.

Tentu saja hal itu menarik fokus Starla. Hubungan Adam dan Theo memang sangat dekat. Mau seribu kali Adam melayangkan pemotongan gaji tetap saja di akhir bulan Theo mendapat gaji full dengan bonus dan tunjangannya.

Tapi hal itu tidak diketahui Starla yang anak baru. Ia sedikit tersulut dengan perkataan Adam.

"Kenapa Tuan memotong gajinya hanya karena kesal? Tidak rasional.sekali!" celetuk Starla. Tepat menembus jantung Adam.

"B-bukan seperti itu...."

"Lalu?"

"Itu.... ah sudahlah!" dengus Adam kemudian pergi mendahului.

Theo terpantai menutup mulut sebab tidak tahan ingin tertawa. Wajah Starla terlihat kesal begitupun Adam.

Jika digambarkan kurang lebih begini, Starla kesal dengan tindakan Adam yang semena-mena terhadap Theo. Sedangkan Adam kesal karena Starla membela Theo. Semua ini berujung pada Theo. Lalu pemilik namanya sendiri justru menikmati keadaan unik ini. Jarang-jarang melihat bosnya kesal. Walau harus menumbalkan Starla.

Tbc

1
Bundanya Ivenzie Ybs
Luar biasa
Selin Tari
da selesai kah cerita nya Thor ..pa ganti judul y koq ga da kelanjutan nya sama sekali ????
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
The Lovely
Munafik Lo Starla
The Lovely
Starla dpt lampu ijo nih dri camer
The Lovely
Ayo dong Adam sma Starla aja jngn sma Soya si wanita murahan
The Lovely
Bkin Starla luluh sma Adam
The Lovely
Ayo dong Adam kejar Starla
The Lovely
Cpt kebongkor kebusukkan Alerie sma Daniel biar nyaho deh tuh
The Lovely
Siapa sih cwek itu jngn bilang Starla lgi
Indah Batam
Aku mampir Thor,, keren banget ceritanya,, semoga sukses untuk karya-karya nya... salam dari - Gairah Ayah Tiriku
Selin Tari
mana nie Thor koq da lama belum up2 juga ya..💪💪💪💪
Sima N. Hanani
lanjut thor
buat aja starla turun egonya dan minta bantuaan sama adam
utk balas dendam , dan buat pasangan curang ituu virall
Ketut Masti
apakah adam sudah tobat maen wanita dan pokus mngejar starla mudah2an sich
Selin Tari
lanjut donk Thor 💪💪💪
Selin Tari
bagus👍👍👍👍
Selin Tari
mana nie Thor kelanjutan nya ..koq Lum up2 ya..💪💪💪💪
Ketut Masti
apa jgn2 di suruh mrawat adam kh
Amelkayla Ayra
menarik
Selin Tari
kapan nie Thor kira2 up nya, da di tunggu loh kelanjutan nya 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!