Pernikahan yang sengaja dia rencanakan untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya.
Syakira, wanita yang di pilih Alif untuk memuluskan rencananya, setelah berhasil menikahi, Syakira. Berbagai siksaan fisik mau pun batin yang wanita itu rasakan, Hingga membuat wanita itu trauma dan berubah menjadi wanita dingin yang tidak tersentuh.
Setelah berpisah dengan Alif, Syakira memimpin sebuah perusahaan, hingga dia bertemu dengan seorang lelaki yang tanpa sengaja bertabrakan dengan dirinya. Siapa sangka, pertemuan nya justru semakin memikat dirinya dengan lelaki bernama Arion, hingga dirinya di pinang oleh lelaki itu.
Tapi saat Sya belum memutuskan untuk menerima Arion, Alif yang menyesal karna perbuatan nya dulu pada Sya, datang kembali untuk memperjuangkan kembali cinta nya.
Siapakah yang di pilih oleh Syakira, apakah Alif mampu membuat wanita yang dia cintai kembali padanya, atau Sya memilih jalan nya sendiri? Klik membaca untuk tau kelanjutan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkhianat
Syakira masih mencoba untuk menghubungi sang, Kakak. Dia tidak bisa menghafal nomor selain Kakak kaki-kaki nya itu.
"Bagaimana sekarang, Nona?" tanya bi Rahma yang juga merasa cemas jika rencana mereka akan gagal.
"Sekarang masuk, Bi! Tadi salah satu nomor. Tapi Kak Syakir juga tidak menjawab nya." jawab Syakira yang kini sudah berdiri di depan jendela kaca.
"Coba Nona, Sya, hubungi lagi!"
Syakira mengangguk, berulang kali dia menghubungi tapi tidak terjawab dari seberang.
...****************...
Sementara di kantor, Alif dan Raka tengah rapat saham, mereka sibuk berbincang membahas masalah penanam saham yang semakin banyak di perusahaan mereka.
Mata Raka terbuka lebar dengan alis bertautan, saat menerima pemberitahuan di laptop nya bahwa di rumah William tengah menggunakan jaringan.
Sistem yang di buat oleh Alif, jika ada yang menggunakan ponsel baik internet maupun non internet, maka akan ada pemberitahuan.
Raka mulai gelisah, matanya menatap kesana-kemari, dia bingung, ingin memberitahu Alif, akan tetapi bos nya itu tengah rapat.
"Mungkin saja Om, Lucky datang ke rumah." batin Raka. Sebenarnya dia bisa saja memblokir jaringan yang saat ini digunakan di rumah William, akan tetapi dia tengah melihat file penting berhubung mereka tengah rapat.
...****************...
Sedangkan Syakira masih terus menghubungi, tapi masih tak terjawab "Kak ... Angkat, aku mohon." lirih Sya lagi-lagi menekan nomor sang Kakak dan mendekatkan ponsel di telinga nya.
Saat masih sibuk menghubungi, tiba-tiba suara perempuan dari balik sambungan yang menjawab dan mengatakan jika tidak bisa lagi menghubungi karna tidak ada sinyal lagi di ponsel Syakira.
Di tempat lain, Alif tengah memberikan Raka tinjuan maut, Alif benar-benar sangat marah karna Raka tidak memberitahu nya tentang hal penting menyangkut rumah nya.
"Kenapa kamu tidak memberitahu ku, hah?"
"Kamu berkhianat padaku? Kamu ingin berpihak pada wanita itu?" sentak Alif berteriak di telinga Raka.
"Tidak, Tuan! Aku tidak ingin menganggu karna Tuan sedang rapat, dan kita tengah membahas masalah penting." sergah Raka sambil memegang pipinya yang terasa nyeri karna bogem mentah dari Alif.
"Untung saja aku melihat pemberitahuan itu, jika tidak--"
"Sekarang hubungi anak buah kita yang di sana, tanyakan apa Wilmar mengetahui sesuatu!"
Tanpa menunggu lama, Raka langsung menghubungi anak buah mereka.
"Mereka bilang, keluarga Wilmar tidak ada yang mengetahui nya!" ucap Raka.
"Kita pulang."
"Sekarang, Tuan?"
"Apa kamu menunggu aku mematahkan kakimu terlebih dahulu?" mendengar itu tentu membuat Raka bergidik ngeri, karna dia tau, Alif orang yang nekat dan pun ancamannya tidak pernah main-main.
"Seperti nya Tuan Alif sudah tau jika ada pemakaian ponsel di sini, makanya sinyal nya hilang," kata bi Rahma menduga.
Syakira langsung panik, apalagi Kakak nya belum menjawab panggilan dari nya, dia tidak ingin pengorbanan bi Rahma sia-sia.
"Ini ponsel Bibi, sekarang Bibi keluar dari kamar, Sya, sebelum manusia iblis itu pulang." celetuk Syakira menyerahkan ponsel itu pada bi Rahma.
"Tapi, Non, nanti jika Tuan mengetahui nya dan menyiksa Nona bagaimana?"
"Jangan hiraukan aku, Bi! Sekarang bibi cepat keluar dari sini!" karna terus di paksa oleh Syakira, akhirnya bi Rahma keluar, dia kembali memasukkan ponselnya ke dalam baju.
...****************...
Sampai di rumah, Alif langsung turun dari mobil, dia masuk ke dalam rumah dengan berlari, tujuan nya langsung ke dalam kamar, Sya.
Brak...
Alif membuka pintu kamar dengan begitu kasar, membuat Syakira yang tengah membereskan kamar nya terkejut.
Syakira tidak menyapa atau bertanya apapun pada, Alif, dia malas harus berbicara pada orang yang sudah pasti tidak akan menjawab.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Alif mengintimidasi.
"Menyapu." jawab Sya singkat, dia memang tengah menyapu semua rambutnya yang berceceran di lantai.
Alif merasa geram karna Sya menjawab nya begitu singkat "Dari tadi apa yang kamu lakukan, bod*h?" hardik Alif kembali.
"Membereskan dapur." mendengar jawaban singkat, Sya, membuat Alif tambah geram, dia berbalik ingin meninggalkan kamar, Sya.
Akan tetapi suara notifikasi ponsel nya yang sudah di atur sinyal nya berbunyi.
Mata Alif terbelalak saat melihat rekaman CCTV yang di kirimkan Raka beberapa detik lalu.
Mata Alif langsung memanas, darah nya mendidih, dengan amarah sudah sampai di ubun-ubun. Dia kembali masuk ke dalam kamar Syakira, membuat wanita itu kembali terkejut.
"Beraninya kamu melakukan itu di belakang ku."
.
.
.
.
.
.
.
~Bersambung.
...Mungkin ini hari terakhir kamu hidup, Sya....
...Kalian kok hemat banget vote nya, aku udah up doble tapi gak nambah juga. ...
...Like dan komen juga di butuhkan ya Kakak-kakak....