Emosi pada wanita yang hampir melenyapkan nyawa adik sepupunya dalam insiden kecelakkaan membuat Ardani Rahardian Wijaya melakukan hal nekat menyekap Rakhayla Emely pradikta di sebuah rumah di desa terpencil. Warga desa menggrebek keduanya dan meminta mereka menikah.
Lalu bagaimana nasib pernikahan Rakhayla Emely Pradikta dengan Ardani Rahardian Wijaya tersebut nantinya, jika sebenarnya Emely sudah menentukan tanggal pernikahan dengan kekasihnya? Sedangkan Ardani juga sudah dijodohkan dengan wanita lain?
"Cintai aku, Lupakan dia!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sokhibah El-Jannata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CALD. Kebablasan
Emely melirik Dani yang kini tak berdaya di pundaknya, dia tau Dani menahan sesuatu. Entah apa itu dia masih belum mengerti. Dengan reflek tangan Emely terulur, mengusap pundak Dani.
Dani memejamkan matanya, tersiksa? Pasti. Tapi kenapa dia lupa tujuan utamanya untuk berendam? Bahkan saat ini dia berharap Emely mengizinkannya. Wangi tubuh Emely seakan membuat dirinya enggan melepasnya.
Darah seakan semakin memanas, membuat dirinya semakin kuat. Sapuan tangan lembut Emely membuat dirinya susah untuk bernapas.
"Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu, Dani?" sahutnya. Emely terpaksa menanyakan ini. Dia takut akan berada dalam situasi ini sampai pagi. Setidaknya Dani berjanji untuk tidak memasukannya, dia berharap Dani bisa dipegang janjinya.
Bagai angin segar, suara lembut Emely seakan menjadi secercah harapan. Dalam kondisi yang seperti ini, cinta atau tidak sepertinya sudah tidak lagi bisa dia pikirkan.
Tanpa menunggu lama, Dani mengangkat kepalanya dari pundak Emely. Dicondongkannya wajah Dani, menatap Emely dengan gaerah, seketika Dani menyerang Emely dengan ciuman yang rakus. Menikmati ciuman yang manis dari bibir Emely yang dirasanya seperti madu dan membuatnya ingin kembali mengulang. Tangannya bermain di belakang, merem*s sesuatu yang kemudian membuat Emely merasakan panas dingin tak karuan.
"Ahh," desis Emely di tengah panas dingin yang menyerang tubuhnya. Memdengar itu membuat Dani semakin bersemangat.
Emely mencoba memberontak, Dani tak melepaskannya. Emely tampak panik, kenapa saat ini Dani tak bisa mengontrol diri? Bahkan, Dani kembali menciumnya. Tangannya terus menyapu punggungnya membuat Emely semakin panas dingin tak karuan.
Saat ini, Emely benar benar dalam kepanikan, berada dalam kamar bersama dengan lekaki adalah hal yang menakutkan. Niatnya ingin menolong, tapi sepertinya semua sudah berubah tak seperti awal. Emely tak bisa menahan diri untuk tetap tenang, tanganya meronta meminta dilepaskan dan tak diperdulikan Dani. Jika pada akhirnya nanti terjadi sesuatu, setidaknya mereka melakukan hal yang dihalalkan.
Emely masih mencoba memberontak, akan tetapi Dani sudah tak bisa dicegah. Kekuatanya seakan semakin bertambah saat Emely mencoba untuk melawan.
Dani melepaskan ciumannya, mengangkat tubuh Emely dan meletakan dengan halus diatas ranjang, Dani segera naik diatas ranjang. Menindih tubuh Emely agar tak bisa beegerak, Dani membuka semua yang menempel di tubuhnya dan Emely dengan jelas bisa melihat aktifitas suaminya itu. Emely menatap waspada. Kakinya meronta, tangannya memukul Dani yang sekarang berada di atasnya, mencoba untuk merasakan kembali ciuman panasnya.
"Dani, aku hanya mau membantumu, kenapa kau semakin tak waras?" sentaknya sambil menggelengkan kepalanya. Dani seolah tak mendengar, yang dia dengar suara indah yang semakin menariknya untuk mendekat.
Melihat Emely yang semakin meronta, Dani segera menggenggam kedua tangan Emely dengan kuat, sehingga wanita cantik itu tak mampu untuk kembali memberontak. Dengan lembut Dani kembali mencium bibir Emely, tubuh mereka menempel sempurna, jantung Emely bergetar hebat saat merasakan dada bidang Dani menempel sempurna menindih dadanya, dan dia bisa merasakan benda tegak di bawah sana.
"Dani lepaskan," sentaknya lagi.
"Diamlah, Nona Rakhayla Emely Pradikta. Jangan salahkan aku bila aku kebablasan Nona, kau memberi kesempatan dan aku tidak akan menyiakan. Aku butuh ini, kau ingat, kau istriku saat ini," lirihnya.
Deg
Jantung Emely terpompa lebih cepat. Kenapa jadi begini? Dani benar benar bre*gsek. Sakit hatinya, Air matanya mengalir. Emely ingin kembali memberontak, tapi tangan Dani terlalu kuat.
Dani kembali mencium bibir manis Emely, lembut sekali. Emely memejamkan mata indahnya. Antara menikmati dan kecewa, Dani akan melakukannya? Mengambil mahkotanya? Air mata Emely kembali mengalir deras.
😍😍😍😍😍😍😍