NovelToon NovelToon
Polaris

Polaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Arunika Gantari, seorang perempuan ceria yang tiba-tiba saja menghilang selama 4 tahun.

Asoka Danubrata, putra bungsu pemilik perusahaan yang menyembunyikan identitasnya sebagai putra pemilik perusahaan dan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan miliknya sendiri.

4 tahun Asoka menunggu kepulangan Arunika, menepati janjinya untuk memantaskan diri. Namun ketika gadis itu kembali, sosoknya berubah. Tak ada lagi Arunika yang ceria, yang ada hanya Arunika yang tertutup.

Apa yang menjadi rahasia kepergian Arunika 4 tahun lalu? Akan kah Asoka berhasil mengembalikan kecerian perempuan yang dia cintai? Atau kan posisi Arunika sudah digantikan oleh perempuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Too Late

“Jadi kapan kamu mengenalkanku kepada keluargamu?”

Hati Kayas terasa diremas setiap kali Chandra menayakan pertanyaan yanag sama.

“Mas Chandra kan sudah mengenal keluargaku.” Kayas tersenyum berusaha pura-pura tak mengerti dengan maksud Chandra.

Tentu saja dia paham makna di balik pertanyaan pria berkaca mata itu, namun tidak mungkin dia mengenalkan Chandra kepada keluarganya sebagai kekasih disaat seluruh keluarga juga warga komplek tempat tinggalnya mengetahui Kayas adalah kekasih dari Sakha.

Bu Yati, ibu tercinta Kayas dan Siska, partner bu Mega disaat nonton drama Korea dan ghibahin bang Limin, bahkan pernah ngomel-ngomel sepulang belanja sayur di bang Jarwo, dimana pusat pergosipan komplek berasal, karena yang menjadi tema ghibah pagi itu adalah Kayas yang diantar mobil bagus malam-malam.

“Memang kamu diantar siapa sih, Kay?”

“Teman, Mah.” Kayas tahu bohong itu tidak baik apalagi kepada orangtua, tapi daripada bu Yati tiba-tiba jantungan karena tahu Kayas diantar Chandra Mahesa, kan bisa gawat itu.

“Tuh kan! Untung saja bu Meli tidak percaya. Dia yakin kalau kamu itu setia sama Sakha, tidak mungkin macam-macam.”

Perasaan bersalah benar-benar mendera Kayas. Bu Meli, ibu dari Sakha, telah memercayainya selama ini, namun apa yang Kayas lakukan? Mengkhianati kepercayaannya itu.

Kayas bahkan belum berani memberitahu Sakha tentang Chandra. Dia tak mungkin membicarakan masalah ini lewat telepon atau pesan. Kayas tak sebajingan itu hingga berani memutuskan pria yang menjadi kekasihnya selama beberapa tahun ini hanya lewat sambungan telepon ataupun mengiriminya sebuah pesan.

Setiap Sakha berkesempatan menghubunginya mulut Kayas seolah terkunci, hatinya terasa diremas ketika mendengar suara Sakha yang mengutarakan bagaimana pria itu merindukannya. Setiap Sakha menghubungi, setiap itu pula Kayas akan menangis dan memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Chandra karena bagaimanapun hubungannya dengan Chandra adalah salah.

Salah karena hubungan itu terjalin disaat Kayas masih menjalin hubungan dengan pria lain. Apapun alasannya, perselingkuhan tetaplah salah!

Namun apa daya ketika bertemu Chandra, Kayas kembali merasakan kenyamanan yang membuatnya kembali berada dalam kebimbangan.

Semalam Sakha menghubunginya kalau dia akan pergi bertugas untuk sebuah misi, perasaan khawatir seketika menghantuinya, dan jujur saja Kayas sudah merasa lelah selalu merasa khawatir sesuatu terjadi apa-apa kepada Sakha setiap kali Sakha pergi bertugas. Dan yang membuatnya semakin lelah adalah karena rasa khawatir itu datang bersamaan dengan rasa bersalah.

Tadi rencananya Kayas akan membicarakan masalah ini dengan Chandra, dia ingin mengakhiri hubungan mereka terlebih dahulu sampai dia bisa menyelesaikan masalahnya dengan Sakha, namun lagi-lagi Kayas kembali bimbang ketika Chandra memerlakukanya dengan sangat baik.

Tadi Chandra mengenalkan Kayas ke dalam lingkungan pertemannya, Chandra benar-benar berusaha membuat Kayas nyaman berada di antara teman-temannya, dan dia berhasil. Kayas merasa nyaman sampai dia lupa dengan niat awalnya bertemu Chandra hari ini.

“I’ll waiting as long as you want, Sweetheart. (Aku akan mengunggu selama yang kamu mau, Sayang).” Chandra berkata dengan senyum simpul membuat Kayas bukannya merasa tenang, tapi malah merasa bersalah karena telah membuat pria sebaik Chandra menunggunya. Menunggu perempuan yang bahkan bukan siapa-siapa.

“Maaf, karena telah membuatmu seperti ini.”

“Tidak perlu minta maaf, ini bukan salahmu.” Candra menggenggam tangan Kayas yang duduk di sampingnya, kemudiannya menciumnya lembut. “Aku sendiri yang jatuh cinta kepada kekasih orang lain, jadi aku harus bertanggung jawab dengan segala konsekuensinya.” Chandra kembali berkata dengan senyuman.

“Aku akan menyelesaikan masalah dengan Sakha ketika dia pulang. Aku tidak mungkin membicarakan masalah ini lewat telepon. Paham kan, Mas?”

Chandra mengangguk mengerti.

“Apa perlu aku temani?”

“Tidak, biar aku menyelesaikannya sendiri. Ini masalahku dengan Sakha, jadi biarkan kami berdua yang menyelesaikannya.”

Chandra mengangguk, tangannya terulur untuk mengelus rambut Kayas. “Lakukan apapun yang menurutmu baik, aku memercayaimu, dan ingat! Aku akan menunggumu sampai kapan pun, termasuk kalau misalnya harus menunggumu menjadi janda dahulu.”

“Mas! Hahaha, gak lucu tahu.”

“Itu tertawa.”

“Tertawa karena candaan Mas Chandra garing, kriuk, crunchy!”

Chandra hanya mengangkat bahunya seolah tak peduli yang malah membuat Kayas semakin terkekeh, dan akhirnya Chandrapun ikut tersenyum.

“Sudah ah, aku turun ya, Mas.” Kayas membuka pintu mobil lalu turun. “Makasih untuk hari ini, kabarin kalau sudah sampai rumah ya,”

“Okay! Love you honey.”

“Love you too.” Balas Kayas sebelum menutup pintu.

Sesaat Kayas masih berdiri kemudian melambaikan tangan dengan senyum lebar menunggu hingga kendaraan milik Chandra berbelok dan tak terlihat lagi.

“Jadi … itu benar?”

Tubuh Kayas mematung, matanya membulat, aura dingin merambati seluruh tubuhnya, bahkan jantungnya ikut berpacu dengan cepat ketika dia mendengar suara berat yang sangat dia kenal. Di balik kegelapan sesosok pria tinggi tegap berjalan dengan perlahan seperti malaikat maut yang telah mengintainya sedari tadi.

“Sa-kha.” Suara Kayas terdengar gugup dan gemetar, ketika sosok Sakha kini terlihat jelas di bawah lampu jalanan.

“Jadi itu benar, Kay?” Sakha kembali bertanya yang membuat Kayas menelan ludah berat dengan tubuh gemetar. “Itu bohong kan, Kay?” Kayas masih terdiam menatap Sakha yang semakin berjalan mendekat. “Katakan kalau mataku salah, katakan kalau telingaku salah. Katakan kalau aku salah melihat dan mendengar, Kay. Tolong katakan itu.”

Tenggorokan Kayas mulai memanas, tak bisa dia menjawab pertanyaan Sakha yang menatapnya dengan sorot mata terluka.

“Kenapa kamu hanya diam, Kay? Itu kalimat yang sangat mudah … tidak, kamu salah mendengar dan melihat. Hanya itu, Kay, hanya itu.”

Bibir Kayas mulai gemetar dan airmatapun tak kuasa dia tahan lagi.

“Maaf.”

Satu kata yang Kayas ucapkan cukup menjawab pertanyaan Sakha yang kini terlihat hancur meski berusaha tegar.

***

Dengan kesal Oka meminggirkan motornya ketika ponselnya terus saja berbunyi. Awalnya dia mengabaikan panggilan itu karena dia tengah di jalan sepulang mengatar Arunika terlebih dahulu, tapi bunyi yang tak henti-henti itu membuat Oka memutuskan meminggirkan motornya takut ada sesuatu yang penting. Alisnya berkerut ketika melihat nama Sakha muncil di layar.

“Ka.”

Oka baru saja akan memaki sahabat baiknya itu ketika mendengar suara Sakha yang lemah, membuatnya menyadari kalau sesuatu memang telah terjadi.

“Dimana lo?”

“Babeh.”

“Tunggu, gue sebentar lagi sampai.”

“Ya.”

“Jangan kemana-mana!”

Oka memutuskan panggilan itu dan dengan kecepatan penuh Oka menuju warung kopi tempat biasa Oka dan Sakha nongkrong malam-malam. Kurang dari setengah jam kemudian Oka sudah sampai di tempat yang dijadikan tempat nongkrong anak-anak komplek dan kampung sekitar.

“Sakha mana?” tanya Oka kepada pria bertubuh gempal yang biasa dipanggil babeh.

“Noh, di belakang. Kenape dia? Beneran ya, si Kayas selingkuh?”

“Ya elah, Beh, udah kayak emak-emak di grobak bang Jarwo saja.”

“Hahaha, kan penasaran gue, Ka, biasanye juga tuh bocah kagak pernah diem. Lah ini coba dari datang diem bae, cuma minum kopi doangan.”

“Biasalah, Beh, tentara banyak yang harus dipikirin, masalah negara, bukan cuma masalah cewek doang.”

“Hahaha, iya-iya-iya, bener juga lo. Ya udah sana samperin, ngeri kesambet, kan berabe kalau dia kesambet di sini.”

SAmbil terkekeh Oka berjalan ke belakang dimana ada bale, sebuah kursi panjang yang terbuat dari bambu dimana Sakha berbaring di atasnya sambil menatap langit.

“Ngapain lo, ngelamun malam-malam.”

Sakha menatap Oka yang berdiri menatapnya dengan tangan bersidakep, kemudian kembali menatap langit dengan pandangan kosong.

“Lo tahu, Ka?”

“Tahu apa?” tanya Oka sambil menepuk kaki Sakha untuk bergeser agar dia bisa duduk.

“Kayas. Lo tahu kalau dia selingkuh?”

Oka terdiam kemudian menganggukkan kepala. “Ya, belum lama ini.”

“Lo tahu, Ka?” Sakha kembali bertanya tak percaya. “Lo tahu, dan lo diam saja nggak ngasih tahu gue?”

“Baru beberapa hari yang lalu gue tahu tanpa sengaja, dan gue tidak memberitahu lo karena gue tidak berhak.”

“Lo sahabat gue, Ka!”

“Iya, lo sahabat gue, Kayas juga … kalian berdua sahabat gue, jadi gue tidak akan memihak siapapun.”

“Setidaknya lo kasih tahu gue, Ka! … Jadi gue tidak perlu siapin ini.”

Sakha mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku jaketnya, menyerahkannya kepada Oka yang membuka kotak berwarna biru itu, di dalamnya terdapat sebuah cincin emas dengan model sederhana namun terlihat sangat cantik.

“Malam ini gue berniat melamarnya, Ka, tapi yang gue dapatkan adalah melihatnya tersenyum kepada pria lain sambil mengatakan kalau dia mencintainya.”

Sakha menutup matanya dengan punggung tangan terlihat hancur, begitupun Oka yang ikut merasakan kehancuran itu ketika menatap cincin yang telah disiapkan sahabat baiknya itu.

“Gue tertawa ketika nyokap bilang kalau ada gossip Kayas selingkuh dengan pria kaya. Sepercaya itu gue sama dia, Ka, karena gue pikir … tidak mungkin Kayas selingkuh.”

Sakha kini terduduk menatap Oka dengan pandangan terluka.

“Gue bego ya, Ka … bego karena terlambat menyadari betapa berharganya dia buat hidup gue.”

Sakha mengalihkan pandangannya ke arah depan dimana terdengar canda tawa dari beberapa orang yang berada di warung kopi babeh. “

“Gue pikir itu hanya sebuah quote dari orang-orang sok bijak saja yang mengatakan, kita akan mengetahui seberapa berharga seseorang untuk hidup kita ketika kita sudah kehilangannya. Tapi ternyata itu benar karena gue baru saja merasakan itu.”

Lagi-lagi Oka tak bisa berkata apa-apa, karena dia tahu penghiburan seperti apapun saat ini tidak akan berhasil mengobati rasa sakit hati Sakha. Yang diperlukan pria itu sekarang adalah seseorang yang duduk di sampingnya untuk mendengarkan, dan Oka akan melakukan itu bahkan kalau sampai harus begadang semalaman.

****

1
💐Tari Nyonya Sibuea💐
bg hotman pulk pengacaranya 🤣🤣
💐Tari Nyonya Sibuea💐
mamah mega sllu ter the best🥰🥰
💐Tari Nyonya Sibuea💐
drama Quin n drama king bersatu 😁🥰
💐Tari Nyonya Sibuea💐
hak mu dh hbs ,wkt kau nerima uangnya...
💐Tari Nyonya Sibuea💐
iblis aj angkat tangan sm manusia dajal in!!
💐Tari Nyonya Sibuea💐
🤣🤣malah diungkap sm si ayah🤣🤣gmn tania gosong blm kau dipojokan sana😂😂😂
💐Tari Nyonya Sibuea💐
😁😁😁smua yg cakep2 mirip ayah ya🤣🤣🤣drama king😅😅
💐Tari Nyonya Sibuea💐
😂😂😂kan drama King mmng pasngan na drama quin🥰😁
💐Tari Nyonya Sibuea💐
suami istri raja n ratu drama🤣🤣🤣
💐Tari Nyonya Sibuea💐
saingan na Mahesa woiii😂😂bang ke sbr na🤣🤣
💐Tari Nyonya Sibuea💐
sedih bnget loh kisah kayyas in,nnt man akhrnya sakha meninggal dlm tugs🥹🥹trakhr chandra nggk dpt sakha jg nggk...
💐Tari Nyonya Sibuea💐
betoll tebakan qu🤣🤣
Ririn Prananingrum
kayaknya aku yang baru kesini....brarti banyak novel epic ini yang perlu di selesaikan....makasih akak novel nya keren 👍
💐Tari Nyonya Sibuea💐
kayassd kyk na neh🤣🤣 selingkuh dia😅😅
💐Tari Nyonya Sibuea💐
smpe author na ikt gemess😁😁nam na dbuat jd tani🤣🤣🤣
💐Tari Nyonya Sibuea💐
hahahaha neh org na yg diperbolehkan panggil abangggg🤣🤣😍
💐Tari Nyonya Sibuea💐
is tgl gajian kita sm loh ka🤣🤣berasa jd horang kaya di tgl 28 atau klu libur dmajukan jd tgl 27😂😂😂
💐Tari Nyonya Sibuea💐
khusus panggilan abng ut cum milik neng ara🥰 tp khusus panggilan Adekkk it cum milik bentari🤣🤣
Esther
Mewek lagi gara2 bu Mega😭😭
Esther
nangis lagi baca part ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!