NovelToon NovelToon
SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Al Orchida

Pandji dilahirkan pada hari yang orang Jawa kuno sebut sebagai hari kejayaan setan, yaitu pada tengah malam saat cuaca sangat tidak bersahabat dan badai angin melanda wilayahnya. Dengan demikian dia memiliki sifat 'lakuning geni' atau berperilaku layaknya api.

Pandji dikaruniai bakat bawaan dari kedua orang tuanya berupa kekuatan supranatural. Bakat istimewa yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta untuk menjalani takdirnya sebagai ksatria.

Pandji yang konon adalah 'anak dalam ramalan' hanyalah pemuda biasa. Pemuda berambut hitam bermata tajam dan berkulit putih halus layaknya wanita. Tampan adalah ciri utama yang melekat pada dirinya.

Bagaimana Pandji menjadi seorang pelindung keluarga dan perjalanannya sebagai Ksatria Terakhir yang penuh darah dan cinta?

Bisa dibaca kisahnya dalam SATRIO PAMUNGKAS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 29

Pandji tidak mengikuti keseluruhan babak penyisihan kelas menengah, begitu Raksa masuk ke babak berikutnya setelah mengalahkan tiga lawan secara berturut-turut, Pandji keluar area pertandingan dan memilih duduk santai di pendopo dalam kesatrian.

Menguap beberapa kali, Pandji memejamkan mata mengistirahatkan pikiran. Dia menemukan beberapa murid Paman Candika dari Hargo Baratan memiliki aura yang sama dengan Biantara. Meskipun tidak sepekat milik Bian, tapi tidak menyembunyikan kesan jahat pada pemiliknya.

Menghabisi pasukan iblis rendahan yang masuk ke dalam tubuh manusia pasti memakan banyak waktu, Pandji terpikir untuk segera bertemu dengan Sang Pemimpin.

Aku tidak mungkin bertanya pada Paman Candika, tapi menantangnya juga bukan ide bagus mengingat dia tidak pernah menyalahi aturan atau berbuat jahat padaku dan keluarga.

Pandji merasa rumit dengan pikirannya, aura tidak enak yang menggantung di udara dirasakannya bertambah banyak. Mungkin karena banyak peserta yang berasal dari kesatrian Bian mulai masuk ke dalam area pertandingan.

Tak lama sebuah kubah pelindung raksasa terbentuk mengelilingi arena, Pandji merasa aman. Dia sangat mengenal energi yang memayungi arena pertandingan adalah milik ayahnya.

Pertandingan hampir dimulai, Pandji masuk ke ruang peserta dan duduk di sudut paling belakang. Menunggu gilirannya tiba, Pandji memilih tidur daripada mengamati calon yang mungkin jadi lawannya.

Tidak begitu lelap Pandji mendengar suara peserta lain berbicara, "Gila … pertandingan hanya berlangsung tak sampai tiga menit, ksatria muda dari perguruan Hargo Baratan itu dengan cekatan menjatuhkan lawan."

"Aku rasa itu karena keris pusakanya," sahut yang lain.

"Bukan, menurutku sihir yang mengaliri pusaka itu yang membuat energinya naik dua kali lipat."

"Cukup menarik, kamu tau duel sebelumnya sangat membosankan. Sepuluh menit yang sia-sia karena kalah dengan cara menyerah.'

Pandji membuka mata sedikit, melirik dua pemuda yang sedang bercakap-cakap mengenai pertandingan. Membaca seragam yang dipakai dua pemuda bersenjata tombak, Pandji mengerutkan dahi.

Mereka berasal dari kesatrian menengah yang cukup terkenal, bukan tidak mungkin salah satunya akan jadi lawan mainnya nanti.

Beberapa pertandingan berlalu dengan cepat, jagoan-jagoan dari kesatrian besar sudah menyingkirkan lawan mereka dengan mudah di babak penyisihan.

Pandji mengamati satu pertandingan yang sedang berlangsung.

Pemuda jangkung dengan senyum mengejek, merendahkan dan meremehkan pemuda pendek dengan senjata tombak di depannya.

Pakde Noto yang bertugas sebagai wasit babak penyisihan memberikan aba-aba bahwa pertandingan di mulai. Pemuda jangkung dengan senjata belati langsung menerjang dengan ganas, tidak memberikan jeda pada tikaman mautnya.

Pemuda pendek yang diremehkannya jauh lebih gesit, ilmu meringankan tubuhnya tidak bisa dibilang buruk. Bahkan pandji bergumam datar, "Hanya butuh satu serangan dari Mas Pendek untuk menjatuhkanmu, Jangkung!"

Pandji tak salah menduga, kombinasi antara serangan tombak dan ilmu meringankan tubuh pemuda pendek itu langsung melukai bahu kiri lawan.

Pakde Noto menghentikan pertandingan dan menyatakan Si Pendek sebagai pemenang dan berhak maju ke babak berikutnya karena telah mengalahkan tiga ksatria termasuk pemuda jangkung tersebut.

Pandji mengelus dagunya saat nomornya dipanggil, dia berjalan santai masuk ke dalam arena. Berdiri siaga menunggu lawannya juga siap. Pakde Noto meliriknya singkat sebelum memberikan tanda pertandingan dimulai.

Tak ingin bermain lama, pandji langsung mencabut dua pedang dari punggungnya dan mengalirkan mana sihir. Pedang yang dipegang kedua tangan Pandji memendarkan cahaya merah dan biru sesuai dua elemen sihir yang dialirkannya.

Pemuda yang ada di depan Pandji tampak pucat dan gemetar, tidak siap menghadapi Pandji yang sedang serius. Aura petarung Pandji menekan mentalnya hingga ke dasar.

"Aku menyerah …!" Pemuda pucat itu menjatuhkan pedang dan mengangkat kedua tangannya, lalu mengangguk malu pada wasit.

"Eh …?" tanya Pandji bingung. Dia akhirnya menyarungkan pedangnya saat Pakde Noto mengumumkan namanya sebagai pemenang. Pandji menguap lebar dan menggerutu dalam hati.

Aku butuh sedikit pemanasan sebelum bertemu Bian, semoga lawan berikutnya tidak menyerah sebelum bertarung!

Pandji masih mendengar pemuda itu dimarahi oleh ketua kesatrian saat turun dari arena.

"Apa yang kau lakukan, Wira? Menyerah sebelum bertarung?"

"Maaf, Guru. Tapi aku merasa bodoh jika harus melawan pemuda bernama Pandji itu, auranya mengerikan!"

"Setidaknya kau sedikit mencoba kemampuanmu, Wira!"

"Aku tidak ingin terluka parah, Guru. Aku tau batas kemampuanku, menang jelas tidak mungkin … luka parah dan mungkin cacat seumur hidup itu pasti!

Meskipun dilarang membahayakan nyawa lawan, tapi kalau aku tidak mampu menandinginya dan terjadi kecelakaan hingga kematian, itu sama sekali bukan salahnya. Bukankah demikian, Guru?"

Pandji hanya menggaruk kepalanya mendengar debat Guru dan murid dari Solo, dia bahkan belum melakukan apapun untuk dinilai tinggi oleh pemuda itu.

Menurutku pendapat pemuda itu terlalu berlebihan, aku saja tidak tau bakal kalah atau menang menghadapinya … kadung serius malah nggak sido tanding!

***

1
Ririt Rustya Ningsih
satriyo pamungkas...selkur lanjaran....santet 40 hari nyimak terus👍👍👍
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terimakasih🙏
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
hadinata yg dl mau dijodohin SM bund selia y Thor?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kak
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
maung ny gia keren banget. kata alpha: gini susah ny perang sambil momong bocil🤣🤣
Yuu Puttichai Kasetsin
calistung nya kan beda level mas pandji
Kustri
☝solo hadir
Kustri
hla lak tenan to, al meneh
Kustri
ujung"e al meneh ngko
Kustri
buah tibo ora adoh ko uwite😄
Kustri
kisah berulang turun temurun soko bapa'e trus anak'e😄
Sahbana Sahbana
overall ceritanya seru, walaupun banyak fans service nya 🗿
Kusumawardani
silahkan tanya saja lur,,,krna diriku jg tak tahu,,,,semua itu.....🙏🙏
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Suris
Good. Karya ini cukup memikat untuk dibaca sampai akhir. Dengan background lokal (jawa) dan dikombinasika dgn turnamen bela diri ala wuxi (cina). membuat penasaran. Apalagi deskripsi tokoh2nya cukup simple dan mudah dicerna (baca : dibayangkan).
Kekurangannya adalah tidak ada unsur2 islami dlm tokoh2mya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: Terima kasih🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
thorrr, hiks.. gantung gini... kecewahh aq..
𝖓𝕯o🕷
plakk😉😉
Mamake Nayla
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
tiaraaaaaa
Diana Dwiari
baru tau kalo nyleneh ya...wkwkkw
Diana Dwiari
woah....pandji suka sama mika ya....
Rafly Rafly
bagus ceritanya THOR... ilmu leluhur yg perlu di lestarikan
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks 🙏
total 1 replies
Sibungas
ouekehhh mas ta kirim yo kupi nya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk makasih 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!