NovelToon NovelToon
ISTRI KEDUA CEO

ISTRI KEDUA CEO

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / POV Pelakor / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yenita wati

Menjadi istri kedua bukanlah keinginan Erina, wanita muda yang baru saja kehilangan suami dan anaknya dalam waktu yang berdekatan.

Akibat hutang suaminya yang begitu banyak, Erina terpaksa menikah dengan seorang CEO bernama Adrian yang saat ini istrinya sedang koma dan anaknya yang baru lahir membutuhkan ASI.

Keadaan Erina dimanfaatkan Adrian untuk menyusui anaknya yang baru saja lahir.

Namun ibu Adrian yang bernama Heni malah memaksa Adrian menikahi Erina karena ia sangat membenci menantunya yang saat ini sedang koma.

"Hutang almarhum suamimu akan ku anggap lunas, jika kau mau menyusui anakku sampai dia tidak membutuhkan mu lagi." Adrian.

"Tidak! Jangan hanya itu. Kau juga harus menikahi dia, Adrian!" Heni.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum siap

"Bukan itu maksud ku. Aku tidak merasa keberatan menjaga Arga karena aku sangat menyayanginya. Tapi, aku miris Melia seorang anak yang sama sekali tidak dipedulikan oleh ibu kandungnya sendiri."

"Erina, jangan membahas masalah ini. Aku tahu mungkin Cintya belum terbiasa atau bahkan belum siap menjadi ibu. Bahkan dulu aku sengaja mencuri pil KB yang dia minum sehingga dia bisa hamil. Tapi tolong mengertilah, dia butuh waktu untuk ini semua. Jika kau merasa keberatan, aku kan sudah menyarankan pengasuh untuk Arga."

"Bukan pengasuh yang aku pikirkan. Aku hanya memikirkan tumbuh kembang Arga nantinya jika tidak mendapatkan kasih sayang dari ibunya." Erina terlihat semakin kesal saja.

"Apa masalahnya? Kau juga ibunya. Kau menyayangi dia. Dia tidak akan kekurangan kasih sayang."

Kini Erina hanya mampu terdiam. Betapa ia tidak ingin mendengar hal ini. Adrian benar-benar sangat menyebalkan. Ia mendukung perbuatan Cintya yang nyatanya memang salah. Ia bahkan menyayangkan kenapa ibu mertuanya pergi selama dua Minggu ke luar kota.

"Berikan Arga padaku. Tidak perlu memanggil dokter. Luka seperti ini bisa diatasi seorang ibu yang sayang pada anaknya."

Adrian menurunkan Arga. Erina langsung mengajaknya ke kamar mereka. Sebenarnya ia ingin menggendongnya, tapi kehamilannya yang sudah semakin membesar membuatnya kesulitan melakukan hal itu.

Sesampainya di kamar, ia mengobati sendiri luka Arga sesuai petunjuk dokter yang telah ia tanyakan sebelumnya.

Seusai mengobati Arga, ia menidurkan Arga di atas ranjang bersamanya. Ia mengusap kepala Arga yang sudah ditumbuhi rambut yang cukup lebat. "Kasihan sekali kau, Sayang. Ibumu sama sekali tidak mencintai mu. Kalau sudah begini, Bunda tidak punya pilihan lain. Bunda akan terus menjadi istri ayahmu agar kau tidak kekurangan kasih sayang dari ibumu. Kau masih kecil, tapi sudah diperlakukan seperti ini."

Tanpa terasa air mata Erina pun jatuh berlinang. Betapa ia sangat sedih melihat Cintya yang sama sekali tidak memperdulikan anaknya. Sedangkan Adrian selalu menuruti keinginan Cintya hanya karena Cintya mengungkit perjuangannya melahirkan Arga.

Arga sudah tertidur pulas. Erina pun bangkit dari posisinya, lalu pergi ke dapur untuk minum. Saat sudah sampai di dapur, ia melihat beberapa paper bag milik Cintya di atas sana.

"Pelayan? Bukankah ini milik Cintya?" tanya Erina pada salah seorang pelayan.

"Ya, Nyonya, sepertinya tertinggal saat Nyonya Cintya ke sini tadi," sahut pelayan.

"Kenapa kau tidak mengantarnya?"

"Saya tidak berani menyentuh apapun barang yang berhubungan dengan Nyonya Cintya, Nyonya. Saya takut tangan saya akan dipukul seperti pelayan yang lama karena berani menyentuh barang-barangnya."

Erina mengernyitkan dahinya. Benarkah Cintya sekejam itu? Lalu kenapa dia masih ada di sini? Kenapa Adrian seakan buta akan semua kesalahan Cintya?

Setelah minum, Erina pun mengambil paper bag milik Cintya. Bermaksud membawanya ke kamar Cintya. Saat masih di dalam lift, ia penasaran dengan isi paper bagnya. Ia pun mengintip sedikit isi paper bag. Matanya langsung membulat seketika saat melihat isinya yang ternyata satu box ****** ***** pria. Ia kembali melihat ukurannya untuk memastikan. Dan ternyata ukuran itu tidak sesuai dengan ukuran Adrian karena lebih kecil.

"Untuk siapa ****** ***** ini?" gumam Erina.

Tak puas dengan hal itu, Erina kembali mengintip lagi isi dari paper bag yang ternyata juga barang untuk pria. Isinya tak lain adalah beberapa pasang dasi, kemeja, dan celana bahan. Saat melihat ukurannya, Erina lagi-lagi dibuat heran karena ukuran yang lebih kecil. Ia juga tahu warna kemeja dan dasi serta jenis dasi seperti apa yang Adrian sukai.

Sesampainya di depan kamar Cintya, Erina langsung mengetuk pintu.

Cintya keluar dan langsung terkejut melihat paper bag yang ia kira ketinggalan ada pada Erina.

"Dimana kau dapatkan ini?"

"Ada di atas meja makan. Jadi aku antarkan."

"Terima kasih, aku tadi lupa. Oh ya, apa kau sudah melihat isinya?" tanya Cintya.

"Belum."

"Soalnya ini milik temanku. Terbawa olehku. Untuk suaminya katanya. Nanti malam, aku akan membawanya," sahut Cintya.

"Oh, aku tidak tahu apa isinya. Ya sudah, aku kembali ke kamar dulu." Erina hendak pergi ke kamarnya. Namun, Cintya memanggilnya dan membuatnya menghentikan langkahnya.

"Aku minta maaf atas keegoisan ku. Jujur, aku memang belum siap punya anak. Maafkan aku, aku memang bukan ibu yang baik."

"Aku mengerti, kau hanya belum terbiasa." Erina tersenyum pada Cintya.

Setelah itu ia pun kembali ke kamarnya sambil berkata dalam hati, 'Aku tahu mana air mata kejujuran, dan mana air mata palsu, Cintya,' Tersenyum penuh makna.

1
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗉𝖾𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝖽𝗂𝗐𝖺𝗋𝖺
Memyr 67
𝗄𝗈𝗄 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝗋𝗂𝖺𝗇
Memyr 67
𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝖺𝗆𝖺𝗍 𝖺𝖽𝗋𝗂𝖺𝗇 𝗒𝖺? 𝖽𝗂𝗌𝖾𝗍𝗂𝗋 𝗆𝖺𝗄 𝗅𝖺𝗆𝗉𝗂𝗋, 𝗇𝗎𝗋𝗎𝗍 𝖺𝗃𝖺.
Memyr 67
𝗃𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖽𝗈𝗐𝗇 𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖺𝗋𝗒𝖺 𝗍𝖾𝗋𝖺𝗄𝗁𝗂𝗋. 𝗄𝖺𝗋𝗒𝖺 𝗍𝖾𝗋𝖺𝗄𝗁𝗂𝗋 𝗌𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍.
Memyr 67
𝖼𝗂𝗇𝗍𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝗂𝗍𝗎, 𝖺𝖽𝗋𝗂𝖺𝗇 𝖼𝗇𝗍𝖺 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖻𝖾𝗀𝗂𝗍𝗎 𝗆𝖾𝗆𝗉𝖾𝗋𝗍𝖺𝗁𝖺𝗇𝗄𝖺𝗇.
Memyr 67
𝗄𝗈𝗄 𝗄𝖾𝗌𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖼𝗂𝗇𝗍𝗒𝖺 𝗉𝗎𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗋𝖺 𝗄𝗈𝗆𝖺, 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗎𝗌𝗎𝗂 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗎𝗋𝗎𝗌 𝖻𝖺𝗒𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖺𝖽𝗋𝗂𝖺𝗇 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗒𝖺? 𝗉𝖾𝗋𝖼𝖺𝗒𝖺 𝖻𝖾𝗀𝗂𝗍𝗎 𝗌𝖺𝗃𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖼𝗒𝗇𝗍𝗂𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝖽𝗂𝗌𝖾𝗅𝗂𝖽𝗂𝗄𝗂. 𝖺𝗉𝖺 𝗃𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗃𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗂𝗍𝗎 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝗂𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇? 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗋𝗂𝗌𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗆𝗉𝗂𝗋 𝖻𝖺𝗇𝗀𝗄𝗋𝗎𝗍 𝗉𝖺𝗌 𝖽𝗂𝗉𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖺𝗃𝗎 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝗌𝖾𝗍𝖾𝗅𝖺𝗁 𝖺𝖽𝗋𝗂𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗉𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀?
Memyr 67
𝗃𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗅𝗎𝗉𝖺, 𝖻𝗂𝖺𝗒𝖺 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗄𝖾 𝗌𝗉𝖺 𝗂𝖻𝗎 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗒𝗂. 𝖻𝗂𝖺𝗋 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗍𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗌𝗂 𝗒𝗀 𝗄𝖾 𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄.
Melizz
keren Thor cerita singkat padat & jelas, yang pasti karya mu bagus banget 🥰🥰🥰
nit_nut
Luar biasa
ana cahaya
bagus
Alfi Yah
Luar biasa
@ Mmh adil @
jujur tapu menyakitkan , dasar s Adrian ..
Rita Sumarwati
Luar biasa
A&R
tnda
Jastiah Tia
Lumayan
Jastiah Tia
Kecewa
Isayanti Hernanur
good ceritanya terbaik
nadya_hime
Semangaaad beib author..
Gw suka sama ceritanya..
nadya_hime
Najoong chintya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!