NovelToon NovelToon
Dikhianati Sang Suami

Dikhianati Sang Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:602.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: munasih

Arumi gadis yang mandiri , tinggal bersama neneknya. Arumi menikah dengan Hendri kekasihnya atas desakan neneknya yang tak mau melihat mereka berdua hanya berpacaran saja. Menikah lebih baik kata neneknya.

Saat masih berpacaran Hendri sangat setia dengan Arumi kekasih hatinya yang sangat di cintainya, meski menjalani pacaran dengan banyak batasan. Bahkan untuk bisa menikah dengan Arumi, Hendri rela di usir oleh ibunya.

Hendri diam-diam menikah siri dengan Arumi tanpa restu Ibunya. Pernikahan Arumi dan Hendri baru seumur jagung, kehadiran orang ketiga yang lebih menjanjikan membuat Hendri mengkhianati istri tercintanya.

Arumi tiada menyangka suami yang begitu mencintainya ternyata berkhianat. Hendri ingkar dengan janjinya yang akan meresmikan pernikahannya. Hendri malah menceraikan Arumi tepat saat melahirkan anak pertamanya buah cintanya bersama Hendri.

Setegar apa Arumi menghadapi kisah pilunya? Akankah masih ada kebahagiaan untuk Arumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Ungkapan cinta

Sering bersama-sana dengan Hendri, Melinda semakin mengenal Hendri. Melinda melihat Hendri pria yang baik gigih dalam bekerja dan juga profesional. Hendri bisa diandalakan dalam pekerjaan apa pun. Melinda sangat mengagumi Hendri selain tampan, dia juga pintar dan pekerja keras.

 

Melinda jadi simpatik ingin memiliki Hendri, tak hanya sebagai pegawainya bahkan ingin lebih dari itu.

 

Karena sejak pandangan pertama Melinda merasakan getaran cinta di hatinya dan kini sudah menyadarinya ternyata dirinya telah jatuh cinta pada Hendri. Melinda berencana hari ini akan mengungkapkan isi hatinya pada Hendri.

 

Yang Melinda ketahui Hendri pria lajang yang tampan dan pekerja keras. Tiada pernah Hendri memberitahu Melinda tentang detil latar belakangnya. Bahkan bercerita tentang seorang kekasih. Menurut Melinda Hendri tidak punya seorang kekasih, karena hari-hari Hendri dihabiskan ntuk pekerjaan, bahkan setiap waktu selalu bersamanya.

 

Jadi nggak ada salahnya Melinda mengungkapkan isi hatinya terlebih dulu pada Hendri. Kalau dia benar-benar mencintai Hendri dan akan menjadikan dia suaminya.

 

Sekarang ini hari libur kerja, namun Hendri akan tetap masuk kerja atas permintaan Melinda si bosnya. Seperti biasa Hendri akan menjemput Melinda di rumahnya. Hendri pamit sama Arumi dan juga ibunya di hari yang masih pagi.

 

Sudah hampir beberapa bulan ini Hendri tidak punya waktu luang untuk keluarga kecilnya, bahkan untuk sarapan bersama jarang ia lakukan. Semua karena Hendri sibuk menggeluti pekerjaannya. Arumi selalu sadar dan sabar menanggapinya. Arumi tau semua yang dilakukan Hendri untuk kebahagiaannya.

 

Tak sabar rasanya Arumi ingin pernikahannya segera terwujud. Arumi selalu memberitahu Nenek Suryati kalau pernikahannya sebentar lagi akan dilaksanakan, karena Mas Hendri sudah punya uang banyak hasil kerja kerasnya selama beberapa bulan ini. Tinggal menunggu waktu senggang untuk mengurus semuanya.

 

Nenek Suryati senang mendengar kabar dari Arumi kalau pernikahannya akan segera terlaksana. Nenek mendoakan semoga cepat terwujud dan jadi keluarga yang sakinah, mawaddah warrahmah.

 

Hendri sudah sampai di rumahnya Melinda. Kedatangan Hendri sudah dinanti-nanti sama Melinda. Melinda menyuruh Hendri untuk turun dari mobilnya. Hendri pun turun dari mobil. Hendri selalu manut semua perintah Melinda.

 

"Ayo masuk rumah dulu, mumpung ayah dan ibuku sekaramg ada di rumah. Aku ingin mengenalkanmu pada merka."

 

"Sekarang?" Hendri menaikkan alisnya.

 

"Iya sekarang masak besok."

 

Meski merasa deg-degan, akan bertemu dengan kedua orang tua Melinda, Hendri tak bisa menolak perintah Melinda. Baginya itu pekerjaan.

 

Melinda dan Hendri jalan bersamaan memasuki rumah. Kebetulan Pak Subroto dan bu Liliana orang tua Melinda sedang makan pagi. Melinda membawa Hendri ke ruang makan. Saat sudah sampai di ruang makan, tiba-tiba saja tangan Melinda reflek merangkul tangan Hendri. 

 

Hendri sangat terkejut melihat sikap Melinda, tapi dia tak berani protes mungkin ni sebagian dari pekerjaan yang harus dilakukan.

 

"Ayah, ibu," panggil Melinda.

 

Pak Subroto dan bu Liliana mendongakkan wajahnya menatap ke arah Melinda yang memanggilnya.

 

"Ada apa Mel," ucap Pak Subroto.

 

"Aku ngin menenalkan seseorang pada kalian, ini adalah Hendri orang terdepan yang selalu membantuku mengelola perusahaan ini."

 

"Oh kamu ya yang sering dibicaran sama Melinda. Wah kamu tampan sekali dan juga hebat dalam pekerjaan. Ibu suka bertemu denganmu." Puji ibu Liliana.

 

"Terima kasih bu, anda berlebihan. Aku hanya lelaki biasa yang suka bekerja keras."

 

"Bapak suka jawabanmu, kamu lelaki yang baik rendah hati. Sepertinya putriku menyukaimu. Dia terlihat bahagia saat bersamamu. Lihat saja dia memeluk erat tanganmu seperti tak ingn lepas."

 

Hendri tak bisa menjawab, dia hanya melempar senyum pada Pak Broto.

 

"kalian terlihat mesra, apa kalian saling jatuh cinta dan berpacaran sambil bekerja keras," terka bu Liliaba.

 

"ah ti....," Hendri belum sempat berucap sudah di sela Melinda.

 

"Ya, aku menyukai Hendri yah, bu, aku sangat mengagumi Hendri. Dia lelaki yang hebat, aku sangat menginginkan dia menjadi imamku." Melinda to the poin sama kedua orang tuanya.

 

Hendri bingung melihat sikap Melinda yang berlebihan kenapa mengatakan semuanya pada orang tuanya tanpa memberitahunya dulu. Hendri jadi bertanya-tanya, apakah ini akting atau sungguhan. Untuk saat ini Hendri tidak bisa protes karena berada di hadapan kedua orang tua Melinda.

 

"Kamu memilih lelaki yang tepat, dia lelaki yang baik. Ayah sudah melihat semua kerja kerasnya untuk perusahaan kita yang semakin berkembang. Ayah setuju kalau kamu bisa menikah dengannya."

 

"Benarkah yah." Melinda mengangkat kedua alisnya seolah tak percaya dengan capan Ayahnya yang langsung memberi lampu hijau untuknya.

 

"Ibu juga suka dengan Hendri, dia memang lekaki yang baik untuk kamu."

 

Hendri hanya bisa tersenyum untuk menanggapi omongan mereka. Disisi lain Hendri dibuat bingung dan bertanya-tanya kenapa Melinda melakukan semua ini. "Apakah ini benar?" Tanyanya.

 

"Ngapain berdiri saja Mel, ajak Hendri bergabung makan bareng kita.

 

"iya bu, aku sampek lupa."

 

"Ayo kita sarapan dulu sebelum berangkat?"

 

Hendri dan Melinda segera duduk dan ikut makan pagi bareng kedua orang tua Melinda.

 

Tercapai sudah keinginan Melinda untuk memperkenalkan Hendri pada orang tuanya. Sekalian Melinda menunjukkan pada kedua orang tuanya kalau dia sangat mengagumi sosok Hendri dan berharap bisa menjadi istrinya. Beruntung kedua orang tuanya memberi lampu hijau.

 

Usai makan pagi, Melinda pamit sama kedua orang tuanya.

 

"Kalian pasti ngin refreshing kan di hari libur kalian. Nikmati lah, selama ininkalian telah bekerja keras, Ayah bangga sama kalian berdua," ucap pak Broto.

 

Hendri dan Melnda sudah berada di dalam mobil yang mulai melaju meninggalkan rumah. Di dalam mobil Melinda nampak dengan senyum bahagianya dan wajah meronanya. Hendri segera mempertanyakan semua yang mengganggu dipikirannya.

 

"Apa maksudnya tadi Melinda? Kenapa kamu mengatakan ingin menjadi istriku, itu hanya akting kan?" Ucap Hendri sungguh-sungguh sembat menyetir.

 

"Apa! akting?" Melnda makah tertawa terbahak-bahak.

 

"Kamu kira itu akting? Apa kamu nggak liat aku sangat serius tadi memberanikan diri berbicara pada kedua orang tuaku."

 

"Jadi kamu serius?"

 

"Gawat ni, jadi Melinda serius dengan ucapannya. Kenapa dia nggak bertanya dulu padaku apakah aku mau menikah dengannya. Aku memang tak mrmberitahunya soal Arumi yang sudah menjadi istri dan mengandung anakku. Bagaimana ini, aku harus bagaimana mrnghadapi semua ini?" Gumam Hendri dalam hatinya.

 

"Kita kan sama-sama lajang, pantas saja kan kita menikah menjadi pasangan suami istri. Aku mencintaimu Hen. Jantungku selalu berdegup kencang saat ada di dekatmu."

 

Hendri tiada menyangka, Melinda ternyata jatuh cinta padanya sekama ini. 

 

"Jadi pekerjaan yang ku terima selama ini apakah didasari atas cinta Melinda kepadaku? Gawat, ini benar-benar gawat. Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa aku tidak pernah menyadarinya," batin Hendri makin ruwet memikirkannya.

 

1
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
sebuah karya yang mantap
Yunerty Blessa
kasian nya... bukan itu keinginan mu dulu Hendri....nah terjawab sudah..
Yunerty Blessa
itulah balasan buat kalian yang jahat kecuali Salsa
Yunerty Blessa
tahniah buat pernikahan Gilang dan Arumi... semoga bahagia selalu...
Yunerty Blessa
seorang ibu yang mata duitan
Yunerty Blessa
bukan nya sedar malah tambah teruk marah nya.... ingat Melinda au lagi hamil..
Yunerty Blessa
sedarlah Mia...kenapa selalu menyalahkan Arumi....itu semua salah Hendri dan Melinda
Yunerty Blessa
syabas Arumi....
Yunerty Blessa
kenapa Hendri.... malu kan
Yunerty Blessa
padan muka kalian berdua 😏
Yunerty Blessa
sebentar lagi akan terkuak semuanya 😏
Yunerty Blessa
akhirnya semua rahsia kalian berdua akan terbongkar jua
Yunerty Blessa
cam mana Hendri dan Melinda melihat kejutan dari Gilang....
Yunerty Blessa
seandainya dari awal kau tak tergiur dengan harta ada kemungkinan kalian sekarang akan hidup bahagia...
Yunerty Blessa
buat mereka surprise
Yunerty Blessa
yakinlah Arumi bahawa kedua orang tua Gilang pasti menerima mu....beza jauh dengan dengan ibu nya Hendri
Yunerty Blessa
mantap Gilang
Yunerty Blessa
pasti Hendri dan Melinda akan terkejut.....
Yunerty Blessa
jahat nya hati Hendri....janin yang dikandung oleh Melinda adalah anak mu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!