NovelToon NovelToon
Menikahi Musuh

Menikahi Musuh

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Mafia / Kriminal / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Identitas Tersembunyi / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

Shazia tidak pernah menyangka harus mengorbankan masa depannya demi mendapatkan identitas musuh lamanya. Padahal ia adalah seorang ratu mafia yang terkenal akan kekejamannya.

Shazia harus rela menikah dengan pria cacat yang tadinya ia pikir akan membantunya untuk mendapatkan identitas sang musuh. Tidak di sangka pria yang ia nikahi adalah musuh yang selama ini ia cari. Tidak main-main, Shazia bahkan harus bersikap konyol agar semua orang tidak mencurigainya dan mengetahui kalau dia adalah seorang ketua mafia.

Apakah Shazia akan menerima suaminya dan memaafkan kesalahan yang pernah terjadi? Atau Shazia akan balas dendam atas sakit hati yang pernah ia rasakan dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balasan untuk Eva

Shazia duduk di sofa dengan wajah lelah. Sudah ratusan buku berwarna hitam ia periksa namun tidak juga menemukan buku yang dia cari. Bahkan segala laci sudah ia buka hingga tubuhnya terasa lelah. Begitu juga dengan Eva. Wanita itu duduk di lantai dengan kepala yang disandarkan di sofa. Keringat berkucur deras di tubuhnya walau ruangan yang mereka kunjungi memiliki AC.

"Benar-benar melelahkan. Sudah berjam-jam kita ada di ruangan ini tapi tidak membuahkan hasil. Sebenarnya di mana buku itu di simpan?" keluh Shazia dengan napas terputus-putus. Ia yang lebih aktif saat proses pencarian. Shazia kasihan dengan Eva hingga tidak mau menekan wanita itu untuk mencari dengan giat.

"Nona, sebenarnya apa gunanya buku itu? Apa di dalamnya ada petunjuk harta karun? Kenapa kita harus mengambilnya saat Tuan David tidak ada? Apa Anda ingin mencuri dari Tuan David?"

"Eva, tidak seperti itu. Aku sudah pernah bilang padanya akan mencari buku tersebut. Jadi, ini semua tidak bisa dinamakan mencuri," jawab Shazia santai.

"Nona, jika memang seperti itu. Kenapa Anda tidak minta langsung kepada Tuan David? Kenapa kita harus mencarinya seperti pencuri?"

Shazia diam sejenak. Ia menopang kepalanya dengan tangan. "Tidak semudah itu, Eva. Belum tentu juga David mau memberikan buku tersebut."

Eva tidak mau banyak bicara. Ia melihat jam yang ada di dinding lalu segera beranjak dari posisi duduknya. "Nona, saya harus turun ke bawah. Ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan."

"Ehm, baiklah. Bawakan aku air minum. Tenggorokanku sangat kering."

"Baik, Nona. Nona mau air putih atau jus?"

"Apa saja yang penting dingin!"

"Baik, Nona." Eva melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut. Namun, saat baru memegang handle pintu, tiba-tiba Shazia memanggilnya lagi.

"Eva, antarkan minumannya ke kamar saja ya. Aku ingin istirahat."

"Baik, Nona." Eva melanjutkan langkah kakinya. Begitu juga dengan Shazia, setelah memastikan ruangan itu tertata kembali ia pergi meninggalkannya. Tubuhnya yang lelah membuatnya ingin berbaring di atas kasur yang empuk.

"Kepalaku kenapa semakin pusing? Sepertinya aku butuh obat yang tadi diberikan dokter. Aku akan meminumnya sebelum tidur," gumam Shazia sambil berjalan perlahan.

***

"Nona, ini obat yang Anda minta." Eva meletakkan obat dan air putih di dekat Shazia. Dia terlihat khawatir ketika melihat wajah Shazia yang pucat.

"Terima kasih, Eva."

"Nona, apa tidak sebaiknya kita telepon dokter? Anda baru saja mengalami kejadian buruk. Tidak tahu apa yang terjadi di dalam tubuh Anda."

"Eva, aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan keadaanku. Setelah minum obat dan istirahat aku akan sembuh," bantah Shazia. Ia meneguk air putih tersebut setelah memasukkan obat ke dalam mulutnya.

"Tapi, Nona ...."

"Eva, aku butuh istirahat!"

Eva menunduk takut. "Baiklah, Nona. Anda bisa memanggil saya jika membutuhkan sesuatu."

Shazia hanya mengangguk pelan. Ia berbaring dan menarik selimut yang ada di bawah kaki. Dalam waktu singkat saja ia sudah memejamkan kedua matanya walau belum sepenuhnya tidur. Eva yang masih ragu meninggalkan Shazia sesekali memutar tubuhnya dan memastikan keadaan Shazia.

"Bagaimana ini? Apa sebaiknya aku telepon Tuan Albert saja ya, beri tahu keadaan Nona Shazia? Aku takut terjadi sesuatu terhadap Nina Shazia. Di rumah ini ada Tuan Logan. Bukankah Tuan Logan pria yang jahat? Aku takut Tuan Logan mencelakai Nona Shazia saat Tuan David tidak ada," gumam Eva di dalam hati. Ia meninggalkan kamar Shazia dan berjalan menuju tangga. Tangannya sudah mengambil ponsel untuk menghubungi Albert dan memberi tahu keadaan Shazia.

"Aku harus memberi tahu kabar ini kepada Tuan Albert." Eva menekan nomor Albert. Ia ingin melekatkan ponselnya di telinga. Namun, belum sempat panggilan itu tersambung tiba-tiba saja Logan merebut ponsel Eva dan membatalkan panggilan ke Albert.

"Tu ... Tuan. Apa yang anda lakukan?" tanya Eva dengan wajah takut.

Logan tersenyum kecil memandang wajah Eva yang pucat. Ia melirik ponsel Eva dan segera menonaktifkan ponsel tersebut.

"Apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin memberi tahu keadaan wanita itu kepada Albert?" tanya Logan penuh selidik.

Eva masih menunduk tanpa berani memandang. "Nona Shazia sakit. Saya harus memberi tahu kabar ini kepada Tuan David, Tuan."

"Ckckck. Pelayan yang sangat patuh. Pantas saja gajimu lebih besar jika dibandingkan rekan seprofesimu. Ternyata seperti ini cara kerjamu!"

"Tuan, maafkan saya. Tapi, apakah saya bisa mendapatkan ponsel saya kembali?"

"Tidak! Pelayan sepertimu justru harus di beri pelajaran agar tidak suka cari muka lagi!"

Tubuh Eva semakin gemetar. Ia sangat takut dengan ancaman dari Logan. Ingin sekali rasanya ia berlari dan berteriak minta tolong. Tapi, siapa yang mau menolongnya? Eva tahu kalau semua pengawal yang bekerja di rumah ini berada di bawah perintah Logan.

"Maafkan saya, Tuan." Eva menunduk dengan wajah pucat ketakutan. "Saya tidak akan mengulang-" Belum sempat Eva melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba Logan sudah menjambak rambutnya. Pria itu menatapnya dengan penuh kebencian.

"Sepertinya aku harus membuat sebuah kecelakaan di rumah ini. Kau akan mati mengenaskan karena terjatuh dari tangga. Mereka semua akan berpikir kalau kau terpeleset karena kelelahan," ledek Logan dengan penuh kebencian.

"Tidak, Tuan. Ampun, Tuan. Maafkan saya."

Logan mulai menyeret tubuh Eva ke arah tangga. Ia sudah tidak sabar mendorong wanita itu agar terjatuh dan tewas. Senyum licik terukir di bibir Logan.

"Nona Shazia, tolong saya!" teriak Eva sambil berusaha melepas tangan Logan dari rambutnya. Tapi tangga yang mereka tuju sudah semakin dekat. Eva semakin putus asa karena memang tidak ada yang bisa ia harapkan untuk menolongnya kali ini.

"Selamat tinggal, Eva. Jasamu akan di kenang sampai besok sore," ledek Logan saat ia sudah berada di depan tangga. Logan sudah tidak sabar mendorong Eva agar terjatuh dari tangga tersebut.

Namun, tiba-tiba saja Shazia berdiri di sana. Dengan wajah marah, Shazia menahan tangan Logan dan menarik Eva agar ada di belakang tubuhnya.

"Apa yang kau lakukan? Berani sekali kau melukai Eva!" ujar Shazia kesal.

Logan menatap tajam wajah Shazia. Ia ingin memberi pelajaran kepada Shazia juga. Namun, belum sempat Logan bergerak Shazia sudah lebih dulu mendorong tubuh Logan. Hingga akhirnya pria itu terjatuh terguling di tangga menuju lantai bawah.

Eva yang tidak menyangka akan kemampuan Shazia hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan. Ia juga menggeleng tidak percaya. "Nona, apa yang anda lakukan?"

Shazia memandang Eva. "Eva, kepalaku pusing." Shazia memegang kepalanya. Ia juga terlihat tidak mampu menyeimbangkan tubuhnya saat ini. Dengan cepat Eva menarik tubuh Shazia. Ia memeluknya dengan erat agar Shazia tidak ikut jatuh.

"Nona, bangun Nona." Eva menepuk pelan pipi Shazia. Ia berharap wanita itu terbangun. Sayangnya Shazia tidak lagi mau membuka mata. Wajahnya semakin pucat dan ia benar-benar tidak sadarkan diri.

"Nona ... apa yang harus aku lakukan?"

1
love sick
dgnttn
Lyn
sumpahh mau baca berkali kali pun kelakuan Shazia bikin ngakakkkkk. wkwkwk🤣🤣
amihcint
great
Author_Ay: Permisi kak

Yuk baca juga dan masukkan ke dalam rak karya aku kak di jamin seru

NONA GALAK & TUAN POSESIF 😁😁

BERIKAN LIKE, VOTE DAN KOMENPermisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Sity Paslah
hahahahah...ketawa juga aku yg baca😅😅😁🤣
Las3_@ina
😂😂😂😂,,, David sama Logan apa kabar 🤭
StAr 1086
akhirnya ada yang tau klo shazia terkeba racun...
StAr 1086
ayahnya ...
StAr 1086
ok next
StAr 1086
next thor
StAr 1086
next
StAr 1086
kayaknya David gak cacat beneran deh....
moemoe
Kik cantikan eva ya dri shazia??
moemoe
Baru gtu kau kecewa??? Apa kabar eva yg tau kau main perempuan trus, bahkan scarlet datang ngaku sebagai wanitamu
moemoe
Koo koma knp naik kurai roda bukn brangkar RS ya?
moemoe
Eva tu angel ya kn?
moemoe
Eva trlalu pintar tuk pelayan ya?
moemoe
D bunuhnya,,, jahat otak nyaa
moemoe
😂😂😂😂
moemoe
Ini mah jdi kyk serena dan daniel 😂
moemoe
Kmn dokter kepercayaan david tu???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!