Langsung baca saja ya..
Cinta Segitiga antara FAR (FAREL, AISYAH DAN RICO)
yuk kepoin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.Aku menyukai mu
___________ ____________
Happy Reading
________________________
" Assalamu'alaikum..."
Rico dan Dante menoleh ke arah sumber suara.
" etdah panjang umur tuh cewek " Dante beranjak dia berjalan menuju sofa dan beralih duduk di sana.
Dante yang sudah duduk di sofa langsung mengambil ponselnya yang ada di saku, membukanya dan langsung memainkan game kesukaan, semua ini adalah kesempatan untuk Dante. Alias mumpung dia bisa terlepas dari semua peralatan dapur yang ada di restoran Rico.
" Wa'alaikumsalam " jawab Rico, matanya melihat ada tiga gadis yang tengah berjalan mendekati nya, sembari tangannya membawa buah tangan yang berbeda-beda.
Aisyah berjalan di paling depan, sejujurnya itu bukan kemauannya tapi semua itu adalah kerjaan Shelvia si tukang usil yang selalu mengakui dirinya paling cerdas. Sebelum masuk Shelvia terus mendorong Aisyah supaya masuk terlebih dahulu.
" kalau kamu tidak mau masuk terlebih dahulu, lebih baik kita pulang saja. Aku mah tidak masalah kalau tidak bertemu dengan Kak Rico, tapi kamu? kamu beneran tidak masalah? " ucap Shelvia tadi yang terus memaksa Aisyah.
Karena Aisyah benar-benar khawatir dengan Rico dia akhirnya mengalah dan masuk terlebih dahulu.
Aisyah, Shelvia dan Meyka menaruh buah tangan mereka di atas nakas, Mereka pun masih berdiri di samping Rico dengan malu-malu.
" Kak Rico apa kabar? " tanya Shelvia.
" ya beginilah," jawab Rico.
Shelvia menoleh ke arah Aisyah dan Aisyah pun juga sama, menoleh ke arahnya. Aisyah mengernyit bingung ada kedipan mata dari Shelvia yang tidak dia ketahui apa maksud nya.
"apalagi setiap hari ada pujaan hati yang datang pasti Kak Rico cepetan sembuh kan?" ucap Shelvia dengan mata masih terus menatap Aisyah sembari mengeluarkan senyum jaim nya.
" maksudnya? " bingung Rico.
" halah.. Kak Rico bisa aja ngeles. Aku tau kali Kak. Jangan pikir Shelvia nggak tau ya! sebenarnya di antara kalian berdua ada lope-lope kan? hayo ngaku? " goda Shelvia.
Aisyah menganga, Shelvia benar-benar sudah mulai mengoceh sekarang kayak burung beo.
" apaan sih Kak! " sungut Aisyah.
" benarkah ada sesuatu di antara kalian berdua? " tanya Meyka bingung.
" ada! " Shelvia.
" Hem! " Aisyah.
" Mungkin? " Rico.
Ucap mereka bertiga bersamaan, Meyka langsung menatap ketiganya bergantian melihat aura wajah mereka yang berbeda-beda.
Dante yang sudah bosan memainkan ponsel nya langsung beranjak dan kembali menghampiri Rico.
" Bos, aku pamit ke resto ya. Udah lama aku keluar takut pada keteteran nanti di sana " izin Dante.
Dante melirik ke arah ketiga gadis yang ada di sana, semuanya cantik dan memiliki khas wajah yang berbeda-beda. Meskipun seperti itu namun tak ada satupun yang bisa membuat menggetarkan hati Dante, karena memang bukan gadis seperti mereka bertiga yang masuk dalam kategori wanita idaman nya.
" Mas ini teman nya Kak Rico yang ada di restoran itu ya? dan Mas mau ke sana?! " tanya Shelvia dengan nada yang sedikit meninggi.
Dante menoleh dia mengernyit namun dia juga langsung mengangguk karena dia memang teman Rico sekaligus pekerjanya.
" iya, kenapa emang? " jawab Dante sekaligus melemparkan tanya pada Shelvia.
" Meyka, di restoran Kak Rico makanan nya enak-enak loh. Bagaimana kalau kita ke sana, sekalian kita makan siang. Kan jaraknya tidak jauh juga jadi nanti kita bisa kesini lagi untuk jemput Aisyah kalau udah selesai, bagaimana? " ucap Shelvia.
" hah.. tapi Kak? "
" sudah, ayo ikut! Aisyah kita pergi dulu ya, bentar aja kok! Assalamu'alaikum Aisyah, Kak Rico! " seru Shelvia sembari menarik Meyka dengan cepat.
Dante yang belum mengatakan apapun dia hanya bisa menggeleng, tak habis pikir dia kalau ternyata ada yang sangat mendukung hubungan Rico dan juga Aisyah.
" ingat bos, apa yang saya katakan " seru Dante dan langsung pergi.
Aisyah masih melongo, ini tidak sesuai dengan rencana awal. Bukannya Shelvia yang bilang kalau mereka akan menengok Rico sebentar dan setelah di rasa cukup mereka akan pulang.
" kamu nggak ikutan pergi juga? " tanya Rico dan berhasil mengejutkan Aisyah yang masih melongo.
" A-aku..? " Aisyah gagap, dia ingin pergi namun seakan ada yang menahan nya di sana. Apalagi Shelvia dan Meyka sudah tak terlihat lagi.
" Astaghfirullah.. maafkan aku ya Allah " batin Aisyah.
Aisyah sangat grogi sekarang, apalagi mereka hanya ada di sana berdua saja tak ada siapapun bahkan dokter atau perawat satupun tidak ada yang nongol sekarang.
Perlahan Aisyah duduk di bangku sebelah Rico, dia menundukkan pandangannya. Ada rasa yang campur aduk di hati Aisyah, antara senang, gelisah, takut semuanya menjadi satu.
Mungkin dulu dia tidak akan grogi seperti sekarang saat duduk bersama dengan Rico, itu karena usianya masih sangat kecil dan belum mengenal apa itu cinta, tapi sekarang? semuanya sudah berbeda, bahkan Aisyah sama sekali belum bisa mencari penjelasan akan hal itu hingga sekarang.
Piring yang masih penuh tertangkap mata Aisyah, itu tandanya Rico belum juga makan siang, bahkan obat yang di sediakan di wadah kecil belum juga di minum oleh nya.
" kenapa? " tanya Rico memecah keheningan.
" bang Rico belum makan? " bukannya menjawab pertanyaan singkat dari Rico, Aisyah malam melontarkan pertanyaan kepada Rico.
" aku belum lapar " jawab Rico.
Dari tadi Rico sama sekali belum makan apapun, bahkan pagi pun dia juga belum makan sama sekali. Makanannya memang sudah ganti dengan yang baru dan perawat pun juga tidak menayangkan kenapa makanan masih utuh, namun obatnya yang tadi pagi sudah tidak ada, bukan karena di minum oleh Rico melainkan obat itu berakhir di dalam saku Rico.
" bagaimana akan cepat sembuh jika Bang Rico tidak makan dan juga tidak minum obat. Apa Bang Rico mau di rumah sakit terus? " tanya Aisyah.
" bukan begitu juga, Aisyah. Kalau aku di sini terus, terus siapa yang akan menjagamu? "
" aku sudah besar Bang, aku bisa jaga diri... Pokoknya sekarang Bang Rico harus makan, kalau Bang Rico tidak mau makan besok-besok Aisyah tidak akan menemui Bang Rico lagi " ancam Aisyah.
"'seberapa jauh kamu pergi, seberapa lama kita tidak saling bertemu, tapi kalau Tuhan menghendaki maka jauh pun akan menjadi dekat." jawab Rico.
" Bahkan sejauh pun kamu berada kau akan selalu dekat, dan aku akan tetap bisa melihat mu " imbuh Rico.
" Emang Bang Rico tukang detektif! dan.. Bang Rico juga bukan mata-mata kan? " tanya Aisyah.
" mana mungkin aku mata-mata, Aisyah. Sebenarnya siapa yang mata-mata di sini. Aku atau kamu, Ya?. Setau ku kamu yang sering melakukan pekerjaan itu." jawab Rico dengan sedikit gurauan namun tetap menjadikan Aisyah sangat terkejut dan juga terperangah.
Aisyah menatap Rico dengan bingung, dari mana Rico mengetahui semua itu darinya bahkan keluarganya saja tak ada yang tau kecuali hanya Shelvia saja, karena Shelvia juga menjadi bagian dari kelompok yang Aisyah bangun.
" tidak usah bingung, sepandai-pandai apapun kamu menyembunyikan sesuatu aku akan tetap mengetahuinya. Aku hanya bisa berpesan, selalu hati-hati dan waspada. Orang yang kamu usik bisa saja dia akan membalas balik. " ucap Rico, dan akhirnya Rico kembali memberikan nasehat untuk Aisyah.
" dari mana Bang Rico tau? " tanya Aisyah.
" tidak kebutuhan darimana aku mengetahuinya. Yang penting kamu selalu ingat pesan ku tadi. Dan jika kamu adalah masalah besar, pejamkan matamu, dan panggil aku tiga kali, aku pasti akan datang " gurau nya lagi.
" emang Bang Rico hantu! " jawab Aisyah terkikik geli.
" ya anggap aja seperti itu. Ngomong-ngomong bicara dengan mu kok aku jadi lapar ya. Kamu benar-benar obat penambah na*su makan yang mujarab " ucap Rico menggoda.
" Hah! " Aisyah tersentak.
" suapi aku! " telah Rico.
" makan aja sendiri " tolak Aisyah dengan menyunggingkan bibirnya tanda tak setuju.
" ya sudah, aku nggak jadi makan " Rico pura-pura memalingkan wajahnya dan mengubah wajahnya menjadi cemberut.
Aisyah di buat bingung dengan tingkah Rico ini, dia bukanlah apa-apanya bahkan seandainya Rico menyukainya pun Rico juga belum pernah mengungkapkannya.
" ta- tapi, Bang? "
Rico masih kekeuh dia pura-pura tak mendengarkan keluhan Aisyah.
Aisyah ragu antara mau mengambil piring di sebelahnya atau tidak, namun jika tidak sepertinya Rico beneran tidak akan makan sama sekali.
Dengan pelan Aisyah mengambil piring di nakas menyendok nasi dan lauknya hingga penuh, dan mengarahkannya ke dekat Rico.
" Bang. " panggil Aisyah namun Rico masih diam.
" Bang, apa Bang Rico juga tak mau makan jika aku yang menyuapi nya? " tanya Aisyah.
Rico tersenyum kecil dia secepatnya menoleh dan menerima suapan dari Aisyah.
" Terima kasih " ucapnya.
Piring yang Aisyah letakkan di sebelah Rico membuat nya mudah untuk menggapainya. Rico mengambil garpu, memotong lauk dan menusuknya dengan karpu.
" Akk " pinta Rico yang malah berniat menyuapi Aisyah.
" Aisyah udah makan, Bang! "
" akk! " kekeuh Rico.
" Ta-tapi..? "
" Akk..!" Rico tetap memaksa Aisyah untuk menerima suapan darinya, hingga Aisyah benar-benar menerima itu dari Rico.
" Daging akan sangat bagus untuk masa pertumbuhan " Celetuk Rico dan kembali memotong lagi.
" kenapa Bang Rico melakukan ini? apa Bang Rico tidak takut kalau ada yang melihat? " tanya Aisyah, yang dirinya sendiri yang merasa takut.
" kita boleh takut pada manusia jika kita melakukan kesalahan, tapi sejatinya kita hanya di perbolehkan takut kepada Allah saja. " jawab Rico. " akk!! " pintanya lagi dan lagi-lagi Aisyah menerimanya.
"jika kelak kita memang di takdirkan bersama, aku akan selalu membahagiakan mu Aisyah. Dan aku akan menjagamu meskipun harus bertaruh nyawa sekaligus. " batin Rico.
"kok malah jadi Aisyah yang makan, nanti Bang Rico laper dong! nih.. Akk! " Aisyah bergerak cepat dan menyuapi Rico lagi.
" nggak apa-apa lah, kan biar kamu gendut. masak pulang pulang bakpao nya ilang begini. apa bakpao nya kamu tinggal di Kairo? " tukas Rico.
" mana bisa!, masih tembem gini"
" tembem dari mananya? kayak nenek-nenek gitu. cepetan Akk..? "
Rico dan Aisyah pun saling berebut untuk menyuapi satu sama lain hingga nasi itu habis dan masuk ke perut keduanya.
" Alhamdulilah.. " seru Rico penuh kemenangan.
" Bang Rico curang! kenapa Aisyah yang makan banyak! " protes Aisyah.
" kan aku udah bilang biar tembem, hehehe.!" jawab Rico terkekeh.
" dasar curang! " Aisyah menaruh piringnya di atas nakas lagi dan berganti mengambil gelas yang penuh dengan air putih juga obat. Aisyah memberikan gelas nya kepada Rico sedangkan Aisyah mengupas obat dulu sebelum memberikan nya pada Rico.
Aisyah dan Rico seakan lupa akan tentangan dari Rayyan, keduanya sama-sama menikmati kebersamaan ini.
Rico pun langsung meminum obat nya dan memberikan gelas nya pada Aisyah lagi.
" aku baru minum sedikit, kamu boleh meminumnya, tenang saja aku tidak terkena penyakit menular kok " gurau Rico lagi.
Aisyah pun benar-benar terlena, dia hampir saja meminum di wadah yang sama namun belum juga terjadi Aisyah langsung beristighfar dan menaruh gelas itu sebelum dia benar-benar meminumnya.
" astaghfirullahalazim. " ucapnya.
" kenapa? " tanya Rico.
Aisyah tidak menjawab dengan kata-kata dia hanya menggeleng kecil saja.
" Aisyah, apa kamu tau? aku sangat bahagia hari ini. Dan semua ini karena kamu. " ucap Rico.
" karena aku? kenapa? "
" karena... karena.... karena aku menyukaimu, Aisyah. Dan ku juga sangat mencintaimu. " jawab Rico. " apa kamu..? "
Rico menatap mata Aisyah yang terus menatapnya dengan terkejut, dia tak menyangka akan mendengar kata-kata yang sejak lama dia nantikan. Kata-kata suka dan cinta dari Rico untuk nya.
" A-aku..? "
" Apa kamu menyukai orang lain? apakah itu Farel? kalau iya aku akan ikhlas, Farel pria yang sangat baik, dia juga sangat cocok dengan mu. Lagian masalah hati juga tidak bisa di paksa, iyakan? " ucap Rico.
" bukan itu, Bang. Sebenarnya... sebenarnya Aisyah juga suka sama bang Rico " jawab Aisyah dengan wajah yang menunduk malu. Entah dapat keberanian dari mana hingga Aisyah berani mengatakan itu pada Rico. Tapi yang jelas Aisyah memang benar-benar menyukai Rico dan hanya Rico yang selalu ada di setiap doanya.
" Assalamualaikum.! " sapa Susan dan juga Marno yang baru masuk ke ruangan itu.
Aisyah dan juga Rico langsung menoleh seketika keduanya menjadi canggung satu sama lain setelah mengungkapkan isi hati mereka masing-masing.
_____
Bersambung...
_______________
INILAH BUKTI KATA2 RICO KE IQBAL KMARIN DI RESTO...
RICO - AISYAH
IQBAL - SHELVIA
DANTE - MEYKA
FAREL - FELISHA..
YG MSH TANDA TANYA
FAISAL DGN SIAPA...? AIRA ATAU ANA...??
DN JUGA HASAN - (?????)..
SKRG IQBAL MATI2AN KEJAR2 SHELVIA SEPUPUNYA IHKSAN & AISYAH...