Sesion 2 sequel DUDA KEREN YANG TAMPAN
Kisah ini menceritakan tentang putra-putrinya Yudha Pradipta dan Kania Larissa, yang sedang tumbuh remaja.
Keluarga kecil Tommy Wijaya dan Intan Wicaksono, beserta dengan putra-putrinya yang sudah beranjak remaja.
Kenzi Pradipta anak sulung dari pernikahan terdahulunya dengan mendiang istrinya, mommynya Kenzi.
Kenzi menjadi primadona di sekolahnya, ketampanannya mewarisi dari Daddy-nya yang terkenal sangat tampan, meskipun sudah memiliki lima orang Anak, tetapi pesonanya seperti seorang CEO yang belum pernah menikah.
Banyak teman-teman sekolahnya yang mengejar-ngejar Kenzi, meskipun Kenzi hanya menganggapnya teman, tetapi mempunyai arti yang berbeda dengan teman-teman perempuannya.
Sedangkan di sisi lain Kenzi sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, Khairani Az-zahra Putri perempuan yang menjadi pujaan hatinya.
Sedangkan Khairani Az-zahra Putri tidak ingin berpacaran, maunya langsung menikah saja, menurutnya pernikahan itu adalah ibadah.
Akankah takdir cinta mereka berdua bisa bersatu di pelaminan?
Apakah keduanya akan memilih jalan masing-masing untuk bahagia, atau malah mereka sudah di jodohkan dari kecil?
Temukan jawabannya "Takdir Cinta"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miopay_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
Setelah mereka berdua membersihkan tubuhnya dari bau-bau yang kurang sedap, mereka sudah turun ke bawah untuk makan malam.
Kedua memilih makan di luar, karena ingin menikmati pemandangan Kota New York dari dekat. New York mempunyai sejuta pesona kecantikan, dan wisatanya patut untuk di kunjungi.
Mereka berjalan beriringan dengan jari saling bertautan, bagi banyak orang mereka berdua bak pinang dibelah dua. Meskipun tidak memiliki persamaan garis wajah, tapi bagi orang-orang yang memandangnya mereka adalah kembar tidak identik.
Banyak pasang mata memperhatikan penampilan keduanya, wajahnya yang anggun dan elegan membuat kaum hawa tidak berkedip memandangi nya.
Lelah berkeliling kota New York, mereka berdua memutuskan untuk makan di cafe dekat taman kota.
Mereka sangat mengangumi taman yang ada di depannya, taman nya begitu bersih, rapi, tidak ada sampah barang secuil pun yang berserakan di area taman.
Bener-bener Kota yang sangat bersih, membuat mereka berdua sangat nyaman, dan enggan untuk beranjak dari tempatnya.
"Bagus ya Nes, tamannya beda sekali dengan negara kita." Tutur Aira tanpa menatap lawan bicara, Aira fokus menatap pasangan muda-mudi sedang bermesraan di tempat terbuka.....
Pergaulannya sangat bebas, beda dengan negara ku yang sangat menjunjung tinggi budaya barat
"Iya setuju Ara, taman nya sangat bersih membuat Aku nyaman berada di taman ini!" sahutnya Nessa merentangkan kedua tangannya, menghirup udara malam yang sangat menyegarkan pasang mata yang memandangnya.
"Rasanya aku enggan ingin kembali ke hotel, tidur di sini boleh enggak ya Nes?" Ujar Aira. Aira berbicara seolah-olah ini adalah hotel, padahal ini taman, sangat terbuka bila untuk tidur pun pasti banyak semut-semut nakal berkeliaran.
Membayangkan saja membuat Aira bergidik ngeri, tidak sampai hati sampai tidur di tempat terbuka ini
Kenzi Pradipta
Sore ini Kenzi berniat ke kota New York untuk menghadiri undangan pekan mode New York fashion.
Sengaja berangkat sore hari setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Andre pun turut hadir.
Kini Andre sedang mengemudikan mobilnya menuju hotel yang tidak jauh dari tempat acara, mereka sengaja memesan satu kamar untuk dua orang, karena mereka hanya menginap satu malam, setelah acara selesai Kenzi harus segera pulang karena esok harinya Kenzi masuk kerja.
Perjalanan dari kota Cambridge ke kota New York membutuhkan jarak tempuh sekitar 4 jam bila di lalui dengan mobil, beda halnya bila menggunakan kendaraan umum, mungkin jaraknya akan lebih lama.
"Udah mau sampai belum, And?" tanya Kenzi yang sudah menyandarkan kepalanya di jok mobil, rasa kantuknya membuatnya memejamkan matanya, dan menguap terus.
"Belum tuan muda..." jawabnya And singkat, fokusnya lebih ke jalanan yang mulai sangat ramai lalu lalang kendaraan.
"Bangun kan aku bila sudah sampai, And." Ucap Kenzi . Kenzi sudah memejamkan kedua kelopak matanya, tanpa mau bertanya lagi.
"Baik tuan muda." Andre menjawab, tetapi fokusnya pada mobil yang di kemudikan malam ini.
Di dalam mobil terjadi keheningan, Andre menoleh ke sebelahnya, Kenzi sudah tertidur pulas di sampingnya dengan suara yang mendengkur lembut.
Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam, Andre sudah sampai di pelataran hotel, mobilnya pun sudah terparkir rapi berjejer pulau-pulau.
"Sudah sampai tuan muda." ucapnya Andre membangunkan Kenzi. Andre mengguncang bahunya pelan, karena takut Kenzi akan kaget.
"Hmmm..." Kenzi bergumam lirih.
Pelan tapi pasti Kenzi membuka kelopak matanya berlahan, menyesuaikan tempat sekelilingnya, benar kata Andre ternyata sudah sampai batinnya Andre.
The Beekman hotel
Sebelum Kenzi turun dari mobilnya, Andre keluar terlebih dahulu untuk memesan satu kamar dengan fasilitas Presiden Suit.
Tidak waktu lama, Kenzi langsung menyusul Andre yang sedang berbincang dengan resepsionis hotel tersebut.
Setelah perdebatan sengit, Andre sudah mendapatkan kunci kamarnya. Merasa diatas angin Andre senyum-senyum sendiri, bukan untuk sombong hanya ingin memberikan pelajaran bagi yang mempunyai uang banyak, di kira dirinya tidak mampu membayar menginap di hotel ini mungkin, batinnya Andre terus saja berkecamuk mencari jawaban, tetap saja tidak ada jawaban yang pasti.
"Mari Tuan muda." Andre langsung membukakan pintu kamar untuk tuannya.
"Makasih And." jawabnya Kenzi singkat.
Kenzi menubruk kan tubuhnya diatas kasur empuk nya, tangannya terus saja membalas pesan dari Bundanya.
Kenzi tidak akan mengabaikan pesan, atau telepon dari sang Bunda, bagi Ken Bunda adalah segalanya, tempat untuk berbagi suka dan duka, Bunda adalah pendengar yang baik.
Beristirahat sejenak, dan menaruh koper pada tempatnya. Andre bersiap untuk membersihkan tubuhnya dulu, sebelum tuan nya bangun dari tempat tidurnya.
Padahal Andre tahu bahwa Kenzi bum tidur, hanya saja sedang merilekskan tubuhnya sebentar sebelum mandi, dan berganti pakaian.
Khairani Az-zahra Putri
Di dalam kamar hotelnya, mereka baru saja pulang dari makan malamnya. Keduanya sedang membersihkan tubuhnya, dan berganti pakaian dengan pakaian rumahan.
Aira tidak menyadari bahwa berjarak dari tiga kamar, ada pria masa kecilnya yang menginap ditempat yang sama.
Ada rasa tak biasa, jantungnya berdegup seperti lari maraton, tetapi Aira mencoba untuk menghalau nya. Berharap ini hanya perasaan saja, semua akan baik-baik saja, sampai dirinya kembali ke London untuk menyelesaikan pendidikannya.
*Mengapa perasaanku seperti ada sesuatu yang berbeda, tapi apa aku sendiri bingung menebaknya.
Kenapa jantungku tiba-tiba berdebar, debaran nya sangat berbeda tidak seperti biasanya*.
Ada apa dengan diriku?
Berbagai pertanyaan memenuhi pikirannya, Aira terus saja memukul-mukul kepalanya pelan untuk menyadarkan pikiran yang bermacam-macam berkecamuk di otak cantiknya.
Akankah takdir mereka akan di pertemukan kembali di New York?
gempur terossssss jangan kasi kendor sampe encok 🤭😅😅😅
Aira hamidun kh itu ???? klo bener hamidun berarti bang Ken tokcer 😅😅😅😅😅