Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
I Found It
Dominic dan Liam mendatangi tempat barang bukti di simpan dan melihat bangkai mobil Tristan tertutup oleh plastik besar. Keduanya bersyukur dengan begitu, semuanya tetap berada di tempat.
"Bisa minta tolong dibuka?" pinta Dominic ke tim CSI sementara dia memakai sarung tangan lateks.
Dua tim CSI membuka penutup plastik itu dan Dominic bersama Liam mulai mencari alat yang dicurigai membuat malfunction.
"Anda cari apa?" tanya petugas CSI.
"Jammer kecil," jawab Liam sambil meraba-raba dan jarinya menyentuh sesuatu di fender.
Fender adalah panel bodi yang mengelilingi bagian atas ban. Fungsinya melindungi bodi mobil dari cipratan air, lumpur, dan kerikil yang terlempar oleh ban. Pada beberapa mobil, bagian lengkungnya juga disebut wheel arch (lengkungan roda).
Mata biru Liam menatap mata coklat Dominic. "I found it."
"Apa yang kamu dapat?" tanya Dominic.
Liam memperlihatkan sebuah alat jammer berbentuk bulat seperti uang koin yang tipis. Dominic bersiul karena itu adalah alat jammer yang canggih.
"Kita harus cari tahu, Liam."
Liam mengangguk. "Bisakah kita ke ruang CSI?" tanya suami Grace itu ke petugas CSI.
"Tapi Anda bukan law enforcement. Anda hanya konsultan dari Jang Corp," ucap kepala polisi.
"Nanti akan ada yang datang," senyum Dominic.
"Siapa?"
***
"Ini peralatan canggih, Sir," ucap Shaqeer Peterson. "Hanya law enforcement dan black market yang punya. Dan ini sudah menjadi peralatan yang dilarang di berbagai negara."
"Tapi Agen Peterson, bagaimana bisa muncul di sini?" tanya kepala polisi.
"Black Market. Tentu saja dan kami bisa mencari siapa pembelinya dari nomor serinya," jawab Shaqeer.
"Kasus kecelakaan Tristan Ma dan Katerina Reeves ini menjadi masalah lintas negara. Tristan adalah warga negara Korea Selatan, Katerina adalah warga negara Rusia. Sementara Yelena memegang kedua kewarganegaraan kedua orang tuanya ditambah paspor Kanada karena dia lahir di sana. Ditambah dia saudara perempuan kami," jawab Dominic.
"Kita bisa bekerja sama, Chief. Jika Anda ada kasus internasional, bisa bekerja sama dengan kami," timpal Liam.
Kepala polisi Kuwait itu hanya bisa menghela napas panjang. Semua di kepolisian tahu, Katerina bukan dari keluarga biasa. Dia adalah putri Kaivan Reeves, CEO PRC Group Asia dan masih ada hubungan kekerabatan dengan para Emir Timur Tengah dan Raja-raja kerajaan Eropa.
"Anda akan bekerjasama dengan lurus? Tidak ada intervensi FBI atau pun Amerika jika ada kasus internasional?" tanya Kepala Polisi itu.
"Anda bisa memegang ucapan kami." Dominic menatap serius.
***
Shaqeer, Dominic dan Liam mulai membedah alat jammer itu bersama dengan tim CSI Kuwait. Mereka berusaha mencari nomor produksinya hingga tahu siapa pembelinya.
"Apakah kalian curiga dengan keluarga Ma?" tanya Dominic dengan bahasa Jerman.
"Sangat curiga apalagi Leksi bilang seharusnya bukan Tristan yang mati," balas Shaqeer.
"Memangnya kamu tidak curiga?" tanya Liam.
"Curiga tapi jika memang mereka pelakunya, sakit jiwa sih!" jawab Dominic.
"Banget!" balas Shaqeer dan Liam.
***
Jakarta
Katerina pagi ini hendak membawa Yelena ke ruang praktek Amura karena dia ingin agar putrinya, tidak mengalami trauma berkepanjangan. Katerina tahu Yelena sudah mulai bisa melepaskan mimpi buruk pelan-pelan tapi tetap saja, sebagai ibu, dia cukup concern.
"Mama ... Kita mau kemana?" tanya Yelena yang pagi itu tampak cantik dengan gaunnya yang bewarna pink, lengkap dengan rambut hitamnya dikucir dua dan pita warna senada. Tidak lupa sepatu Converse anak-anak bewarna pink. Yelena sangat maniak pink.
"Kita ketemu Tante Amura, Tante Ambar dan Tante Hana. Kita nanti jajan di kantin rumah sakit. Kan ada rawon enak di sana," jawab Katerina.
"Uuuhhh lawon. Mama, kata Mas Algel, lawon itu blonggolan sawah. Apa itu Mama?" tanya Yelena sambil diberikan parfum untuk bayi oleh Katerina.
"Bronggolan sawah itu tanah di sawah yang warna coklat. Lena ingat kan waktu kita sempat pulang ke Jakarta terus main ke Indramayu lihat sawah Opa Arsya? Nah tanah sawah yang dibajak lalu macam pecahan itu namanya bronggolan sawah. Kenapa dibilang begitu? Karena rawon kan coklat, terus ada dagingnya kotak-kotak. Mirip kan?" senyum Katerina.
"Ooohhh. Tapi lawon enak. Blonggolan sawah banyak cacing!" Yelena tampak bergidik membuat Katerina tertawa geli.
"Iya deh. Lena paling geli sama cacing," senyum Katerina. "Yuk berangkat."
Entah kenapa, Yelena sangat mania rawon. Gara-gara dulu Katerina bingung masak apa, terus dia membuat rawon, Yelena langsung suka. Lidah Yelena paling gampang kena masakan Indonesia. Bahkan kalau keluar GTM, cukup telur dadar, nasi dan kecap mau makan.
Keduanya keluar dari kamar dan membuat Anastasia menatap mereka dengan tatapan bingung.
"Kalian mau kemana?" tanya Anastasia.
"Beli lawon di lumah sakit, Oma," jawab Yelena.
"Rawon? Apakah waktunya bertemu dengan Amura?" Anastasia menatap putrinya.
"Iya. Biar Yelena tetap ceria." Katerina tersenyum me arah putrinya.
"Cucu Oma cantik sekali," puji Anastasia sambil memeluk Yelena.
"Spasibo Oma," balas Yelena sambil mencium pipi Anastasia.
"Yuk berangkat," ajak Katerina.
"Kamu nggak nyetir sendiri kan?" tanya Anastasia.
"Nggak. Ada Lindsay yang mengawal aku," jawab Katerina. Lindsay adalah pengawal Katerina yang dikirim Kaivan untuk putrinya selama di Jakarta.
"Ya sudah. Mommy takut kamu nyasar nanti," kekeh Anastasia.
"Mom, hp nya ganti dong. Udah green line itu pinggirnya," goda Katerina.
"Iya. Daddymu juga sudah ngomel," kekeh Anastasia. "Biar Mommy pindah data dulu baru ganti baru. Nggak boleh ganti LCD pula."
Katerina geleng-geleng kepala karena Anastasia khas emak-emak, nunggu sampai rusak baru ganti. Padahal uang kedua orangtuanya bisa beli sepuluh ponsel mahal dalam sekali gesek kartunya.
"Miss Reeves, sudah siap?" tanya Lindsay yang memanggil Katerina kembali ke nama gadisnya.
"Ah Lindsay. Yuk berangkat." Katerina menggandeng tangan Yelena sambil menenteng tas Lady Dior nya. Pelayan Anastasia sudah mempersiapkan bekal untuk Yelena.
"Non Kate, tas bekalnya Non Lena sudah di mobil ya," lapor Tiur, salah satu pelayan rumah Kaivan.
"Makasih ya Tiur." Katerina dan Yelena lalu berjalan ke depan setelah berpamitan dengan Anastasia. Mereka pun masuk ke dalam mobil Alphard Kaivan yang diberikan khusus untuk Katerina dan Yelena.
"Bu Ana, apa Non Kate baik-baik saja?" tanya Tiur.
"Kenapa memang?" Anastasia menoleh ke arah asisten rumah tangganya.
"Wajahnya masih berduka," jawab Tiur.
"Wajar lah Tiur. Insyaallah, Kate akan bisa melaluinya."
Tiur mengangguk. "Ya Bu. Non Kate pasti kuat."
***
PRC Hospital Jakarta
Katerina dan Yelena tiba di rumah sakit milik keluarganya dengan wajah ceria. Sepanjang jalan, Yelena bercerita bagaimana Alger curang main rubik karena stikernya dicopoti.
"Mas Algel kan nakal ya Mama?" adu Yelena.
Katerina tertawa karena dulu Aleksei juga sama. "Mas Alger itu macam Oom Leksi. Dulu Oom Leksi juga sama. Pindahin stiker rubik."
"Ish, ish, ish!"
***
Yuhuuu up Siang Yaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
Boleh peluk Yelena ga ?
mewek asli saya pas Yelena meluk mama nya 😭😭😭😭😭😭
sekarang jualan bawang ato lagi kupas bawang 😭😭😭😭😭😭
ga sbr nunggu smuanya trungkap,biar mreka dpt blsn stimpal.....