NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Nona Arrogant

Takdir Cinta Nona Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.

Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.

Pergaulannya kian liar,

Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.

Tuan Anthony marah bukan main,

keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.

Supir pribadi sang ayah,

brugh....
Ester pingsan....

apa yang akan terjadi.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35 bendera permusuhan yang di sambut

Tangan Ester terus melambai ketika ia melihat sang mertua masih melongokkan kepalanya di jendela kereta dengan terus melambai seolah ia enggan dengan perpisahan ini.

Senyum tipis tersungging di gadis cantik berlesung pipi itu,

ini terasa lebay bukan... Dan ia paling tidak suka dengan drama lebay seperti ini.

tapi kenapa ia suka kali ini ?!

ia suka melambaikan tangannya seperti itu kepada bu Maryam dan pak Bagus di sana.

Hingga kereta yang membawa kedua mertuanya akhirnya menghilang, ia menghela nafas.

Rasanya baru kemaren ia mengenal ibu mertuanya itu,

Tapi entah kenapa ia merasa sudah mengenalnya lama,

Wanita itu memperlakukannya dengan begitu baik dan lembut.

Perlahan ia membuka telapak tangannya yang lain,

sebuah cincin, Ester menggigit bibirnya kuat...ibu mertuanya memberinya cincin.

Senyum kembali tersungging di bibirnya, ini bukan perhiasan paling mewah yang ia miliki...tapi rasanya kenapa hatinya begitu senang mendapat cincin itu.

Ester masih tenggelam dengan mengenang perkenalannya yang pertama dengan bu Maryam hingga suara bernada manja seolah membuatnya tersadar.

Ester melirik ke arah Zahra yang sedang berbicara dengan nada manja kepada Yoga. Wajah Ester seketika berubah dingin, senyum yang tadi tersungging di bibirnya sirna entah kemana.

" bang....aku mau balik ke rumah kakek, an..." ucap Zahra dengan manja kepada Yoga, namun ucapannya belum selesai Ester sudah memotong ucapan Zahra.

Ia sadar...

Gadis berwajah lugu dan polos di sisi Yoga itu tak selugu dan sepolos penampilannya.

Ia tahu....

Gadis itu sedang mengibarkan bendera perang padanya dan hendak merebut apa yang sudah menjadi miliknya.

Ester mencibir di dalam hati, tatapan matanya menatap tajam dan dingin kepada Zahra.

Jika Zahra mengibarkan bendera persaingan padanya...

Maka dengan sangat senang hati ia akan menyambutnya.

Bukan karena ia ingin mempertahankan Yoga atau menjaga miliknya.

Tapi karena ia merasa ia sedang ingin bertarung. Rasanya sudah lama ia tak berada dalam kondisi seperti ini.

Bersaing....

Ester menertawakan Zahra di dalam hati, siapa kau....

kau bukan apa apa di banding diriku, kita lihat....apa Yoga berani mengantarmu.

Monolog Ester di dalam hati.

" aku mau langsung ke kampus sekarang juga, dan aku tidak mau memberinya tumpangan.

Jika kau mau mengantarnya silahkan...

aku tidak keberatan,

Berikan kunci mobilnya padaku, aku akan kekampus sendiri " ucap Ester sambil mengulurkan tangannya kepada Yoga meminta kunci mobil.

Yoga menatap Ester dengan menelan ludah, tak lama...

tangannya juga terulur meraih tangan Ester, bukannya memberikan kunci mobil tapi Yoga malah menggenggam jemari Ester yang terulur padanya.

Wajah Zahra seketika berubah pias, dadanya bergemuruh.

" maaf Ra, sepertinya kali ini aku tak bisa mengantarmu.

aku pesankan ojek mau ?! " tawar Yoga, di sisinya Ester tersenyum miring kepada Zahra.

" tidak usang bang....

aku bisa pesan ojek sendiri..." jawab Zahra ketus sambil kemudian ia segera berlalu dari sana.

Langkahnya terdengar di hentak ke lantai.

Selepas kepergian Zahra, Ester menepis tangan Yoga yang menggenggam jemarinya kemudian ia melangkah mendahului suaminya itu menuju ke arah pintu keluar stasiun.

Di belakangnya Yoga berkali kali menghela nafas sambil mengusak kepalanya kasar.

Setelah besusah payah meluluhkan kemarahan Ester semalam,

Sekarang Zahra malah semudah itu membuat istrinya yang seperti petasan itu kembali marah padanya.

" yakin kita ke kampus ?! Katanya minta Jasmin yang absenkan " ucap Yoga mencoba mencairkan suasana.

Wajah Ester benar benar mengerikan menurutnya.

" mana bisa aku minta tolong Jasmin, nomornya saja tidak ada di ponselku,

aku tak punya satupun nomor teman temanku..." jawan Ester ketus.

Ia baru ingat tadi jika semua nomor teman temannya telah di hapus oleh sang papa.

Yoga terdiam,

Ia juga baru ingat itu.

" ok...kita ke kampus " ucap Yoga kemudian, tak lama ia mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

Tanpa ia tahu, di belakang sana Zahra menatapnya nanar.

" bang..." desis gadis itu sedih dengan bulir air mata yang mulai menetes.

Yoga terus melajukan mobil yang kendarai menyusuri jalan raya.

Tak ada perbincangan sedikitpun, Ester hanya diam dan diam.

Entahlah ia pun tak tahu, kenapa suasana hatinya tiba tiba buyar dan ambyar begini.

Tak lama mereka sampai di kampus.

Ester melepas sabuk pengamannya dan bersiap hendak turun.

" mau aku temani ?! " Yoga menawarkan diri

" terserah " jawab Ester acuh.

Tak mau Ester semakin marah, Yoga segera turun dari mobil dan mengikuti langkah Ester.

Dengan sabar Yoga terus melangkah di belakang gadis itu.

" Ester.....!! " dua orang perempuan yang baru keluar dari kelas segera berteriak dan menghampiri Ester.

" ponselmu kenapa ?! Rusakkah ?! Kok kita nggak bisa hubungin kamu " salah satu dari dua orang itu mulai bertanya

" iya Min...error, kalian udah pada absen ?! " tanya Ester, wajahnya berubah sedikit cerah.

" udah,

kamu juga udah kita absenin kok..eh...siapa tuh ?! " tanya teman Ester yang bernama Jasmin ketika ia baru menyadari keberadaan Yog, begitu juga Susan.

Sontak Yoga menjadi pusat perhatian dua teman Ester.

Ester ikut menoleh dan menatap Yoga,

" dia datang sama kamu ya Ter....siapa dia ?! Kenalin dong " rengek Susan dan di timpali oleh Jasmin.

Ester menatap Yoga tajam,

Sedangkan Yoga, ia jadi salah tingkah.

" Ter...kenalin dong, dia kerabat kamu ?! Mau kuliah di sini juga ?!

ganteng banget....kenalin dong Ter, masak iya kerabat sendiri mau kau embat sendiri juga " Jasmin terus ngerocos minta di kenalin sama Yoga.

" kenalan aja sendiri, sorry....aku harus buru buru. Nggak bisa lama.

aku duluan " Ester tiba tiba merasa jengah dan tak nyaman sambil ngeloyor pergi.

Ia tak suka melihat teman temannya bersikap seperti itu kepada Yoga,

Yoga jadi serba salah,

" mas....boleh kenalan nggak ?! " Mengabaikan Ester yang langsung pergi, Jasmin masih ngeyel ingin kenalan dengan Yoga.

" maaf mbk...saya sudah menikah, permisi " jawab Yoga singkat dsn bisa di dengar Ester.

Tanpa sadar, satu sudut bibirnya tertarik ke atas.

( berani juga dia ngakuin statusnya ) cicit Ester di dalam hati dengan terus melangkah lebar menyusuri koridor kampus,

Hingga di lorong terakhir, langkahnya terhenti. Tubuhnya menegang ketika ia melihat Pietter berdiri di depan seorang gadis dengan posisi yang begitu dekat.

" ekhem..." Ester berdehem, Pietter menoleh dan kaget begitu melihat siapa yang berdehem.

" Ester....

kemana saja kamu, aku nyariin kamu nggak ketemu " ucap Pietter sambil melangkah hendak mendekat kepada Ester, tapi Ester mundur lebih dulu.

" mulai hari ini dan seterusnya, jangan lagi mencariku...

kita putus..." jawab Ester ketus,

" minggir...." sambung Ester lagi sambil melanjutkan langkahnya, ia mendorong Pietter ke samping karena laki laki itu menghalangi jalannya.

" aku tidak mau....aku tidak mau putus " jawab Pietter sambil mencekal lengan Ester kuat hingga Ester sedikit meringis.

" aku tidak suka laki laki pecundang sepertimu.

kau pikir aku tidak tahu siapa kau ?!

wanita mana saja yang sudah kau tiduri ?! " ejek Ester.

" Ester kau...." Pietter tak suka ucapan Ester yang bernada ejekan itu, ia semakin kuat mencekal lengan Ester.

" lepaskan tanganmu Piet " sentak Ester kian kesal.

" tidak akan...

kita harus bicara "

" lepaskan tangannya....!! "

1
Mardia Emailvivo
Janggan Janggan udah isi,tapi yg punya badan belom rasain...mudah mudahhan lanjutan nya makin seru dan boleh minta tolong authorr sekali kali dobel up nya boleh? pun kalau gak boleh dobel nulis nya di panjanggin dikit boleh yya🙏🙏🙏
khitara: Insyaa Allah kakak😍😍
total 1 replies
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘳𝘰𝘮𝘢𝘯"𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘰𝘨𝘢 𝘫𝘶𝘯𝘪𝘰𝘳 𝘰𝘵𝘸 𝘯𝘪𝘩🤭😂
partini
takut kalau tau dia hamil stres bahaya kan,apa lagi pas nyusul ke kampung lihat yoga lagi sama Zahro behhhh tambah dah tantrum 7 detik 7 menit 7 jam 7 hari 7 bulan plus 7 tahun😂
Tuti Tyastuti: 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘹 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘳" 𝘵𝘢𝘯𝘵𝘳𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢🤣🤣
total 2 replies
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩" 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘪 𝘻𝘢𝘩𝘳𝘢 𝘨𝘹 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘶𝘭𝘢𝘩
mini
,ciehhh sweet
partini
ahhh mau balek toh,,hemmmm mulaii dah si Zahro main ini itu bikin Ester esmosi,,Kunti bogel beribu rencana undah di otak dia
partini: so pasti secara cinta buanget tuh sama yoga ,kita lihat SE bar bar apa Ester ketemu zahrong kalau sampai Ester kena jebakan zahrong betul" Kunti bogel diaa
total 2 replies
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘨𝘦𝘯𝘨𝘴𝘪" 𝘦𝘴😁
partini
ahh seperti itu ,, nanti kalau punya anak unyu" malah anaknya full 100% buat cuma suaminya 99%
Tuti Tyastuti: 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶🤭
total 1 replies
partini
makin menjadi habis lihat kaya gitu kamu es es ,,ga sekali lihat suami lagi selingkuh kamu es
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘨𝘹 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘳𝘪𝘭𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘦𝘴
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢👍
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘦𝘴 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢💪
partini
maklum lah masih kuliah ,kalau nonamu bertemu seseorang yg sudah nikah lama dan sangat memungkinkan hamil baru dia mikir ga segampang itu di titipin amanah yg maha esa,dunia bngt bang ga bisa hamil kasihan deh ujungya lakinya cari yg lain ga sabar
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘯𝘢𝘬𝘮𝘶 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘳𝘪𝘯𝘨𝘴𝘪𝘬𝘬 𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘦𝘦𝘵 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘪𝘯 𝘺𝘨 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘯𝘺𝘪𝘤𝘪𝘭 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘶𝘱𝘪𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶🤭😂😂😂
Tuti Tyastuti
𝘱𝘳𝘦𝘵𝘵𝘵 𝘨𝘹 𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘬𝘸𝘬𝘸𝘬🤣🤣🤣
partini
nyicil Lagi ga ,ngrepk" aja terus muna kalau ga terbayang" istrimu pasti sentuhan mu bikin candu cuma gengsi setinggi langit
winarti oye
😄😄😄😄😄prettt kata author nya✌️✌️✌️...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!