NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyelamat / Perjodohan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: putri Sefira

Arumi tidak pernah menyangka bahwa hari paling membahagiakan bagi kakaknya, Siska, akan menjadi awal dari penjara tak kasat mata baginya. Tepat di hari pernikahan megah yang telah dirancang keluarga, Siska melarikan diri demi kekasih lamanya, meninggalkan hutang besar dan kehormatan keluarga yang dipertaruhkan.
​Demi menyelamatkan wajah orang tua dan melunasi hutang budi, Arumi terpaksa menggantikan posisi sang kakak di pelaminan. Ia menikah dengan Adrian Pramoedya, seorang CEO muda yang dingin, kaku, dan menyimpan luka mendalam akibat pengkhianatan Siska.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri Sefira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Akar yang Berbeda di Balik Kabut Puncak

Kepulangan dari London tidak membawa ketenangan yang diharapkan. Jakarta menyambut mereka dengan berita panas mengenai pergerakan Paman Bram yang mulai menggalang kekuatan dari balik jeruji besi. Adrian tampak lebih tegang; teleponnya tak berhenti berdering, dan kerutan di dahinya kembali dalam, seolah-olah seluruh beban Pramoedya Tower kini bertengger di pundaknya.

Melihat kondisi suaminya yang mulai kehilangan keseimbangan, Arumi mengambil keputusan tegas. "Kita tidak akan ke Jakarta dulu, Mas. Kita ke Puncak. Ke perkebunan teh Malabar milik mendiang Ibumu."

Adrian sempat menolak, berkeras bahwa ia harus berada di garis depan untuk meredam mosi tidak percaya pemegang saham. Namun, Arumi hanya menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa dibantah. "Kamu tidak bisa berperang dengan pedang yang tumpul, Adrian. Kamu butuh istirahat."

Akhirnya, mereka tiba di vila tua peninggalan era kolonial yang terletak di jantung perkebunan teh. Di sini, udara sangat dingin, menyapu hamparan hijau yang berkelok-kelok seperti permadani raksasa. Tidak ada sinyal ponsel yang stabil, dan satu-satunya suara yang terdengar adalah gesekan daun teh dan kicau burung pegunungan.

Satu minggu pertama di Puncak, Adrian lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur atau duduk termenung di beranda, sementara Abimanyu sangat menikmati berlarian di rumput bersama pengasuhnya. Arumi, yang selalu memiliki rasa ingin tahu seorang penulis, mulai menjelajahi sudut-sudut vila yang jarang terjamah.

Di sebuah kamar di lantai atas yang terkunci, Arumi menemukan sebuah peti kayu jati yang diukir indah. Dengan bantuan penjaga vila, peti itu dibuka. Di dalamnya, tertumpuk rapi surat-surat dengan kertas yang sudah menguning, terikat oleh pita sutra yang mulai rapuh. Itu adalah surat-surat milik mendiang Ibu Adrian, Diana Pramoedya, yang meninggal saat Adrian masih remaja.

Arumi menghabiskan sepanjang sore membaca surat-surat itu. Isinya bukan sekadar korespondensi biasa, melainkan curahan hati seorang istri yang hidup dalam ketakutan di bawah bayang-bayang tangan besi sang suami—Ayah Adrian.

"Adrian kecilku tertawa hari ini saat melihat kupu-kupu di taman. Namun tawanya langsung padam saat ayahnya datang dan menuntutnya untuk menghafal laporan keuangan. Hatiku hancur, namun aku tidak berdaya. Aku takut Adrian akan tumbuh menjadi pria yang mengubur hatinya demi sebuah angka..."

Arumi tersedak membacanya. Ternyata, luka Adrian sudah dimulai jauh sebelum London, jauh sebelum Siska. Adrian adalah produk dari sebuah rumah tangga yang menukar kasih sayang dengan disiplin yang kejam. Ia menyadari bahwa kekakuan Adrian selama ini bukanlah sifat asli, melainkan perisai yang dipaksakan.

Sore itu, gerimis mulai turun, menciptakan kabut tebal yang menyelimuti perkebunan. Arumi menemukan Adrian berdiri di tepi tebing kecil yang menghadap ke lembah. Ia membawa bungkusan surat itu di tangannya.

"Mas, aku menemukan ini di loteng," ujar Arumi pelan.

Adrian menoleh, melihat surat-surat itu, dan raut wajahnya seketika berubah. Ada amarah yang bercampur dengan kesedihan yang amat sangat.

"Kenapa kamu mencampuri urusan masa lalu keluargaku lagi, Arumi? Bukankah London sudah cukup?"

"Ini bukan soal mencampuri, Mas. Ini soal memahami. Selama ini kamu menyalahkan dirimu sendiri atas kegagalan di London, atas kepergian Siska... tapi kamu lupa bahwa kamu adalah korban dari seorang ayah yang tidak pernah memberimu ruang untuk menjadi manusia."

Arumi membacakan salah satu surat ibunya dengan suara bergetar. Adrian terdiam, tubuhnya menegang. Saat Arumi sampai pada bagian di mana ibunya memohon agar Adrian tetap memiliki hati, pertahanan Adrian runtuh.

"Aku membencinya, Arumi," desis Adrian, suaranya parau. "Aku membenci Ayah karena dia membuatku merasa tidak pernah cukup. Bahkan setelah dia meninggal, aku masih berusaha membuktikan kepadanya bahwa aku layak menjadi seorang Pramoedya. Paman Bram tahu itu. Dia menggunakan rasa hausku akan validasi untuk menjebakku dalam proyek-proyek yang berisiko."

Adrian jatuh terduduk di bangku taman yang basah. "Aku menjadi robot karena aku pikir itulah satu-satunya cara agar aku tidak hancur seperti Ibu."

Arumi berlutut di depan suaminya, menggenggam kedua tangan Adrian. "Ibumu tidak ingin kamu menjadi robot, Mas. Dia ingin kamu bahagia. Dan sekarang, kamu punya pilihan. Kamu bukan lagi anak kecil yang harus tunduk pada bayang-bayang ayahmu. Kamu adalah ayah dari Abimanyu. Apakah kamu ingin Abi tumbuh melihat ayahnya yang selalu tegang dan takut gagal?"

Adrian menatap Arumi, air mata jatuh di pipinya yang kasar. Untuk pertama kalinya, di tengah kabut Puncak yang dingin, Adrian melepaskan topeng CEO-nya sepenuhnya. Ia menangis tersedu-sedu di pundak Arumi, melepaskan duka bertahun-tahun yang selama ini ia kunci di dalam peti hatinya yang paling gelap.

Setelah malam yang penuh emosional itu, Adrian tampak seperti orang yang berbeda. Ketegangannya tidak hilang sepenuhnya, namun kini ada ketenangan yang lebih dalam. Ia mulai menyusun strategi untuk menghadapi Paman Bram, namun bukan lagi dengan kemarahan, melainkan dengan kecerdikan yang jernih.

"Aku akan melepas proyek Kalimantan itu, Arumi," ujar Adrian saat mereka sarapan di hari kesepuluh.

"Apa? Tapi itu proyek mercusuar perusahaan, Mas. Paman Bram akan menggunakan itu sebagai alasan untuk menjatuhkanmu karena dianggap tidak becus."

"Itu justru rencananya," Adrian tersenyum tipis, sebuah senyuman yang kini terlihat lebih tulus. "Paman Bram sudah menyiapkan jebakan finansial di proyek itu melalui vendor-vendor fiktif.

Jika aku bersikeras mempertahankannya, dia akan menarik pelatuknya dan menghancurkanku. Tapi jika aku melepaskannya sekarang, dialah yang akan terjepit oleh hutang-hutang yang ia buat sendiri untuk menyabotaseku."

Arumi menatap suaminya dengan kagum. "Kamu menggunakan kejujuran sebagai senjata."

"Aku menggunakan apa yang kamu ajarkan di London. Kejujuran adalah akar yang menghujam. Biarkan Paman Bram memanjat pohon yang keropos itu sendirian."

Sebelum mereka meninggalkan Puncak, Arumi menemukan sebuah kompartemen rahasia di dasar peti kayu jati itu. Di dalamnya terdapat sebuah sertifikat tanah atas nama Arumi—bukan atas nama Adrian atau perusahaan.

Ternyata, mendiang Ibu Adrian telah menyiapkan sebuah wasiat yang menyatakan bahwa sebagian kecil tanah perkebunan ini harus diberikan kepada "wanita yang kelak dicintai Adrian dengan tulus, yang mampu mengembalikan tawanya".

"Ibumu sudah tahu, Mas," bisik Arumi sambil menunjukkan dokumen itu. "Bahkan sebelum kita bertemu, dia sudah menyiapkan tempat aman ini untuk kita."

Adrian memeluk Arumi erat di bawah pohon beringin besar di depan vila. "Sepertinya Ibu benar-benar mengenalku lebih baik daripada aku mengenal diriku sendiri."

Mereka meninggalkan Puncak dengan hati yang lebih ringan. Meskipun badai di Jakarta masih menanti dengan Paman Bram yang siap menerjang, mereka kini membawa kekuatan baru. Bukan kekuatan dari tumpukan saham atau modal korporasi, melainkan kekuatan dari pemahaman akan akar mereka yang sesungguhnya.

Puncak telah memberi mereka perisai sebelum mereka memasuki medan perang yang sesungguhnya: masa depan Abimanyu sebagai ahli waris tunggal.

?**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!