NovelToon NovelToon
The Curious Queen GL Indo

The Curious Queen GL Indo

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / GXG
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Benrycia_

Orang yang terlalu penasaran tidak selamanya berakhir indah. Contohnya Kimi Ariana yang kadang dipanggil Kimi Arigato, padahal tidak punya darah Jepang. Saking tak bisa menahan penasaran, Kimi kerap mencoba hal-hal yang di luar nalar.
Dan percobaan paling absurd yang merubah hidupnya?
Mencoba pacaran dengan.. perempuan tampan-ah, bukan, perempuan keren yang justru dijauhi banyak orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benrycia_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Hari-hari setelah itu berjalan aneh. Pasangan yang terbentuk berkat ide absurd Nove nampak ber jalan sendiri-sendiri. Mereka tetap berbaur, tetap berkumpul, tapi selalu ada celetukan seperti: "Eh, pasangan lo yang itu,"

Entah siapa yang memulai, tapi pemandangan dua orang di perpustakaan, dua orang di teras, atau dua orang di balkon lantai atas sudah bukan hal aneh lagi. Malah mereka mulai merasa lebih dekat, cerita lebih banyak, seolah selama ini mereka cuma berteman karena kebetulan.

Contohnya, Desi yang biasanya curhat soal pacarnya ke Mei dan Febi, kali ini cerita ke Nove. Respons Nove beda dari yang lain, dan itu bikin pikiran Desi terbuka. Atau Marey, yang biasanya adu cerewet sama Janu, sekarang bisa saling ejek dengan Septi tanpa ribut. Bisa dibilang, misi bestie Nove benar-benar berhasil.

Meski beberapa masih marah dan kecewa, tapi tak ada yang mengadukan soal Juli dan Bu Salma ke pembimbing yang lain. Hanya saja, hubungan mereka dengan Kimi dan Juli merenggang dengan sendirinya, sampai dua kubu yang terbentuk sejak awal tetap bertahan. Intinya, kubu Ruby bertambah anggota.

Ya, semuanya tampak berjalan normal, sampai satu kejadian yang mungkin akan merubah segalanya.

Berawal dari Kimi, si ratu kepo yang entah kapan mengerti arti kata diam dan tenang, mendatangi ruangan staf keamanan dengan tekad membara.

"Pak, saya penasaran, kenapa CCTV kemarin banyak yang mati?" tanyanya polos tapi sungguh serius.

Tiga staf keamanan yang sedang di kantor langsung saling pandang.

"Itu cuma kesalahan teknis, Kimi. Kamu gak perlu musingin ini. Biarkan kami yang tangani," ujar Pak Deden sabar.

Kimi manggut-manggut, tapi matanya tetap curiga, "Menu makanan beberapa hari ini agak beda, pak. Biasanya tiap hari selalu ada daging, tapi tiga kali sarapan menunya cuma ikan air tawar, itupun di jatah satu-satu. Aku juga liat bapak-bapak yang lain keluar sambil bawa pancing. Itu mancing buat makan kita ya, pak?"

Pak Deden melirik anggotanya yang menggaruk kepala. Semua sudah tahu soal rasa penasaran Kimi yang legendaris. Cewek ini pernah datang ke dapur cuma karena penasaran dengan ayam bakar yang katanya super enak.

"Mereka memang mancing, takut kalian bosan dengan ikan laut," jawab Pak Deden akhirnya.

"Tapi di kantin juga menunya beda, pak. Cemilannya cuma bakwan, lauknya kebanyakan sayur." Mata Kimi memicing. "Ada tikus di dapur ya, pak? Atau beruang madu kelaperan, terus makan semua persediaan-"

"Kimi, cukup ya," potong pak Deden mulai sakit kepala. "Tugas kamu di sini cuma latihan. Yang kayak gitu biar urusan kami."

Kimi mengangguk, tapi matanya jelas menyiratkan rasa curiga yang luar biasa besar. Pak Deden bahkan sudah menelan ludah, takut cewek Teddy tak bisa dihentikan sebelum rasa penasarannya terpuaskan.

"Yaudah deh. Makasih, pak, udah jawab," katanya, lalu pergi begitu saja. Bukan ke lapangan seperti yang lain, tapi langsung ke dapur.

Ruby yang baru selesai lari, celingukan mencari pacarnya yang pergi tapi belum kembali. Tadi Kimi cuma bilang, "Aku pengen nenangin diri bentar, by."

Menenangkan diri dari apa? Ruby penasaran, tapi Kimi bilang rahasia. Ruby sampai berpikir, jangan- jangan dia sudah melakukan kesalahan yang tidak ia sadari. Tapi kalau dilihat ke belakang... semuanya kelihatan baik-baik saja. Atau Kimi punya. masalah dengan yang lain?

Belum sempat Ruby bergerak mencari, Kimi sudah muncul dari ujung lapangan, berlari kecil pura-pura habis olahraga. Nafasnya ngos-ngosan, keringat bercucuran. Ruby cuma geleng- geleng, lalu mengusap dahi dan leher Kimi dengan handuk kecil miliknya.

"Dari mana?" tanya Ruby sedikit kesal.

"Abis main jadi detektif, By."

Ruby mengernyit. "Kamu nyari tahu tentang apa sih, Kim? Bikin kepikiran aja."

Belum Kimi menjawab, Ruby sudah menyela. "Bilang rahasia lagi, aku gotong kamu ke hutan."

Kimi terkekeh kecil, lalu menggandeng lengan Ruby dan duduk di pinggir lapangan. Juli yang duduk tak jauh dari situ cuma melirik, sementara Anela sejak tadi memilih pergi ke perpustakaan.

"Jul, sini deh," panggil Kimi.

Juli langsung bergerak mendekat, tapi matanya sempat menangkap peserta yang sedang main basket menoleh ke arahnya. Pasti karena suara cempreng Kimi.

"Ada apaan?" tanya Juli, sedikit bete.

"Ini soal menu makanan. Semua kan cuma bisa bisik- bisik di belakang, nah, tadi aku maju jadi perwakilan."

Juli dan Ruby mengernyit bersamaan. Kimi tersenyum puas, karena reaksi seperti inilah yang ia harapkan.

"Aku udah selidiki itu di dapur, terus aku juga nyamperin kantor keamanan."

"Jadi kamu tadi ke sana?" Ruby mulai jengkel. "Kenapa gak ngajak aku?"

Kimi langsung mengedip polos. "Aku takut kamu ganggu, By."

"Maksudnya?"

"Eh, enggak. Pokoknya aku udah tahu kalau dapur hampir kosong."

Ruby dan Juli langsung menegang.

"Kosong gimana, sayang? Kasih infonya yang lengkap coba "

"Itu.. bahan makanannya dikit banget, By. Beras doang yang banyak. Gak heran kalau makan malam kita cuma dikasih nasi goreng sama telur doang."

Juli langsung berpikir cepat. "Apa mungkin ada yang nyuri? Atau ada hewan liar masuk ke dapur-

"Gak mungkin," potong Ruby cepat. "Charley gak mungkin diam aja kalau ada laporan soal bahan makanan kurang, apa lagi sampai berhari-hari."

"Nah, pikiran kita sama, By" Kimi menepuk tangan sekali, terlalu semangat. "Menurutku, staf di sini rahasiain kejadian ini dari pusat."

Ruby malah menatap Kimi bingung. "Kok kamu pinter, sayang? Kupikir kamu cuma tau mainan sama Teddy."

"Gw malah mikir otaknya dia setara kodok," timpal Juli.

Kimi langsung manyun, kesal setengah mati. Padahal ia lagi semangat, tapi bisa-bisanya dua orang ini mematahkan misi investigasinya dengan cara kejam.

"Enggak, sayang. Becanda doang," Ruby cepat-cepat memeluk pacarnya, takut ngambek seminggu.

Ruby sendiri paham arah kasus ini, tapi bingung kenapa staf keamanan tidak melaporkan. Apa ini bagian dari pelatihan? Sejenis test untuk memecahkan masalah? Meski tak berhubungan langsung dengan dunia kerja, bisa saja Charley ingin menguji kekompakan semua peserta. Yang terjadi di sini pasti sudah sampai ke satu orang, dan orang itu mungkin ingin melihat reaksi mereka. Bergerak, atau pasrah.

"Ini harus dibahas sama yang lain," kata Ruby pelan.

Kimi dan Juli saling pandang. Ucapan Ruby masuk akal. Masalahnya: apakah yang lain mau kerja sama dengan mereka?

.

1
Zye Rava
Baca deh cerinya gemesin.
Felafel
Thor ayo up aku nungguin ni
Benrycia_: Sabar ya zheyeng🙏 bab nya nyangkut mulu.
total 1 replies
Suka GL
Ceritqnya seru gak bosenin.
Suka GL
Ciee yang udah nyamperin mertua cemangad ambil hati mama sabrina ya uby 💪
Ayo lanjut agi thor jngn lama upnya🙏
Zye Rava
Uby ambil hati mama sabrina dong biar cepet direstuin
Inayah🥰
Ayo dong mama sabrina restuin ruby dan kimi 😍
Felafel
Makin seru ceritanya.
Lanjut ya thor
Aku padamu
Benrycia_
Bab nya nyangkut 😏
Suka GL: Semangat thor
total 1 replies
filusi
ceritanya bagus bet semoga cepat update
Benrycia_: Makasih
total 1 replies
Felafel
Up terus thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!