NovelToon NovelToon
Douluo : Kaisar Harimau Putih Xing Luo

Douluo : Kaisar Harimau Putih Xing Luo

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai pangeran tertua di Kekaisaran Xingluo seharusnya adalah tiket keberuntungan. Namun bagi Dai Xuan, itu adalah hukuman mati. Di bawah hukum rimba keluarga kerajaan Dai yang kejam, kegagalan membangkitkan Martial Soul Harimau Putih berarti satu hal: tersingkir atau binasa.
​Dunia mencemoohnya. Saudara-saudaranya memandangnya rendah sebagai "produk gagal". Namun, mereka tidak tahu bahwa di balik tubuh yang dianggap lemah itu, tersimpan kekuatan dari dunia lain.
​Bukan Harimau Putih biasa yang ia bawa, melainkan White Tiger Soul-Locking Ability. Kekuatan unik yang mampu mengunci takdir, membelenggu jiwa, dan mematahkan aturan absolut Benua Douluo. Dengan kekuatan jiwa penuh bawaan (Innated Full Soul Power), Dai Xuan memulai langkahnya dari kegelapan.
​"Aturan dibuat oleh mereka yang berada di atas. Karena Harimau Putih kalian tidak mengakuiku, maka aku akan menciptakan takdirku sendiri."
​Dingin, analitis, dan tanpa ampun kepada musuh. Dai Xuan tidak butuh pengakuan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Kelahiran

Di ruang tamu Istana Adipati Zhu yang megah dan hangat, sinar matahari sore menerobos celah tirai dengan lembut, menerangi setiap sudut ruangan dengan warna keemasan yang hangat. Dai Xuan duduk berdampingan dengan Zhu Zhuyun dan Zhu Zhuyu di sofa berlengan yang empuk, sambil Zhu Yang – kepala keluarga besar yang penuh martabat – duduk di kursi utama dengan wajah yang penuh kehangatan dan senyum ramah.

Suasana menjadi semakin hangat ketika suara kecil namun jelas terdengar dari arah pintu, diikuti oleh langkah kaki kecil yang cepat mendekat.

“Kakak-kakak sudah datang ya!”

Sebuah sosok gadis kecil dengan rambut hitam seperti malam yang mengkilap berlari masuk ke ruangan dengan wajah ceria yang bersinar – butiran keringat halus menutupi dahinya yang lembab, namun tidak mengurangi keceriaannya sedikit pun.

Zhu Zhuqing berhenti tepat di tengah ruangan, napasnya masih sedikit terengah-engah karena berlari terlalu cepat. Matanya yang besar dan cerah langsung mencari sosok Dai Xuan dengan pandangan penuh harapan.

“Zhuqing, kamu berlari terlalu cepat – hati-hati jangan jatuh nanti ya,” ujar Dai Xuan dengan senyum hangat, tangannya secara naluriah meraih gelas teh hangat yang sudah disiapkan di mejanya. “Minum dulu air hangat, biar napasmu kembali tenang.”

Zhu Zhuqing mengambil gelas dengan hati-hati, menyeguknya perlahan sebelum menatap Dai Xuan dengan mata penuh rasa ingin tahu, “Kakak Ipar, besok kan ulang tahun aku – sudahkah kamu siap dengan hadiahnya?”

Tanyaannya keluar dengan nada penuh harapan, membuat Dai Xuan hanya bisa tersenyum lembut sebelum menjawab dengan lembut, “Tentu saja sudah siap jauh sebelum kamu bertanya, Zhuqing. Tapi bukankah tradisinya hadiah diberikan tepat pada hari ulang tahunnya saja?”

“Aku tidak sabar ingin tahu dong, Kakak Ipar!” jawab gadis kecil itu dengan nada penuh semangat, matanya tetap menatap dengan penuh harapan. “Kalau tidak bisa dapatnya hari ini, setidaknya aku ingin tahu apa bentuknya!”

Melihat ekspresi wajah gadis kecil itu yang penuh harapan, Dai Xuan hanya bisa mengangguk perlahan sebelum mengeluarkan tiga botol giok kecil dari dalam penyimpanan rohnya – setiap botol memiliki warna berbeda, dengan kilau yang memukau.

“Wah, ini apa ya Kakak Ipar?” tanya Zhu Zhuqing dengan mata penuh kagum, melihat tiga botol kecil yang mengkilap di tangan Dai Xuan.

“Ini adalah ramuan khusus yang dibuat dari bahan-bahan langka – bisa membantu memperkuat fondasi roh kamu nanti ketika sudah mulai membangkitkan kekuatanmu sendiri,” jelas Dai Xuan dengan lembut, menjelaskan setiap manfaat yang terkandung di dalamnya. “Setiap tiga bulan kamu bisa makan satu saja ya, jangan terlalu banyak sekaligus karena bisa membuat perutmu sakit.”

“Mengapa ya Kakak Ipar?” tanya Zhu Zhuqing dengan wajah penuh kebingungan.

“Karena ramuan ini sangat kuat – kalau kamu makan terlalu banyak sekaligus, tubuhmu yang masih muda belum bisa menyesuaikannya dengan baik,” jelas Dai Xuan dengan lembut sebelum meneruskan, “Nanti ketika kamu sudah mulai bisa mengendalikan kekuatanmu sendiri, efeknya akan semakin terasa jelas.”

Gadis kecil itu mengangguk dengan penuh pemahaman sebelum mengambil salah satu botol dengan hati-hati, menyimpannya dengan lembut di dalam tas kecil yang dibawanya.

Di taman belakang Istana yang luas dan indah, bunga-bunga berwarna-warni berkembang subur di antara rerumputan yang rapi. Udara segar dan harum dengan aroma bunga memenuhi setiap sudut taman yang indah itu.

Zhu Zhuyun keluar dari dalam rumah dengan sebuah kotak kecil berwarna perak yang cantik, di dalamnya terdapat sebuah kalung dengan liontin berbentuk bintang kecil yang mengkilap. “Ini adalah hadiah dari aku untukmu, Zhuqing,” ujarnya dengan senyum hangat sebelum memasangkan kalung itu dengan lembut di leher gadis kecil itu.

“Wah, cantik sekali!” teriak Zhu Zhuqing dengan wajah penuh kegembiraan, tangan kecilnya dengan hati-hati menyentuh liontin bintang yang terletak di dadanya. “Nama kalung ini apa ya Kakak Zhuyun?”

“Ini namanya ‘Bintang Mimpi’ – bisa membantu kamu lebih mudah berkonsentrasi ketika sedang berlatih nanti,” jelas Zhu Zhuyun dengan senyum bangga sebelum melanjutkan, “Selain itu, kalung ini juga bisa menyimpan beberapa barang kecil lho.”

“Benarkah? Ini sangat keren sekali!” teriak gadis kecil itu dengan wajah penuh kagum sebelum melihat ke arah Zhu Zhuyu yang sedang mendekat dengan sebuah kotak kecil berwarna putih susu.

“Ini dari aku untukmu, Zhuqing,” ujar Zhu Zhuyu dengan lembut sebelum membuka kotaknya – di dalamnya terdapat sepasang gelang dengan bentuk daun yang cantik. “Ini terbuat dari bahan khusus yang bisa membantu memperkuat fleksibilitasmu saat bergerak nanti.”

“Terima kasih banyak, Kakak Zhuyu!” teriak Zhu Zhuqing dengan penuh kegembiraan sebelum menerima gelang itu dengan hati-hati, memasangnya dengan cepat di kedua tangannya.

Setelah semua hadiah diberikan, gadis kecil itu berlari dengan cepat ke arah taman belakang yang lebih luas, mengajak kakak-kakaknya untuk bermain bersama. “Ayo kita main ke taman belakang dong, kakak-kakak!”

“Baiklah, tapi jangan berlari terlalu cepat ya,” panggil Zhu Zhuyun dengan penuh perhatian sebelum mengikuti langkahnya. Di tengah taman yang luas itu, mereka melihat sosok seorang wanita dengan pakaian putih yang anggun berdiri dengan tenang – Qin Yu dengan wajah penuh kehangatan melihat mereka bermain.

“Bu sudah datang juga ya?” ujar Zhu Zhuqing dengan penuh kegembiraan sebelum berlari mendekati wanita itu dengan cepat. Qin Yu hanya bisa tersenyum lembut sebelum mengangkat tangan untuk mengusap kepala gadis kecil itu dengan lembut.

Di sisi lain taman yang lebih jauh, Dai Xuan berdiri dengan tenang sambil merasakan setiap aliran energi spiritual di sekitarnya. Dia baru saja menyelesaikan proses penyesuaian kekuatan setelah kembali dari markas Klan Pemecah, dan kini sedang mencoba mengendalikan setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya.

“Kekuatan ini memang luar biasa – bahkan aku sendiri tidak menyangka bisa mendapatkan kemampuan seperti ini pada usia yang masih muda,” bisiknya dengan penuh kagum sebelum mulai berjalan menuju arah Istana untuk melaporkan perkembangan terbarunya.

Di istana yang megah itu, Dai Ren – Kaisar Kerajaan Bintang Luo – duduk di kursi utama dengan ekspresi penuh perhatian ketika melihat kedatangan anaknya yang tertua. “Bagaimana kabarmu, Xuan? Sudah selesai semua ya?”

“Iya, Bapak. Aku sudah berhasil menyelesaikan semua proses dan mendapatkan kemampuan baru yang luar biasa,” jelas Dai Xuan dengan penuh rasa hormat sebelum menjelaskan setiap detail yang terjadi selama prosesnya.

Kaisar hanya bisa mengangguk dengan penuh kagum sebelum menjawab, “Kamu memang selalu memberikan kejutan yang tidak terduga ya, Xuan. Dengan kemampuan seperti ini, masa depanmu akan semakin cerah.”

“Terima kasih atas pujiannya, Bapak. Nanti aku akan segera kembali ke akademi untuk melanjutkan pembinaan adikku dan teman-temanku,” jelas Dai Xuan sebelum berdiri dengan sikap hormat, siap untuk kembali ke Akademi Kerajaan Bintang Luo untuk melanjutkan tugasnya sebagai pembimbing.

1
anggita
👍☝., jos
khalik capricorn
heran krnya seprti copyan. peerbaiki dari bhaasa. jgn dicampur inggris dan indo.
ag noja
🤣 ceritanya kok gak nyabung saya jadi bingung 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!