NovelToon NovelToon
Seindah Cinta Bulan Dan Bintang

Seindah Cinta Bulan Dan Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Idola sekolah
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Apa jadinya jika dua orang sahabat memiliki perasaan yang sama, tapi sama-sama memilih untuk memendam perasaan itu daripada harus mengorbankan persahabatan mereka? Itulah yang saat ini dirasakan oleh dua orang sahabat, Bulan dan Bintang.

Bulan, sahabat sejak kecil seorang Bintang, menyukai pemuda itu sejak lama tapi perasaan itu tak pernah terungkap. Sementara Bintang, baru menyadari perasaannya terhadap gadis cantik itu setelah dirinya mengalami kecelakaan.

Keduanya terjebak dalam perasaan yang tak terungkap. Mereka tidak tahu harus melakukan apa. Keduanya hanya tahu bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain. Tapi, akankah persahabatan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih?

---------------------------------------------------------------------------

"Lo keras kepala banget! Lo gak tau apa gue khawatir, gue sayang sama lo." gumam gadis itu lirih, bahkan hampir tak terdengar.

"Lo ngomong apa tadi?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Di antara kebenaran dan ketidakpercayaan

Pelajaran selanjutnya berlangsung dengan baik, semuanya berjalan seperti biasanya. Semua orang di dalam kelas itu memfokuskan diri pada buku pelajaran masing-masing.

Tapi itu tidak berlaku bagi Zai, teman Bintang itu justru terlihat santai sembari memainkan pulpennya. Bintang yang duduk di belakangnya pun tidak menghiraukannya. Ia masih sangat tidak percaya bahwa Zai juga tega mengkhianatinya.

Bintang sangat tahu persis tentang sikap Zai, dan ia yakin ada sesuatu yang terjadi dengan temannya itu. Rasa kecewanya dengan Zai masih ada, tapi Bintang yakin bahwa Zai masih memiliki hati yang baik.

Entah apa sebabnya, tapi hati Bintang bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Hanya Zai teman yang tahu sisi lainnya, bahkan keluh kesahnya. Wajar saja jika Bintang merasa kecewa, terlebih Zai merupakan teman dekatnya setelah Bulan.

Bintang memilih untuk memfokuskan diri pada pelajaran yang berlangsung, berusaha untuk menebus kesalahannya yang suka membolos tempo hari.

Sementara Bulan, gadis cantik itu terlihat sangat fokus pada buku catatan di hadapannya. Tangannya yang lincah, menari-nari di atas kertas dan menggoreskan tulisan yang rapi.

Detik yang berubah menjadi menit, kini sudah berubah menjadi jam. Jam pelajaran itu pun akhirnya berakhir, diiringi dengan bel berbunyi menandakan bahwa jam istirahat kedua akan segera berlangsung.

"Baik anak-anak, materi hari ini sudah berakhir. Tolong jangan lupa untuk mengerjakan tugasnya di rumah," ujar seorang guru yang mengajar di kelas itu sebelum akhirnya berlalu pergi meninggalkan ruang kelas.

Beberapa murid langsung berjalan keluar meninggalkan ruang kelas, menuju tempat tujuannya masing-masing. Bulan dan Bintang, serta beberapa teman yang lain masih terdiam di kelas, seakan berat untuk melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.

Tak terkecuali Zai, pemuda itu juga masih terdiam di tempatnya. Ia terlihat menunduk, seakan sedang memikirkan sesuatu. Setelahnya ia menoleh sekilas ke arah Bintang, seakan ingin mengatakan sesuatu yang sulit untuk ia utarakan. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena setelahnya Zai langsung berbalik pergi meninggalkan mereka.

Bulan dan Bintang yang melihat itu langsung mengernyitkan dahinya, merasa aneh dengan sikap Zai yang tidak seperti biasanya.

"Tuh temen lo kenapa?" Tanya Bulan setelah Zai menghilang dari pandangan.

"Entahlah, mana gue tau." Ujar Bintang sambil mengangkat bahunya.

Bintang sebenarnya ingin mengatakan kepada Bulan tentang firasatnya, tapi sepertinya sekarang bukanlah waktu yang tepat. Terlebih ia pun tahu bahwa sahabatnya itu sangat tidak menyukai Zai karena pengaruhnya untuk Bintang.

Bulan pun tidak mengatakan apa-apa lagi, ia hanya mengangguk singkat memahami arah pembicaraan Bintang. Bulan memperhatikan seisi kelas yang masih terlihat beberapa teman sekelasnya di sana. Ia juga merasa haus, terlebih siang itu cahaya matahari sangatlah terik.

"Bintang, keluar yuk. Gue juga pengen beli minum," ujar Bulan di sela-sela keheningan.

"Iyaudah, ayo." Ujar Bintang singkat.

Keduanya pun keluar dari dalam kelas, menyusuri koridor menuju kantin. Saat melewati ruang kelas 10, Bulan dan Bintang disapa ramah dengan beberapa siswa-siswi dari kelas itu.

Meskipun mereka tidak disukai oleh beberapa orang, terutama teman seusianya dan juga kakak kelasnya, setidaknya masih ada beberapa adik kelas yang tersenyum pada mereka.

Mungkin bagi Bulan hal seperti itu sudah sangat terbiasa baginya, karena memang banyak yang tidak menyukai dirinya. Tapi bagi Bintang, mungkin itu sesuatu yang baru. Ia merasa bahwa orang-orang kini menjauhinya karena keadaannya sekarang. Tapi, bagaimanapun cepat atau lambat, Bintang harus terbiasa dengan situasi seperti ini.

Bulan dan Bintang pun akhirnya membalas senyuman mereka, sebelum akhirnya mereka berlalu pergi ke arah kantin.

Setibanya di kantin, Bulan langsung menuju ke arah rak pendingin untuk mencari minuman dingin. Sementara Bintang, ia melajukan kursi rodanya ke arah rak camilan dan mengambil sebuah keripik kentang di sana.

Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan dan membayarnya, mereka pun memutuskan untuk duduk di taman belakang sekolah. Taman itu menjadi tempat favorit bagi murid-murid ketika jam istirahat kedua, karena tempatnya yang teduh dan nyaman cukup untuk menghilangkan rasa panas karena teriknya matahari.

"Panas banget ya hari ini, gerah." Ujar Bulan sembari mengipas tubuhnya dengan tangan, setelah ia duduk di salah satu bangku taman.

"Iya sama," ujar Bintang singkat yang merasakan panas juga.

Bulan dan Bintang menikmati makanan dan minuman mereka diiringi dengan perbincangan ringan. Saat itu, tiba-tiba saja mata Bulan menangkap Bryan yang sedang berjalan sendirian di kejauhan. Bulan menyipitkan matanya mengikuti arah pemuda itu, ia merasa penasaran apakah cokelat yang ia dapatkan tempo hari merupakan pemberian dari Bryan.

Bulan hanya ingin menemukan kebenaran tentang cokelat itu agar tidak salah menyangka juga. Jika benar itu dari Bryan, maka Bulan benar-benar harus mengingatkannya agar Bryan berhenti, karena bagaimanapun Bulan sangat tidak menyukai pemuda itu.

"Gitulah kira-kira. Gue mau rajin belajar sekarang, ya hitung-hitung sebagai ganti gue bolos waktu itu lah." Ujar Bintang yang masih melanjutkan perbincangannya.

"Ya, bagusnya gitu. Hmm, gue ke toilet bentar ya Bintang?" Ujar Bulan yang langsung berdiri.

"Oke, jangan lama!" Ujar Bintang sambil menikmati kembali camilannya.

Bulan mengangguk perlahan, ia pun berjalan meninggalkan Bintang di belakang. Untung saja Bintang tidak menyadari bahwa Bulan ingin mengikuti Bryan. Bahkan, Bintang sepertinya tidak menyadari bahwa Bulan sedari tadi memperhatikan teman Bintang itu.

Bulan pun mempercepat langkahnya bahkan berlari kecil menghampiri Bryan. Ia ingin berbicara dengan Bryan, bukan karena suka melainkan ingin memberi peringatan bahwa Bulan tidak suka diberi hadiah seperti itu. Ia hanya ingin memastikan bahwa dugaannya tidaklah salah.

"Bryan! Tunggu!" Ujar Bulan tepat di belakang Bryan, membuat pemuda itu langsung berhenti.

"Tumben lo ngejar gue, kenapa sayang?" Ujar Bryan dengan nada menggoda sambil menaikkan sebelah alisnya.

Mendengar perkataan Bryan, Bulan langsung memutarkan bola matanya. Ia merasa jijik dengan perkataan Bryan. Untung saja di koridor itu sangatlah sepi, bahkan tak ada seorangpun yang berlalu lalang di sana.

"Gue cuma mau mastiin, apa bener lo yang taruh cokelat di meja gue?" Ujar Bulan langsung pada intinya dengan nada yang tidak suka.

"Kalo iya emang kenapa? Cokelat yang manis harusnya untuk cewek manis juga." Ujar Bryan dengan senyum tampannya.

Bulan semakin bergidik ngeri ketika mendengar perkataan Bryan. Bulu kuduknya kini berdiri, dan Bulan juga merasa malas untuk berlama-lama di sana.

"Gue ingetin ya sama lo! Gue gak suka apapun pemberian dari lo! Lo gak nyadar apa?! Lo udah bawa pengaruh buruk buat sahabat gue! Dan sekarang, lo dan teman-teman lo justru manfaatin Bintang!! Teman macam apa kalian?!" Ujar Bulan meninggi.

"Ssssttt," ujar Bryan sembari meletakkan jari telunjuknya ke arah bibirnya, membuat isyarat untuk diam. "Gak usah bawa-bawa Bintang, cantik. Dia itu mah cuma seorang yang memang harus dimanfaatin aja. Lagian dia yang mau kok, dia yang pilih jalan ini." Lanjut Bryan yang berterus terang.

Plaakk!!

Mendengar perkataan Bryan, Bulan pun langsung merasa panas. Ia pun melayangkan tangannya ke arah pipi Bryan, membuat pemuda itu langsung menoleh mengikuti tamparan yang ia dapatkan dari tangan gadis cantik itu. Bryan langsung menyentuh wajahnya yang terasa panas dengan sebelah tangan. Tapi ia justru tersenyum miring setelah mendapatkan sebuah tamparan dari Bulan.

Bulan menatap tajam ke arah Bryan, ia merasa tidak suka dan marah dengan perkataan Bryan. Baginya Bintang bukan hanya sekedar sahabat untuknya, tapi sebagai seseorang yang sudah mengisi hatinya sejak lama.

"Lo bisa gak jangan ngomong gitu! Emang gak punya hati lo!" Ujar Bulan yang langsung berbalik pergi.

Tapi Bryan langsung mencekal pergelangan tangan Bulan, membuat langkah Bulan kembali terhenti. Bryan bukannya marah karena tindakan Bulan tadi, tapi ia justru tersenyum sinis seakan ia bisa melunakkan hati Bulan suatu hari nanti.

"Gak usah pegang-pegang!" Cetus Bulan sembari menarik tangannya dari cengkeraman tangan Bryan.

Bryan pun langsung melepaskan tangan Bulan, dan membiarkan gadis itu berlalu dari hadapannya. Bulan pun langsung beranjak pergi, ia tidak ingin berbicara dengan Bryan terlalu lama.

"Gue akan bikin lo suka sama gue, Bulan." Ujar Bryan lirih sambil memandangi Bulan yang sudah menjauh. Cukup lama ia memandangi Bulan, akhirnya ia pun membalikkan badan dan berlalu pergi dari sana.

Sementara itu di taman sekolah, di waktu yang bersamaan, Bintang yang duduk sendirian tiba-tiba saja dihampiri oleh Reva. Bintang yang terkejut langsung menatapnya dengan tatapan tajam.

"Mau apa lo kesini." Tanya Bintang dingin.

Reva yang muncul entah dari mana itu, menatap Bintang dengan tatapan yang sulit diartikan. Terlebih Reva yang menghampirinya sendirian, jelas saja membuat Bintang merasa curiga.

"Aku cuma mau kamu dengerin penjelasan aku, Bintang." Ujar Reva yang langsung pada intinya.

"Buat apa? Semuanya udah jelas kok, cukup tau aja," ujar Bintang yang merasa malas menanggapi gadis di hadapannya itu.

"Aku mau minta maaf Bintang." Ujar Reva terdengar lembut, tapi Bintang justru merasa risih menanggapinya. Bintang pun merasa bahwa permintaan maaf Reva itu pasti ada maunya saja.

"Gak ada maaf buat cewek kayak lo! Intinya gue cukup tau aja, oh ternyata gini sifat asli lo. Lo sama Farhan cocok kok, sama-sama pengkhianat!" Ujar Bintang meluapkan rasa kecewanya.

"Tapi kita belum putus, Bintang. Dan aku gak mau itu terjadi, aku masih butuh kamu. Kamu masih ada rasa kan sama aku?" Ujar Reva mencoba untuk merayu Bintang.

Bintang mendengus kesal, ia menatap Reva dengan tatapan tajam. Bagaimana bisa Reva bisa mengatakan hal demikian, padahal sangat jelas bahwa Reva hanya memanfaatkan Bintang dan mengkhianatinya dengan teman Bintang sendiri.

"Ya, sayangnya perasaan itu udah gak ada lagi buat lo." Ujar Bintang dengan nada dinginnya. "Dan lo bilang kita belum putus? Oke, kalo gitu sekarang gue bilang sama lo. Lo, jangan ganggu gue lagi mulai detik ini, karena kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi."

Mendengar perkataan Bintang, Reva merasa sakit hati, bahkan ia menggenggam erat tangannya. Ia menatap Bintang dengan tatapan kesal. Reva pun menghela nafas panjang, sebelum akhirnya ia berlalu pergi meninggalkan Bintang sendirian.

Bintang langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia menarik nafas panjang, mencoba untuk menenangkan diri. Ia sendiri tidak mengerti mengapa Reva bisa mengatakan hal demikian.

Permintaan maaf dari Reva itu untuk apa, Bintang pun tidak tahu. Yang jelas, ia tidak ingin menjalani hubungan apapun dengan gadis itu lagi. Bintang merasa kehilangan kepercayaan kepada gadis yang pernah disukainya dulu. Dan Bintang tidak ingin dimanfaatkan untuk yang kedua kalinya.

"Doorr!"

Saat itu, tiba-tiba saja suara Bulan mengagetkan dirinya dari arah belakang, jelas saja membuat Bintang terkejut. Bintang langsung menoleh ke arah sahabatnya itu, dan mendapati Bulan yang tertawa di belakangnya.

"Ngagetin aja lo!" Ujar Bintang kesal.

"Haha! Lagian lo sih, kenapa ngelamun?" Tanya Bulan yang kini kembali duduk di bangku taman itu.

"Siapa juga yang melamun." Ujar Bintang sambil menaikkan sebelah alisnya, mencoba untuk berkilah.

"Iya deh iya," ujar Bulan dengan nada seperti biasanya, tidak membawa rasa kesalnya terhadap Bryan tadi.

Mereka pun kembali berbincang-bincang santai dan membahas tentang hari ini. Keduanya seakan sama-sama merahasiakan kejadian yang baru saja terjadi. Bukan tidak ingin bertukar cerita dan pikiran, tapi bagi mereka saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menceritakannya.

^^^Bersambung...^^^

1
ndah_rmdhani0510
Ayo jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like komen dan dukungannya dibutuhin banget biar semangat juga aku buat up-nya😊
JJ Official
PENDAPAT :
Hai bang/kak, aku lumayan suka sama Cerita Abang/kakak, karena penggunakan Kalimat Deskriptif yang baik serta Rasa Cinta yang Mulai Tumbuh Antara Bulan Dan Bintang

SARAN/PERBAIKAN:
novelnya Lumayan Bagus, Saya Suka, Tapi Alangkah Baiknya kakak/Abang tambahkan konflik eksternal pada karakter Bulan/bentang

REKOMENDASI :
Aku Punya Rekomendasi buat Kakak/Abang buat ngembangin Cerita ini, mungkin Kamu bisa bikin Konflik eksternal yang dihadapi Bulan/bintang, kayak misal-kan ada orang yg suka sama bulan/bintang dan dia gak suka kalau mereka berdua-duaan dan membuat Rencana untuk melakukan tindakan eksterem terhadap bulan/bintang atau mungkin orang itu terus bikin rencana supaya Bulan Dan Bintang Saling Benci untuk Eps selanjutnya...

PESAN :
Ingat ya! Jangan pernah menyerah Dalam Berkarya! aku tau karya ada yang rame dan ada yang tidak, tapi tetap pertahankan karyamu! jangan karena Ceritanya tidak populer, kamu berpikir bahwa kamu harus menyerah! TETAP SEMANGAT, DAN JANGAN MENYERAH, WALAU BADAI MENYERANG!
ndah_rmdhani0510: Terima kasih buat saran dan dukungannya, dan memang konflik seperti itu memang sudah direncanakan, tinggal tunggu bab nya saja. Nanti di bab bab selanjutnya konfliknya bakal ke arah seperti yang anda katakan. Mohon bersabar untuk menunggu bab-bab itu ya🙏😊
total 1 replies
yuningsih titin
sabar bulan, kalo jodoh ngga kemana
yuningsih titin
wah bulan cemburu ya
yuningsih titin
wah bulan diam diam suka ama bintang ya
yuningsih titin
bintang kamu bandel banget ya, bulan sabar ya
yuningsih titin
bagus ceritanya... bintang kamu yang nurut kalo dinasehati tuh
JJ Official
Kapan Up kak?
kalea rizuky
lanjut donk
kalea rizuky
kapok di ingetin yg bner ma bulan ngeyel mereka. temen toxic
kalea rizuky
aneh ngeluh doank bisanya lu aja naik. motor kayak punya nyawa dobel. giliran lumpuh sok nyalahin Tuhan dih laki kok. GOblok amat
kalea rizuky
buat bulan tegas thor dia kn suka taekwondo biasanya cwek yg suka. olahraga g menye menye cengeng.. ini bulan malah cengeng
ndah_rmdhani0510: Oh iya... Makasih ya kak buat sarannya
total 1 replies
kalea rizuky
g salah rev. klo. g di bles ya mundur alon alon
kalea rizuky
g tau diri emank si bintang uda biarin aja bulan dia mau di siksa ortunya mau balapan cuekin aja
JJ Official
Hai Kak, Saya Sudah membaca Novel Kaka dari Bab 1 - 7 dan saat saya baca novel Kaka, Saya sedikit Kebingungan, sebenarnya Konflik Apa yang sebenarnya Dihadapi Oleh bintang sehingga dia menjadi anak yang nakal dan acuh tak acuh? dan apa pekerjaan Orang Tua Bulan sehingga dia bisa tinggal di keluarga yang Tidak Terlalu Kaya dan tidak terlalu Miskin? dari Bab 1 Bintang dan Bulan Tampaknya sudah Kenal, tidak dijelaskan bahwa mereka ketemu dimana? kenalan dimana? dan suka ngobrolin apa? begitu ya kak. itu saja kritik dari saya semoga Kaka bisa Up Episode 8 Dengan Alur yang Lurus ya kak 😊
ndah_rmdhani0510: Sudah di revisi, semoga suka ya sama ceritanya... Happy reading 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!