Eve San wanita yang berusia 24 tahun berparas cantik namun tidak suka memoles wajahnya dengan makeup sehingga banyak orang yang menyatakan dirinya cupu ditambah lagi dengan kebiasaannya yang suka membaca buku. dan tidak suka bergaul.
Eve di jodohkan dengan Michael, anak dari sahabat orangtuanya. Sejak kecil Eve dan juga Michael tidak pernah cocok dan saling membenci.
Tapi mereka tidak punya pilihan lain selain menikah.
Bagaimana kelanjutan kisahnya! Kehidupan yang penuh lika-liku akan mereka jalani.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba Melarikan Diri.
Siall aku mau menarik tanganku darinya tapi tidak bisa sebab dia memeganginya dengan begitu erat. Baru kali
ini aku berbohong tapi kenapa aku sudah bernasib malang seperti ini bahkan harus
kehilangan ciuman pertamaku. Umpat Eve dengan terus menaiki anak tangga itu
menuju kamarnya.
Sebelum Michael datang, lantai atas merupakan tempat istirahat faforit ya, tapi setelah pria itu datang menaiki lantai atas seakan sangat malas dia lakukan. Ruangan kamar yang selalu dia sukai itu kini menjadi tempat yang paling horor menurutnya semenjak pria yang masih mengandeng tangannya ini pernah masuk ke dalam sana.
Sedangkan di lantai bawah semua
orang sedang berdecak kagum saat melihat betapa romantisnya Michael dan juga
majikan mereka sampai membuat semua wanita yang berada di lantai bawah itu
tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Eve san yang saat ini menatap kearah
mereka dengan senyum mengembang di bibirnya yang kelihatan begitu tertekan
namun semua pegawainya dengan begitu bodoh malah melambaikan tangan padanya
seolah dari lambaian tersebut mengisyaratkan agar Eve bersenang-senang di lantai atas.
Suatu pemikiran yang sangat konyol menurut Eve San, dia sangat ingin berteriak minta tolong namun lagi-lagi dia tak bisa melakukannya siapa juga yang berani mencari masalah dengan keluarga Kwang. Begitulah pikir Eve hingga membuatnya pasrah terus menaiki anak tangga menuju ke dalam lubang penderita yang di sebut dengan kamar.
“Kak, aku mau ke kamar mandi dulu
lepaskan tanganku,” ucap Eve setelah melihat Michael hendak membuka pintu ruangan tersebut.
“Kalau berbohong yang pintar
sedikit! Kau kira aku bodoh, tidak mengerti jika kau mau menghindari ku saja,”
gerutu Michael dengan menarik paksa Eve masuk ke dalam ruangan itu.
Kenapa aku bisa lupa, jika pria ini sangat pintar dan juga sulit untuk di bohongi. Tapi lihat saja nantik aku akan mengadukan mu pada Papa Martin dan juga Mama Keyla, jika semenjak kau masuk ke dalam hidupku kau sudah mulai menganggu ketenangan ku. Gerutu Eve dalam hati sembari menarik seringai licik dari salah satu senyumannya.
Brakk!
Pintu ruangan tersebut di tutup
kasar oleh Michael sampai membuat Eve tersentak kaget dan membuat matanya
terbuka lebar. Eve bahkan mulai merasakan kesulitan bernafas di dalam satu ruangan yang sama dengan Suaminya ini.
Selama ini aku selalu merasa
nyaman jika sedang berada di dalam kamarku, tapi baru kali ini aku merasa
sedang masuk ke dalam lubang penderitaan yang sangat dasar dan membuatku
kesulitan bernafas di dalam ruangan yang sama dengan pria ini. Umpat Eve dalam
hati dengan mulai melangkah kabur dan masuk ke dalam kamar mandi.
Ketika Eve hendak menutup pintu
kamar mandi namun tangan Michael segera menghentikannya. Dan membuat Eve
menelan saliva ya yang terasa getir saat melihat sorot mata pria itu. “Ada apa
Kak Michael?” tanya Eve dengan seulas senyuman garing tersungging dari bibirnya.
“Jika kau berani berada dI dalam
kamar mandi lebih dari 10 menit. Maka aku akan mengunci mu dari luar biar kau
mati kehabisan nafas.” Ancaman pria itu mampu membuat Eve bergidik ngeri dan
mulai menelan saliva nya beberapa kali.
Bagaimana mungkin dia bisa tau
jika kau mau menghindar darinya dengan bersembunyi di dalam kamar mandi, dia
begitu menjengkelkan sekali aku bahkan tidak bisa sedikitpun membohonginya. Gerutu
Eve dalam hati dengan tersenyum lagi.
“Aku hitung mulai sekarang.”
Setelah bicara pria itu mulai menutup pintu kamar mandi dengan seulas seringai
licik tersungging dari bibirnya.
Kelihatan sekali jika dia sedang memikirkan hal mesum seperti ini, membuatku jengkel saja. Gerutu Eve lagi dengan menendang Pelang pintu kamar mandi itu.
Michael yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi tersebut kecil setelah mendengar suara yang berasal dari dalam sana.
Setelah pintu mulai tertutup, Eve
mulai mendekati jendela kecil yang berada di dalam kamar mandi itu, dia membuka
lebar jendela itu dengan mencoba mengeluarkan kepalanya dari dalam kamar mandi, ternyata tidak terlalu tinggi jadi Eve masih bisa kabur dari sana dan menuju
rumah kediaman Kwang untuk menyelamatkan diri dari amukan sang raja hutan yang sudah siap menunggu di balik pintu kamar mandi untuk menerkamnya.
Hahaha! Lihatlah aku akan sangat
mudah melarikan diri dari sini, untung saja aku membuat jendela di dalam kamar
mandi ini begitu lebar sampai aku bisa keluar dari dalam ruangan Ini dengan begitu
muda. Aku akan mengadukan semua kelakuanmu ini pada kedua orangtua mu.” Ancam Eve dengan mulai mengeluarkan satu kakinya dari dalam kamar mandi.
Dan sekarang satu kaki jenjangnya itu sudah mendarat dengan sempurna di luar kamar mandi. Eve mulai mengambil nafas panjang saat dia melihat ke bawah. Ya wanita Alrescha dengan ketinggian.
Eve lanjut dengan satu kakinya yang masih berada di dalam kamar mandi, dengan susah payah memerangi ketakutannya akan ketinggian. Tubuhnya sudah berada di luar kamar mandi dan dia turun perlahan memijakkan kakinya ke apa saja yang bisa dia buat pijakan untuk turun ke bawah.
Eve tidak berani menatap ke bawah
karena wanita itu semakin pobia dengan ketinggian, lihat itu bahkan keringat dingin mulai menyelimuti seluruh tubuhnya bahkan detak jantungnya semakin berdetak kencang seakan mau loncat dari tempatnya saat ini. Dengan nafas yang tersengal-sengal karena menahan rasa takut akhirnya Eve sampai juga
di bawah dan dia langsung tersenyum bahagia setelah menyadari jika dirinya saat
ini sudah lolos dari bahaya.
Entah bagaimana dengan nasib singa lapar yang masih menunggunya di dalam sana, Eve tidak melihat waktu karena ponsel dan juga tasnya tertinggi di dalam sana. Tapi yang hanya dia tau, bahwa dia sudah bisa menghela nafas lega karena bisa lolos dari suaminya.
“Kau bilang aku bodoh Kak Michael, sekarang lihat siapa yang bodoh! Kau bisa menungguku sampai besok di kamar yang sekarang mulai berubah menjadi sebuah kutukan besar itu bagiku. Hahaha,” wanita merutuki suaminya sembari melihat ke jendela yang berada di lantai atas. "kau bisa tunggu aku sesukamu sampai kau puas bermain di dalam sana aku juga sangat membencimu karena telah menjadikan aku pelayan di dalam toko milikku sendiri aku juga sangat heran bagaimana mungkin orang baik seperti Om Martin bisa memiliki anak yang sikapnya begitu mengerikan seperti dirimu! Aku juga mulai tidak yakin jika kau itu masih memiliki hasrat pada seorang wanita sebab kau tidak pernah berkencan dengan siapapun."
Eve terus berbicara dengan masih menatap ke jendela yang ada di lantai atas.
“Bodoh!” teriak seorang pria dari
belakangnya dengan nada suara terdengar pelan namun penuh dengan penekanan.
Menelan salivah nya, tengkuk wanita itu mulai merinding lagi bahkan keningnya mulai mengeluarkan keringat dingin setelah Indra pendengarannya menangkap sosok suara yang sangat dia takuti sejak kecil.
SETELAH BACA JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL "SANG PENAKLUK 2."
DAN NOVEL YANG BERJUDUL, "CINTA KEDUA," INI ADALAH NOVEL DARI SEASON DUA DARI "PERNIKAHAN KONTRAK AILIN."
yg sabar yaa eve jgn sampai darah tinggi. ...
😂😂😂😂
michael posesif itu demi kebaikan kamu juga eve, ,, dan artinya michael benar2 mencintaimu. ..🥰🥰🥰🥰
yg ada kamu di bawa ke kantor biar nemenin michael kerja. ..
🤭🤣🤣🤣🤣🤣
😂😂😂😂😂😂😂😂
jgn kasar2 dong Michael kasian kan Eve san... ya ampun Michael jd gagal fokus sampai lupa kalau hari libur...🤭🤭🤭😂😂😂😂😂😂