"Killa, Astaghfirullahalazim. Kenapa rambut Lo jadi bondol gitu?" Pekik seorang wanita paruh baya berdaster lengkap dengan hijab instan yang menutupi rambut dua warna yang termakan usia, kala melihat cucu nya merubah drastis penampilan nya setelah di khianati kekasih nya yang terkenal alim di lingkungan rumah mereka, namun bisa menghamili sahabat nya sendiri dengan dalil khilaf.
Gadis cantik berambut pixy cut dengan warna merah maroon itu hanya menampilkan cengiran yang lagi-lagi membuat wanita membuat wanita paruh baya itu beristighfar bahkan nyaris pingsan, mana kala melihat sikap gadis bernama Syakilla Humairah yang terkenal santun dan lemah lembut itu berubah 360° menjadi tomboy dan bar bar, ketika dengan santai nya gadis berusia dua puluh tahun itu berucap "Emang Killa pengen kaya gini dari dulu, Mak!"
Apakah Syakilla sengaja merubah penampilan nya karena sakit hati, atau memang sejak dulu Syakilla memang ingin kembali menjadi diri nya sendiri?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choco 33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Lalat Ber rok
"Jelasin!" Ketiga sahabat satu toko Syakilla itu kini sudah duduk manis sambil bersedekap di hadapan syakilla sepulang mereka bekerja.
Bukan sebuah restoran mewah ataupun cafe ternama yang menjadi tempat berkumpul favorit bagi para admin di grup gonjang ganjing pimpinan Lala itu yang menjadi pilihan mereka ketika akan menginterogasi Syakilla perihal perubahan status dadakan hubungan Syakilla dan Arsenio yang bukan hanya menggemparkan namun juga pasti akan menggamparkan secara tidak langsung wajah para mantan gamon mereka yaitu Faisal dan Aaliyah yang masih setia mengharapkan mereka itu.
Sebuah kedai mie ayam bakso lah yang menjadi tempat biasa mereka nongkrong lah yang menjadi ruang sidang dadakan bagi mereka berempat yang sayang nya masih saja di ikuti Arsenio yang kini sedang duduk cakep di tempat yang berada tidak jauh dari mereka berempat duduk.
"Awal nya cuma bikin pesanan buat Bunda Ida aja, Mbak" Cicit Syakilla sambil mengaduk aduk gelas berisikan es teh manis pesanan nya.
Berhubung mie ayam bakso mereka sedang on proses pembuatan, maka ke tiga penuntut klarifikasi Syakilla itu pun memilih bertanya terlebih dahulu kepada Syakilla, karena kalau sudah datang mie ayam dan pasukan nya itu otomatis acara menginterogasi Syakilla bisa dipastikan gagal total, karena mereka akan lebih memilih menikmati mie ayam dan pasukan nya itu dibandingkan menginterogasi Syakilla.
"Lalu Mas Nio, tiba-tiba aja ngelamar Gue, Mbak!"
"What?" Ketiga anggota trio gonjang ganjing itu pun berteriak bersamaan.
Untung kedai saat itu masih sepi tidak terlalu banyak pengunjung hanya ada Arsenio yang masih duduk manis di depan laptop plus earbuds di telinga nya dengan di temani secangkir kopi yang entah dimana di dapatkan pemilik kedai yang biasa nya tak menyediakan kopi seduh seperti yang kini sedang menemani Arsenio bekerja sambil menunggu Syakilla yang saat ini menjadi tersangka bagi Ketiga sahabat dalam tempat nya bekerja itu.
Beberapa pengunjung kedai yang sedang menikmati mie ayam dan pasukan nya itu juga tidak terlalu memperhatikan keempat sekawan anggota grup gonjag ganjing itu, karena beberapa pengunjung yang mayoritas wanita itu kini tengah asyik menikmati mie ayam dan pasukan nya itu sambil sesekali melirik dan tertawa kecil bersama teman makan mereka saat melihat kearah Arsenio yang tidak memperdulikan mereka karena fokus pada layar laptop nya.
Namun begitu sesekali Arsenio melayangkan tatapan kepada Syakilla yang jika mereka bertemu pandang maka kedua nya saling melemparkan senyuman hangat mereka satu sama lain, dan hal itu tentu saja tertangkap oleh pandangan para wanita yang sedang menikmati mie ayam juga sesekali melihat Arsenio dengan tatapan memuja.
"Ish. Udah ya klarifikasi nya!" Ujar Syakilla yang mulai melihat banyak lalat ber rok dan berwajah dempulan mulai terlihat ingin terbang manja kepada sosok yang kembali anteng di depan layar laptop namun yang tidak menyadari kalau kumpulan lalat ber rok mulai mengincar nya.
"Laki Gue nggak aman. Banyak laler pake rok di mari!" Syakilla pun bergegas bangkit dari bangku nya.
"Eeh_" Protesan ketiga anggota grup gonjang ganjing itu diabaikan Syakilla,
"Gue yang traktir!" dan hanya dengan beberapa kata keramat dari Syakilla yang membuat dompet mereka utuh, mereka pun akhir nya mengizinkan Syakilla untuk duduk disamping hidangan yang mulai di incar pasukan lalat ber rok dan berdempul itu.
"Etdah pesona Pak Nio bener-bener bikin laler pake rok pada ngiler yak!" Cicit Lala yang mulai melihat salah satu wanita yang duduk di salah satu meja depan Arsenio itu mulai melancarkan aksi nya mencoba menarik perhatian Arsenio dengan berpura-pura ketumpahan air minum nya, padahal Arsenio sendiri tidak menyadari nya karena perhatian nya kini hanya tertuju kepada Syakilla yang berjalan mendekati nya.
Kedua teman makan nya pun hanya bisa mengangguki kepala nya setuju atas ucapan Lala,
"Pesona Mas Refal Hady emang beda ya" Cicit Nina yang diangguki kedua teman nya.
"dari raut muka penuh misteri nya, entah mengapa ada titipan muka nya Om Nicholas Saputra di sono" Ucapan Vina kali ini di acungi masing-masing dua ibu jari tangan teman makan gratisan hasil dari traktiran Syakilla itu.
"Aish. Beruntung banget Syakilla, ngelepeh teri dapet salmon" Cicitan Lala membuat kedua teman makan nya itu menatap tak percaya wanita yang terkadang ocehan nya itu lebih absurd dibanding mereka, Syakilla juga Nadilla.
"Mas"
Dengan berpura-pura manja demi mengusir lalat ber rok yang mulai ingin hinggap di Arsenio, Syakilla pun rela berubah cosplay menjadi gadis manis nan manja dengan tanpa sungkan langsung duduk disamping Arsenio lengkap dengan merebahkan kepala nya di bahu kiri Arsenio sambil melingkarkan lengan kanan nya di pinggang Arsenio.
Arsenio yang sedang fokus dengan layar laptop karena sedang membahas pekerjaan dengan Fathir dan Nadilla melalui zoom meeting itu pun sempat terkejut atas kelakuan manja Syakilla yang tiba-tiba itu.
Walaupun begitu, Arsenio dengan sigap langsung membalas Syakilla dengan merapatkan tubuh nya memeluk pinggang Syakilla dan tanpa sungkan memberikan kec**an kecil di kening sang istri yang berhasil membuat ketiga sahabat kerja Syakilla itu berteriak heboh.
"Kampruy, emang beda ya kalau pasangan pengenten baru!" Teriak Lala yang berhasil mengundang perhatian para lalat ber rok dan berdempul itu untuk mengalihkan pandangan mereka dari Arsenio dan Syakilla kearah Lala dan kedua teman Syakilla lain nya itu.
"Laler ber rok pada minggir lah, lawan nya tuh Ukhti Dan item, yang kalau nafas aja bisa bikin lawan kocar kacir!" Seloroh Nina yang diangguki Lala juga Vina, sementara Syakilla kini tengah memberikan tatapan tajam kepada para lalat ber rok yang kembali mengalihkan pandangan mereka kearah nya dan Arsenio yang kembali menatap layar laptop namun jemari kiri nya kini tengah sibuk mengusapi lembut buku jari kanan Syakilla yang berada dalam gengaman nya.
"Ikut zoom meeting dulu ya sama pasangan kepo" Bisik Arsenio yang memberikan earbud bagian kanan nya dan memakaikan nya kepada Syakilla, dan barulah Arsenio menyadari keramaian yang di ciptakan oleh ketiga karyawan tidak langsung nya itu, karena sejak tadi pria itu sibuk dengan zoom meeting bersama pasangan kepo.
"Ramai ya, Yang" Cicit Arsenio sambil melirik kearah sekitar nya namun tetap acuh dengan pasukan lalat ber rok yang masih menatap nya penuh puja itu.
"Rame laler pake rok yang sibuk nyari tempat buat hinggap!" Ucap Syakilla yang membiarkan Arsenio merapikan hijab nya karena tadi sempat berantakan saat Arsenio memasangkan earbud nya kepada Syakilla.
Arsenio menggelengkan kepala nya karena ucapan Syakilla, dan seperti nya pria itu baru sadar kalau ucapan sarkas istri nya itu tertuju kepada beberapa wanita yang duduk tidak jauh dari meja tempat nya duduk sejak tadi.
"Lengah dikit langsung nemplok tuh laler pake rok" Gerutuan Syakilla membuat Arsenio gemas lalu mencubit pelan ujung hidung Syakilla.
"Laler pake rok nya nggak bakal bisa nemplok, kan tadi pagi habis shubuh udah di kasih sarang jadi udah di vaksin anti laler ber rok, Syayang" Bisik Arsenio yang langsung membuat wajah Syakilla merona dan Arsenio tersenyum kecil kepada Syakilla.
"Eeh, kok duduk nya pisah sama geng nya Neng" Mang Ujo si owner kedai pangkalan mie ayam Ujo itu terkejut ketika akan mengantarkan pesanan Syakilla n geng gonjang ganjing nya itu duduk terpisah dari anggota geng lain nya.
"Hehehe lagi pengen makan di temenin suami, Mang!" Ucapan Syakilla membuat Mang Ujo itu terkejut.
"Oalah, sudah ada pawang nya toh" Arsenio menanggapi ucapan Mang Ujo dengan anggukan sementara Syakilla tertawa kecil.
"Pantesan anteng, hehehe" Kekeh Mang Ujo yang menghidangkan pesanan Syakilla langsung di meja nya.
"Semoga pernikahan nya Sakinah Mawadah Warrohman ya Neng juga Mas nya" Ucap doa Mang Ujo yang di Aamiin kan Syakilla dan Arsenio.
"Mas mau?" Syakilla menawarkan mie ayam yang akan di bumbui nya dengan saus sambal itu.
"Mas suka nya mie ayam polos, Yang. Nggak suka pakai saus atau sambal" Ujar Arsenio mengusap lembut pucuk kepala berhijab Syakilla.
"Ya udah. Mau Sya pesenin buat Mas?"
"Nggak usah, Yang. Cicip dikit aja yang belum Kamu kasih saus juga sambal" Ujar Arsenio tersenyum kepada Syakilla yang mana senyuman Arsenio membuat Syakilla merelakan mie ayam yang akan di makan nya itu di biarkan polos tanpa saus atau sambal demi bisa makan bersama sang suami.