Alana Rainne, Gadis Cantik dan Manis yang terlahir sebagai anak bungsu, dan harus terpisah dari keluarganya.
Penolakan yang terjadi berulang kali terhadap dirinya sejak kecil, menjadikannya sosok yang tangguh dalam perjalanan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.
"Balas geu Al, " ucap Cakrawala dengan suara seraknya, saat mencoba melumat bibir Alana.
Tubuh Alana semakin menegang, matanya semakin membuka lebar, saat Cakrawala menciumnya kembali. "Kak ini nggak bener, " tolak Alana sambil mendorong Cakrawala.
Tetapi dengan sigap Cakrawala langsung menarik pingang Alana dan merapatkan ke tubuhnya. "Jadikan gue yang pertama Al, " mohon Cakrawala sambil menyentuh bibir Alana dengan lembut, lalu kembali melumatnya. Yang membuat nafas Alana semakin memburu, dan mencengkram erat kaos oversize yang digunakan Cakrawala saat ini.
Cakrawala masih melanjutkan aksinya, walaupun lebih dominan dia bermain sendiri, semakin mencengkram tengkuk Alana untuk mendalami ciuman nya, "Balas gue Al, " mohonnya lagi dengan suara lembutnya, kali ini sambil menjilat leher Alana.
"Ahh... Kak geli... " ucap Alana sambil memejamkan matanya yang membuat Cakrawala tersenyum penuh kemenangan, lalu melumat kembali bibir Alana yang saat ini sedang mengangga.
Cakrawala semakin merapatkan tubuh Alana, dia berhasil menembus benteng pertahanan Alana, terlihat Alana yang mulai memejamkan matanya dan mulai terbuai oleh permainan Cakrawala, Cakrawala mulai mengabsen dan menyesap setiap inti bibir Alana, mulai memasukkan lidahnya ke Alana, mulai liar dan mulai menuntut lebih ke Alana.
Engghhh... lenguh Alana sambil memukul dada Cakrawala, sebagai tanda dia sudah kualahan, mukanya sudah memerah sempurna, cakrawala langsung melepaskan bibir Alana untuk memberikan kesempatan meraup oksigen. Hanya beberapa detik Cakrawala langsung melumat kembali bibir Alana, kali ini menyesapnya dengan agresif, entahlah dia sangat kecanduan dengan bibir Alana.
......................
"Non dari mana aja? " tanya Jumi dengan wajah kawatirnya.
"Kerja bik, aku ambil part time di cafe temenku, " jawab Alana dengan jujur, yang membuat Jumi terkejut.
"kenapa Non? " tanya Jumi dengan wajah ingin taunya. "Nanti kalau oma tau bagaimana? " tanya Jumi mulai kawatir.
"Bodo amat lah bik, paling juga di gampar, aku sudah terbiasa, " jawab Alana dengan santai sambil mengambil makanan yang sudah Jumi siapkan.
"Emang Non butuh uang berapa, barang kali bibik bisa bantu? " tanya Jumi dengan wajah prihatinnya.
Senyuman tulus itu kembali tercetak di bibir Alana, " Bibik nggak usah kawatir, aku cuma isi waktu luang aja, aku nggak butuh duit kok bik, cuma biar ada kesibukan aja, "elak Alana agar Jumi tidak kawatir terhadap nya. " Makasih ya bik sudah temani aku selama ini, " ucap Alana dengan tulus, yang membuat Jumi terharu.
"Non jangan bohongin bibik ya, bibik iklas bantu Non Alana, " ucap Jumi dengan jujur, dan Alana menggangukan kepalanya antusias.
"Beneran bik, aku cuma isi waktu luang aja bik, sama tambah pengalaman, siapa tau aku ntar bisa buka usaha sendiri, dan bisa bawa bibik pergi dari rumah ini, " ucap Alana dengan wajah yang berbinar, tetapi malah membuat Jumi menangis. "Kok malah nangis sih, kebiasaan deh selalu cengeng, " protes nya sambil membantu Jumi mengelap air matanya.
"Serindu itu ya Non, sama keluarga cemara Non? " tanya Jumi yang saat ini semakin terisak.
"nggak juga bik, kata Mama emang bener, aku harusnya sudah mandiri, nggak boleh ngrepotin Mama lagi, beban Mama saat ini pasti banyak banget, sampai dia nggak sempat nanyain kabarku lagi, padahal aku kangen banget sama Mama, " ucap Alana yang lolos begitu saja, lalu dia mengatupkan bibir nya, untuk menahan nya agar tidak mengeluh lagi.
......................
Bantu Support karya ku dengan Like, komen, dan Vote 🙏.