Alena adalah wanita yang terlahir dari keluarga yang kaya raya. Parasnya yang cantik, kulitnya yang putih membuat laki-laki jatuh hati padanya. Tetapi karena kesombongannya, membuat Alena dijauhi laki-laki. Saat dia menemukan laki-laki pilihannya, ternyata laki-laki itu berselingkuh. Alena memergoki laki-laki tersebut akhirnya dia kecewa dan saat dia keluar menaiki mobilnya dengan melaju yang kencang, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus diamputasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibnu Muhammad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 - TAMAN KOTA
Siang hari di taman Kota, terlihat Fatimah, Alena dan Nuria sedang asik duduk di tengah taman yang rindang dan udaranya yang sejuk sekali.
Terlihat suasana siang ini sangat landai dan tidak begitu ramai seperti biasanya. Banyak muda mudi yang joging ditaman dan ada juga yang nongkrong hanya sekedar ngobrol biasa.
“Fatimah lu gimana sih, masak ngerjain kayak gini aja nggak bisa.” Ucap Nuria sambil memarahi Fatimah
“Ah, ini susah banget lo Nuria jawabannya?” Balas Fatimah yang masih sibuk dengan handphonenya
“Bilang saja lu malas mikir kan, pakai alasan susah segala lagi!” Jawab Nuria
“Nah ini nih, lu itu jangan suka menilai orang dari luarnya saja! Sebenernya gue bisa kok ngerjain semuanya tapi gue kan belum nemu jawabannya saja.” Sahut Fatimah
“Halah itu namanya sama saja malas ngerjain!” Jawab Nuria
“Sembarangan saja lu kalau ngomong, gini-gini gue ini mahasiswi teladan lo Nuria di kampus.” Ucap Fatimah
“Mana ada potongan kayak lu jadi Mahasiswi teladan, yang ada Mahasiswi tukang telat ngerjain tugas baru percaya gue!” Jawab Nuria sambil ngomel-ngomelin ke Fatimah.
Fatimah sudah seperti adeknya Nuria sendiri, karena setiap ada tugas kampus dia selalu dibantuin oleh Nuria yang selalu ngerjain tugasnya. Karena disisi lain, Fatimah merupakan anak Yatim, ayahnya meninggalkannya sejak dia masih bayi.
Sampai saat ini Fatimah sangat dekat sekali dengan Nuria. Orang tua Fatimah juga sudah menganggap Nuria sebagai saudaranya sendiri.
“Apa sih yang kalian ributkan! Perasaan dari tadi berisik banget deh gue liat.” Ucap Alena ke Nuria dan Fatimah
“Ini Alena, si kupret satu ini dikasih tugas sama dosen kuliahnya dari kemarin nggak dikerjain juga, giliran sudah mau dikumpul tugasnya baru minta tolong ke gue.” Ucap Nuria jengkel
“Fatimah lagi Farimah lagi kebiasaan sih lu.” Ucap Alena yang menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri
“Ah, kalian mah payah bilang saja pada nggak bisa ngerjain tugas gue juga kan! Bisanya cuma ngomel terus kayak emak-emak kompleks.” Ucap Fatimah
“Lah malah ngatain kita nggak bisa ngerjain, mana coba soalnya sini gue kerjain.” Jawab Nuria yang tersulut emosi karena dibilang nggak bisa ngerjain tugas dari dosennya Fatimah.
“Oke nih silahkan coba dikerjakan semuanya bisa nggak!” Tantang Fatimah
“Oke, mana gue takut!” Ucap Nuria
“Oke coba kerjakan jangan banyak omong doang lu.” Ucap Fatimah yang terus memanas-manasi Nuria
“Oke mana gue takut!” Sahut Nuria.
Nuria pun langsung menyambar buku tugasnya Fatimah yang ada di tangannya. Nuria kemudian mencoba membaca soalnya satu persatu hingga beberapa menit akhirnya tugasnya Fatimah pun selesai semua dikerjakan oleh Nuria tanpa tersisa lagi.
“Yeah… akhirnya selesai juga nih tugasnya, orang soalnya cuma gampang-gampang gini doang lu nggak bisa.” Ucap Nuria
“Mana ada cepet banget lu ngerjainnya, pasti ngarang bebas lu ya.” Ucap Fatimah
“Sembarangan saja lu kalau ngomong! Iya nggak lah ini hasil pemikiran gue dan jawabannya sudah sesuai dengan teori.” Jawab Nuria
“Apa iya, sini coba gue liat dulu.” Jawab Fatimah sambil melihat hasil pekerjaan Nuria.
Fatimah kemudian melihat jawaban yang telah dikerjakan oleh Nuria. Terlihat semua soal dikerjakan Nuria dengan jawaban yang luar biasa. Fatimah merasa senang karena tugas dia dari dosennya sudah berhasil dikerjakan walaupun bukan dari hasil pemikirannya sendiri.
“Akhirnya gue berhasil bego-begoin Nuria! Akhirnya tugas dari dosen kuliahan gue selesai juga dikerjain oleh Nuria semua hahaha.” Ucap lirih dalam hati Fatimah karena berhasil ngerjain Nuria
“Wah ternyata lu pinter juga ya Nuria! Hebat lo bisa selesai ngerjain tugas gue!” Ucap Fatimah sambil memuji Nuria
“Iya dong, soal gitu doang mah bagi gue gampang, gitu aja lu nggak bisa Fatimah-Fatimah.” Ucap Nuria sambil menggelengkan kepalanya kekanan dan ke kiri
“Oke Nuria terima kasih ya, gitu dong kan akhirnya gue nggak perlu pusing-pusing lagi harus ngerjain tugas dari dosen gue!” Balas Fatimah ke Nuria
“Hemm..anjir kenapa soalnya gue jawab semua ya!” Ucap Nuria baru sadar
“Hahaha terimakasih Nuria sayang.” Ucap Fatimah sambil senyum-senyum
“Eh, bangke lu ya! Gue dikerjain lagi sama lu ya ternyata baru sadar gue.” Ucap Nuria jengkel
“Hahaha iya nggak apa-apa Nuria, jadi teman tuh harus saling membantu dan melengkapi.” Sahut Fatimah
“Ah, awas saja lu ya.” Jawab Nuria jengkel
“Udah-udah kalian ribut mulu, malu tau diliatin orang banyak tuh!” Sahut Alena
“Iya gimana ya Alena, gue di kadalin sama nih bocah!” Ucap Nuria
“Iya habis lu juga sih nurut saja di pancing sama Fatimaj.” Ucap Alena
“Iya juga sih, habis dia meremehkan kecerdasan gue sih.” Jawab Nuria menyesal telah membantu ngerjain tugasnya Fatimah
“Iya sudah lu ikhlasin saja, lagian temen lu juga lagi butuh jawaban itu biar nggak diomelin sama dosennya.” Jawab Alena
“Hemm iya deh apa boleh buat nasi sudah jadi bubur!” Ucap Nuria
“Ow iya Fatimah kemana ya Nuriw! Tadi perasaan masih sama kita kok sekarang sudah hilang tuh anak.” Ucap Alena
“Iya juga ya, baru juga kita tinggal ngobrol sebentar sudah nggak ada dia.” Ucap Nuria
“Iya gesit banget dia ngilang sudah kayak hantu saja.” Ucap Alena
“Iya berarti besok kalau main sama dia harus bawa tambang diikat di kakinya kalau nggak di lehernya biar nggak lepas.” Ejek Nuria
“Hahaha lu bisa saja sama adek sendiri parah lu Nuria!” Ucap Alena
“Idih, dia bukan adek gue! Amit-amit deh punya adek kayak dia.” Sahut Nuria
“Haha tapi kalian cocok lo saling melengkapi kalau dari satu ada yang kurang pasti selalu ada untuk bersama.” Ucap Alena
“Halah.” Jawab Nuria.
Saat Nuria dan Alena asik ngomongin Fatimah, Fatimah kemudian datang dengan membawa tentengan di kedua tangannya menuju Nuria dan Alena.
“Hai Nuria nih gue beliin lu bakso sebagai ucapan terimakasih gue ke lu yang sudah bantuin ngerjain tugas gue.” Ucap Fatimah sambil memberikan bakso ke Nuria
“Tuh kan kalian cocok sebagai adek kakak, baru juga di omongin kalau kalian saling melengkapi dan ternyata bener banget setelah di bantuin ngerjain tugas dia langsung beli bakso tanpa disuruh! Sungguh pemandangan yang luar biasa.” Goda Alena ke Fatimah
“Apaan sih Alena, udah deh lu jangan memperbesar masalah nanti Fatimah jadi ke GRan.” Ucap Nuria
“Hahaha iya deh iya.” Jawab Alena
“Ow iya ini juga gue beliin bakso buat lu Alena, kita makan bareng disini nggak apa-apa kan karena tadi mamang baksonya yang jualan jauh.” Ucap Fatimah
“Iya, nggak apa-apa.” Sahut Nhria yang langsung mencicipi bakso pemberian Fatimah
“Gimana Nuria, enak nggak baksonya!” Ucap Fatimah
“Enak banget nih! Lu beli dimana tadi.” Ucap Nuria yang langsung memasukan pentol bakso satu persatu ke mulutnya
“Tadi beli di ujung taman ini dan sampai disana ngantri, makanya tadi gue lama.” Jawab Fatimah
“Oh begitu pantesan saja lama. Iya sudah sana makan punya lu.” Pinta Nuria ke Fatimaj
“Oke deh kalau begitu, selamat makan teman-teman semua.” Ucap Fatimah
“Iya Fatimah terimakasih ya sudah di traktir makan bakso gratis.” Jawab Alena
“Iya Alena sama-sama.” Jawab Fatimah dengan senyuman.
Mereka kemudian menghabiskan bakso yang sudah dibelinya tanpa ada tersisa sedikitpun. Haripun sudah sore, Alena, Nuria dan Fatimah kemudian berpamitan untuk pulang ke rumah dan kontrakan masing-masing.
“Oke teman-teman terimakasih ya sudah bisa kumpul kayak gini terus, tapi kayaknya gue mau pulang duluan ke kontrakan gue ya.” Ucap Alena yang langsung berpamitan
“Oke Alena sama-sama hati-hati dijalan ya?” Ucap Farimah
“Oke Farimah, kalian yang akur ya sebagai adek kakak.” Ucap Alena
“Hahaha oke deh.” Jawab Fatimah.
*****