"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Tiara terdiam sepulang dari butiknya, ucapan sang ayah masih terngiang-ngiang di pikirannya.
Pramudya yang melihat istrinya tiba-tiba diam menghampirinya, Tiara selalu ceria Dimata pria itu walau dalam keadaan sedih sekalipun.
"Apa di butik ada masalah? kenapa sepulang dari sana kau tiba-tiba jadi pendiam sayang" kata Pramudya.
"Gak ada mas..., aku sedang teringat film yang tadi aku lihat tadi mas!" kata wanita itu.
Tiara terpaksa berbohong karena dia takut suaminya kembali seperti dulu yang kasar dan pemarah, tetapi Tiara juga memikirkan nasib papanya.
"Film itu hanya cerita khayalan sayang, jangan di ambil pusing ya" kata Pram lagi.
"Iya mas..., mungkin aku cuma kebawa ceritanya aja" kata Tiara lagi sambil tersenyum.
Melihat istrinya tersenyum membuat Pram merasa lega, pria itu memeluk istrinya penuh dengan kehangatan dan Pramudya menyadari kehadiran Tiara dalam hidupnya membawa kedamaian tersendiri dan Pramudya juga merasa hari-harinya kini berbeda.
Tiarapun merasa kehangatan di pelukan suaminya itu, wanita itu akhirnya merasakan kasih sayang suaminya setelah melewati berbagai macam penyiksaan.
"Maafkan aku mas..., aku tidak berani jujur kepadamu soal keberadaan papa karena aku takut kau kembali membenciku mas" ucap wanita itu dalam hati saat berada di pelukan suaminya itu.
Tiara teringat dengan masakan yang tadi sempat dia masak sebelum ke butik, wanita mengajak suaminya keruang makan.
"Mas..., tadi aku masak makanan kesukaanmu loh! yuk kita makan aku panaskan dulu ya!" kata wanita itu.
Sepasang suami istri beda usia itu akhirnya menuju meja makan, untuk saat ini Tiara tidak mau memikirkan papanya wanita itu percaya pasti akan ada jalan keluar untuk melewati masalah papanya.
Di tempat lain
Semenjak kejadian penyekapan Melisa hubungan Raditya dan Mesly semakin dekat, pria itu sering melakukan komunikasi lewat handphonenya.
Mesly saat ini lebih banyak tersenyum di antara orang-orang terdekatnya juga di depan Raditya, gadis tomboy itu mencoba belajar menjadi feminim karena sang bunda selalu menasehatinya harus menjadi wanita yang lembut apabila suatu saat Mesly menikah.
Saat ini Mesly sedang belajar memasak di bantu sang bunda, dapur yang tadinya rapi kini berubah menjadi berantakan karena gadis itu selalu gagal bagaimana memasak telor ceplok.
"Yeeee... akhirnya telurku jadi bunda" kata Mesly sambil menunjukan hasil karyanya kehadapan bunda Lestari.
"Wah..., cantik sekali dan rasanya juga enak" kata bunda yang langsung mencicipi masakan putri kesayangannya itu.
Mesly sangat senang akhirnya dia bisa memasak telor ceplok dengan benar setelah menghabiskan 2 kilo telor dan bunda terus memberi semangat kepada putrinya itu.
"Sudah dulu belajar masaknya ya sayang, besok kita lanjut lagi bunda ingin pergi arisan dulu siang ini" kata bunda Lestari saat melihat putrinya itu ingin mengeluarkan telor lagi dari dalam kulkasnya.
"Aku baru buat 1 bunda! ayah belum aku buatin telur" kata wanita itu sedih.
"Besok gantian ayah yang menikmati masakan kamu sayang" jawab bunda dan di setujui Mesly.
Setelah membuat dapur berantakan Mesly dan bundanya pergi meninggalkan dapur tanpa membereskannya terlebih dahulu dan memanggil pelayan untuk membereskannya.
"Kamu ikut bunda ya sayang, di sana juga ada mamanya Radit loh" kata bunda Lestari.
"Aku malu bunda, aku takut mamanya Radit gak suka sama aku" kata Mesly sambil memainkan jari-jarinya.
"Kan kamu belum kenal sayang, mamanya Radit orang yang sangat baik ko" kata bunda lagi.
Mesly mengambil handphonenya dan mengubungi Raditya menanyakan makanan apa yang di sukai mamanya dan memberitahu kalau dia ingin menemani sang bunda ke arisan.
Raditya segera memberi tahu mamanya kalau di arisan nanti akan ada calon menantunya, mendengar perkataan Radit membuat Mutiah mamanya menjadi bertanya-tanya siapakah gadis yang di maksud putranya itu.
"Mah... mau pergi arisan ya? dandan yang cantik ya soalnya nanti mama bakal ketemu calon menantu mama loh Radit takut mama minder karena kalah cantik" kata Raditya.
"Calon menantu? wanita mana yang beruntung itu dit? kamu tenang saja mama itu udah cantik alami dari lahir makanya papa terpesona sama mama" kata wanita itu sambil mencubit pipi putranya.
"Mah Radit boleh ikut gak?" tanya Raditya.
"Memang di kantor gak sibuk? biasanya paling susah di ajak mama!" tanya mama Mutiah tanpa menjawab pertanyaan Raditya.
"Sedikit sibuk mah, tetapi masih bisa di pegang Richo karena hari ini aku lagi kangen sama dia" jawab Radit.
Mama Mutiah tertawa melihat kelakuan anaknya itu, hati wanita itu merasa senang akhirnya bisa melihat Raditya kembali seperti Radit dahulu sebelum putus dengan Tiara.
Mesly dan bunda mampir ke toko kue untuk membeli beberapa makanan yang akan di bawa ke tempat arisan dan juga brownis kesukaan mama Mutiah.
Diperjalanan Mobil yang di tumpangi Mesly dan bunda mengalami bocor ban, saat Mesly keluar ingin melihat kondisi ban tiba-tiba ada beberapa orang preman menghampiri dan hendak merampok mereka berdua.
Mesly yang memahami gelagat orang-orang itu menyuruh sang bunda tetap berada di dalam mobil untuk keamanan, bunda Lestari yang jauh mengenal putrinya itu hanya bisa menurut karena wanita itu percaya putrinya pasti bisa mengalahkan para preman itu.
"Kenapa mobilnya nona? ada yang bisa kami bantu?"Tanya seseorang di antara mereka.
"Ban mobilku bocor bang!" kata Mesly yang sedang memegang dongkrak ingin menganti ban yang bocor dengan ban cadangannya.
"Kami bisa bantu nona! cukup kau temani kami semua dan buat kamu happy" kata pria itu sambil mencolek dagu Mesly dan di sertai gelak tawa teman-temannya.
Mesly dapat menghindari wajahnya dan menatap tajam kepada semua brandalan itu, dengan santai Mesly meladeni apa permintaan mereka dan membuat para berandalan merasa menang.
"Oke..., kita akan bersenang-senang setelah Abang membetulkan ban mobil saya dan Abang semua pasti merasa terpuaskan dengan saya!" kata gadis itu.
Pria itu menugaskan 2 anak buahnya untuk menukar ban mobil itu, sedangkan dia sibuk mengamati gadis cantik di hadapannya dan sebagian lagi mengawasi barang-barang yang berada di dalam mobil tersebut.
"Kamu tenang saja cantik! mobilmu akan selesai dalam waktu singkat bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu sambil menunggu mobilmu selesai di kerjakan" kata pria itu sambil tersenyum menyeringai.
Mesly memberikan isyarat kepada sang mama untuk mengunci semua pintu mobil, walau hanya dengan gerakan jari bunda lestari paham apa yang di inginkan putrinya dan segera menekan tombol otomatis di pintu dan semua pintu langsung terkunci.
Mobil yang di gunakan Mesly dan bundanya bukan mobil sembarangan, mobil itu di lengkapi pengamanan yang lengkap bahkan tidak dapat di tembus peluru sekalipun.
Mobil itu juga di lengkapi alat pelacak dan dapat di deteksi keberadaannya.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..