NovelToon NovelToon
Diantara Tiga Hati

Diantara Tiga Hati

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Persahabatan adalah sesuatu hal yang sangat rekat, harus saling memahami, mengerti, mengalah, dan membuang keegoisan. Kebersamaan juga membuat persahabatan itu akan menjadi lebih sempurna karena semakin dekat. Mengenal sifat satu sama lain sangat sulit. Lalu, bagaimana jadinya jika sahabatmu memiliki sifat yang berbeda dari dulu hingga sekarang?

Adiba Khanza rela menjadi wanita malam hanya karena ingin melunasi hutang ibunya dari rentenir. Hingga suatu ketika, Vania Larissa, sahabat Diba menawarkan sebuah persyaratan dengan embel-embel akan membantu melunasi semua hutang Diba. Tetapi, siapa sangka jika persyaratan Vania sangat tidak masuk akal hingga Diba bingung harus memilih apa.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Dan persyaratan apa yang Vania katakan pada Diba?

So stay tune ❣️


Follow Ig: ningsihartono

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28 DTH

Vania kembali pulang ke rumah tantenya, dia benar-benar sangat terpuruk dan tidak bisa berpikir jernih. Untungnya rumah sang tante ada di negara itu juga hingga Vania tidak bingung ingin pulang kemana. Vani adalah anak yatim-piatu, kedua orangtuanya tiada baru beberapa bulan yang lalu dan akibat kecelakaan.

"Tante," lirihnya sambil memeluk tubuh sang tante.

Tante Vania — Erika, bingung dan heran apa yang terjadi dengan keponakannya. Dia adalah adik kandung almarhum Papa Vani, hubungan keduanya sangat akrab karena dulu tante selalu merawat Vania seperti anaknya sendiri.

"Kamu kenapa, nak? Apa Alex melakukan sesuatu dan sejak kapan kamu berada di negara ini?" Erika menodongkan begitu banyak pertanyaan.

"Hiks, ceritanya panjang. Intinya, Vani dan Alex sekarang sudah bercerai." air mata tidak bisa dibendung.

Tante terkejut, dia tercengang mendengar penuturan dari Vania.

"Bercerai? Mengapa bisa?"

Vania hanya menangis jika mengingat semuanya, hal itu membuat tante mengurungkan niat untuk bertanya lebih. Dia akan menunggu Vania tenang terlebih dahulu barulah meminta untuk menceritakan semuanya.

Setelah Vani sudah minum dan tenang, dia mulai bercerita kepada tante dari awal hingga akhir. Tante menyimak dengan seksama, dia menggeleng mendengar ide gila dari Vani yang meminta suaminya agar menikah dengan wanita lain.

"Vani, jika semuanya sudah terjadi begini siapa yang harus disalahkan? Tante tidak menyalahkan kamu, hanya saja kamu bisa berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak atau mengambil keputusan. Berpoligami itu sangat sulit, Nak. Pasti salah satu dari kalian akan ada yang sakit hati, apa kamu tidak memikirkan itu?"

Vania menggeleng, air mata menetes tetapi dia dengan cepat menghapusnya.

"Vani pikir, Adiba dan Alex tidak akan mengecewakan Vani. Tetapi nyatanya semua diluar dugaan, mereka mengkhianati Vani."

Tante mengelus lembut pundak Vani, dia turut sedih akan apa yang menimpa keponakannya itu.

"Van, jujur tante sangat membenci poligami. Jika kamu belum hamil lagi maka itu semua mungkin cobaan dari Yang Maha Kuasa, kamu tidak boleh gegabah dan mengambil sebuah pilihan diluar kemampuanmu, akhirnya semua itu sia-sia bukan?"

Vani memeluk tubuh Erika. "Vani menyesal, tante."

"Semuanya sudah terlanjur, kamu telah memilih jalan takdirmu sendiri. Anggap saja ini pelajaran agar kamu bisa lebih berhati-hati ke depannya." Erika mengelus pucuk kepala Vania.

Di tempat lain.

Adiba dan Alex terlihat sangat bahagia meski di hati Diba ada sedikit rasa bersalah tetapi dia mencoba menghiraukannya. Diba hanya ingin bahagia bersama dengan anak dan suaminya. Mereka saat ini sedang berada di rumah sakit untuk memeriksa keadaan kandungan Adiba, ternyata semuanya baik-baik saja. Adiba merasa bersyukur karena waktu itu Alex datang tepat waktu, jika tidak mungkin Vania sudah menghabisi bayinya.

Selesai melakukan pemeriksaan, Alex mengajak Adiba berkeliling ke Mall.

"Mas, aku sangat bersyukur akhirnya anak kita baik-baik saja."

Alex tersenyum sambil mengelus perut Adiba yang sedikit membuncit.

"Sayang, maafkan aku yang tidak bisa menjagamu. Mulai saat ini aku akan mencari bodyguard agar bisa menemani kamu saat aktivitas di luar atau jika aku pergi ke kantor. Aku takut Vania akan nekat mencelakai kalian berdua karena dia memiliki dendam kepada kita berdua."

Adiba merasa sangat special, pria seperti Alex memang jarang ditemui. Dirinya menggandeng lengan Alex dengan manja.

🌺🌺🌺🌺🌺

Satu bulan kemudian.

Vania berlari ke kamar mandi, entah mengapa selama beberapa hari terakhir ini dirinya sering mual seperti masuk angin. Vani tidak memiliki firasat buruk, dia juga belum memeriksa keadaannya ke rumah sakit. Di dalam kamar mandi, Vani memuntahkan seluruh isi perutnya dan yang keluar hanyalah air. Vani tidak selera makan nasi atau roti, dia hanya kuat memakan buah dan memakan cemilan.

Vani memejamkan mata sambil bersandar di dinding, napasnya naik-turun menandakan dia sangat lelah.

"Kenapa tubuhku lemas sekali? Bahkan aku merasa malas untuk mengerjakan apa pun padahal butik membutuhkan aku." gumam Vani sambil merambat jalan ke ranjang.

Dia sudah membuka butik di negara J, begitupun dengan Alex dan Adiba yang masih betah berada disana bahkan mereka memutuskan untuk menetap di negara itu.

Vania baru ingat jika dia terlambat datang bulan, dirinya menepuk dahi.

"Apa aku mempunyai penyakit lain? Sebaiknya aku pergi ke rumah sakit lalu setelah itu baru ke butik." Vania bergegas untuk bersiap pergi ke rumah sakit.

Dia pun berpamitan kepada Erika untuk pergi ke butik, hanya itulah alasannya karena jika mengatakan rumah sakit maka Erika pasti akan ikut dengannya. Vania pergi berlalu setelah berpamitan, dia masuk ke dalam mobil dan kendaraan tersebut melaju pergi meninggalkan kediaman Erika.

Disepanjang perjalanan, Vania terus berdoa agar keadaannya baik-baik saja hingga tak terasa dia telah sampai di rumah sakit. Vani segera memarkirkan mobilnya, dia keluar dari mobil tersebut dan masuk ke dalam rumah sakit.

Setelah mengatakan keluh kesahnya, suster mengantarkan Vania ke ruangan Dokter obgyn. Sesampainya di ruangan sang Dokter, Vania langsung masuk dan untungnya Dokter itu sedang tidak ada pasien.

"Selamat pagi, Dokter." sapa Vani diselingi senyum tipis.

"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter itu.

"Dok, saya ingin menyampaikan keluh kesah saya. Saya terlambat datang bulan dan dalam beberapa hari ini saya sering merasa mual, pusing bahkan badan saya lemas dan saya takut jika penyakit yang sangat serius sedang bersarang dalam diri saya." ujar Vania dipenuhi dengan ketakutan.

Dokter hanya mengangguk, dia mencoba mengajak Vani ke brangkar dan mulai memeriksa. Tidak ada yang terlihat aneh setelah pemeriksaan berlangsung, Dokter pun mencoba melakukan pemeriksaan lain.

Setelah semuanya selesai, Dokter meminta Vania melakukan tes kehamilan.

"Dok, tapi saya tidak mungkin hamil!" tekan Vani menegaskan.

"Nyonya, tidak ada penyakit yang serius di dalam tubuh Anda dan perkiraan saya Anda malah sedang dalam fase kehamilan." ucap Dokter itu serius.

Vani heran tetapi dia tetap menjalankan perintah dari Dokter untuk melakukan tes. Selesai itu, Vani menatap nanar ke testpack bergaris dua merah. Tangannya gemetaran hingga kakinya seperti tidak sanggup menampung tubuhnya.

"Bagaimana mungkin?" gumam Vani dengan lelehan air mata.

TBC

NB: VANIA DAN DOKTER BERBICARA DALAM BAHASA JERMAN, HANYA SAJA OTHOR TIDAK TAHU BAHASA JERMAN DAN SAAT SEARCHING HASILNYA MALAH MEMBINGUNGKAN 😂🙏

1
Sri Puryani
apa karma orang tuanya jth ke elza?
Sri Puryani
bangkitlah elza berpikir lah utk mandiri.....atau plg sj ke tnh air, lbh baik jd janda dr pada disiksa suami....jgn mempertahankan rmh tangga yg tdk sehat tdk ada cinta didlmnya
Sri Puryani
dimana ke bar bar anmu elza ...belajarlah hidup mandiri dan kuat, perasaan dl kamu bs berkelahi tp wkt di perkosa sama rizi kok kalah ya?
Sri Puryani
kenapa bw rizi ke apartemen ,bagus mau diantar plg ke rmh rizi mlh ke apartemen
Sri Puryani
anaknya hanya 2 vania? dgn robi gk punya anak thor?
🖤: 😭 Othor lupa, Kak. kayaknya engga deh
total 1 replies
Sri Puryani
nikah dgn robi gk punya anakah?
Sri Puryani
jgn jatuhkan kebencian pd anak yg gk tau apa" ....kasihan elza
Sri Puryani
vani terimalah cinta robi demi putrimu
Sri Puryani
milih robi sj vania lupakan alex
Sri Puryani
akhirnya kamu hamil kan vani, sulit bukan berarti gk bs hamil, jgn mendahului takdir Allah
Sri Puryani
alex kamu sdh berubah.....dgn mudahnya menalak vania....kasihan vania
Sri Puryani
wah ternyata adiba diksh hati ngrogoh rempelo.....
vania jg gt, suami di srh nikah lg
Sri Puryani
vani apa kamu kuat dimadu?
Sri Puryani
ah ha....istri nya dijual ...fahrul setan lo....adiba jgn diam aja kamu, jgn mau kenapa sih kamu tdk cerita yg sbnrnya
Sri Puryani
adiba jls kan klo ksmu tdk pernah berhub.intim dgn para pria....harusnya fahrul tau itu klo adiba msh virgin
Sri Puryani
mulai ada pebinor
Sri Puryani
cantik visualnya vania
Sri Puryani
semoga fathan laki" yg baik
Bunda Saidah
kau sendiri yang menciptakan masalah ini Vania...
APriani Kusuma Dewi
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!