NovelToon NovelToon
Titisan Dewa

Titisan Dewa

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Kultivasi / Pendekar / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:755.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: DheCull

Kisah terpilihnya seorang anak manusia oleh sekelompok Dewa untuk menjadi Pemimpin yang Kuat dan Bijaksana. Terlahir dari sepasang suami-istri sederhana tinggal di sebuah Desa, keturunan Pendekar dengan leluhur berasal dari benua lain (menjadi misteri dalam kisah ini)
Apakah sang terpilih menjadi Dewa?
Bagaimana lika-liku petualangannya?
Mari ikuti kisah ini
Selamat membaca 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DheCull, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Klentang

PiYo merenung dan mengingat kembali semua yang dialaminya ketika bermeditasi maupun dalam mimpi tidurnya,...

"Semuanya terlihat nyata... bahwa putraku anak yang dipilih oleh orang-orang itu... dan mereka mengaku sebagai Dewa...!". bergumam PiYo dalam hati.

"Mmm... aku harus mempercayai semua itu...! karena anakku adalah Putra Pilihan Langit...!",

"Apa yang harus aku lakukan selanjutnya...?",

Banyak pertanyaan yang melintas dalam benaknya, kemudian dia berjalan menuju kamar pribadinya untuk beristirahat. Didalam kamar dia melihat sang istri sementara membereskan tempat tidur, sedangkan putranya YoLang bermain ditempat tidur bayi yang terbuat dari bahan rotan. PiYo mendekati tempat tidur bayi itu yang berada disamping tempat tidur sambil menatap putranya,...

"Cepatlah besar putraku...! jadilah kuat... aku dan ibumu bangga memilikimu... 'Putra Pilihan Langit'... berkah surgawi bersamamu...!", kata PiYo berbisik.

Seketika seberkas cahaya putih melesat turun dari atas langit dan masuk kedalam tubuh bayi YoLang, kemudian membungkus seluruh tubuh sang bayi membuat pasangan suami istri itu melompat mendekati sang putra yang berada didalam tempat tidur bayi sambil memeriksa keadaan tubuhnya. Kepanikan kedua orangtuanya hanya ditatap dengan senyum oleh sang putra yang belum berumur seminggu itu, ketika PiYo dan MaiLang membuka seluruh pakaian sang putra mereka melihat tanda lahir didada kiri yang sebelumnya sebesar biji jagung kini telah berubah. Tanda lahir tersebut berubah bentuk menjadi sebuah gambar bulan sabit dan bintang yang saling berdekatan dan memancarkan cahaya dengan yang menyilaukan mata,...

"Suamiku...! apa yang terjadi dengan putra kita...?", kata MaiLang yang terlihat panik sambil mendekap erat bayinya dalam pelukan.

"Tenanglah sayang...! putra kita tidak apa-apa... lihat dia tersenyum..." kata PiYo kemudian mengecup pipi sang bayi.

"Tapi aku khawatir suamiku...! kemungkinan sesuatu sudah terjadi dengan putra kita...!", kata MaiLang cemas kemudian melangkah dan duduk ditempat tidur.

"Istriku...! ada satu rahasia yang akan kusampaikan kepadamu tapi berjanjilah... rahasia ini hanya untuk kita berdua... jangan pernah menceritakan rahasia ini kepada siapapun... ingat...! hanya untuk kita berdua...! karena ini adalah perintah Langit...!", kata PiYo berhati-hati dan tegas kemudian ikut duduk disamping sang istri tercinta.

"Putra kita barusan menerima berkah dari atas langit oleh para Dewa...! hal ini kuketahui setelah mengalami penglihatan dalam meditasi dan mimpi saat aku tidur... semua penglihatanku itu berlangsung selama 3 hari... dan aku mengalami hal aneh tersebut sebanyak lima kali... dengan suasana yang sama tapi bertemu dengan lima sosok pria bercahaya yang berbeda-beda... dan dari setiap mereka selalu mengatakan bahwa putra kita adalah 'Yang Terpilih'...", kata PiYo menceritakan semua yang dialaminya kepada sang istri.

Setelah mendengar kisah suaminya dan mendapat penjelasan akhirnya membuat MaiLang menjadi tenang sekaligus bahagia, dia mulai membayangkan perjalanan hidup sang putra dimasa depan. Demikian juga dengan PiYo yang mulai memikirkan berbagai rencana, untuk mempersiapkan semua kebutuhan sang putra dimasa pertumbuhannya dan untuk bekal dimasa depan sejak dini.

Hasil sawah meningkat seiring bertambahnya luas lahan karena PiYo telah membeli beberapa lahan tambahan demikian juga dengan berburu yang masih rutin dilakukan setiap 2 bulan sekali bersama kelompoknya. Hampir seluruh bisnis didesa Klentang dikuasai oleh keluarga besar PiYo dan MaiLang, hal itu dimulai dengan adanya 'Perguruan Belati Emas', toko obat yang berkembang menjadi 'Paviliun Obat' sampai berdirinya beberapa toko dan restoran serta penginapan. Desa Klentang sebagai pusat peternakan kuda dan penghasil daging hewan terbesar di Daratan Tengah sudah mengalami peningkatan yang besar, sehingga membuat desa Klentang terlihat sudah menjadi sebuah Kota Kecil karena luas dan jumlah penduduknya yang selalu bertambah setiap tahun.

Perkembangan yang begitu pesat mengakibatkan banyak berdatangan para penduduk dari berbagai desa di daratan tengah juga ada dari daratan utara, mereka datang untuk pindah dan tinggal di Kota Klentang dan melanjutkan kehidupan mereka karena merasa banyak kemudahan yang diberikan oleh penguasa Kota Klentang. Perubahan besar ini membuat struktur pemerintahan desa dari Kepala Desa menjadi Walikota karena luas daerah dan jumlah penduduk sudah hampir sama dengan Kota Sawang yang adalah Kota Induk di Daratan Tengah sebelumnya.

Perekrutan penjaga kota dilakukan dibantu oleh semua murid senior perguruan 'Belati Emas' juga mulai menerapan pajak penghasilan bagi semua sektor bisnis diwilayah Kota Klentang dengan jumlah 21 desa, sedangkan Kota Sawang memiliki 27 desa. Jalan-jalan akses menuju Kota dari ke-21 Desa diperlebar, gedung-gedung Pertokoan, Restoran dan Hotel berdiri disepanjang jalan utama Kota Klentang, pasar umum, dan pasar khusus hewan dan pasar daging hewan didirikan yang kemudian menjadi ciri khas Kota Klentang sebagai penghasil ternak terbesar di daratan Tengah Benua Pulau Hijau. Disekeliling kota dibangun tembok kota yang kokoh dengan tinggi 10 meter dan lebar 2 meter dan terdapat 2 gerbang kota (gerbang utara dan gerbang selatan) yang dijaga oleh prajurit Kota Klentang.

Walikota Kota Klentang dijabat oleh Putong ayah PiYo yang sebelumnya adalah sebagai Kepala Desa, Ketua Perguruan Belati Emas dipegang oleh Ratong kakak Putong dengan pelindung perguruan kakek Surapong (Pendekar Belati Emas) dan istrinya nenek LinMei, Ketua Paviliun Obat dipegang oleh Roulang ayah Bua yang saat ini telah menjadi seorang master Alkemis dan urusan keamanan dan ketertiban Kota Klentang oleh Kepala penjaga kota yang dipegang oleh Kailang ayah MaiLang.

1
kirno
lanjutkan
Nurul Pky
seru dan santai
Nurul Pky
mantap dah nungguin petualangan nya nanti... hadir di bab berapa
Nurul Pky
hahaha 🤣😂🤣 akhirnya calon mantu
Nurul Pky
Joss gandos
Nurul Pky
apa jodoh
Nurul Pky
, bagus 👍🏿💪
Nurul Pky
👍👍💪💪💪👍👍💪
Nurul Pky
mantap dah
Nurul Pky
wkwkwk 😆🤣😂
Nurul Pky
💪💪💪💪
Nurul Pky
top markotop
Nurul Pky
kejamnya
Nurul Pky
semangat
Nurul Pky
semangat bocah pilihan
Nurul Pky
Luar biasa
Nurul Pky
seru seru nih
Nurul Pky
muaaannntaaaappp
Nurul Pky
MC JD pilihan para dewa
Nurul Pky
hebat para dewa dewa menunjuk MC nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!