NovelToon NovelToon
DOKTER CINTA

DOKTER CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Dokter / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ind_Chris

Adiyanto Prasetyo, psikiater muda berprestasi. Ia dijuluki 'Dokter Cinta' karena metode pengobatannya yang unik, yaitu menggunakan 'CINTA' sebagai medianya. Ia ahli dalam melakukan pendekatan emosional dengan pasiennya, dan hampir semua pasiennya dapat sembuh dengan metode yang ia terapkan tersebut.

Meskipun ia ahli dalam 'percintaannya' dengan para pasien, namun ternyata Ia masih terjerat dengan kisah masa lalunya yang menyisakan kenangan buruk untuknya, bahkan karena hal itu akhirnya ia tidak bisa menjalin hubungan dengan wanita lainnya.

Suatu ketika ia dipertemukan kembali dengan wanita 'masa lalu'-nya dalam sebuah pekerjaan. Ia merasa sangat bahagia dan berharap untuk bisa bersamanya menata masa depan, namun wanita itu memberikan persyaratan untuknya, jika ia mampu menyembuhkan seorang pasien 'spesial' maka mereka bisa bersama di masa depan.

Mampukah 'Dokter Cinta' menyembuhkannya dan hidup bahagia bersama pujaan hatinya? Ataukah ada takdir lain yang akan terjadi di hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ind_Chris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Tujuh

Dokter Adi merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya, sesaat ia tampak mengutak-atik lalu menghubungi seseorang.

"Rin." sapanya lembut. Ternyata orang yang di hubunginya adalah suster Rina.

"Kamu sudah mau pulang?" tanyanya.

"Aku jemputya?! Aku ingin bertemu denganmu." ucapnya manja. Tak lama kemudian dokter Adi memutuskan panggilan teleponnya dan mengendarai mobilnya dengan kencang.

...

Suster Rina menunggu kedatangan dokter Adi di minimarket dekat rumah sakit. Sekitar setengah jam kemudian mobil dokter Adi tiba di minimarket tersebut dan suster Rina segera masuk ke dalam mobil.

"Kamu habis darimana?" tanya suster Rina begitu selesai memasang sabuk pengamannya.

"Aku baru saja pulang dari rumah orang tuanya Lia." jawab dokter Adi.

"Hah?! Dari tadi pagi baru selesai jam segini?" seru suster Rina terkejut. Dokter Adi hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.

"Apa kamu tidak lelah?" tanya suster Rina lagi.

"Rasa lelahku sirna kalau melihatmu." gombal dokter Adi. Suster Rina terbahak.

"Dasar playboy! Dari jaman sekolah sampai sekarang ga berubah-ubah ya!" tukas suster Rina.

"Kan aku sudah bilang kalau aku masih Adi yang kamu sayangi dulu, pemilik hatiku juga masih sama kok!" ucap dokter Adi. Suster Rina hanya tertawa-tawa dan dokter Adi merasa sangat bahagia bisa melihat tawa wanita yang dicintainya itu.

...

"Jadi di sini rumahmu?!" ucap dokter Adi sesaat setelah meminggirkan mobilnya. Suster Rina mengangguk pelan.

"Terima kasih ya sudah mengantarku." ucap suster Rina.

"Aku boleh mampir ke rumahmu?" tanya dokter Adi tepat sebelum suster Rina membuka pintu mobil. Suster Rina tersentak.

"Sekarang?" ucapnya balik bertanya. Dokter Adi mengangguk sambil menebar senyum menggodanya.

Akhirnya suster Rina mengijinkan dokter Adi mengunjungi rumahnya. Ia memutar kunci pintunya dengan perlahan, ia merasa canggung karena dokter Adi akan mengunjungi tempat tinggalnya. Jantungnya berdebar kencang.

"Mama sudah pulang?!" seru putri semata wayangnya begitu suster Rina membuka pintu rumahnya.

"Iya sayang!" sahut suster Rina pelan.

"Hai!" sapa dokter Adi pada Dina. Dina tampak sangat terkejut dengan kehadiran dokter Adi.

"Din, kenalkan ini dokter Adi." Suster Rina memperkenalkan dokter Adi pada putrinya. Dokter Adi mengulurkan tangannya untuk mengajak Dina berjabat tangan, sesaat Dina hanya memandanginya tapi kemudian ia menjabat tangan dokter Adi walaupun dengan enggan.

Dokter Adi merasa sangat senang akhirnya bisa mengetahui rumah pujaan hatinya dan mengenal 'calon' putrinya. Dokter Adi duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah suster Rina itu.

"Trrrtttt... tttrrrrttt.. trrrrrttt.." Tiba-tiba saja ponsel yang ada di saku celana dokter Adi bergetar. Dokter Adi segera mengambil ponselnya dan menerima panggilan itu.

"Halo." sapanya lembut. Sejenak ia hanya diam mendengarkan seseorang yang meneleponnya itu berbicara, tapi kemudian ia beranjak dari tempat duduknya.

"Baiklah, aku akan segera ke sana!" serunya.

"Rin!" panggil dokter Adi. Suster Rina muncul dari dalam kamarnya setelah mengganti pakaiannya.

"Aku harus ke rumah sakit." ucap dokter Adi.

"Kenapa?" tanya suster Rina.

"Suster Tia tadi menelepon katanya Lia mencariku." terang dokter Adi sambil bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Suster Rina meraih tangan dokter Adi.

"Ini kan hari off-mu. Kamu belum beristirahat dari tadi pagi." ucapnya pelan. Dokter Adi menatap suster Rina, ia meraih tangan suster Rina dan menggenggamnya lembut.

"Terima kasih sudah mengkhawatirkanku. Aku akan beristirahat di rumah sakit." ucapnya dengan suara berbisik. Perlahan dokter Adi mencium kening suster Rina dengan lembut. Suster Rina tersentak.

"I love you!" bisik dokter Adi sambil tersenyum manis dan sesaat kemudian ia pergi meninggalkan suster Rina yang masih terdiam menatap kepergiannya.

...

"Ma." panggil Dina pelan. Ia menatap ibunya yang masih terpaku di depan pintu. Suster Rina tersadar dari lamunanya dan menoleh ke arah putrinya itu.

"Ada apa sayang?" tanyanya lembut.

"Mama menyukai laki-laki itu?" tanya Dina to the point. Mendapat pertanyaan seperti itu dari putrinya, suster Rina sangat terkejut. Apa perasaanya begitu terlihat?

"Dina bicara apa?!" elaknya.

"Dina ga pernah melihat ekspresi seperti itu di wajah mama sebelum laki-laki itu ada di tengah-tengah kita." ungkapnya. Suster Rina terdiam. Suster Rina mengajak Dina untuk duduk bersamanya di sofa ruang tamunya.

"Dina mau tahu siapa laki-laki itu sebenarnya?" tanya suster Rina. Dina hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.

"Dia adalah mantan kekasih mama di SMA." ucap suster Rina pelan. Akhirnya suster Rina menceritakan hubungannya di masa lalu dengan dokter Adi, tetapi tidak dengan kejadian mengerikan yang dialaminya itu dan bagaimana Dina bisa ada.

...

Dokter Adi mengendarai mobilnya dengan kencang agar cepat tiba di rumah sakit, dan begitu selesai memarkirkan mobilnya ia bergegas turun dari mobil menuju kamar 208. Ia mengatur nafasnya sebelum akhirnya dia masuk ke dalam kamar itu.

"Lia!" panggilnya dengan nafas yang masih tampak tersengal-sengal. Lia menoleh perlahan dan terkejut melihat kedatangan dokter Adi.

"Do.. dokter.." ucapnya terbata-bata. Dokter Adi tersenyum sambil mendekatinya. Ia menarik kursi kayu yang biasa digunakannya dan duduk di hadapan pasien spesialnya itu.

"Kamu mencariku?" tanyanya pelan.

"Siapa yang bilang?" ucap Lia balik bertanya. Ia tampak gugup.

"Bukannya ini hari off-mu?" tanya Lia lagi. Dokter Adi hanya tersenyum sambil memandangi wajah Lia, dan sikapnya itu membuat Lia benar-benar gugup.

"Jangan tersenyum seperti itu! Aku benci senyuman itu!" seru Lia sambil mengalihkan pandangannya dari wajah dokter Adi.

"Mulai sekarang kamu harus belajar menyukai senyuman orang lain!" ucap dokter Adi.

"Tidak! Tidak mau!" tolak Lia sambil terus mengalihkan pandangannya dari dokter Adi.

"Tatap aku Lia!" perintah dokter Adi.

"Tidak!" tolak Lia.

"Lihat aku!" Dokter Adi mengulangi perintahnya.

"Tidak!" seru Lia. Akhirnya dokter Adi beranjak dari kursi kayu itu dan meraih wajah Lia dengan kedua tangannya.

"Ayo lihat aku!!" ucapnya lagi.

"Tidaaaakkk!!" jerit Lia sambil memejamkan matanya dan meronta. Nyaris saja tubuh Lia jatuh ke tempat tidurnya, tapi dengan sigap tangan dokter Adi meraih pinggang rampingnya dan mendekapnya. Sekarang wajah mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.

"Buka matamu, Lia." bisik dokter Adi lembut. Perlahan Lia membuka matanya, seketika wajahnya memerah seperti kepiting rebus begitu melihat wajah dokter Adi dalam jarak sedekat itu.

"Kamu merindukanku, kan?!" terkanya. Perlahan dokter Adi kembali tersenyum manis pada Lia. Jantung Lia seperti akan meledak, debarannya terasa sangat cepat dan kuat hingga membuat dadanya sesak.

Sesaat mereka hanya tampak saling menatap tapi perlahan air mata mengalir dari mata cantik Lia dan akhirnya tangisnya pun pecah. Dengan lembut dokter Adi mendekap tubuh Lia, mengarahkan kepala Lia agar bersandar di dadanya dan Lia menangis sejadi-jadinya di sana.

...

1
IndChris
Luar biasa
arfan
up
Par Tini
autornya jahat kalau karakter Rina jahat kenapa di awal dia seolah wanita baik menyatukan pasangan kekasih bisa kok dgn cara baik2 tanpa ada unsur kejahatan Adi dan Lia bisa bersatu dan Rina bisa menerima dgn ikhlas,,, walaupun Rina jahat dia tetap seorang ibu yg baik utk anaknya dan q selalu menangis 😭 bila ada scene ibu dan anak itu
Par Tini
setiap membaca kisah suster Rina q tdk bisa membendung air mataku walaupun byk pembaca yg kasian dgn kisah Lia tp q salut dgn perjuangan suster Rina yg bisa berlapang dada menerima dan membesarkan anaknya sampai detik inipun Dina blm tau gimana awal dia sampai lahir ke dunia dan teman2 pasti tdk tau Rina korban pelecehan sampai menghasilkan anak,, untuk dr Adi apa yg di katakan ibumu benar adanya jgn menikahi Rina KL sdh tdk cinta jgn Krn mau menepati janji yg PD akhirnya menyakiti kalian berdua terutama Rina ..
Par Tini
sampai sini saya lebih tertarik dgn kisah suster Rina bagaimana dia melalui hidupnya membesarkan anak dari perkosaan itu tapi sayang dialog Rina sama anaknya seuprit
Lila
Sampai part ini…. Banyak hikmah yg bisa diambil.

Salah satunya adalah:
Karakter dan sifat seseorang bisa dibentuk karena orang lain.
Salwa Aqila
udah mending meninggal ajh PK dokter ...
benci dokter Adi 😡
IndChris: waduh.. pemeran utamanya yg di benci.. 😅
total 1 replies
Salwa Aqila
benci sama dokter Adi ... 😡😡😡
Alfan Salim
sama" diperkosa sampek bingung mna yg pacarnya adi
lovetoon
wedding organizer kayaknya kerjanya lia
Queensha
akuu sukaa... bagus thor karya nya.. berdeda dg yg lain... ayo thor semangat utk nulis cerita selanjutnya...
lady El
itu alasan kenapa Lia jadi pasien spesial untuk suster rina karena dia juga pernah mengalami nya
Risna Wati
suka banget ceritanya.💖💖💖💖💖💖
IndChris: Terima kasih sudah suka karya ini..
total 1 replies
Risna Wati
💕💕💕💕💕
Aisyah Siregar
👍👍👍👍
Kim Yoona
sukaaaaaa...
Kim Yoona
aq suka karya mu thor beda dari novel kebanyakan.. semangat... trus berkaryaa💪💪
Kim Yoona: siap kak tapi nanti tak tabung dulu... nunggu agak banyak biar tdk terlalu lelah menunggu ... suka galau
total 2 replies
Kim Yoona
akhirnya bisa ketawa lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kim Yoona
apakah seperti ini korban pelecehan seksual... bknkah dia pernah merasakan diposisi disiksa orang lain.. knpa dia bisa setega itu
Kim Yoona
lia lbh bijak dlm menghadapi segala hal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!