NovelToon NovelToon
Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Sci-Fi / Mafia / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:278.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sina Tu Narti Ajj

📜 Adegan dor..dor..! Kisah ini menceritakan tentang perebutan Chip Canggih dan di bumbuhin sedikit percintaan 📜


Topan Sagara-anak Triplets, telah kehilangan sebuah chip canggih yang berisi kisi-kisi hasil project kimia mereka (Kurcil Smart) nama organisasi mereka.

Chip tersebut terisi rekaman pembuatan campuran demi campuran zat kimia yang menghasilkan sebuah cairan hebat, yang mampu meleburkan manusia dalam kurung waktu cepat hanya lima menit saja setelah tersentuh pembuluh darah.

Karena, kehebatan isinya, beberapa oraganisasi mafia-mafia memperebutkan chip itu yang sudah hilang keberadaannya yang entah di mana sekarang?

Topan serta Kurcil Smart, awalnya pun tidak tahu di mana chip itu. Tetapi suatu kejadian, chip itu ketahuan keberadaannya yang telah tertanam di tubuh seorang gadis yang di juluki gadis itu sebagai Inces lemot.

Siapa gadis itu bagi kehidupan Topan?

Dan demi keselamatan Pelangi-adik kembarnya, Topan harus rela menukar Inces lemot itu jatuh ke tangan musuh demi sang adik yang amat dia sayangi melebihi nyawanya.

Setelah penukaran terjadi, hati Inces lemot sakit tak berdarah. Si Inces lemot berpikir dan merasa tidak penting bagi hidup Topan yang notabenenya dia mencintai Topan. Hingga, gadis itu menangis sakit hati dalam diamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Bisa Membantu Banyak

TOPAN....

Semuanya terpekik panik ulah Topan ikut membahayakan nyawanya demi menyelamatkan Gerhana. Bahkan, Topan rela mengumpangkan tubuhnya dari keagresifan buaya.

"Hati hati, hiks__Aaargh..." Gerhana menjerit. Ngeri melihat Topan hampir diterkam buaya yang bila mana Pria itu tidak mengelak cepat naik ke punggung buaya itu maka hap, melayang nyawa si simba. Dia sendiri sudah aman di sudutkan oleh Topan di pinggir kolam. Sementara buaya satunya masih sibuk terkecoh dari daging-daging lemparan Petir, Guruh dan Lautan.

"AYO DONG, TOLONGIN TOPAN!" Pelangi berteriak prustasi. Khawatir mengubun, hingga dia memukul-mukul keras besi pembatas kolam saking kesalnya, tidak tahu harus berbuat apa? mau membantu tapi bagaimana caranya?

"Aku akan turun__"

"Jangan!"

Si Twins segera kompak menahan Badai yang siap terjun bebas. Bukannya dia tidak mengijinkan Badai membantu Topan, tapi si Twins berikut Pe pun tidak mau kehilangan Badai, jika buaya di bawah sana mengalahkan Topan yang saat ini bersusah payah mengunci mulut binatang buas itu, dengan cara Topan di atas punggung buaya. Topan dan buaya itu bak bercinta peluk pelukan dan berguling-gulingan.

Entah darah siapa yang telah mewarnai air itu? Topankah yang sudah digigit atau pisau Topan yang telah melukai punggung keras sang buaya. Kurcil dan Gerhana tidak tahu siapa yang terluka?

"Aku akan melempar ini__"

"Jangan bego!" Vay mencegah tangan Ama yang mau melempar bom ke bawah.

"Tapi kenapa?"

"Itu sama saja kamu membunuh Topan dan Gerhana ulah bom mu," terang Vay gemas.

"Ah, iya juga...." otak Ama jadi buntu pun.

Dor...

Dor...

Pe dan Badai akhirnya punya otak dalam kepanikan hebatnya. Kedua pasangan Triplets tersebut, kompak menembak buaya yang telah diberi makan oleh Petir cs. Maunya sih menembak buaya yang telah menyerang Topan, tapi tidak mungkin mereka melakukannya... takut-takut salah sasaran karena pergerakan Topan tidak tertentu.

"Kenapa kita tidak kepikiran dari tadi sih, damn!" Guruh mengoceh tidak jelas seraya mengeluarkan senjatanya untuk membantu si Triplets menembak membabi-buta buaya itu. Kurcil lainnya pun ikut menembak buaya yang rupa rupanya mempunyai nyawa banyak. Belum mati padahal air butek itu kian memerah karena darah.

"Aku maunya bom, tapi ah..." Ama mendumel seraya menembak kesal.

"Twins, jangan sampai salah sasaran!" Teriak Pe saat menyadari ke-dua adik kembarnya mencoba membidik buaya yang masih setia bergulat dengan Topan.

Buaya satunya sudah mati oleh senjata sembilan Kurcil.

"AMAAAA! LEMPAR BOM MU!" pinta Topan berteriak. Dia sudah tidak berbentuk manusia tapi hantu lumpur. Tenaganya sudah hampir terkuras oleh buaya yang dalam kunciannya agar taringnya tidak terbuka.

"TAPI, PAN...."

Ama tidak mungkin membunuh sahabatnya. Dia tidak mau melakukannya.

"Sini bom mu!" Pe merebut begitu saja bom sebesar kepalan tangan anak remaja dari saku jaket Ama.

"Pe, jangan macam-macam dengan bom khusus itu! Barangnya memang kecil, tapi megaton khusus ku sungguh sangat besar." jelas Ama memperingatkan.

"Berapa jumlah dan detik hitungan ledak mundurnya?" tanya Badai mempunyai ide dalam otaknya.

"Lima belas megaton, akan meledak satu menit setelah diaktifkan." terang Ama seraya matanya tidak lepas dari Gerhana yang sudah menangis sejadi jadinya di bawah sana karena ketakutan.

"Sini!" Badai merebut peledak itu dari Pe.

"Aku kira lima puluh megaton yang berdampak menghancurkan markas. Mungkin Topan mempunyai ide sendiri." Badai meremehkan dampak kekuatan megaton lumayan besar itu.

Ama hanya pasrah dengan suara Badai yang terdengar meledek benda buatannya. "Baiklah, aku mau nonton... apakah Topan berhasil keluar tanpa luka bakar?" Batin Ama sedikit kesal.

Dan semuanya hanya menonton penuh tanya ke Badai yang saat ini berdiri di atas posisi Gerhana yang masih meraung-raung.

"NANA!" Teriak Badai sekencangnya. Gerhana masih tidak enggeh di panggil.

"GERHANAAAAA."

Karena kesal dengan sikap Gerhana yang cengengnya naudzubillah, sembilan Kurcil kompak meneriaki nama itu.

Gerhana pun mendongak ke atas dengan mata sudah sembab.

"TANGKAP INI, BISA?" Badai memamerkan bom tersebut.

"Hiks ... hiks, itu a-apa? Aku tidak butuh buah...."

Ama lebih kesal lagi ke inces lemot. "Lebih parah ini mah dari ledekan Badai," lirihnya pasrah saja. Buah katanya? cih!

"INI BUKAN BUAH, TAPI...."

"Aku juga tidak butuh ubi rebus," serga Gerhana ke Badai. Kalau bukan buah yang sejenis ubi dong. Dia tidak habis pikir oleh orang di atas sana, nawarin kok kagak tau tempat. "Aku hanya minta tolong....hiks, tolongin dia." Gerhana menunjuk nanar Topan yang sudah lemas bertarung terus. Pisau sebagai senjata Topan pun jatuh tenggelam di air berlumpur itu.

Lagian aneh bagi Gerhana. Kenapa orang-orang bodoh ini memelihara buaya? Apa untungnya coba? Nah, jadinya 'kan sang peliharaan buas kagak pandang bulu. Mau itu tuannya kek, tetap aja akan dimangsa, empuk gitu lho. Pokoknya awas saja kalau dia sudah selamat dari marabahaya ini, maka si inces cantik tapi lemot akan memarahi para Kurcil yang dicapnya bodoh semuanya.

***

1
Ran Aulia
pilihan yg sulit 😥😥😥😥✌️
Ran Aulia
terharu 😍😍😍
Ran Aulia
adugghhhh sampai sakit perut 🤣🤣🤣🤣🤣
Ran Aulia
hahaha Ama kocak banget 😂😂😂
Ran Aulia
Luar biasa syeruuu kocak 👍👍👍👍😍😍😍😍

terimakasih ya author 😍😍😍😍
Meli Putri Yani
ngakak poll torr sampai kaku perut
Sulaiman Efendy
SEBENARNYA KECEWA PELANGI HRS NIKAH MA DIBI,, CINTA DIBI TK SEBESAR CINTA NYA SAAT BLM MNIKAH DGN PELANGI,, SETELAH MNIKAH DIBI MLH BNYK CUEK NYA KE PELANGI.. YG AKHIRNYA MEREKA BERCERAI..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
MUAY THAI MMG HEBAT, TPI MSH KALAH DGN PENCAK SILAT, APALAGI DGN WING CHUN, MASTER IP MAN....
Sulaiman Efendy
KYAKNYA XIAN SANG PELATIH MUAY THAI BLM TEWAS.
Sulaiman Efendy
APAKAH XIAN AYAHNYA MONICA... YG GAGAL NIKAH MA SATRIA..
Sulaiman Efendy
GK DIBI & GUNTUR...
Sulaiman Efendy
GILA SI TOPAN, LBH GILA DRI AYAH NYA SIBIRU...
Sulaiman Efendy
ITU PASTI GERHANA... GADIS PANTI, GADID MASA KECIL TOPAN YG PUNYA KALUNG...
Dewi Nurlela
dapat apa kamu erlan dgn bersekutu sama belen
Dewi Nurlela
baru kali ini aku baca novel tegang sambil ketawa🤣🤣🤣
Ayi Hadi
lanjuuuut
Ayi Hadi
lanjuùt
Ayi Hadi
lanjut
Ayi Hadi
lanhuuuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!