NovelToon NovelToon
Ujung Ombak Di Kaki Senja

Ujung Ombak Di Kaki Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Bad Boy / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:462.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

"Kamu, Istriku! Namamu Senja, Aku ingat itu."

Naurally Senja Hafidza. Seorang santri Wati yang pernah mondok di salah satu pesantren dekat pesisir Pangandaran. Merasa terkejut tatkala seorang pria berwajah tampan namun berambut gondrong dan berpenampilan bak berandal, yang memang pernah la temui beberapa kali di pantai tempat ia menghafal Al-Qur'an ketika sore hari. Tiba-tiba hadir di depannya dan mengakui bahwa Senja adalah Istrinya.

"Maaf, kita baru beberapa kali bertemu dan dalam ketidak sengajaan. Mana mungkin saya adalah Istri Saudara."

Sedangkan di posisi laki-laki tersebut, yaitu Keindra Alif Hibridzi, saat ini ia sedang mengalami amnesia, pasca bangun dari koma, akibat kecelakaan motor beberapa bulan yang lalu. Di dalam ingatannya, hanya menyisakan seorang nama saja yaitu Senja. Parahnya lagi, di ambang halusinasinya, Senja adalah seseorang yang pernah ia nikahi dan saat ini adalah Istri Sah nya.

UJUNG OMBAK DI KAKI SENJA. Mari mulai baca saja, Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Kantor Kei.

..."Sungguh, wanita mampu menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun. Namun, tak sanggup menyembunyikan cemburu meski sesaat."...

...~Ali bin Abi Thalib~...

..."Aku senang, saat kamu menunjukan rasa cemburu padaku. Aku suka, kamu marah sebab hal itu! Karena aku dapat mengukur seberapa besar kadar cintamu padaku. Yang aku tahu, pasti tidak ber-ilmit."...

...~Keindra Alif~...

...🍃🍃🌷🍃🍃...

"Sayang!" Kei menahan tangan Senja ketika Senja sudah mengecup tangan kanannya dan hendak keluar dari mobil.

"Kamu, marah padaku?" tanya Kei.

Senja geleng kepala. "Ti-tidak, Mas!"

"Mas? mana panggilan mesra untuk ku? 'Ay!" tegas Kei.

"I-iya, Ay! maaf!"

"Untuk apa?"

"Untuk..." mata Senja berkaca-kaca. Kei memiringkan kepalanya, melihat mata Senja yang mulai berisi cairan siap tumpah.

Kei kembali pada posisi semula, memejamkan mata sejenak, menarik nafasnya pelan. Duduk berjarak dengan Senja. Namun, ia segera menoleh pada Senja.

Nampak Senja sedang menunduk dan memilin ujung hijabnya. Kei tersenyum simpul, lalu ia menarik pelan sebelah tangan Senja dan memasukkan jari-jari tangannya pada celah jari-jari tangan Senja. Kini kedua tangan itu saling bertaut.

"Sudah ku katakan! Aku senang, saat kamu menunjukan rasa cemburu padaku. Aku suka, kamu marah sebab hal itu! Karena aku dapat mengukur seberapa besar kadar cintamu padaku, yang aku tahu, pasti tidak ber-ilmit. Mengapa harus menyiksa diri, dengan diam?"

"Ah!" Senja terperangah atas perkataan Kei.

"Katakan Saja, Sayang! apa yang kamu rasakan padaku. Kesal, sedih, senang, bahagia atau cemburu. Hak mu untuk mengekspresikannya, berkeluh kesah pada suamimu, tidak berdosa. Kewajiban ku, selalu menjaga hati ini untuk tetap teguh padamu karena Allah."

Senja menitikan air mata. "Ma'afkan aku mas, karena sudah su'udzon kepadamu!"

"Karena... mendengar aku, akan melihat pemotretan itu kan?" Senja mengangguk. Kei tersenyum, "Sini, aku peluk dulu."

Senja menggeser duduknya lebih dekat ke tubuh Kei. Kei meraih pinggang Senja, lalu memeluknya.

"Jangan risau akan hal itu! aku akan menjaga hati dan pandangan ini. Pandangan dan hatiku kini hanya fokus pada satu titik. Yaitu kamu!"

"Terima kasih Ay! Ma'afkan aku." ujar Senja, kini ia menangis di dada Kei. Kemeja Kei basah oleh air matanya.

Kei hanya tersenyum dan mengelus kepala Senja. "Kamu tidak salah, maka tidak ada yang perlu di maafkan. Sudah, hapus air matanya, nanti kamu terlambat setor makalahnya. Nanti aku jemput sebelum Dzuhur, agar dapat berjamaah Dzuhur sebelum pergi jalan-jalan." ujar Kei.

Senja mengangguk dan menyudahi tangisannya. "Maaf Ay! kemeja kamu basah!" Senja mengelus dada Kei.

"Akh!" Kei mendesah pelan. Sapuan lembut tangan Senja, mampu membangkitkan sisi keperkasaannya. Senja tahu itu sinyal bahaya, maka dari itu segera menarik tangannya.

"Ma'af, Ay!"

"Minta maaf lagi? lebaran masih jauh Neng!" Kei mengekeh, ia mencoba meredam gejolak kelelakiannya. Setelah itu ia mengecup kening Senja.

Senja tersipu malu. "Kalau begitu aku berangkat! sudah di tunggu Arka." pamit Kei. Senja mengangguk, setelah berucap salam dan di balas, ia segera turun dari mobil dengan senyuman yang membuat Kei enggan jauh darinya.

Kei segera menyuruh sang sopir, pergi dari pelataran parkir, setelah Senja tidak terlihat lagi karena sudah masuk ke area gedung Universitas.

***

Kei sudah sampai di kantornya. Kini sudah sama-sama duduk berhadapan dengan Arka di sofa ruangan kantornya.

"Bagaimana Ka?" tanya Kei.

"Pemotretan di undur setelah makan siang! modelnya molor jadwal. Harusnya dia kembali dari Australia itu minggu lalu, ternyata dia ngambil job dadakan di luar jadwal. Jadi baru balik pagi ini, sampai sini siang."

"Hais! gue tetap harus hadir di sana ya Ka?" tanya Kei dengan wajah nampak enggan.

"Ya begitulah! permintaan Crew, mereka tidak mau nantinya ada kesalahan setelah semuanya berjalan. Jadi... Pak Kei harus ada di sana untuk memastikan sendiri tidak ada kesalahan." terang Arka.

"Lalu... bagaimana dengan Senja? gue sudah janji mau ngajak doi jalan-jalan hari ini!"

"Emm, kan hanya sebentar Pak! setelah itu bisa jemput Bu Senja."

"Paan sih lu Ka. Gak asik banget! gue itu sahabat lo, panggil nama gue dan jangan panggil istri gue Ibu! dia belum setua itu!" hardik Kei. Arka tertawa kecil.

"Ok ok. Kei! puas?"

"Lebih baik dari tadi! okelah gue revisi kerjaan sekarang saja. Lo balik ke ruangan, sana. Ingat! jangan gangguin sekretaris baru itu." Ujar Kei.

"Ok Bos! hum, bukan level gue Bos! dia sih level Bang Willy, gue lihat Bang Willy kalau lihat tuh cewek, sampai gak ngedip."

"Serius Ka?"

"Yups... tadi pagi, dua kali gue mergokin Bang Willy kayak di hipnotis, lihat cewek itu." Arka tertawa.

"Hum... doyan cewek juga akhirnya, dia. Gue pikir gak doyan cewek," Kei pun tertawa di barengi Arka. Setelah puas ghibahin Willy, Arka kembali ke ruangannya dan Kei kembali pada pekerjaannya.

**

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Wanita cantik dengan pakaian sedikit terbuka dan nampak seksi, baru saja tiba di terminal kedatangan, beserta beberapa orang lainnya.

Mereka adalah Rhailla beserta asisten dan beberapa orang kepercayaannya yang bekerja di bidang entertainment. Ada dua sahabatnya Erza dan juga Lira di Sana.

"Langsung ke lokasi saja nih Kak Rhai?" tanya sang Asisten.

"Ya, sesuai jadwal." jawab Rhailla.

Mereka pun menuju ke sebuah tempat untuk pemotretan, dimana Kei juga akan hadir di sana.

**

Siang hari. Di dalam kampusnya Senja.

"Huff, Mas Kei lama sekali! ini juga waktunya sudah meleset jauh, dari waktu yang ia janjikan." gumam Senja.

Setelah Salat Zuhur, Senja duduk di bangku besi yang ada parkiran kampus, ia sedang menunggu Kei. Senja sudah mencoba mengirim pesan dan menelponnya. Akan tetapi, sepertinya ponsel Kei tidak aktif.

"Kak Naura!" pekik seseorang.

Senja mendongakan wajahnya, "Syabie! Masya Allah," Senja nampak sumringah ketika ia lihat siapa yang menyapa.

"Ia Kak, Assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikum salam. Hai, Syabie! Anti sudah keluar kelas?" tanya Senja.

"Sudah Kak! O yah, Kak Naura sedang apa di sini? sendirian lagi. Nanti kering loh!" kelakar Syabie.

"Hehe, bisa saja Anti. Kakak Sedang menunggu Suami Kakak." jawab Senja dengan mengekeh pelan.

"Oh begitu!"

"Ia, tapi koq lama yah! dari sebelum Zuhur, padahal janjinya mau Salat berjamaah Zuhur." Ujar Senja.

"Mungkin suami Kakak sibuk!" ucap Sabrina.

"Bisa juga sih, o yah boleh minta tolong?"

"Apa itu Kak?"

"Antar Kakak ke kantor suami Kakak."

"Boleh, sekarang?"

"Hu'uh, yuk!" Senja mengiyakan sembari menggandeng tangan Sabrina menuju ke depan gerbang untuk mencari taksi.

Mereka pun pergi ke kantor Kei. Senja sudah hafal kantor Kei di mana, karena sudah beberapa kali, Senja ikut Kei ke kantornya.

Di kantor Kei.

Kei baru saja tiba di ruang pemotretan setelah melaksanakan Salat Zuhur di Mushola kantor tersebut. Untuk Kei orang-orang di depannya asing, termasuk Rhailla yang sedang berpose.

"Kei?" Rhailla nampak sumringah ketika melihat siapa yang baru masuk ke ruangan pemotretan tersebut.

"Kok Kei, ada di ruangan ini. Apa ada hubungannya dengan desain berlian ini?" batin Rhailla.

Sedangkan Kei yang memang mencuri perhatian para Crew dan lainnya, ia nampak tenang dengan duduk pada bangku tunggal dengan bersedekap kedua tangan di dada.

"Woah keren! itu owner cahaya Senja Diamond, Putra mahkota H.Z, kan?" tanya salah satu Crew perempuan.

"Ia sepertinya, mereka bilang rambutnya gondrong, gak nyangka setampan itu." timpal temannya.

"Hush, fokus!" tegur crew lainnya. Mereka pun mengangguk.

Kei memang memisahkan diri dari H.Z corp untuk desain Diamond limited editionnya, Kei merintis nama baru masih dalam naungan H.Z corps, hanya berbeda jalur pemasukan dan pemasaran saja, walaupun masih di dalam kantor yang sama.

Kei ingin memulai bisnis baru untuk menghidupi keluarganya, Kei tidak mau bergantung pada sang Ayah. Walupun ia saat ini menjabat sebagai CEO dari H.Z corps namun, itu adalah perusahaan keluarga, bisa saja suatu hari perusahaan itu pecah karena ketamakan sang paman atau lainnnya.

Cukup lama pemotretan tersebut berlangsung, hingga Rhailla pun merasa kesal karena Kei sama sekali tidak meliriknya, Kei fokus pada kegiatan Photo grafer dengan tatapan dinginnya.

"Kei, itu yang namanya Rhailla!" bisik Arka.

"Yups, sepertinya. Setelah pemotretan ini rampung. Kita langsung pulang Ka! pantas gue sampai kabur dan memutuskan pertunangan, hati gue gak sreg dengan penampilannya." Ujar Kei dengan kembali berbisik.

"Ia Kei, duh gue juga malas melihat, kalau bukan karena pekerjaan."

"Gak habis pikir. Mengapa dulu, bokap ngotot banget mau nikahin gue dengan perempuan model gini ya?" tanya Kei.

"Nah itu dia, nampaknya harus cari tahu Kei, apa penyebabnya." timpal Arka.

"Ok deh! nanti gue tanya. O yah, bagaimana tentang gadis impian lo itu?" tanya Kei, keluar dari topik.

"Sulit Men! sepertinya tuh cewek tidak memiliki akun sosmed, atau memang gue yang gak tahu. Ah sudahlah, kalau Allah menakdirkan untuk gue bertemu lagi dengannya, maka kami akan bertemu."

"Lalu jika sudah bertemu?" tanya Kei.

"Seperti yang ingin lo lakukan pada Senja sebelum amnesia. Hajar dengan tiga rangkaian menuju halal." jawab Arka mantap.

"Good! gue ikut berdoa agar lo di pertemukan kembali dengan gadis pujaan hati lo itu." Ucap Kei dengan tersenyum.

"Aamiin."

Arka memang telah menceritakan tentang Sabrina pada Kei. Senyuman Kei tak luput dari perhatian Rhailla di ujung sana.

Di lobby kantor Kei,

Senja dan Sabrina baru saja sampai, Senja langsung naik ke kantor Kei. Keamanan di kantor Kei sudah hafal Wajah Senja yang pernah ikut Kei beberapa kali ke kantornya, mereka taunya senja sering berjalan bersama Kei, walaupun tidak tahu senja itu siapanya Kei.

Namun, Kei tidak ada di dalam kantornya. "Maaf Bu, ada yang bisa Saya bantu?"

Sekretaris Kei baru saja dari toilet. Ia melihat Senja dan Sabrina sedang celingukan di depan ruangan Kei.

"Eh maaf, saya mencari..."

"Pak Kei, suami Ibu kan?" tanya sekretaris Kei.

"Ssstt." Senja menempelkan jari telunjuk pada bibirnya.

"Hehe, tenang saja Bu! saya amanah Koq, tidak akan membocorkan rahasia, Pak Keindra sudah memberi tahu saya tentang hal ini. Dan saya harus merahasiakannya" Ujar sekretaris Kei dengan nada sopan.

"Hem, terima kasih Mbak!"

"Pak Keindra sedang berada dalam ruang pemotretan di lantai dua, silakan jika Ibu mau menemuinya," ucap sekretaris itu kembali.

"Baiklah! saya permisi dulu ya Kak, o yah panggil saya Senja saja dan ini teman saya Sabarina."

"Gak berani Bu! kalau begitu Mbak Senja saja!" ujar sekretaris Kei. "Hai Sabrina."

"Baiklah," Senja tersenyum.

"Hai Kak."

Setelah mengucap salam, Senja dan Sabrina bergegas ke lantai dua, menuju tempat pemotretan yang di tunjukkan sekretaris Kei tadi.

"Astaghfirullah! Mas Kei." Senja menutup mulutnya, tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Kei sedang berpelukan dengan perempuan yang ia lihat pada photo yang Willy tunjukkan kemarin.

Ruangan itu dilapisi dinding kaca jadi Senja dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam sana, termasuk Kei yang sedang di peluk perempuan itu.

"Kak?"

"Kita pulang saja, Sya!" ajak Senja dengan menahan tangis.

Senja dan Sabrina segera menuju lobby. Sabrina tidak banyak bicara, ia mengikuti Senja, hingga taksi mereka dapatkan dan Senja menangis di dalam taksi.

Bersambung...

1
Renesme
Baguuus 👍👍👍
Heryta Herman
hahaha..batal deh mas kei mesra"an sama ayank senja gara" tamu bulanan...
Heryta Herman
selalu saja ada orang ke tiga/pelakor,dlm cerita/novel..apapun genre nya...
bikin nge drop dan malas bacanya...
walau ujung cerita nya bahagia...
Gladys Aira
Luar biasa
Balqis Adzraa
Bagus 👍 banget ceritanya,, sukses terus
Ukhty fillah
👍👍
Follow Author.IG: rosenoor_193
Good
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Follow Author.IG: rosenoor_193: 🙏🙏🙏🙏🥰🥰
total 1 replies
Sulaiman Efendy
GK ADA CERITA KHUSUS BUAT ANAK2 MEREKA KAH THOR, SERU KYAKNYA KLO OTHOR BUAT CRITA ANAK2 MREKA..
Follow Author.IG: rosenoor_193: ada sih tapi belum ada waktu nulisnya 🙏
total 1 replies
Sulaiman Efendy
PERASAAN YG HAMIL DLUAN SYABIE, KOQ MLH SNJA YG LHIRAN DLU...
Sulaiman Efendy
ITU PASTI KERJAA ILLA..
Sulaiman Efendy
HADIAH SPCIAL SENJA PASTI AKN BRIKAN HAQ SUAMI ATAS DIRINYA.
Sulaiman Efendy
PACAR ALIAS KUTEK WILL😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
QYANA HRS CERITA KE ETHAN TTG KLICIKAN ILLA..
Sulaiman Efendy
DLU KEI CINTA QYANA, TTPI QYANA CINTA MA ETHAN, GK NYANGKA BANGET...
TERNYATA QYANA BKN 11-12 DGN RHAILLA, TTPI 1-100,, SEMUANYA ULAH LICIK ILLA RUPANYA..
Sulaiman Efendy
QYANA DN RHAILLA SMA SAJA TUU, 11-12..
BETUL KATA SENJA, MASA KLO UDH NIKAH MSH NONGKRONG DI CLUB BRSAMA LKI2 YG BKN MAHRAMNYA, MMG HRS DISELIDIKI...
Sulaiman Efendy
UNTUNG ADA ALINA YG BERITAHU...
Sulaiman Efendy
SYABIE DI JODOHIN MA ARKA AZA TUUU..

KOQ KEI PELUKAN MA RILLA, ADA APA...??
Sulaiman Efendy
SEBENARNYA PALING MALAS KLO BCA CERITA ADA ORG2 MASA LALU KDUA PASANGN YG BRPOTENSI GANGGU KBAHAGIAAN TOKOH DI CERITA..
Rina Susilowati
ceritanya bagus bener..singkt tapi banyk pelajaran yg diperik.. terima kasih ka ROS SY BERHARAP ADA SQUEL DARI ANAK KE , ARKA , ETHAN DAN WILI..PASTI KEREN
Follow Author.IG: rosenoor_193: Terima kasih Akak. Nanti di pikirkan ya 🤗🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!