NovelToon NovelToon
Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:292.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Novel ini sekuel dari novel pertamaku yang berjudul Mencintai Kekasih Sahabatku. Jadi alangkah lebih baik membacanya terlebih dulu sebelum membaca Cinta Sang Mantan Cassanova.

"Aku baru sadar kalau cintaku padamu begitu dalam setelah aku kehilanganmu. Mungkinkah janin yang tak sempat berkembang itu membuat ikatan kita semakin kuat? aku berjanji akan membuatmu kembali lagi padaku" Dewangga Surya Wijaya.

Kehilangan 3 orang sekaligus dalam hidup Angga membuat hidupnya terpuruk. Mamanya meninggal karena serangan jantung, Viviane pergi entah kemana setelah keguguran janinnya.

Hal itu membuat seorang Angga kini menjadi pribadi yang sangat dingin. Bahkan gelar cassanova yang melekat pada dirinya sudah ia tanggalkan.

Dapatkah Angga menemukan Viviane?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 27

“Angga lepasin!” Viviane mendorong tubuh Angga agar bisa melepaskan pelukannya.

“biarkan seperti ini sebentar saja Vi” tolak Angga yang masih merengkuh tubuh Viviane.

“apa-apaan sih kamu Ngga. Nanti ketahuan kekasih kamu”

Kemudian Angga melepas pelukannya. Dia tersenyum tipis saat mendengar perkataan Viviane baru saja.

“apa kalau aku tidak punya kekasih aku boleh melakukannya?” Tanya Angga sambil tersenyum

“jangan gila kamu. Aku sebentar lagi akan menikah. Lagian kamu juga sudah punya kekasih mmmhhhhhh….”

Angga sangat sakit hatinya saat Viviane kembali mengungkit bahwa dirinya akan menikah. Hingga saat Viviane belum menyelesaikan ucapannya, Angga segera membungkam mulut Viviane. Angga kembali merasakan bibir manis Viviane yang sudah lama tidak pernah ia rasakan. Angga ******* bibir Viviane dengan lembut. Dan Viviane hanya diam saja. Melihat Viviane tidak ada reaksi Angga sedikit menggigit bibir Viviane hingga tanpa sadar Viviane membuka mulutnya, dengan cepat Angga memasukkan lidahnya untuk mengeksplor kenikmatan dalam rongga mulut Viviane.

Untung saja toilet tersebut dalam keadaan sepi, jadi Angga bisa menikmati bibir manis Viviane dengan penuh perasaan. Sedangkan Viviane yang kembali merasakan bibir Angga, sejenak dia merasa terbuai. Namun beberapa menit kemudian Viviane mendorong tubuh Angga dengan keras.

“cukup Ngga!! Kamu jangan seperti ini” ucap Viviane dengan wajah yang memerah menahan amarah. Kemudian dia segera pergi meninggalkan Angga.

Angga hanya mampu terdiam setelah apa yang telah ia lakukan pada Viviane baru saja. Jujur dia tidak sanggup kalau Viviane benar-benar akan menikah dengan Edwin.

Sedangkan Viviane kini sudah kembali ke meja dimana tadi dia duduk bersama Edwin dan Laura. Edwin yang melihat perubahan wajah kekasihnya sedikit penasaran.

“sayang kamu kenapa? Ko’ lama sekali ke toiletnya?”

“oh.. itu maaf mas tadi aku sakit perut” jawab Viviane gugup

“apa kamu baik-baik saja sekarang?”

“hmm… mas aku ingin-“ ucapan Viviane terpotong kala mendengar dering ponsel Laura.

Laura mengangkat panggilan itu yang ternyata adalah Angga. Laura sedikit kecewa karena tiba-tiba saja Angga mengatakan ada urusan yang sangat penting dan harus pergi sekarang juga.

“ya udah kita makan malam bertiga saja Ra” ucap Edwin berusaha menenangkan Laura.

Padahal tadi Viviane ingin meminta pulang pada Edwin. Dia ingin menghindari Angga. Namun ternyata Angga yang terlebih dulu pergi. Viviane berpikir mungkin Angga sengaja pergi agar tidak melihat dirinya lagi dan tidak mau melihat kemesraannya dengan Edwin.

Beberapa saat kemudian, pelayab restaurant sudah datang membawa makanan yang mereka pesan tadi. Kini Viviane, Edwin, dan Laura sedang menikmati makan malam mereka.

Setelah selesai makan malam, mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk pulang. Karena tadi Laura datang ke restaurant naik taksi, jadi Edwin sekalian mengajak Laura. Padahal tadi Laura sudah berharap setelah dinner akan meminta Angga untuk mengantarnya pulang. Namun ternyata rencananya gagal. Dan kini terpaksa dirinya ikut di mobil Edwin bersama Viviane.

“kita mau kemana sih mas?” Tanya Laura saat sudah di dalam mobil.

“mau ngantar Viviane dulu ke apartemen baru ngantar kamu pulang Ra” jawab Edwin

Kemudian mereka bertiga kembali terdiam. Viviane yang masih shock dengan kejadian saat di toilet tadi bersama Angga. Laura yang sangat bad mood karena gagal dinner dengan Angga. Sedangkan Edwin yang masih penasaran dengan Viviane setelah melihat perubahan raut muka kekasihnya setelah selesai dari toilet.

“mas, dimana sih apartemen kak Viviane?” Tanya Laura tiba-tiba karena dia merasa sangat hafal dengan jalan yang dilaluinya sekarang.

“bentar lagi juga nyampai Ra” jawab Edwin.

Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai Edwin sudah sampai di basement apartemen.

“kakak tinggal disini?” Tanya Viviane dengan ekspresi terkejut

“iya Ra. Emang kenapa?” jawab Viviane

“tahu nggak sih kak, mas Angga juga tinggal di apartemen ini” ucap Laura dengan wajah berbinar.

Deg

Tiba-tiba saja perasaan Edwin tidak enak. Entahlah apa yang sedang dia pikirkan. Edwin merasa ada sesuatu tapi dia sangat sulit untuk mengungkapkannya. Apalagi saat di restaurant tadi saat tidak sengaja Viviane memesan minuman yang sama dan bahkan mereka berdua juga menyebutkan alasan yang sama tentang manfaat minum teh hijau. Edwin menolak keras kalau Viviane sudah pernah kenal sebelumnya. Dan tadi mungkin hanya kebetulan saja. Tapi saat Laura baru saja mengatakan bahwa Angga tinggal di apartemen yang sama dengan Viviane, Edwin sedikit merasa tidak tenang.

“oh ya?” jawab Viviane yang pura-pura terkejut. Padahal dia sudah tahu bahwa Angga tinggal di apartemen yang sama bahkan satu lantai dengannya.

Setelah turun dari mobil, kini mereka bertiga melangkahkan kakinya menuju unit apartemen Viviane. Edwin berjalan di belakang. Sementara Viviane dan Laura ada di depannya. Sebenarnya Edwin ingin berbicara sesuatu dengan Viviane. Namun niatnya itu harus dibatalkan karena dia sedang bersama Laura.

“kak Viviane tinggal disini?” lagi-lagi Tanya Laura dengan wajah terkejut. Dan Viviane hanya mengangguk.

“mas Edwin tahu nggak. Itu tuh unit apartemen mas Angga” ucap Laura sambil menunjuk unit apartemen Angga yang berada tidak jauh dari unit apartemen Viviane.

“wah kebetulan sekali nih kak. Kalau akum aku mau bertemu mas Angga bisa mampir dulu kesini”

Edwin dan Viviane tersenyum tipis menanggapi Laura.

“sayang aku pulang dulu ya” pamit Edwin kemudian

“Cup”. Edwin mengecup kening Viviane.

“iya mas, hati-hati”

“duh duh kalian ini lupa kalau aku masih disini. Tega ya pamer kemesraan di depanku” rengek Laura dengan wajah cemberut pura-pura kecewa.

“ya nanti kamu juga bisa mesra dengan Angga” balas Edwin

Seketika wajah Viviane berubah ketika mendengar Edwin menyuruh Laura berbuat hal yang sama yang baru saja dia lakukan. Dan Edwin melihat lagi perubahan wajah Viviane.

Akhirnya Edwin pergi dari apartemen Viviane. Dia mengantar Laura pulang terlebih dulu sebelum pulang ke rumahnya.

Kini Viviane sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia meraba bibirnya. Dia masih merasakan bekas ciumannya dengan Angga tadi. Bayangan masa lalu Viviane kembali lagi saat Angga menciumnya dulu. Viviane masih merasa bahwa ciuman Angga dulu dan sekarang masih sama.

Namun, seketika itu Viviane menyadari sesuatu bahwa dia sangat menyesal telah membayangkan ciuman Angga. Viviane tiba-tiba marah saat mengetahui ternyata Angga adalah kekasih Laura. Dan Laura tadi juga mengatakan bahwa dia mengetahui dimana unit apartemen Angga berada.

“apa yang sudah mereka lakukan selama ini? Kamu bilang masih mencintai aku tapi kamu menjalin hubungan dengan Laura. Apa maksud kamu Ngga” gumam Viviane pelan.

***

Keesokan harinya, seperti biasa Edwin datang ke apartemen Viviane untuk menjemput kekasihnya berangkat kerja. Hari ini Edwin akan menanyakan sesuatu pada kekasihnya yang sempat mengganjal hatinya sejak semalam.

“sudah siap sayang?” Tanya Edwin saat Viviane baru saja keluar dari kamarnya

“sudah mas. Ayo kita berangkat”

Kemudian mereka berdua melangkahkan kaki keluar dari unit apartemen. Dan tiba-tiba saja tanpa sengaja Angga juga baru saja keluar dan juga ingin berangkat ke kantor. Edwin yang mengetahuinya segera menyapa Angga.

“selamat pagi tuan Angga”

“pagi juga. ah panggil Angga saja biar lebih akrab”

“baiklah” balas Edwin sambil tersenyum. Tapi Edwin melihat Angga yang sejak tadi menatap ke arah Viviane.

“ya sudah aku duluan” ucap Angga kemudian dan berjalan mendahului Edwin dan Viviane.

Kini Edwin dan Viviane sudah berada di dalam mobil. Lagi-lagi Edwin merasa tidak tenang dan dapat melihat perubahan wajah Viviane setelah bertemu dengan Angga.

“ayo mas. Nanti telat lho” ajak Viviane pada Edwin yang masih terdiam

“sayang. Maaf jika perkataanku ini menyinggung kamu”

“apa maksudnya mas?”

“apa kamu sudah mengenal Angga sebelumnya?”

Deg

.

.

.

*TBC

1
ione
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thuor
Dewi Kesumawati
you have no idea what they've been through
Dewi Kesumawati
mantap👍👍
Dewi Kesumawati
angga terlalu ngasih hati sama laura😏
Sri Fauziahanwar
otw thorr
~°•●Dee_K●•°~: mksih kk🤗😍
total 1 replies
💜💜💜REVIAA 99💜💜💜
otewe 🏃🏃🏃🏃🏃
Bayong Jantoli
lanjut
Mping 🌸
kalo ganteng namanya cowo bu 😭🙏🏻
Mping 🌸
sabar woy, kalo lu nyari pasti dapet pasangan yang sempurna. Banyakin doa aja dulu babang, cemungut😂
Mping 🌸
haii mba, aku mampir. Semangat terus buat update novelnya, semangat! 💕
~°•●Dee_K●•°~: mksih dedek
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
yuhuu
Wong Ngapak
jejak dulu, bacanya nanti 😊
~°•●Dee_K●•°~: ok mksih👍👍
total 1 replies
Momy Haikal
masih misteri
Wien wie alkhana
,🥰🥰🥰
Yolanda Tahalea
laaah pake kasian sama ajh ngasih angin itu hadeeeeh
Emak Femes
Hu hu huh hu
udah end yak
semangat terus mama dee-k 💟💟
~°•●Dee_K●•°~: mksih💕💕
total 1 replies
👑Meylani Putri Putti
hadir thor
Destilia oki
kyagnya ada yg jodoh sama nathan.. 😁
~°•●Dee_K●•°~: benar sekali👍👍👍 benar2 ngawur😂😂😂😂
total 1 replies
Emak Femes
Semangat selalu kak Dee-K
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!