"Kau siapa?" Charlotte tak menemukan jejak ingatan siapa laki-laki yang berdiri didepannya dengan hanya handuk dan rambut basah di kamar hotel itu.
"Kau tak tahu aku siapa? Kau tidur di ranjangku..." Bahkan bajunya sudah berganti dengan baju kebesaran dari pria itu.
Sial! Bahkan namanya pun tak bisa diingatnya. Nasib sial apa yang menimpanya sekarang.
Dari kecil dia tak pernah percaya cinta, tak percaya pangeran berkuda putih, Charlotte Blaine adalah pengacara perceraian paling dicari di London, melihat begitu banyak perceraian dalam hidupnya dan tidak mempercayai cinta, tapi sekarang dia jatuh ke pelukan pria asing karena minum di Monaco.
Apapun yang terjadi semalam tetap tinggal di Monaco. Begitu batinnya.
Benarkah kisahnya begitu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27. Hoping A Miracle 3
"Oh begitukah, aku bisa tahu apa hasil penyelidikanmu. Terakhir kau menyebutkan indikasi Lionel terlibat jaringan kejahatan..."
"Kau benar, tapi kau tak bisa menyampaikannya ke Tuan Alan Bowen. Jika dia tahu mungkin Anna akan menyangkanya yang membayarku....Dan akan memanaskan situasi yang mungkin sekarang sudah dingin."
"Baiklah, setuju, alasanmu masuk akal..."
"Lionel McIlroy terlibat Soho Walk, investasi di beberapa klub malam dan exclusive lady esscort..."
"****! Are you sure Charlotte. That oldman?! That oldman is somekind of a prostitutes mafia!? That horribly shocking. That grandpa?! Jesus!** " Aku tertawa mendengar Ethan menyumpah panjang pendek.
"Penyelidikku memberikan buktinya padaku. Dan ya dia 100% yakin atas apa yang dia temukan."
"Aku tidak bisa bicara apapun, benar-benar mengejutkan. Tapi terima kasih untuk semua yang kau lakukan."
"Untuk apa?"
"Kau bersedia mendinginkan suasana dan memberi pertimbangan ke Anna. Aku menghargai kau tidak mengejar jumlah yang mungkin begitu besar jika terjadi persidangan."
"Well, aku melihat Anna adalah wanita tangguh Ethan, aku tak mau dia mengambil keputusan yang salah. Kalian seharusnya bisa sedikit mendorongnya... " Ethan diam sebentar. Tampaknya dia tidak paham apa maksudku dengan mendorong.
"Maksudmu dengan mendorong? Aku mungkin punya pikiran terbatas sebagai pria, kau pernah menyebut "venus dan mars" yang benar-benar tidak kupahami...Dan ya kami berusaha memahami apa yang diinginkan para wanita dan biasanya berujung kesalahpahaman..." Aku menyeringai lebar.
"Jika Tuan Alan berkeras tidak mau bercerai, bukankah lebih baik dia meminta maaf dengan sungguh-sungguh, dan Anna berhak mendapatkan permintaan maaf yang selayaknya. Mungkin mereka bisa memperbaiki lagi hubungan mereka, mereka berdua berhak bahagia..." Aku bersungguh sungguh atas harapanku. Segala macam drama cinta yang terjadi belakangan ini mengubahku sepenuhnya.
"Bolehkah kau melanjutkan apa yang ada dipikiranmu ... Please Charlotte, aku pria yang payah dalam hal ini, dan kau punya sudut pandang wanita. Menurutmu bagaimana cara meminta maaf yang layak ... tolong beritahu aku, aku mohon padamu."
"My idea worth 10 hours of consultation..." Ethan tertawa keras diujung sana, sebelum dia melanjutkan.
"Jika idemu berhasil aku akan berusaha melipat gandakan permintaanmu ... I promise, no ...I swear to make it happen, so spit it out baby ...come on." Sekarang giliranku tertawa.
"Well, okay... tapi ini tergantung pada Tuan Alan sendiri, jika dia bersedia, mungkin ... melamar ulang istrinya, mengatakan penghargaan padanya dan meminta maaf padanya di tempat dia melamarnya dulu, entahlah atau disebuah makan malam romantis disaksikan anak-anaknya yang juga memeluk Ibunya... kurasa itu akan berhasil, ...." diam disana lama, sampai aku melihat kembali ponselku untuk meyakinkan Ethan masih disana.
"Kau masih disana Ethan?"
"You're brilliant, that is brilliant idea. Aku akan membicarakan ini dengan anak-anaknya. Mereka harus mendorong ini terjadi. You're the best Charlotte, terima kasih sudah mengatakan ini."
" I really hope it's working. Anna deserve it, she have been through the worst for his family Ethan. She deserves to be loving again." **
"You such an angel babe." Aku tertawa. "Aku akan mengusahakan terbaik dengan bagian Marsku, terima kasih ..."
"Baiklah, aku masih ada pekerjaan. Aku harap kau berhasil mengusahakan bagianmu Ethan."
"Let's hope the best then. See you Charlotte."
"See you Ethan."
Aku berharap yang terbaik untuk Anna. Semoga keajaiban terjadi untuk mereka.
Seperti aku berharap keajaiban terjadi pada hubunganku dan Josh.
--------------
●Shit! Are you sure Charlotte. That oldman?! That oldman is somekind of a prostitutes mafia!? That horribly shocking. That grandpa?! Jesus!
****! Apa kau yakin Charlotte . Orang tua itu? Orang tua itu adalah semacam mafia prostitusi?! Itu menakutkan ? Kakek itu ?! Jesus!
● I really hope it's working. Anna deserve it, she have been through the worst for his family Ethan. She deserves to be loving again." **
Aku sungguh berharap itu akan berhasil. Anna berhak untuk itu, dia sudah melalui yang terburuk untuk keluarganya Ethan. Dia berhak untuk dicintai lagi.
KEREN
setuju pakai banget...
klo indo ?? Whatever