NovelToon NovelToon
Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:926.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: BFK.11

Saat terbangun aku sudah berada di tempat yang asing. Aku memutar tubuhku untuk melihat lebih jelas dimana aku berada, aku merasa sedang diawasi, dia.. dia melihat kearah ku dengan mata merahnya. Dan dia tersenyum, terlihat dua buah taring keluar dari bibirnya..

Haloo semua... ini cerita pertamaku di MangaToon, Aku harap kalian seneng bacanya, semua cerita yang akan kutulis harus Happy Ending!
Why
Why
Why
Karena kopi pait adanya didunia nyata yaa, so aku bikin cerita yang bikin kalian senyum-senyum aja, just Have Fun in my Fantasi World ♥️♥️♥️

Oh yayayaa, jangan lupa love, like, kalo bisa comment juga, biar aku semangat gadang tiap malam 😆😆😆 demi kalian pencinta Fantasi World.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BFK.11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terungkapnya Kebenaran

Nafas Alice tercekat, waktu di sekelilingnya seakan berhenti berputar, jantungnya berdegup dengan cepat.

Gara memandang Alice dengan tatapan penuh cinta yang bisa melelehkan tubuhnya saat itu juga. Suara debur ombak menjadi saksi atas ungkapan cinta tertinggi yang bisa diberikan oleh manusia.

Alice memegang dadanya dengan kedua tangannya seolah-olah jantung itu akan lepas dari tempatnya jika Alice melepaskan tangannya.

"Will you marry me.."

Gara masih berlutut didepannya, pandangannya tidak bergeming sedikitpun, Gara menunggu jawaban.

Suara Alice bergetar hebat

Air mata Alice menetes, dia tidak sanggup lagi menahannya lebih lama.

..yyaa

Satu kata yang keluar dari mulut Alice cukup membuat Gara tersenyum lebar, Gara bangkit mencium punggung tangan Alice dan memeluknya dengan erat.

Gara melepaskan pelukannya dan kembali menatap Alice.

"Hentikan menatapku seperti ituu..!!"

"Mengapa? aku suka menatapmu." jawab Gara mantap.

"Kau membuatku malu, kau sengaja! sekarang aku tau." Alice cemberut.

"Baiklah, aku akan melakukan hal yang sama." tambahnya.

Alice mulai membuka lebar matanya dan menatap Gara, dia mencoba membuat Gara merasa malu, namun setelah menit-menit berlalu, Gara tidak berekspresi apapun.

"Oh ya tuhan, tidak bisakah kau bersikap malu sedikit saja??"

"Mengapa? aku senang kau menatapku dengan penuh cinta." Gara kembali menggoda Alice.

"Aahh.. apakah aku setampan itu? aku tau sudah banyak orang mengatakannya langsung kepadaku." ucap Gara percaya diri.

"Astaga..!! apakah kau senarsis ini sejak kita bertemu?" Alice penasaran.

"Aku hanya seperti ini didepanmu kau tau.."

"Aku sangat bahagia berada disini bersamamu, aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darimu.."

Gara menarik tangan Alice dan memeluknya.

"Kau tidak bisa menarik kembali ucapanmu, kau akan menikah denganku, apapun yang terjadi." Gara berbisik di telinganya.

"Aku berjanji Gara.." Alice berbisik.

Setelah matahari tenggelam sempura, Gara membawa Alice pulang.

Tangan Gara terus menggandeng tangan Alice, kecuali saat hendak membuka pintu mobil, dia melepaskannya, namun kembali menggenggam tangan Alice.

"Apakah, kau tidak akan melepaskan tanganku?" Ucap Alice.

"Aku tidak akan melepaskan nya, tidak bisakah kau hanya diam dan menerimanya?"

"Aku bisa, aku hanya ingin bertanya saja.." Alice mengerlingkan matanya.

Gara mencubit pipi Alice dengan gemas.

"Jangan bertingkah seperti itu didepan orang lain!"

Mereka tiba lebih cepat didepan rumah Bibi Anna, Bibi Anna dan Hans keluar dari dalam ketika mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumahnya.

Hans membuka pintu mobil Alice, Alice keluar dan memeluknya.

"Ada apa Alice?"

"Tidak, tidak ada.. aku hanya ingin memelukmu.." Alice tersenyum.

Gara berjalan ke arah Bibi Anna..

"Bisakah kita bicara?"

"Oh tentu saja Tuan Muda.. silahkan masuk.." Bibi Anna membuka pintu rumah dengan cepat.

Mereka semua masuk dan duduk diruang keluarga, karena hanya ruangan ini yang mampu menampung cukup banyak orang dan suasananya sedikit santai.

"Aku akan menikah dengan Alice."

Satu kalimat yang keluar dari mulut Gara cukup membuat terkejut Bibi Anna dan Hans. Alice menundukan mukanya, dia tidak tampak terkejut sama sekali, justru inilah saat-saat yang dia nantikan.

Bibi Anna dan Hans berpandangan, mereka ingin mengatakan sesuatu namun kemudian melihat wajah Alice yang terlihat bahagia.

"Ada apa? katakanlah.." ucap Gara.

Bibi Anna mengambil nafas, dia melihat Alice kemudian menundukkan kepalanya.

"Tuan Muda.. tapi Alice.."

"Aku kenapa?" tanya Alice.

"Alice..

"Alice dia tidak bisa melahirkan keturunanmu.." Bibi Anna tidak mampu menatap Alice, dia menahan air matanya dengan kuat.

Bagai tersambar petir disiang bolong Alice membelalakkan matanya.

"Apa? apa? kenapa??" Tanya Alice semakin penasaran.

Bibi Anna memeluk Alice, dia tidak kuasa menahan tangisnya.

"Ada apa? kenapa? kenapa aku tidak bisa hamil? aku baik-baik saja!!"

"Bibi.. Hans? GARA!! apa yang kalian sembunyikan dariku!!"

Gara mencoba merangkai kata-kata untuk menenangkan Alice, namun dia tidak menemukannya. Padahal dia sudah berlatih untuk mengatakan nya saat hari ini tiba, saat Alice akan mengetahui kebenarannya.

Semua orang terdiam, Alice kecewa marah, dia merasa dikhianati, dia merasa dibohongi dan diberi janji yang palsu oleh semua orang.

Hans mencoba menjelaskan alasannya dengan sangat hati-hati.

"Alice, sayang.. Manusia yang menjadi vampire tidak bisa hamil.." Hans menundukkan kepalanya.

DEG

DEG

DEG

Jantung Alice berdetak sangat kencang, dia baru faham apa yang Hans coba jelaskan.

Alice berlari ke kamarnya, dan menutup pintunya dengan keras.

BLAAAM..!!!

Alice membantingkan tubuhnya keatas kasur dengan keras, dia menutup mukanya dengan bantal dan menangis.

Alice mencoba menyusun puzzle puzzle yang berantakan, dia mengingat Gara banyak terdiam, dan semua orang begitu khawatir, dia menangis semakin kencang, hatinya hancur, pedih, kecewa, marah. Alice tidak bisa menjelaskan perasaannya yang hancur berkeping-keping, dia tidak bisa mempunyai keturunan, dia tidak bisa. Seolah ada sebagian dirinya yang hilang, Alice tidak bisa berfikir jernih.

Setelah lama menangis Alice jatuh tertidur karena kelelahan, Gara yang memperhatikan Alice dari sudut kamarnya yang gelap terlihat sedih. Dia merasa sakit, merasa kecewa dengan dirinya sendiri, dialah yang menyebabkan Alice menjadi seperti ini.

Gara menutup tubuh Alice yang dingin dengan selimut, dia mengecup keningnya dan mengusap air mata Alice yang membasahi pipinya.

Duuugh

Seseorang datang mendekat ke arah Gara, dia meninju wajahnya dengan sangat keras.

Buuuuk..!!

"Apa kau menyakitinya lagi?? kau masih belum puas menyakiti nya!?" Kent berteriak.

"Tidak bisakah kau tenang? dia sedang tertidur!!"

"Ahh, kalau begitu kita harus mencari tempat yang tepat!" Kent menghilang dikegelapan malam.

"Apa yang kau inginkan!" ucap Gara.

"Kau tau, aku mencintai Alice! aku harap kau pergi, aku bisa melindunginya! dan aku tidak akan pernah membuat Alice menangis!!" jawab Kent.

"Kau hanya membual, kembalilah ke kandangmu anjing, Alice akan menikahiku! dia sudah mengatakannya." Gara tersenyum.

"Kau penuh omong kosong! apakah kau yakin sekarang Alice masih ingin menikah denganmu? setelah apa yang dia ketahui?" Balas Kent.

Gara terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa. Gara melihat dengan jelas bahwa Alice sangat terpukul dan kecewa karena mengetahui kebenarannya. Dia tidak tau harus bagaimana sekarang, namun Gara tetap akan menikah dengan Alice, Alice sudah menyetujuinya.

Gara berjalan menjauh dari Kent, dengan cepat Kent mengejar Gara dan menarik pundaknya.

"Kau mau pergi kemana vampire! Apakah kau menghiraukan ku?!"

Gara melepaskan tangan Kent dari pundaknya, dan menghilang dengan sangat cepat.

"Hai pecundang!!! kemari kau!!" Kent berteriak.

Aaaargh..!!

Gara kembali ke kamar Alice tanpa terdengar sedikitpun suara.

Dia berjalan ketempat tidur Alice, membelai lembut rambutnya, kemudian mengecup bibirnya dengan perlahan.

Alice.. jangan tinggalkan aku.. kumohon.

Aku akan tetap menikah denganmu, apapun yang terjadi, dan kau juga sudah berjanji akan menikah denganku.

Aku tidak peduli tentang keturunan dan sebagainya, yang aku mau hanyalah dirimu, kita akan bersama selamanya.

Dan aku akan melindungimu apapun yang terjadi, meskipun akan ada banyak orang yang selalu mengincarmu karena aroma tubuhmu, itu bukan masalah bagiku.

Gara mengecup kening Alice dan pergi.

Alice membuka matanya perlahan saat Gara sudah pergi, dia menutup mulutnya karena tak kuasa menahan air matanya yang sudah mencair.

"Gaaaraa....

"Uuuhhhk..

"Maafkan aku..."

Matahari sudah muncul kembali, sinarnya kembali memberikan kehangatan bagi setiap mahluk yang ada didunia.

Kemarin adalah malam yang panjang bagi Alice, matahari sudah sangat tinggi namun Alice masih belum membuka matanya.

Tok

Tok

Tok

"Alice sayang.. aku sudah menyiapkan sarapan, turunlah.. dan minumlah obat itu, kau belum meminumnya sejak pagi kemarin."

Tidak terdengar sahutan dari dalam kamar Alice, Bibi Anna mencoba membuka pintunya, namun percuma, Alice mengunci kamarnya dari dalam.

HANSS

HAAAANS

KEMARILAH..!!!

Bibi Anna berteriak memanggil Hans, Hans bergegas naik ke lantai dua tempat dimana kamar Alice berada.

"Ada apa? kau membuatku terkejut dengan teriakanmu."

"Alice.. Alice, Hans, pintu kamarnya tidak bisa dibuka dan dia tidak menjawab pertanyaanku.." Bibi Anna mengepal-ngepalkan kedua tangannya, dia sangat gugup.

Hans mencoba membuka pintu, namun percuma, kemudia dia mendobraknya dengan sekali hantam.

Braaak..!!!

Pintu kamar Alice terbanting dengan keras, Bibi Anna dan Hans langsung menghambur kedalam kamar, terlihat Alice berbaring ditempat tidurnya.

Bibi Anna menyentuh Alice, namun tidak ada respon, Kemudian dia menggoyangkan tubuh Alice perlahan.

Aliice..

Alice..

bangun sayang..

Tetap tidak ada respon, tangis Bibi Anna pecah seketika, Hans dengan cepat berlari keluar dan mengambil mobilnya.

Gara sedang duduk di aula bersama ayahnya, mereka sedang membicarakan acara pernikahan yang akan digelar tidak lama lagi, Gara segera menemui ayahnya kemarin setelah pulang dari rumah Alice, dia ingin menikah secepatnya dengan Alice.

Pembicaraan mereka terhenti karena terdengar suara ketukan pintu.

Tok Tok Tok

"Yang Mulia, maaf mengganggu.. Hans datang berkunjung.." Dean pergi setelah menyampaikan pesan.

Gara berdiri dan langsung meninggalkan ayahnya saat Dean telah pergi.

"Ayah, aku akan kembali.."

"Pergilah.."

Yang Mulia Raja menatap punggung Gara yang berjalan menjauh.

Dapatkanlah hati Alice, Gara. Aku ingin melihat kalian bahagia..

Gara berjalan cepat menuruni tangga dan meninggalkan aula. Dia hampir berlari begitu keluar dari Aula.

Apa yang terjadi, mengapa Hans datang kemari..

Pintu terbuka, Gara langsung masuk dan mencari dimana Hans berada, namun tidak terlihat Alice disana.

"Apa yang membawamu kesini?"

"Tuan Muda.. maafkan saya.. namun, Alice.."

"Apa? kenapa Alice? " Tanya Gara.

"Alice tidak sadarkan diri yang mulia.."

Gara meninggalkan Hans dan dengan sangat cepat dia sudah berada di kamar Alice.

"Alice.."

Bibi Anna terkejut melihat Gara sudah berada disudut kamar Alice.

"Tuan muda..." Mata Bibi Anna merah karena terlalu lama menangis.

Gara berjalan kearah Alice, dia duduk disamping Alice yang tertidur. Gara mengangkat Alice duduk dan menghisap leher Alice dengan cepat.

Bibi Anna yang melihat Gara menghisap darah dari leher Alice menutup mulutnya, dia berjalan menjauh dan keluar dari kamar Alice. Dia tidak sanggup melihat Alice tidak berdaya seperti itu.

"Alice.. sayangku..." Gara kembali menidurkan Alice.

Apakah Alice tidak meminum kapsul yang aku berikan kemarin? apa yang salah?

Tidak lama kemudian Alice menggerakkan tangannya.

"Alice.."

"Alice.. kau sudah bangun sayang?" Gara menatap Alice.

Alice menggosok kedua matanya, dia mencoba membuka matanya, rasanya sangat sulit sekali untuk melihat dalam ruangan yang sangat terang.

Gara dengan sigap menutup jendela kamar Alice dan mematikan lampu kamarnya.

Perlahan Alice membuka matanya, dia melihat Gara sedang menatapnya.

"Gaara..."

"Aku disini sayang..."

Gara memeluk Alice dengan lembut.

"Apa yang terjadi? mengapa kau berada disini?"

"Sayang.. kau lupa meminum pilnya,

pilnya ingat.. aku memberikan itu untukmu, kau wajib meminumnya, makanan apapun yang kau makan tidak akan berpengaruh pada tubuhmu, namun kau akan seperti ini jika kau tidak meminum pilnya."

"Pil itu adalah darahku Alice.. tidak ada yang menjual dimanapun pil seperti itu, aku khusus membuatnya untukmu.."

Darah Gara?? ya Tuhan.. Gara membuat sebanyak itu dari darahnya sendiri. Aku begitu beruntung memiliki Gara.. aku begitu bodoh telah membuatnya khawatir.

Alice menangis dan memeluk Gara dengan erat.

"Maafkan aku..

"Maafkan aku Gara...

Gara menjilat Air mata Alice yang mengalir dipipinya dengan lembut..

"Menikahlah denganku sayang..

"Aku akan membahagiakan mu..

"Aku tidak akan membiarkan seseorang menyentuh mu seujung jari pun..

"Kau harus mempercayai ku..

"Aku hidup hanya untuk bertemu denganmu..

"Menikahlah denganku..."

Gara menggenggam tangan Alice dengan erat.

Alice tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang Semerah tomat, dia menghempaskan tangan Gara dan menutup mukanya.

"Kau seharusnya malu mengatakan hal seperti itu..."

"Aku tidak akan malu terhadapmu sayang.. itulah yang sebenarnya aku rasakan.. tidak ada satupun kebohongan keluar dari mulutku.."

"Kau harus menikah denganku! aku sudah memberitahu Ayahku.." Ucap Gara.

"Apa...? kau? kau memberitahu paduka raja? astaga??!! mengapa kau tidak berdiskusi denganku terlebih dahulu??"

"Kau tau, titah Raja tidak bisa dibantah, oleh siapapun." Gara tersenyum dengan kemenangan.

Alice memukul dada Gara dengan keras.

Aaaaaaw

"Apakah kau akan melukai suamimu sayang?" Gara tersenyum jahil.

"Kau..!! Kau bukaan!! " Alice mendengus kesal.

Gara menarik tubuh Alice kepelukannya. Dia tidak akan melepaskan Alice kali ini, tidak akan.

Gara menatap wajah Alice, dia mendekatkan bibirnya. Bibir Gara menyapu bibir Alice dengan perlahan dan sensual, Alice menutup matanya.

Lagi dan lagi, Gara menekankan bibirnya, kemudian menarik diri, membuat Alice membalas ciumannya dengan kenikmatan yang tidak ditutup-tutupi.

Alice menggerakkan tangannya lebih tinggi untuk membelai leher Gara, Alice mendengar erangan kecil dari bibir Gara saat ujung jarinya membelai tengkuk Gara.

Gara berhenti untuk menarik nafas,

Alice membelai leher Gara lagi, dan pria itu memperbarui ciuman mereka dengan gairah yang lebih besar.

Gara menarik bibir bawah Alice kemulutnya, dan Alice menghisap bibir atas Gara dengan lembut dan kuat, mereka berciuman dengan penuh gairah. Alice membutuhkan Gara, tubuhnya mendamba sentuhan Gara.

Gara berada ditempat tidur Alice, dan Alice tepat berada diatas tubuhnya, Payudaranya yang lembut menempel dengan pas pada dada keras Gara. Gara meresponnya dengan menurunkan tangannya dari leher Alice, turun ke punggung terus ke pinggul dan berhenti di bokong Alice yang mungil. Gara menangkupkan tangannya disana. Pinggul Alice menempel dengan pas pada pinggul Gara. Kenikmatan yang tajam dan kuat menyebar ke sekujur tubuhnya.

Gara mengerang. "Aaliice.."

Kemudian lidah Gara sudah menjelajah dengan liar didalam mulutnya yang hangat saat itu.

Ciuman itu telah membuat Alice melupakan segala hal yang membebaninya, saat Gara menghentikan ciumannya dan berjalan menjauh, Alice mengejarnya dan memberikan ciuman terakhir ke sudut mulut Gara.

Gara tertawa serak dan terengah-engah.

"Jadi..

"Kau mau menikah denganku Alice.."

Mata Alice berkilat merah dipenuhi oleh gairah, bibirnya tersenyum. Dia menggigit leher Gara dengan cepat.

Uuuhk

Pelan-pelan sayang..

aku tidak akan pergi kemanapun..

1
arfan
up
Inyhhlstryyy
Klw Alice tingginya segitu di katakan mungil, apa kabar denganku yang tingginya hanya 154 cm
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
mimi
ada gc sih di dunia nyata suami kek gni,klw ada sisakn satu aj Ya Allah
BFK.11: sulit yaa jawabnyaa😅😅
total 1 replies
Aisha Wijayanto
asemm deg deg an thor
BFK.11: hidup dong berartiii🤭🤭🤭
total 1 replies
Aisha awiya
wow..😱😱😱😱 bgus ceritanya ini cerita yg aku cari akhirnya.. masih Thor ☺️☺️✨❤️✨
Wine Widianti
next blom tamat kan ta
Adriana Bulan Juk Hat
Brrti si kembar eros dan freya bukan darah daging Garaa donk,klw dr kejauhan ad sseorg yg mmprhatikan alice,siapakh dia,,?? apakh kent,,??
Adriana Bulan Juk Hat
Kesanx cerita Alice trlalu tebar pesona dgn william,erick n kent bebas ciuman,pdhl garaa yg suamix,,
Anna Joanna John
a
Maliqa Effendy
Calon permaisuri itu harus kuat ,tegas,tdk lemah...
Maliqa Effendy
Alice tidur terus ya..
Maliqa Effendy
double bab ya
@shiha putri inayyah 3107
🤭😘🥰🥰🥰🥰
@shiha putri inayyah 3107
jd ngakak liat Will sm Kent kena damprat Alice,,,🤭🤣🤣🤣🤣🤣
karyaku
bagus ceritanya
Alikayus
setelah"pesona sang perompak"aku mampir kesini Thor taa kasih like tiap bab nya ma favorit..
Irna Salut
klo ada seasoan 2 pasti seru
bank sha one
cuma mpe sini doang thor ????
padahal ceritanya mantaaaaaaaf ...aku suka aku ssuka
lanjuuuuuuut thor sampai keistimewaan si kembar di perlihatkan .
keluarkan imajinasimu yg rrrruuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrr biasaaaaaaaah ...
akuu tunguuuu...
bank sha one
kemampuan istiimewa tapi alice blm menyadari
Irna Salut
akhirnya ktemi jga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!