NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Novel ini mengandung adegan 21+, meski tak setiap bab, bijak menyikapi karna ini hanya hiburan semata. Aira, di usia belianya ia sudah menderita trauma hingga depresi, hingga harus menjadi pasien salah satu rumah sakit jiwa.

Rasa benci Aira terhadap kaum lelaki malah membuatnya di kelilingi banyak lelaki yang menaruh hati padanya.

Kekerasan hidup dan penderitaan ia rasakan saat ia akan di jodohkan oleh ayahnya dengan lelaki paroh baya membuat ia melarikan diri dari rumah dan mengunjungi rumah pamanya, di rumah pamanya ia malah di jual ke tempat pelacuran.

Karna selalu mendapat siksaan saat menolak melayani pria hidung belang membuat Aira melarikan diri dari tempat jahanam tersebut dan di temukan oleh pisikiater muda dalam keadaan mengenaskan.

Romeo dan Aldi adalah playboy kampus yang sedang taruhan dalam balap mobil mewah, barang siapa yang kalah harus menikahi pasien rumah sakit jiwa.

Lalu siapa yang mendapatkan Aira?

Akan kah cinta sejati hadir di hidup Aira setelah merasa trauma pada pria.

Lucu, sedih romantis semua ada di sini



Kenapa harus menikah dengan mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau kah menikah dengan ku

Aira tetap menggandeng mesra tangan Aldi, seperti tak ingin di pisahkan, satu persatu tamu mengucapkan selamat padanya, ada pula yang mendoakan kelanggengan hubungan mereka.

Hanya tinggal dua tamu yang masih duduk manis bersama Heru, Aira dan Aldi pun menghampirinya

"Heru, kenapa kamu biarkan mereka tinggal satu rumah, padahal mereka belum menikah, gadis itu jadi semakin mudah merayu Aldi, bahkan di umurnya belum genap tujuh belas tahun dia sudah hamil." kata Rita yang terus bardalil menyalah kan Aira.

"Bunda, Jangan menyalahkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya, jika Aira hamil, bukan Aira yang menggoda Aldi, tapi Aldi lah yang memaksakan kehendak nya pada Aira, bahkan Heru beberapa kali pernah memergoki Aldi melecehkan aira, dan tadi sore saat Heru pulang dari kantor, Heru mendengar sendiri, Aira meronta dan menjerit meminta Aldi melepaskannya," papar Heru dengan kesalah pahamanya.

Rita menyunggingkan bibir, ia pun semakin sinis, karna Heru seolah menyalahkan putra kesayangannya.

Aldi dan Aira duduk bersama mereka.

"Aldi besok Mama ingin fitting baju pengantin untuk kalian, mama ingin pesta yang mewah untuk kamu, Mama akan undang teman-teman Mama dari kalangan Artis dan sosialita," ungkapnya dengan angkuh.

"Rencananya Aldi ngak mau bikin pesta, Aira kan masih di bawah umur, untuk sementara Aldi dan Aira nikah secara sirih aja Ma," sahut Aldi.

Rita memikirkan pemaparan Aldi.

Betul juga kata si Aldi, setelah gadis ini melahirkan, aku akan minta Aldi untuk menceraikanya, dan aku bisa memilih calon istri baru yang se level dengannya, batin Rita.

"Aldi, karna mama masih kangen sama kamu, besok kamu main ke apartemen mama, mama akan masak spesial untuk kamu," ungkap Rita.

"Ia Ma, besok Aldi dan Aira akan datang."

"Ok, kalau begitu mama pulang sekarang,"ucapnya sambil memeluk dan mencium Aldi.

Semua tamu sudah pulang.

Sandiwara bagi Aira pun telah berakhir.

Kini hanya tinggal Aldi dan Heru.

Aira menapaki anak tangga dengan langkah berat, ia berjalan seolah menghempaskan kekesalanya pada anak tangga tersebut.

"Aira!"

Panggil Heru kepadanya, Aira pun berhenti dan menoleh kearah Heru.

Heru mendekati Aira," Aira, kamu jalan nya pelan-pelan, sekarang kamu sedang hamil, kalau kamu terpeleset bagaimana."

Aira menatap mata Heru.

Bahkan mas Heru pun percaya, jika Aira sedang hamil, batin Aira.

Heru memimpin tangan Aira, dengan penuh kelembutan ia menuntun Aira hingga sampai ke kamarnya.

"Kamu istirahat yang cukup, wanita yang sedang hamil ngak boleh kurang istirahat, apalagi kamu sekarang hamil muda," ucap Heru sambil mengelus pundak Aira dengan kasih sayang.

Heru memang menyayangi Aira seperti adiknya, meski Aira belum resmi menjadi iparnya.

"Iya mas Heru, Aira capek, ingin istirahat"

Heru pun mengganggukan kepalanya.

Selain mbok Jum, hanya Heru lah yang selalu memperhatikanya.

Aira menutup pintu kamarnya tapi tak di kunci.

Dengan perasaan letih yang mendera sekujur tubuh dan batinya, Aira bersandar di tepi kasur.

Sebuah panggilan, masuk di handponenya yang ternyata dari Romeo.

Dengan penuh semangat, Aira mengangkat telpon tersebut.

"Halo bang"

"Aira, lihat di bawah balkon kamarnya, abang ada di sini" Romeo.

Aira berlari kecil mengunci kamarnya, kemudian menuju balkon.

"Bang Romeo, kenapa ada di sini?"Aira bicara melalui telpon dengan Romeo.

"Nanti saja, abang cari sesuatu agar bisa memanjat ke kamar kamu Aira."

Aira pun mematikan telponya.

Saat itu, waktu menunjukan pukul sebelas malam, para asisten rumah tangga juga sudah tidur.

Aira menanti Romeo dengan gelisah, baru beberapa menit saja, ia sudah melihat Romeo berada di balkon yang ada di kamarnya.

Aira langsung memeluk Romeo.

Begitu pun Romeo, ia pun menciumi seluruh wajah Aira.

Mereka pun duduk di atas tempat tidur.

"Abang kok ada di sini sih?" tanya Aira sambil menyandarkan tubuhnya ke Romeo.

"Abang khawatir sama kamu Aira." ucapnya sambil menatap wajah cantik Aira.

"Khawatir? kenapa?"

"Aira, abang mau bawa kamu lari dari sini, kamu mau Ya?" tanya Romeo sungguh-sungguh.

"Lari dari sini bang, trus kita mau kemana?" tanya Aira lagi.

"Bang, Aira ini masih di incar sama penjahat, kalau kita kabur dan penjahat itu mengikuti kita, bagaimana bang, Aira takut abang yang akan jadi korbanya," papar Aira

Mereka bicara sedikit berbisik.

Romeo sejenak memikirkan kata-kata Aira, Aira justru terancam dan lebih berbahaya jika keluar dari rumah ini, apalagi ia tak punya uang untuk membawa Aira kabur ketempat yang jauh dari sini.

"Tapi abang ngak tahu lagi, bagaimana caranya bisa mengeluarkan kamu dari sini Aira."

"Aira memang tak bisa kelur dari sini bang, Aira harus tetap menikah dengan mas Aldi selama setahun, setelah itu barulah Mas Aldi akan membebaskan Aira," ungkapnya sedih.

Romeo tergamam,

"Bang Romeo mau ngak nunggu Aira hingga setahun ke depan?" tanya Aira polos.

"Setahun Aira? Sehari saja bang Romeo ngak tahan, apalagi sampai setahun," ucapnya dengan tenang, sambil memeluk Aira.

"Bang Romeo cuma mau kamu jadi milik abang seutuhnya Aira, kita pergi saja dari sini ya?" ucapnya dengan tetap memeluk Aira dari belakang.

"Bang Romeo sangat khawatir karna kamu sedang hamil, Aldi akan memperketat penjaggaan terhadap kamu Aira, abang takut jika kita tidak bisa bertemu lagi," tukas nya.

"Hamil?"

Aira tertawa kecil.

"Aira ngak hamil Bang, itu cuma akal-akalan mas Aldi, agar ibunya merestui pernikahan Aira dengan nya."

"Apa bang Romeo juga menggangap jika Aira segampang itu menyerahkanya sesuatu yang sudah Aira pertahankan hingga Aira hampir mati Bang, Aira hanya mau melakukanya dengan seseorang yang Aira cintai," jawabnya.

"Kalau gitu Aira mau dong melakukanya sama bang Romeo?" tanya nya menggoda.

Aira menggangguk,

"Ayuk kita lakukan," ajaknya.

"Tapi ngak sekarang, nanti tunggu jika kita sudah menikah," ucapnya sambil mencolek hidung Romeo.

"Kalau begitu, kita kawin lari saja, Abang akan bawa Aira ketempat yang jauh dari sini."

"Aira ngak mau bang, Aira berhutang budi sama mas Aldi,"

"Sudah ada kesepakatan diantara Aira dan mas Aldi, Bang, selama kami menikah, mas Aldi tak kan menyentuh Aira."

" Pernikahan Aira dan mas Aldi hanya akan menjadi alasan, agar mas Aldi dapat pembagian harta dari ayah nya Bang," papar Aira.

"Tapi bagaiman jika Aldi tak mau melepaskan kamu sayang, bagaimana jika dia juga mencintai kamu?" tanya Romeo khawatir.

"Mas Aldi itu pria yang sempurna Bang, kaya, ganteng, keren lagi, dia bisa menikahi wanita mana pun yang ia mau, jadi kenapa juga harus mempertahan kan Aira," cetus Aira.

"Kalau Aldi sempurna, kenapa Aira ngak cinta sama Aldi?" tanya Romeo sedikit cemburu.

"Karna cuma bang Romeo yang bisa menghilangkan rasa trauma Aira, Aira ngak takut sedikit pun pada bang Romeo, Aira percaya sepenuhnya sama bang Romeo," jawab Aira sambil menatap mata Romeo.

"Abang juga percaya dan sayang sama kamu Aira, tapi abang ngak sangup jika kita berpisah terlalu lama," ungkapnya.

"Kalau abang cinta sama Aira, abang tunggu Aira sampai Aira resmi berpisah sama Mas Aldi Bang. Aira janji tak kan membiarkan lelaki mana pun menyentuh Aira, meskipun mas Aldi, bang Romeo percayakan sama Aira?" Aira.

"Iya sayang, abang percaya sama kamu, abang bersedia menunggu kamu, mulai dari sekarang abang akan menabung untuk pernikahan kita nanti,

" Semoga aja bapak kamu ngak minta mahar seratus juga lagi," ucapnya dengan bercanda.

"Ngak lah bang, kan Aira sudah janda nanti di kasih diskon lima puluh persen," tukasnya sambil tertawa kecil.

"Tapi setelah lepas dari Mas Aldi, Aira ngak mau buru-buru menikah, Aira masih mau main-main dulu Bang, masa kecil Aira kan ngak bahagia," Aira.

"Aira tenang aja, kalau kita nikah nanti, bang Romeo yang akan menemani Aira main, kita main di ranjang sepuasnya," sahut Romeo.

"Ih Abang, pikiranya ngeres aja," ucapnya sambil mencubit perut Romeo.

"Ngeres, harus itu, kalau ngak mengeras nanti Aira ngak suka," canda Romeo, ia pun menggigit pelan dagu Aira.

"Tapi abang boleh kan menemui Aira?"

Aira memikirkanya sambil menunjuk keningnya.

"Boleh ngak ya?" Aira.

Belum Aira menjawab, Romeo sudah menyambar bibirnya.

Mereka pun tertawa pelan, sambil saling menatap.

"Ihs, abang suka gitu deh"

Tok..tok..

"Aira, Aira!"

Panggil Aldi.

"Bang, itu mas Aldi bang, pulang sana," kata Aira panik.

"Ngak, bang Romeo masih kangen sama kamu," ucap Romeo.

"Ayo pulang Bang, " nanti kita ketahuan, kata Aira panik.

Sementara pintu di gedor semakin keras.

"Ayo pulang bang,"Aira panik.

"ngak mau" Romeo ngotot.

"Ayo pulang Bang, cepat, "

"Aira mau buka pintu untuk mas Aldi."

"Ngak ma..., kata-kata Romeo terhenti ketika Aira langsung memblokade mulut Romeo dengan bibirnya, mereka pun ber cumbu beberapa saat.

Aira melepaskan ciumanya ke Romeo, sambil memberi kode agar Romeo segera pulang.

"Iya abang pulang," ia pun beranjak dan mengecup kening Aira.

Secepat kilat Romeo melompat ke bawah, setelah Romeo tak terlihat lagi Aira pun membuka pintu bagi Aldi.

Di tunggu Like

komentar

dan

vote nya ya.

Romeo

1
Yuliana Purnomo
akhir nya happy ending
Yuliana Purnomo
wooow,, keren dek Arsyad,,jebol gawang
Yuliana Purnomo
bertiga bersahabat ini kalau udah ketemu rame,, seneng aku Thor sama gesreknya
Yuliana Purnomo
weehh,, bertetanggaan dgn mantan,,gmn rasanya ya
Yuliana Purnomo
hahahaha emang enak Din,,dulu aja ditolak sekarang mau kembali an?? basi tau🫢
Yuliana Purnomo
mantap,,go go Arsyad 💪💪
Yuliana Purnomo
om dan Tante sama jahatnya dikarenakan harta
Yuliana Purnomo
senang nya Thor,, langgeng persahabatan nya
👑Meylani Putri Putti: iya KK 🥰
total 1 replies
Yuliana Purnomo
heeemm jodohnya mbulet aja disitu situ
Yuliana Purnomo
akuur juga ,, Alhamdulillah
Yuliana Purnomo
asyiiik asyiiiiik,, pindahan biar bebas eksekusi woooy
Yuliana Purnomo
ampun sama Aldy,,gak mau kalah sama mantu,, barengan bikin debay
Yuliana Purnomo
emang yaa somplakkkk ayah Edo
Yuliana Purnomo
akhir nya mereka belah duren,, walaupun udah kedaluarsa 😊
Yuliana Purnomo
jebakan jitu
Yuliana Purnomo
emang yaa pak Edo,,buaya kadal,, banyak akal
Yuliana Purnomo
yaccchhh kentang dong Bambang Ghealnya
Yuliana Purnomo
yaachh,, Gael kamu yg hrs extra sabar,, mencintai sendiri itu memang berat,,,kamu yg memaksa kn situasi,,JD maklum lah kalau hati Alia blm ada rasa untuk mu,,bang,,sabbbaaarrrr
Yuliana Purnomo
heeemmmm mewek habis Thor 😢😢😢
Yuliana Purnomo
kasian banget Bagas yg kena getah dr ulah bapak goblok nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!