NovelToon NovelToon
Pudarnya Cinta

Pudarnya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:167.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Pernikahan yang terjadi karena cinta belum tentu akan membawa kebahagiaan.

Felisya harus menderita menerima perlakuan suami yang selalu berbuat sesuka hatinya.

Sikap Rangga yang berubah karena lingkungan membuatnya tak tahu diri sehingga tanpa di sadarinya rumah tangganya berada di ambang kehancuran.

Sanggupkah Felisya mempertahankan rumah tangganya bersama pria yang di nikahinya karena cinta, atau haruskah Felisya melepaskan pria itu...???

Yukk baca novelku...
Cerita yang di ambil dari kisah nyata, namun di poles dengan khayalan Author...

Chek it out yuk...!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Hai Readers...terima kasih ya udah mampir di karyaku....

Selamat membaca...happy Reading...

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>

Setelah shalat subuh berjamaah, Felisya melakukan pekerjaannya seperti biasa, memasak lalu membersihkan rumah. Di karenakan hari ini masih hari Sabtu Felisya belum masuk kerja, Felisya bisa bersantai dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Felisya memasak di dapur dengan di bantu oleh Fatimah. Setelah selesai memasak Felisya pun merapikan rumah yang telah di tinggalkannya selama 5 hari, selama Felisya pergi ibu Fatimah hanya menyapu rumah semampunya, karena dia lebih sering ke kebun. Dan tidak terlalu memperhatikan kebersihan rumahnya.

Tak membutuhkan waktu lama, Felisya pun dapat menyelesaikan pekerjaannya. Rumah yang berantakan pun telah rapi seperti biasanya. Rumah orang tua Rangga tak terlalu besar, sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk membersihkannya.

Setelah itu Aiza dan Aida pun bangun dari tidurnya yang sangat lelap. Felisya pun memandikan kedua putrinya, setelah putrinya rapi Felisya pun mengajak seluruh keluarga untuk makan bersama. Semua keluarga pun berkumpul di ruang makan untuk menikmati makan pagi ( sarapan pagi).

Pak Hendra melihat semua yang di lakukan Felisya, dia sangat bersyukur memiliki menantu seperti Felisya yang mengurusi dia dan istrinya dengan sebaik mungkin. Oleh karena itu dia akan berusaha berbicara dengan Rangga agar merubah kebiasaannya yang tidak di sukai Felisya dan mengajari putranya tersebut dalam menjalani rumah tangga.

Setelah selesai makan, Aiza dan Aida pun bermain sambil menemani kakeknya yang sibuk mengerjakan anyaman tikar di teras rumah. Sedangkan Felisya melangkah menuju kamar untuk merapikan kamar mereka, dan menyusun pakaiannya yang masih di dalam koper, dan saat itu pula Rangga ikut masuk ke dalam kamar.

“ Dek...” panggil Rangga pada Felisya yang masih sibuk merapikan pakaian di dalam lemari.

Felisya menoleh pada Rangga.

“ Mhm...ada apa bang?” tanya Felisya.

“ Kamu mau kemana hari ii?” tanya Rangga menjawab pertanyaan Felisya juga dengan sebuah pertanyaan.

“ nggak ada bang....mungkin hari ini di rumah dulu...” jawab Felisya.

“ Bagaimana kalau kamu temani aku keluar...? “ ajak Rangga.

“ Kemana?” Felisya mengernyitkan dahinya karena tak biasanya Rangga mengajak dirinya keluar.

“ Liat aja nanti....” jawab Rangga.

“ terus anak-anak gimana?” tanya Felisya lagi.

“ Mhm...anak-anak kita tinggal sama ayah dan ibuk aja dulu ya...” jawab Rangga yang ingin mengajak Felisya pergi jalan-jalan hanya mereka berdua.

“ mhm...kemana sich? ‘ tanya Felisya heran.

“ udah...yang penting habis ini kamu siap-siap aja...” perintah Rangga pada Felisya yang di jawab anggukkan oleh Felisya.

Rangga pun keluar menuj u teras menghampiri kedua putrinya.

“ Aiza...Aida ....” panggil Rangga.

“ Iya yah...” jawab Aiza dan Aida lalu berlari menghampiri ayahnya.

“Aiza...Aida...nanti ayah sama bunda mau pergi keluar sebentar...Aiza...Aida tinggal di rumah sama kakek dan nenek ya...” ujar Rangga membujuk kedua putrinya agar saat di tinggal nanti tidak merengek minta ikut.

“ Ayah sama bunda kemana?” tanya Aiza.

“ Ayah sama Bunda pergi keluar sebentar ada urusan..." jawab Rangga pelan.

"Anak gadis ayah sama bunda mau kan tinggal sama kakek dan nenek??" tanya Rangga lagi pada Aiza dan Aida.

"Ayah sama bunda boleh pergi tapi pulangbya bawain es krim..." jawab Aiza.

"Iya...adek mau es klim...." timpal Aida.

"Oke...nanti Ayah beliin es krim buat Aiza dan Aida ya..." ujar Rangga.

"Oke ayah..." seru Aiza dan Aida serentak lalu mereka pun mencium pipi Rangga.

Felisya ke luar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi, Aida langsung menghampiri bundanya.

“ Bunda mau kemana?” tanya Aida dengan logat khasnya yang lucu.

“ Bunda pergi sebentar sa,ma ayah boleh kan?” jawab Felisya minta izin pada putrinya.

“ Boleh...tapi bawain es klim buat Aida ya....” jawab Aida sambil tersenyum manis.

“ oke...anak gadis cantik bunda....” seru Felisya.

“ makasih bunda...” ujarnya lalu mencium pipi Felisya.

“ Hole...hole....bunda beli es klim...hole....” teriak Aida berlari masuk rumah memberitahukan pada neneknya.

Sebelumnya Rangga telah minta izin pada Ayah dan ibunya akan membawa Felisya keluar untuk berbicara dan menghabiskan waktu seharian bersama Felisya.

“ Udah siap?” tanya Rangga pada Felisya saat melihat Felisya sudah rapi.

Felisya mengangguk pelan.

“ yukk kita berangkat...!” ajak Rangga

“ Bukk...pak... kami berangkat dulu...” ujar Rangga lalu dia pun menyalami kedua orang tuanya berpamitan, yang di ikuti oleh Felisya dari belakang.

Setelah itu mereka pun pergi menggunakan sepeda motor butut satu-satunya yang mereka miliki.

Di sepanjang perjalanan Felisya masih banyak diam, hatinya yang luka masih belum terobati. Walau pun dia berusaha dengan susah payah untuk melupakannya namun yang namanya hati seorang wanita yang sudah pernah terluka akan sulit untuk di obati.

Rangga melajukan sepeda motornya dengan pelan, Rangga membawa Felisya ke tempat yang pernah mereka kunjungi 7 tahun silam saat seminggu mereka baru menikah. Sebuah pantai yang indah dengan tapian batu-batu besar.

Empat puluh menit perjalanan mereka pun sampai di tempat yang di tuju. Rangga memarkirkan sepeda motornya, Felisya masih bingung apa tujuan Rangga membawanya ke tempat ini.

“ ngapain kita disini bang?” tanya Felisya heran.

“ Ikut aku yuk...” ajak Rangga tak menggubris pertanyaan Felisya. Rangga menggenggam tangan Felisya dengan erat, Felisya menatap tangan Rangga yang menggenggam tangannya, sekilas kenangan tujuh tahun silam melintas di benaknya.

Rangga melangkahkan kakinya menyisiri pantai sesekali dia berbicara.

“ Sayang...kamu masih ingat nggak 7 tahun silam kita datang kesini...” ujar Rangga mengingatkan masa lalu mereka.

Felisya hanya tersenyum. Setelah lelah mereka berjalan menyisiri pantai. Rangga mengajak Felisya duduk di batu-batu yang terdapat di pinggiran pantai menatap ombak yang menghempas di bebatuan tersebut.

Rangga mengambil ponselnya lalu dia pun mengambil posisi selfie.

“ Sayang kita selfie dulu yuk...buat kenang-kenangan...” ujar Rangga lalu mendekatkan wajahnya di wajah Felisya lalu dia mengambil photo mereka.

Di dalam photo tersebut terlihat ekspresi wajah Felisya yang masih menyimpan luka. Rangga pun menyimpan ponselnya lalu dia pun meraih tangan Felisya. Dia mencium punggung tangan Felisya.

“ Sayang...sampai kapan pun hanya dirimulah di hatiku...” ujar Rangga dengan sungguh-sungguh berharap Felisya akan memaafkannya.

“ bang...saat ini aku tak butuh ungkapan-ungkapan cinta darimu...tapi aku ningin kamu membuktikan rasa cintamu dengan benar...jika kamu memang mencintaiku perlakukanlah aku selayaknya seorang pria yang mencintai wanitanya...” ujar Felisya begitu dalam menancap di hati Rangga.

Rangga hanya terdiam.

“ abang tahu selama ini aku rela melakukan apa saja untuk mempertahanklan rumah tangga kita...namun jika perbuatan abang tak kunjung berubah dan masih saja memperlakukanku sesuka hati abang...jujur bang...aku takkan sanggup lagi...” ujar Felisya.

Bersambung...

Hai reader jangan lupa tinggalkan jejak ya...

**Rate...

Favorite...

Like...

Koment...

Hadiah...

serta Vote...

di tunggu ya...biar semakin semangat...

Terima kasih🙏🙏🙏🙏🙏**

1
Nurul
betul banget
Paulina
kisah sejuta rumah tangga...🤭🤭
Nurul
hadir kembali untuk bersemangat 👏🏻👏🏻✨✨💪🏻💪🏻💪🏻
Nurul
sudah like + favorit kaa.. 👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Sulati Cus
akibat mudah mengeluarkan kata cerai
Sulati Cus
he klu itu emang jas selingkuhan istri mu ngapain jg di bawa plg kt guru tp kok..
Sulati Cus
bohong
✨Happy_wolf◖⚆ᴥ⚆◗🐺❤️
mampir..
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
ini udh smw aku like
Dhiro Muna
pingin bgt y di sayang mertua dg tulus...tp kbnyakn mertua pd cari muka..giliran di blkng kita aj kejelekan kita di buka semua ke org2😔
Dhiro Muna
aku kasih 1 vote y kak😊...awal cerita yg bgs dan menarik😀
Endang Purwati
Ranggaaaaaaaa,.......... Ranggaaaaaaaa,..........
Ranggaaaaaaaa...........


loh tu yaaaaaahhhh 😡😡😡😡
Endang Purwati
klo sdh jauh, gkk ada dekat....

bilang sayang2, ...... telaaaaattt
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💚🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💙💙💙💕💕💕🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🥀🥀🌷🌷🌷🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💙💙💙💙
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷🌷🖤🖤🖤🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🖤🖤🖤💕💕💕
Dhina ♑
"Terimakasih Rita..." ucap Gery pada resepsionas

itu ☝️☝️ resepsionis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!