Berawal dari sebuah kemalangan yang menimpa anak kecil berumur tujuh tahun yang harus hidup sendiri setelah kehilangan kedua orang tuanya.
Ketika sebuah keberuntungan membuatnya datang ke panti asuhan dan melanjutkan pendidikan.
Ketika Arjuna yang dari umur tujuh tahun sudah menerima kepedihan dan bukan Kasih sayang berlimpah membuatnya menjadi sosok yang dingin dan disegani terutama para wanita.
Semuanya dimulai dari masa remaja Arjuna hingga menginjak masa dewasa. Dan sosok lain yang membuatnya berubah dari Arjuna biasa menjadi Arjuna yang memiliki segalanya.
Hingga perjalannya terus berlanjut dengan pertemuan tak terduga dan tragedi dalam setiap langkahnya menunjukan jati dirinya di depan publik.
Arjuna harus melewati beberapa hal untuk membuktikan dirinya pantas atau tidaknya sebagai seorang pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa mereka
Arya melangkah maju mendekat kearah Arjuna. Saat datang Alika langsung masuk kedalam diantar Juna tapi, melihat Arya yang tiba-tiba kembali dan melewatinya membuat Juna bergeming.
"Kau membuat masalah?" Tanyanya sok perhatian karena luka diwajah Juna.
Juna yang dari pintu utama henda menuruni tangga teras kebawah menghentikan langkahnya di tangga ketiga dari atas.
"Aah.. tidak, Ini hanya kesalahan ter pentok papan rambu di besmen dan sobek kecelakaan kecil dengan security disana."
Arya menatapnya saat Arjuna kembali berjalan lagi meningglkan Arya yang masih berdiri menatapnya sekarang malah berbalik memandanginya.
Di ruangan Arya bukan kediaman Alika kediaman Arya sendiri tengah menatap beberapa orang dan mereka orang berbeda yang membuat masalah dengan Juna dan Leo.
"Kalian pergilah." Ucap Arya yang terlihat kesal.
"Bagaimana bisa mereka kalah dan siapa yang membawa pembunuh bayaran yang sudah aku bayar dengan mahal agar bisa membunuh orang yang aku mau tanpa tahu siapa, sial bos gila itu pasti menggunakan namaku."
Siapa yang tidak mengenal kaivan dia salah satu sepupu James Alexander salah satu keluarga Arjuna dan paman nya dan juga keponakan kakeknya dan neneknya Juna. Arya jelas tak tahu karena Arya merasa jika Kaivan tak ada hubungannya dengan alika dan ya... Arya hanya nerima tugas dari bos yang ia katai, gila !
"Mereka musuh Tuan." Seorang wanita dengan tato itu terkejut dengan perkataan Kaivan bagaimana mereka bisa membantu musuh dari atasannya sendiri. Wanita cantik dengan tato itu menatap teman lelaki badan besar dengan menegguk ludahnya kasar.
"A..h yaa terserah kalian menganggap mereka apa tapi, yang jelas kalian tahu jadi beri tahu yang lainnya juga, jangan sampai aku melihat kalian berurusan dengan mereka dan termasuk anak remaja itu walaupun baru delapan belas tahun, jika moodnya tak baik kalian tak akan bisa duduk didepanku dan ya, kalian bisa saja membayar pesuruh kalian," ucap Kaivan panjang lebar.
Keduanya membungkuk dan mengangguk arti tanda pamit pergi lalu Kaiva menatap keluar jendela.
***
Arya memijit pelipisnya. Saat akan bertemu dengan bosnya Arya menyempatkan untuk bertemu putranya tapi, tidak ada yang baik karena Gio dalam keadaan sangat buruk.
Sebuah mobil silver berhenti didepan cafe tempat Arya janjian dengan Bosnya dan saat turun dari mobil dengan wajah sumringahnya Arya juga menyambut senyum sumringah bosnya.
"Kau tak bisa melakukannya?" Arya menganggukkan kepalanya sebagai jawabn atas pertanyaan tentang tugasnya dari bos tak warasnya.
"Yaa.. baik-baik.. aku paham.keadaanmu, satu hal kau harus lakukan dengan baik, habisi Alika dan orang terdekat paling dekat dengannya jangan salah orang jika sampai itu terjadi Kau yang akan mengantikan orang terdekat Alika." Orang itu berdiri sambil membawa kopi yang barusan datang dengan wadah siap bawa pulang walaupun minum di tempat.
Es kopi itu ia nikmati sambil berkendara. Sesekali bernyanyi sambil mendengarkan lagu kelasik eropa.
Arya kembali lagi kekantor setelah beberapa kali keluar hanya untuk melakukan apa yang perlu ia lakukan.
Masuk kedalam ternyata arya melihat keadaan Alika kurang sehat dan Noe juga membantu pekerjaan Alika.
"Lebih baik anda kembali Nyonya," ucap Arya di angguki Noe.
Arya pergi keluar ruangan saat Alika menatapnya.
Terhenti dengan deheman.
"Terimakasih menghawatirkanku, dan jangan lupa kau juga perlu istirahat Ar." Alika memberikan saran positif juga sebagai balasan perhatian Arya selama bekerja dengannya.
Arya yang tadinya akan menyentuh gagang pintu tertunda dan berbalik dengan senyuman.
"Terimakasih kembali, untuk anda nyonya, saya permisi dan Dean apapun kebutuhanmu datanglah padaku." Arya lagi-lagi mengatakan jika Noe sama sekali belum benar dan bisa sepenuhnya tentang urusan kantor.
Noe mengangguk saja dengan jawabn iya. Nama Noe di samarkan dengan nama Dean karena Noe terpaksa dan Arya terus mendesaknya mengatakan nama. Alika juga setuju keputusan Noe dari pada Arya lebih cepat curiga lebih baik Noe berpikir dan berkeputusan cepat apapun resiko tentang namanya.
bingung deh ..
Gio di bab sebelumnya d critakan mati krn membantu pamannya mc dr tembak menembak.. ga bisa di tolong lagi krn banyak peluru di punggungnya…dan Arjuna meneeima flashdisk dr Gio lewat Brahma. disaat berbarengan di rumah sakit.
dan ep sebelum itu, ibunya gio udah mati juga atas suruhan Romano di apartemen Gio, dan di buat seolah2 itu adalah perbuatan Arjuna.
eeeee bab sebelum ini , Gio dan ibunya di selamatin Arjuna? setelah Arjuna menerima foto2 mrk bersamaan dg kotak berisi bangkai tikus..
thor..
apa Gio , ibunya dan bapaknya (Arya) hidup kembali??
eeee… bingung yg baca thor
😏😕😏