NovelToon NovelToon
Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Contest / Balas Dendam / Pembunuhan / Romansa / Tamat
Popularitas:585.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Amey Fitriya

Cari ide itu susah Loh, please jangan Plagiat!


Anjani yang bermaksud ingin mengubah nasib keluarganya dengan merantau ke kota, mengadu nasib dan mencari peruntungan disana. ia malah mengalami kejadian tragis, saat pertama kali menginjakan kakinya di kota besar.


Apa yang akan terjadi pada Anjani ?


Yuk ikutin ceritanya....😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amey Fitriya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Bab 26

Piyon kini mulai menaiki anak tangga dengan sangat berhati-hati, langkahnya sedikit agak celingak-celinguk untuk memastikan keadaan disekelilingnya. setibanya di lantai atas sana, harapannya masuk ke dalam rumah besar itu kembali sirna. karena diatas sana ia kembali tidak mendapati apa-apa, selain ruangan besar dan kosong dengan tiga buah pintu.

"Ini rumah apa labirin sih..!! banyak banget ruangannya, bikin orang pusing aja."batin piyon.

Tebakannya saat itu, mungkin dari ke tiga buah pintu tersebut terdapat jalan masuk untuk menuju ke dalam rumah besar itu. Piyon pun agak mulai mempercepat langkahnya menuju ke depan tiga buah pintu tersebut, karena dibawah sana terdengar dukun itu kayanya sudah selesai ritualnya. ia pun mulai membuka dengan perlahan pintu itu satu persatu. pintu pertama di buka.....

CEKLEK!! NGEEEEKKKKK.....

Pintu pertama pun terbuka, Piyon langsung disambut oleh jaring laba-laba yang menggantung lebat di depan daun pintu tersebut. ruangannya juga sangat pengap dan banyak sekali debu, sehingga membuat dadanya terasa sesak sekali saat memasuki ruangan tersebut.

Selain debu dan jaring laba-laba, disana banyak juga tersimpan barang-barang yang sudah tak terpakai. mungkin ruangan ini adalah gudang rumah besar ini, jadi piyon putuskan untuk keluar lagi dari ruangan itu menuju pintu yang lain.

Piyon hanya melangkahkan kakinya sedikit ke samping, tepat dimana pintu kedua berada. karena pintu kedua berada, jaraknya hanya bersebelahan saja dengan pintu pertama tadi yang sudah dibuka.

CEKLEK..!! KREKEEEETTTT.

Pintu ke dua pun terbuka, walaupun di dalam sana terlihat sangat gelap. karena tak ada cahaya di dalam sana, tapi piyon masih bisa melihatnya remang-remang lewat cahaya dari ruang tengah. di dalam sana ia juga tidak mendapati apa-apa, selain ruangan kosong yang dindingnya sudah pada mengelupas. piyon pun menutup kembali pintu tersebut, dan berbalik badan menuju pintu ke tiga.

Tapi sayangnya saat piyon mau menuju pintu ke tiga, derap langkah kaki milik seseorang terdengar cepat menaiki anak tangga di bawah sana. sepertinya mau menuju ke atas dan semakin mendekat. Piyon pun kembali masuk ke pintu ke dua, untuk bersembunyi dulu dari pada dia harus ketahuan. Pintu sengaja tak ditutupnya dengan rapat, agar ia bisa melihat seseorang yang naik itu siapa.

Ternyata suara langkah kaki tadi adalah, suara langkah kaki si dukun yang hendak naik ke atas. setelah dukun itu naik ke atas, dukun itu mulai menarik lagi tangga yang tadi menuju ke bawah. Pantas saja tadi pas piyon berada di ruang belakang rumah besar itu, tidak menemukan jalan atau ruangan lagi. ternyata atap rumah besar itu adalah jalan untuk menuju ke atas sana, dengan menaiki sebuah anak tangga yang hanya bisa diturunkan oleh seseorang yang berada diatas sana.

Jantung piyon pun langsung berdegup sangat kencang, keringat dingin mulai mengucur deras membasahi kening dan telapak tangannya. karena tiba-tiba saja dukun itu datang, menuju ke arah tempat dimana piyon berada. piyon pun mulai sedikit panik dan kebingungan, karena dia memikirkan kini ia harus bersembunyi lagi dimana? soalnya ruangan itu kosong melompong. Akhirnya ia bersembunyi tepat dibelakang pintu, sembari berdoa agar dirinya tak ketahuan oleh dukun itu.

"Perasaan sebelum saya ke bawah, pintu ini tadi ketutup deh. terus siapa yang ngebuka ya? "gumam si dukun sambil membuka pintu untuk memastikan.

Krekeeeeettttt

Terdengar suara pintu yang rada sedikit seret, mulai di buka setengahnya saja.

"Gak ada siapa-siapa..!! Mmm... mungkin tadi saya yang udah buka pintu ini kali ya.? tapi saya lupa menutupnya kembali. maklumlah namanya juga sudah tua, jadi kaya begini deh. hehehe "gumamnya terkekeh sambil menutup rapat pintu itu.

Untuk kedua kalinya piyon selamat lagi, karena hampir saja selalu ketahuan. setelah tidak terdengar lagi suara dari si dukun tua tadi, piyon pun memberanikan membuka pintu itu. saat sudah dipastikan keadaan aman, ia mulai keluar dari dalam pintu ke dua. keadaan ruangan tengah sekarang sudah sangat gelap. mungkin karena dukun tua itu, sudah mematikan lampunya. dia pun berjalan menuju pintu ke tiga, yang berada lurus dekat tangga.

Piyon sangat yakin sekali, kalau pintu ke tiga adalah jalan masuk ke dalam sana. soalnya saat ia bersembunyi tadi di pintu ke dua, ia gak mendengar pintu pertama dibuka yang berada tepat disamping pintu ke dua. sudah di pastikan kalau dukun itu masuk ke pintu ke tiga, karena letaknya sedikit jauh dari ke dua pintu tersebut.

CEKLEK...!!

Pintu ke tiga perlahan terbuka, kali ini di dalamnya nampak sebuah kamar tidur plus perlengkapan kamar yang lainnya. piyon mulai mencari-cari sesuatu yang ada disekitar kamar tersebut, tapi tetap gak ada apa-apa di sana. akhirnya piyon pun merasa prustasi, piyon juga langsung berteriak-teriak, karena ia merasa kesal tak bisa menemukan jalan didalam sana.

Saat piyon sedang mengamuk, tiba-tiba saja di hadapannya muncul sosok arwah anjani. piyon pun langsung menjauh dan bersembunyi dikolong ranjang. Ia masih rada ngeri dan takut, saat membayangkan kejadian tadi saat dibelakang rumah besar itu. kala ia melihat sosok yang mirip dengan arwah anjani, seperti seekor binatang buas, sedang memakan kepala kambing dan meminum darah ayam.

"Pergi sana...!! Jangan ganggu saya..!!"Hardiknya kepada arwah anjani.

"Mas piyon.... Ini aku Jani mas.."ucapnya dengan nada lembut khas anjani.

Tapi piyon masih belum yakin, ia masih saja bersembunyi dikolong ranjang.

"Ka.. ka.. mu bukan Jani ku...!! Kamu itu udah persis kaya zombi, suka makan daging dan darah. tolong pergi jauh-jauh deh sana, jangan makan saya ya. karena daging saya gak enak tau! rasanya pait dan alot tau, nanti dagingnya bisa nyelip di gigi kamu dan nyangkut di usus."Tutur piyon gemetaran, dan masih tetap berada di kolong ranjang sambil menutup matanya dengan telapak tangannya.

"Mas, ini beneran aku, Jani.!! yang tadi mas liat itu bukan aku, tapi iblis yang disuruh menyerupai ku.!! "Balasnya.

"Maksudmu.?" Tanya piyon penasaran.

"Makanya mas keluar dulu dari bawah sana."Pinta Anjani.

Akhirnya piyon pun menurut keluar dari kolong ranjang, walaupun dirinya masih merasa was-was dan takut sekali.

"Jani...!! ini beneran kamu, kan..?? "Tanya piyon yang dijawab dengan anggukan.

Anjani meminta kepada piyon agar segera mengambil jenazahnya dari tangan devin, setelah itu segera menguburkannya dengan layak. karena ia merasa kesakitan dan tersiksa sekali, soalnya jenazahnya itu sudah diawetkan oleh devin. dengan menggunakan formalin dan ramuan dari sang dukun. selain itu alat-alat medis yang masih menempel di tubuhnya, juga membuat ia makin terasa tersakiti.

Piyon yang mendengar penuturan anjani barusan, semakin menjadi kesal kepada si Devin. ia makin sangat bersemangat, ingin segera membongkar kebusukan devin dan segera memenjarakannya.

"Tapi Jan, Mas terjebak di ruangan ini.!! Mas juga gak bisa masuk ke dalam sana, karena mas gak berhasil menemukan jalan masuknya."ujarnya kesal.

"Mas tinggal dorong saja rak lemari buku itu, dibelakang sana ada tangga menuju ke atas, untuk masuk ke dalam rumah besar ini."ucap anjani menunjuk rak besar yang berisikan buku-buku tua.

"Cepat mas, tolong bantu aku. karena kalau sedikit saja terlambat, setelah iblis itu membunuh dua orang pemuda yang waktu itu melecehkan dan membunuhku. iblis itu akan merasuk dan menguasai tubuh ku nantinya, kalau sampai semua itu terjadi aku akan menjadi sosok manusia setengah arwah yang sangat jahat dan haus darah."Imbuhnya sambil terisak dan menghilang.

"Tenang Jan, mas akan berusaha membantu mu secepatnya."seru piyon.

Piyon pun langsung berlari menuju rak lemari buku dan mendorongnya, benar saja disana nampak sebuah anak tangga menuju lantai atas.

****

Bersambung.....

Bantu dukungannya ya, raiders semuanya. dengan cara, vote, like, and sisipkan komentar serunya... thanks...😊😊

1
Amey Fitriya
Haii... semuanya, bagi yang masih suka kisah anjani.. kini sudah kembali lanjutannya, insyaallah akan saya selesaikan sampai tamat. maaf menggantung terlalu lama kisah..☺️🙏
Angel
bgsss
Sri Ningsih
aslam obatnya jgn terlalu bnyk pikiran thor..jaga pola mkan dan selalu bahagia. ..insyaallah bisa lrkas membaik
Zul Febri Janata
knapa lama bnget ga up kak thor..
moga author slalu dalam lindungan yg maha kuasa..
mudah²an up lgi..
Eli Andi
kapan up lagi thor
apa ada lanjutan d kisah yg lain
Eli Andi
Davin ikut perkosa jani gak c thor
kn cuma br4 yg perkosa jani
berarti Davin gak ikutan
WINDA NURI
Kak ceritanya bagus banget
WINDA NURI
Assalamualaikum Kak ceritanya bagus banget 🙂
Wati Simangunsong
bgus sihh,, tp jngn lma2 Up y
Wati Simangunsong
cp lgi itu cwokk
Wati Simangunsong
Ku hrap ririn pnya ilmu mnghilang tnpa klihatan
Nur Saidah
terlalu banyak iklan
Sri Suryani
uda terlalu lama thor istirahat'y
Amey Fitriya: iya nih, tolong di maklum ya fisik lagi drop terus ka..🙏 jangan lupa dukungan nya ya..☺️
total 1 replies
Zul Febri Janata
udah sekian lama akhirnya up juga..
lanjut trus kaka,, critanya bgus lo..
smangat dan sehat slalu buat kaka ny,, biar up ny tmbah banyak..
Zul Febri Janata: aamiin....
total 2 replies
Nanang Gunawan
pk anungnya sih ngeyel,, udh dksih tau cucunya g percaya,, jd mati deh dia skrag,,,
Nanang Gunawan
lanjut thor,, pst dewi sanca yg bawa mereka pergi kn thor🤭🤭😁
Amey Fitriya: ko tau sih... jangan² kamu peramal ya..🤭 sudah ada ko bab kelanjutannya, jangan lupa baca dan tinggalkan jejak ya.☺️👍
total 1 replies
MARI SALING LIKE DAN BERBAGI
salam kenal thorr,aku mampirr, mohon dukungan nya juga yaa
Toni Hartono
"gemdam kang sarijan"
Suraya Hasna
ga di lanjutkan ceritanya ??
God Loves Me
hai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!