Aleena Keisha(24), desainer interior KALA JIVA Singapura. Kemenangan lomba desain hotel Bandung membawanya promosi ke Jakarta, kota yang menyimpan luka masa lalunya.
Hari pertama kerja, ia menabrak pintu kaca lobi. CEO KALA JIVA, Keanu Zayn Malik(30) terpaku. Gadis itu adalah Aleena, murid olimpiade matematika yang 7 tahun lalu pernah ia bimbing dan hilang kontak.
Gosip guru-murid dulu telah menghancurkan beasiswa Aleena. Zayn memberontak orang tuanya dan membangun KALA JIVA dari nol. Kini takdir mempertemukan mereka sebagai Bos dan Bawahan. Aleena tak mengenalinya sama sekali, malah mengira Zayn sudah beristri dan punya anak. Mampukah Zayn meluruskan semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RTPB - 27
"KEISHA...."
Teriakan Zayn itu menggema di area wisata Tangkuban Perahu yang ramai. Suaranya pecah, panik, bukan suara CEO dingin yang biasa memberi instruksi.
Semua turis di sekitar menoleh.
Pencopet yang kerah bajunya ditarik Aleena dengan berani memanfaatkan momen hening itu untuk meronta dan kabur. Tapi Diki dan dua staf pria lain dari tim KALA JIVA yang badannya lebih besar berhasil menangkapnya lagi dan menyeretnya ke pos polisi terdekat di area wisata.
Kerumunan mulai bubar.
Aleena masih berdiri di tengah jalan setapak yang licin, terengah-engah. Tangan kanannya masih mengepal, buku-buku jarinya memerah bekas memukul perut penjambret tadi. Jilbab pink bunga-bunga yang tadi rapi kini agak miring, beberapa helai rambutnya keluar. Napasnya memburu, bukan karena habis lari mengejar sejauh hampir 50 meter, tapi karena telinganya masih berdengung.
Keisha.
Vira lari dengan napas ngos-ngosan menghampiri Aleena sambil langsung memeluk sahabatnya itu erat-erat.
"Al... Ya ampun Ale! Kamu gila ya! Kamu ini cewek, gimana bisa kamu ngejar jambret cowok tanpa rasa takut? Kalau dia bawa pisau gimana? Kalau dia punya teman gimana? Kamu mikir gak sih?" Vira memarahi Aleena sambil matanya berkaca-kaca karena khawatir.
Aleena tidak menjawab. Matanya masih terkunci menatap sosok tinggi di belakang Vira.
Zayn.
Zayn sudah ada di belakang mereka. Jaraknya hanya dua langkah. Wajahnya yang biasanya datar dan dingin kini pucat pasi. Kacamata hitam yang tadi dia pakai untuk gaya-gayaan rekreasi sudah dia lepas, digenggam erat di tangannya sampai buku jarinya memutih. Matanya menatap Aleena dari atas ke bawah, memastikan tidak ada luka di tubuh gadis itu. Tatapan panik yang tidak bisa dia sembunyikan lagi, tatapan yang sama persis dengan 6 tahun lalu.
"Kamu tidak apa-apa? Ada yang luka?" tanya Zayn dengan suara pelan, sangat pelan, hanya untuk Aleena. Suara itu berbeda. Tidak ada lagi intonasi perintah. Yang ada hanya kekhawatiran.
Aleena menatap Zayn dalam. Jantungnya berdetak sangat kencang, lebih kencang daripada saat dia berlari mengejar jambret tadi.
"Pak..." Aleena membuka mulutnya dengan suara lirih, hampir seperti bisikan.
"Tadi... tadi Bapak manggil saya apa?"
Pertanyaan itu membuat Raka yang baru datang dari pos polisi ikut menoleh dan menimpali dengan bingung.
"Iya Pak Zayn, saya juga denger. Tadi Bapak teriak Keisha ya? Siapa Keisha Pak? Tim kita gak ada yang namanya Keisha. Paling mirip ya Aleena Keisha"
Satu tim yang sudah berkumpul di sekitar mereka juga saling pandang. Mereka juga mendengar teriakan itu.
Zayn terdiam sepersekian detik. Otaknya yang biasa berpikir cepat untuk urusan bisnis triliunan rupiah, mendadak blank. Dia baru sadar akan kebodohannya yang fatal. Di depan timnya, di tempat umum yang ramai, dia memanggil nama yang seharusnya sudah dia kubur dalam-dalam 6 tahun lalu bersama dengan nama Keanu.
Dengan gerakan cepat, Zayn memasang kembali topengnya. Wajah CEO dingin KALA JIVA kembali.
"Saya bilang... ke sana" jawab Zayn datar, dingin, tanpa menatap mata Aleena lagi. Dia mengalihkan pandangannya ke arah pos polisi.
"Saya bilang ke sana jangan gegabah. Kamu lari ke sana tanpa lihat jalan licin. Bukan Keisha, kamu salah dengar"
Ke sana. Bukan Keisha.
Aleena mengernyitkan dahinya. Salah dengar?
Tapi jelas sekali tadi Zayn teriak
"Keisha jangan gegabah"
Dengan nada setengah mati khawatir, tepat sebelum Aleena menarik kerah baju pencopet itu. Dan teriakan kedua "KEISHA...."
Sama persis, intonasinya, kepanikannya.
"Oh..." Aleena akhirnya menundukkan kepalanya dalam-dalam. Dia memilih untuk percaya kalau dia salah dengar. Atau lebih tepatnya, dia memaksa dirinya untuk percaya kalau dia salah dengar. Karena kalau dia mengakui kalau dia tidak salah dengar, maka pertanyaan selanjutnya akan jauh lebih menyakitkan dan membingungkan.
Mana mungkin Pak K. Zayn M, CEO muda dengan 5 cabang perusahaan di luar negeri, lulusan luar negeri, yang hidupnya berbeda langit dan bumi dengannya memanggilnya dengan panggilan itu.
Satu-satunya orang yang pernah memanggilnya seperti itu adalah Pak Keanu. Dengan alasan nama Aleena terlalu kelelakian lebih baik Keisha saja.
"Mungkin saya salah dengar Pak. Maaf Pak" kata Aleena pelan.
Zayn langsung berbalik badan tanpa menunggu jawaban lain. Langkahnya kaku dan cepat.
"Semua kembali ke bus sekarang! Rekreasi hari ini selesai. Kita langsung keliling Bandung pakai bus saja, tidak usah turun lagi. Jalan licin, tidak aman" perintah Zayn dengan suara super dingin dan keras, lalu berjalan duluan ke arah bus yang terparkir dengan kacamata hitamnya kembali terpasang, menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca.
Di dalam bus yang AC nya dingin, suasana jadi sangat canggung.
Aleena duduk di samping Vira di baris tengah, dekat jendela. Lututnya masih lecet sedikit karena tadi sempat tersandung. Vira sibuk mengelap lecet itu dengan tisu basah.
Zayn duduk sendirian di baris paling depan, kursi single yang menghadap ke depan, paling jauh dari Aleena. Dia memakai kacamata hitamnya lagi, pura-pura tidur dengan headset besar terpasang di telinganya. Padahal dari pantulan kaca jendela bus, terlihat jelas musik di HP nya tidak menyala sama sekali. Tangannya mengepal erat di atas pahanya yang dibalut celana jeans hitam.
Vira tidak tahan, dia berbisik sangat pelan ke telinga Aleena, takut didengar Pak Zayn.
"Al, serius deh, sumpah demi apapun, aku denger jelas Pak Zayn manggil kamu Keisha. Dua kali, pertama 'Keisha jangan gegabah' kedua cuma 'KEISHA' doang. Kenapa Pak Zayn memanggil kamu seperti itu? Setelah aku ingat - ingat dia memang jarang bahkan tidak pernah memanggil nama kamu secara langsung"
Aleena menggeleng pelan sambil terus menatap jendela bus yang berkabut, pemandangan hutan pinus Tangkuban Perahu yang turun perlahan.
"Mungkin kita memang salah dengar karena terlalu panik. Sudahlah lupakan saja"
Aleena jadi teringat seseorang yang namanya seharusnya tak perlu disebut lagi.
Pak Keanu...
Nama itu hanya terucap di dalam hati Aleena. Tidak berani dia ucapkan keras-keras.
Aleena memejamkan matanya, pura-pura tidur, tapi di dalam kepalanya ribuan pertanyaan berputar seperti tornado.
Kenapa kata "Ceroboh" itu selalu keluar dari mulut Pak Zayn setiap Aleena kejedot atau hampir jatuh?
Kenapa panggilan "Keisha" itu barusan terasa begitu familiar di telinganya?
Kenapa tatapan panik Pak Zayn tadi mirip sekali dengan tatapan Pak Keanu dulu?
Dari kursi depan, Zayn mendengar semua bisikan Vira dan Aleena lewat pantulan kaca spion besar di depan bus. Sopir bus sengaja memasang spion itu lebar agar bisa melihat penumpang belakang.
Dia mendengar Aleena menyangkal. Dia mendengar Aleena bilang "gak mungkin" dan "lupakan aja".
Bagus. Biarin dia pikir dia salah dengar. Lebih aman seperti ini, Keisha. Lebih aman kalau kamu benci aku sebagai bos galak, daripada kamu tau aku adalah Keanu yang dulu ninggalin kamu tepat setelah Ibu kamu meninggal, dan kamu benci aku sebagai pengkhianat.
Zayn memejamkan matanya lebih erat di balik kacamata hitamnya.
Sopir bus yang tidak peka dengan suasana canggung itu tiba-tiba memutar lagu lagi lewat speaker bus. Dan lagu yang diputar adalah lagu yang sama yang tadi Aleena nyanyikan saat karaoke.
Suara Putri Andini mengalun pelan di dalam bus yang melaju turun dari gunung.
Andai kau tahu ku tak pernah mampu 'tuk lupakanmu...
Tak bisa kupaksa hati ini 'tuk membencimu...
Tak sadarkah dirimu? Ku selalu rindu...
Di kaca spion, mata Zayn yang tadi pura-pura tidur, sedikit terbuka. Dari balik kacamata hitamnya, dia melihat pantulan Aleena di baris tengah. Gadis itu sedang menatap luar jendela dengan mata berkaca-kaca yang ditahan agar tidak jatuh, sambil mengelus pelan kepalanya yang tadi kejedot pintu bus.
Masih sama persis. Ceroboh. Pemberani sampai nekat ngejar jambret. Dan suka menyembunyikan tangisnya di balik jendela.
Gadis yang sama yang dia tinggalkan 6 tahun lalu demi perintah Papanya untuk sekolah ke luar negeri dan mengubur nama Keanu.
.
.
BERSAMBUNG -
kalau kamu sendiri sdah menikah dan punya anak .
penasaran trus ma kisahnya zayn setelah menjauh dari Aleena 6 THN lalu
🥺🥺🥺🥺 sesulit itu untuk mereka meraih bahagia 💪💪💪💪
kenapa masih mencuri lihat ke Keisha aleena
sdah pangling Aleena ma Zayn Keanu.
ikutan sedih dengan kisah kalian,semoga cepat bersama Pak KEANU dan KEISHA 💪
akhirnya pak Keanu memanggil KEISHA Nama panggilan sayang terucap juga💃💃💃💃
kasihan ma Aleena hatinya tertahan 6 THN yg lalu ma Zayn keanu
tapi penasaran ma hidup Zayn 6 THN yg lalu kenapa Sampek bisa dan menikah .mana manggil sayang lagi pas di bandara.tapi sekarang hatinya katanya masih memikirkan Aleena.
tambah kepo ma penasaran baca lanjutannya
bukannya kamu sdah nikah yaaa
💃💃💃 liburan diBandung Allena 💪