NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. PERMINTAAN ROWAN

Gelap.

Untuk beberapa saat, hanya itu yang Cecilia rasakan. Gelap yang panjang namun damai.

Tidak ada suara jeritan arwah.

Tidak ada tangan-tangan dingin yang keluar dari tanah.

Tidak ada tatapan ratusan mata milik Penjaga Alam Arwah yang masih membuat bulu kuduknya meremang hanya dengan mengingatnya.

Hanya keheningan.

Lalu perlahan kesadaran Cecilia mulai kembali.

Cecilia mengerutkan kening. Kelopak matanya terasa berat seolah ada sesuatu yang menahannya untuk membuka mata. Namun sedikit demi sedikit ia memaksa dirinya bangun dari lautan kegelapan yang menelannya.

Cahaya lembut menyelinap masuk.

Buram rasanya ketika pandangannya menangkap cahaya sekitar. Cecilia berkedip beberapa kali agar penglihatannya beradaptasi.

Pandangannya mulai fokus. Langit-langit putih tinggi menyambutnya.

Cecilia diam. Otaknya masih lambat memroses; di mana ia? Apa yang terjadi? Kenapa ia berada di tempat ini? Bahkan untuk sesaat ia tidak bisa mengingat siapa dirinya sendiri. Cecilia hanya menatap kosong ke atas.

Kemudian perlahan kesadarannya kembali satu demi satu. Namanya Cecilia, ia seorang Putri dari kerajaan Donovan tapi ia sekarang berada di kerajaan Aurelion. Lalu ingatannya jadi samar.

Cecilia mencoba mengangkat tubuhnya untuk duduk. Namun ketika bergerak, ia merasakan sesuatu menahan tangannya.

Cecilia menoleh dan saat itulah ia membeku.

Seorang pria sedang menggenggam tangannya erat, kepalanya tertunduk. Tubuh tinggi itu duduk di kursi yang berada tepat di samping tempat tidurnya. Pria tersebut tertidur. Rambut hitamnya sedikit berantakan. Bayangan samar kelelahan terlihat jelas di wajah tampannya.

Cecilia berkedip.

Rowan?

Namun suara itu tidak keluar dari mulut sang gadis. Tenggorokannya terasa kering, seperti ia tidak pernah berbicara selama bertahun-tahun.

Cecilia mencoba lagi. "Ro ...."

Tidak ada suara keluar.

Cecilia menelan ludah. Mencoba mengumpulkan tenaga, lalu sekali lagi.

"Rowan..."

Kali ini terdengar, namun sangat pelan, serak, nyaris seperti bisikan.

Namun entah bagaimana itu sudah cukup membuat mata Rowan langsung terbuka.

Pria itu bangkit begitu cepat hingga kursinya hampir terjungkal. Tatapan biru esnya membesar. Wajah yang biasanya tenang kini penuh keterkejutan.

"Cecilia?" Suaranya terdengar nyaris tidak percaya.

"Ya?" sahut sang empunya nama.

"Cecilia!" Rowan langsung meraih kedua bahu gadis itu. "Kau sadar? Bagaimana perasaanmu? Apa ada yang sakit? Apa kau pusing? Kau lapar? Kau ingin memanggil tabib? Kau butuh sesuatu?" tanyanya beruntun.

Pertanyaan demi pertanyaan langsung menghujani Cecilia tanpa jeda. Cecilia hanya berkedip bingung. Ia bahkan tidak sempat menjawab. Untuk pertama kalinya sejak mengenal Rowan, pria itu terlihat benar-benar panik.

"Aku ... baik-baik saja ... hanya ... haus." Suara Cecilia masih lemah dan terbata-bata.

Belum selesai Cecilia berbicara Rowan langsung berteriak ke arah pintu.

"Kalian yang ada di luar! Bawakan air minum sekarang juga untuk Cecilia! Cepat!" seru Rowan.

Suara langkah kaki terburu-buru langsung terdengar dari luar ruangan.

Cecilia bahkan sempat mendengar seseorang nyaris tersandung karena terlalu panik. Hal itu membuatnya sedikit tertegun.

Kenapa banyak orang di luar? batin Cecilia.

Rowan kembali menoleh kepadanya. Tatapan pria itu masih penuh kecemasan.

"Kita ada dimana?" tanya Cecilia karena ia yakin kalau ruangan ini bukan ada di kediaman Rowan.

"Kita di istana," jawab Rowan.

Cecilia paham sekarang kenapa ruangan ini sangat mewah dan indah, ternyata ia berada di istana. Pantas saja.

Ketika Cecilia mencoba bangkit duduk, Rowan langsung berpindah ke pinggir ranjang. Tangannya menopang punggung Cecilia dengan hati-hati.

"Pelan-pelan. Jangan terburu-buru," Rowan mengingatkan.

Rowan membantu Cecilia duduk bersandar setelah menumpuk bantal di belakang Cecilia agar memberikan kenyamanan untuk sang gadis saat bersandar.

"Tubuhmu pasti masih sakit. Apalagi kau tidak sadar selama tiga hari." Pria itu menghela napas panjang.

Cecilia menatap Rowan kaget. "Huh? Tiga hari?"

Rowan mengangguk. "Benar. Kau benar-benar membuatku takut setengah mati. Dan tidak tenang setiap saat selama tiga hari ini."

Cecilia menatapnya bingung. "Memangnya apa yang terjadi padaku?"

Dahi Rowan langsung berkerut. "Kau tidak ingat?"

Cecilia menggeleng pelan.

Pria itu menghela napas. "Kau melakukan ritual memasuki alam arwah untuk menyelamatkan Permaisuri dari kutukan."

"Aku ke alam arwah?" Cecilia mencoba mengingat.

Tatapan Rowan menjadi gelap saat mengingat malam itu. " Ya, namun justru kau yang tidak kembali."

Jantung Cecilia berdegup pelan, ingatan demi ingatan mulai muncul.

Mata safirnya sedikit membesar ketika ingatan samat yang terakhir menyerang Cecilia seperti badai.

Benar.

Cecilia masuk ke alam arwah untuk menyelamatkan Permaisuri.

Penjaga Alam Arwah yang mengejar dan menangkapnya.

Roh-roh jahat.

Siluet wanita misterius yang memiliki kemampuan seperti dirinya.

Lalu ...

"Egh," ringis Cecilia.

Nyeri tajam tiba-tiba menyeruak di kepala sang gadis saat ia mengingat terlalu banyak sekaligus terutama tentang alam arwah itu. Cecilia meringis ingatan terakhirnya terasa kabur, seakan ada bagian yang hilang. Ia hanya ingat satu hal dalam ingatan terakhirnya; biru.

"Kau baik-baik saja? Tenanglah, jangan paksakan dirimu untuk mengingat jika kau tidak ingat. Aku tidak mau kau sampai muntah darah," ujar Rowan seraya mengusap punggung Cecilia.

"Muntah darah?" Cecilia menatap Rowan bingung.

"Iya, kau berkali-kali muntah darah malam itu. Kau tidak sadar, dan jiwamu terus melemah," jawab Rowan. Tatapan pria itu dipenuhi bayangan ketakutan yang belum hilang.

Cecilia ingat ia muntah darah karena dihajar oleh siluet wanita di ambang gerbang arwah itu. Ternyata di dunia nyata Cecilia sama parahnya.

"Beruntung Nyonya Jeina datang malam itu. Kalau tidak ..." Rowan berhenti. Rahangnya mengeras. "Aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi padamu," sambungnya.

"Nyonya Jeina?" Cecilia tidak tahu siapa itu.

"Kau akan bertemu dengannya nanti. Dia yang menyelamatkanmu dari alam arwah. Dia bilang kau ditanggap oleh Penjaga Alam Arwah dan jiwamu hampir saja lenyap di sana," jelas Rowan dengan rahang mengeras di akhir kalimat.

Cecilia terdiam. Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu tiba-tiba kedua pipinya direngkuh. Cecilia terkejut, matanya membesar menatap Rowan dengan bingung.

Rowan memegang wajah sang gadis dengan kedua tangan. Memaksanya menatap lurus ke mata pria itu. Tatapan yang biasanya sedingin itu kini penuh emosi yang sulit dijelaskan.

Sampai membuat Cecilia kehilangan kata-kata.

"Jangan pernah lakukan itu lagi. Berjanjilah padaku, Cecilia. Jangan pernah masuk lagi ke alam arwah apa pun yang terjadi," pinta Rowan dengan nada bergetar dan mata yang penuh akan ketakutan.

Cecilia terdiam, ia belum pernah melihat Rowan seperti ini sebelumnya. Tidak pernah sama sekali.

Pria itu selalu tenang, santai. Kadang menyebalkan, kadang suka menggoda. Atau bisa menampilkan sisi dingin dan angkuh jika ada orang yang bermasalah.

Namun sekarang yang Cecilia lihat hanyalah ketakutan yang murni.

"Aku-" Cecilia ingin bicara namun Rowan memotongnya.

"Kau tidak tahu betapa takutnya aku. Aku melihatmu muntah darah berkali-kali. Aku tahu nyawamu berada dalam bahaya, aku tahu jiwamu terjebak di sana. Tapi aku tidak bisa melakukan apa pun," ujar Rowan. Nada suaranya semakin serak. Jari-jari Rowan sedikit gemetar.

Cecilia bisa merasakan ketakutan dan kekhawatiran itu dengan jelas. Bagaimana jari-jari panjang itu gemetar ketika membicarakan kejadian malam yang seperi traumatis bagi Rowan.

"Aku hanya bisa melihat. Hanya bisa menunggu tanpa bisa apa-apa. Tidak pernah aku merasa setidakberguna itu dalam hidupku. Kumohon, jangan pernah masuk ke alam arwah lagi," kata Rowan dengan nada sudah seperti memohon.

Cecilia terdiam, dadanya terasa hangat. Sangat aneh, karena tidak banyak orang yang pernah mengkhawatirkannya sampai seperti ini.

"Kau ... mengkhawatirkanku?" Suara Cecilia pelan.

Rowan langsung menarik pipinya. "Siapa yang tidak mengkhawatirkanmu jika kejadiannya seperti itu?"

Cecilia terkejut.

Pria itu tampak kesal karena hal yang sudah jelas terlihat.

"Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa setakut itu. Dan penyebabnya adalah kau yang terlalu meremehkan apa yang kau lakukan. Kau bilang kau akan aman dan baik saja, tapi yang aku lihat kau hampir mati malam itu," omel Rowan.

Cecilia berkedip.

Rowan menghela napas kasar. Lalu suaranya melembut ketika ia mulai menenangkan dirinya dari emosi yang bergumul.

"Berjanjilah kalau kau tidak akan masuk ke alam arwah lagi atau melakukan sesuatu yang berbahaya.Cukup sekali saja aku kehilangan seseorang karena keegoisanku, jangan ada lagi," kata Rowan.

Jantung Cecilia bergetar saat menyadari tatapan Rowan kini berubah lembut.

"Aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri jika itu terjadi padamu juga," ujar Rowan yang kini seolah menyerah akan apa yang ia abaikan selama ini; perasaannya.

Dan jantung Cecilia semakin berdetak liar saat ia tidak pernah menyangka akan mendapatkan ciuman dari Rowan dan juga pengakuan pria itu bahwa Rowan telah jatuh hati pada Cecilia sejak pertemuan mereka pertama kali.

1
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Hary Nengsih
lanjut
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
Nisfu Romadhon
cari in jodoh nya Evan k Othor,,, please /Whimper//Whimper//Whimper/
Archiemorarty: Abis Rowan ntar buat Evan yak 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
siapa si pengkhianat ini?🤔
Hary Nengsih
yg d imcar cecilia kayanya
Archiemorarty: Yeps 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
wow,,, Great Job Lowan👏👏👏/Kiss//Kiss//Kiss/
Nisfu Romadhon
ehh pak Diego,,, logikanya ya kalo Lowan suka sama Joanna,,dia g akan nunggu hari ini datang bersama Cecilia pasti dari dulu sudah bersama Joanna paling tidak bertunangan,,,ya g netizens 🤔,,, berhubung Lowan g suka sama anakmu Yo wes tho terima nasibmu /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Archiemorarty: Nggak mau terima dia makanya begitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
udah nasibnya orang ganteng digilai cewek-cewek lah ya /Drool//Drool//Drool/
Archiemorarty: Hooh 🤭 mana kaya lagi
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, horor banget ini mah🫣
Archiemorarty: Fantasy horor kali ini tema nya 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!