NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecelakaan

  Setelah membaringkan Alisha diatas ranjang, David duduk di kursi samping ranjang pasien. Dilihatnya nampan berisi sarapan milik Alisha belum tersentuh sama sekali. "Kamu belum sarapan, aku suapin ya" ucap David langsung mengambil nampan berisi makanan. "Makanlah setelah itu baru minum obat" ucapnya lagi dengan nada penuh perhatian. "Saya bisa makan sendiri tuan" sahut Alisha ingin mengambil nampan tersebut dari tangan David. Namun David buru buru menjauhkan nampan tersebut dari jangkauan Alisha. "Jangan keras kepala, kamu cukup buka mulut dan menguyah" ucap David. Mau tidak mau akhirnya Alisha nurut dan menerima suapan dari David. Dengan telaten David menyuapi Alisha hingga tanpa terasa makanan tersebut habis tak bersisa. David tersenyum tipis melihat wajah Alisha sedikit ditekuk karena kesal. Setelah makan David menyodorkan segelas air putih beserta obatnya dan Alisha langsung meminum obatnya. Beberapa saat kemudian hening tidak ada obrolan apapun diantara mereka berdua, Alisha begitu canggung dengan keberadaan David. "Nih orang kok enggak pulang pulang sih, enggak tau apa aku dari tadi rasanya kayak nahan kentut" batin Alisha menggerutu kesal.

    Tiba tiba pintu terbuka lebar nampak Santa datang dengan membawa 2 kantong besar ditangannya. "Loh kak David, ngapain jam segini udah nongkrong disini..!? Pantesan aku cari sejak pagi enggak ada di apartemen ternyata oh ternyata ada yang lagi masa pendekatan nih" goda Santa dengan tersenyum tengil kedua matanya ia naik turunkan menggoda 2 sejoli yang satunya wajahnya ditekuk sedangkan David jangan ditanya wajah setelan pabrik datar dan dingin. "Waduh kayaknya gue salah ngomong nih" gumam Santa sedikit salah tingkah.

"Kamu bawa apa San?" tanya Alisha memecahkan suasana yang sedikit canggung. Santa mengangkat 2 kantong kresek cukup besar yang sejak tadi ia bawa. "Yang ini kantong berisi bahan masakan dan yang ini beberapa camilan dan minuman. Tadi niatnya sih gue mau masak makan siang di apartemen tapi ternyata isi kulkas pada habis semua. Yaudah gue sekalian belanja aja dan karena malas bolak balik ke apartemen ya mending gue masak aja disini kan ada dapur hehehe..." jawab Santa sambil nyengir kuda. Alisha yang mendengar jawaban sahabatnya hanya mengangguk singkat sedangkan David hanya diam saja seperti patung Pancoran.

Tiba-tiba David bangun dari duduknya dan langsung pergi tanpa berpamitan dengan mereka berdua. "Kakak mau kemana kok langsung pergi, kakak enggak sekalian ikut makan siang bareng kita..??" tanya Santa saat melihat kakaknya akan keluar dari ruangan tersebut. "Kakak ada urusan lain, kalian lanjutkan saja ngobrolnya" sahut David tanpa melihat adiknya.

Huft...

"Selalu saja kayak gitu, senyum dikit enggak bikin dia mati kan!" gerutu Santa dengan wajah kesal.

"Kamu ngomong apa San?" tanya Alisha penasaran.

"Enggak ngomong apa apa, yaudah gue masak dulu ya Al. Mending Lo istirahat aja dulu nanti kalau sudah siap masakannya gue bangunin" ucap Santa seraya berjalan menuju mini bar yang ada didalam ruangan tersebut. Meskipun Santa berpenampilan tomboy tapi dia bisa memasak sejak berteman dengan Alisha. Bahkan terkadang mereka berdua sering masak bareng jika kuliah sedang libur.

\>\>\>\>\>\>

Sedangkan didalam mobil Fandi dan Vania sedang bertengkar. "Van, aku mohon mengertilah untuk saat ini kamu jangan ikut aku dulu. Aku takut nanti Alisha semakin sedih melihat kedatangan kita berdua. Kamu tau, Alisha masuk rumah sakit itu gara gara perbuatan kita juga sehingga Alisha enggak fokus menyetir dan terjadilah kecelakaan itu" ucap Fandi menahan kesal. "Kak, aku cuma ingin ikut menjenguk sepupu aku apa salahnya. Lagi pula sejak Alisha masuk rumah sakit aku belum sempat datang menjenguknya" jawab Vania beralasan. Padahal sejujurnya ia takut Fandi dan Alisha kembali bersama tanpa sepengetahuan dirinya. "Tapi Van, aku takut Alisha semakin sakit hati melihat kita datang bersama" ucap Fandi berusaha tetap sabar menghadapi Vania yang keras kepala.

"Jadi kakak cuma menghawatirkan perasaan Alisha saja tidak memikirkan perasaanku juga!" teriak Vania dengan mata berkaca-kaca. "Aku sedang hamil anakmu kak dan anak kita tidak ingin berjauhan sama ayahnya, ngerti nggak sih!" ucap Vania dengan berlinang air mata. Fandi yang melihat Vania mulai menangis terisak ingin rasanya ia memecahkan semua barang yang ada didalam mobilnya.

Aaarrgghh...

"Sial sial, kenapa jadi ribet gini sih..!!" teriak Fandi merasa frustasi. Sedangkan Vania yang melihat Fandi marah nyalinya langsung menciut. "Kak jangan marah, aku takut kak.." ucap Vania pelan.

"Diam...!!" bentak Fandi semakin marah.

Vania yang dibentak lansung menutup kedua telinganya karena takutnya. jantungnya berdegup kencang napasnya tercekat ia benar benar takut melihat Fandi yang sedang mengamuk. Ini pertama kalinya ia melihat sifat asli Fandi, pria yang ia pikir sikapnya selalu lembut dan perhatian. Tanpa mengatakan apapun lagi Fandi langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Vania yang ketakutan langsung berpegangan erat apapun yang bisa ia gapai.

"Kak, Vania takut apalagi aku sedang hamil anakmu juga" ucap Vania dengan suara bergetar ketakutan, ia benar benar takut jika terjadi sesuatu dengan mereka saat ini. Fandi yang mendengar perkataan Vania langsung tertawa jahat "Hahaha... bukannya malah bagus kalau kita kecelakaan, bayi haram yang kamu kandung akan mati. Jadi aku enggak perlu pusing memikirkan pertanggungjawaban darimu. Aku bisa bersama Alisha kembali dan soal kamu aku enggak peduli lagi terhadamu. Karena sampai kapanpun wanita yang aku cintai cuma Alisha bukan kamu ataupun yang lainnya hahaha..." ucap Fandi dengan tertawa jahat.

Nyeeesss...

Hati Vania langsung mencelos sakit saat mendengar perkataan Fandi barusan. Air mata tidak lagi dapat ia tahan "Baik jika itu mau mu, jika kita tidak bisa bersama sebagai pasangan maka Alisha juga tidak akan bisa bersamamu juga!" sahut Vania dengan suara bergetar. Tangan Vania langsung merebut setir mobil sehingga terjadilah mereka berdua berebut setir sehingga mobil sejalan oleng ke kiri ke kanan. Mobil melaju tidak menentu arah bahkan beberapa kendaraan mengumpat marah.

"Vania apa yang kamu lakukan hah..!! Lepaskan kamu jangan gila..!! Teriak Fandi panik ia kawatir jika terjadi sesuatu nanti. "Hahaha... kenapa kak, kamu takut mati..?? Bukannya kamu sendiri yang ngomong kayak gitu, maka dari itu aku kabulkan permintaan kamu hahaha..." Vania tertawa seperti orang tidak waras.

"Van, stop kamu jangan gila !!!" teriak Fandi cemas. Tiba-tiba dari arah depan ada sebuah mobil sedan melaju cukup kencang dan kecelakaan tidak dapat terelakkan lagi. "Vania awas...!!" teriak Fandi panik. Vania yang melihat ada mobil melaju cukup kencang berlawanan arah jantungnya berdegup tak karuan. Ia ingin menarik tangannya dari setir namun entah mengapa tiba tiba sendi terasa kaku sehingga ia tak sanggup menarik kedua tangannya. "Kak, aku enggak mau mati kak..!! Teriak Vania begitu panik.

Bruak...

Brak...

Brak...

Dua mobil saling bertabrakan sehingga dentuman keras terdengar begitu nyaring saat itu. Mobil yang dikendarai Fandi Sampai berguling guling beberapa kali hingga mobilnya posisi terbalik. Keadaan Fandi dan Vania terluka semakin parah, apalagi dari sela kedua kaki Vania banyak mengeluarkan darah segar. "Aaarrgghh... perutku sakit sekali...mama perutku sakit sekali.." rintihan Vania begitu menyayat hati hingga beberapa saat kemudian Vania tidak sadarkan diri. Sedangkan Fandi sedang berusaha menyelamatkan dirinya namun posisi mobil terbalik membuatnya kesusahan untuk keluar dari dalam. Fandi berusaha menjaga kesadarannya meskipun saat ini kepalanya terasa pusing. Fandi seolah olah enggan memikirkan Vania baginya keselamatannya yang utama. "Aaarrgghh...sial, aku harus bisa keluar dari dalam sini sekarang juga sebelum mobil ini meledak" gumamnya terus berusaha keluar dari dalam mobil.

Beruntung beberapa saat kemudian ada beberapa warga datang memberi pertolongan untuk mereka. Mereka harus bekerja keras untuk mengeluarkan mereka berdua yang masih terjebak didalam mobil.

"Pak tolong ! sepertinya wanita ini sedang hamil pak...! Teriak salah satu warga melihat kondisi Vania begitu memprihatinkan. Mereka langsung berusaha membuka pintu mobil untuk mengeluarkan Vania dari dalam. Sedangkan Fandi juga dibantu beberapa warga untuk keluar dari dalam. Kejadian itu membuat jalanan macet total hingga beberapa saat kemudian Fandi dan Vania sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

**Assalamualaikum semua, bagaimana kabar kalian... semoga kalian sehat selalu dan bahagia selalu ya amin 🤲 perkenalkan ini cerita aku yang ke 3 loh, jangan lupa mampir ya orang orang baik...😊 kasih semangat saya dong biar semakin semangat nulis ceritanya, terimakasih 🙏🥰**

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!