NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Perempuan itu harus mengatakan juga yang sejujurnya dengan Bu Maryam. Beliau adalah orang pertama yang pastinya akan merasa sangat kecewa dengan keadaan putrinya jika benar krna suatu hubungan terlarang.

“Tidak bermaksud ikut campur Budhe, tapi mungkin dengan gal ini Budhe bisa membantunya nanti menyelesaikan masalah Sarah, mungkin saja ada hubungannya juga, Wallahu a’lam,” ucap Raja tak ingin banyak menduga.

“Terima kasih infonya Ja, nanti biar ini di usut keluarga. Biar bagaimanapun orang yang telah membuat Sarah hamil harus bertanggung jawab. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab.” ucap Bu Alice jelas tergerak untuk membantunya.

Ibu dari dua putra itu merasa iba, dan tentu saja sedih. Bagaimana perasaan Bu Maryam nantinya, siap tidak siap harus memberitahu keadaan putrinya saat ini.

“Ya sudah Budhe, Raja tinggl dulu, kalau ada sesuatu yang di perlukan hubungi saja.”

“Kamu sedang tugas Ja?” tanya Bu Alice .

“Persiapan, nanti ada ketemu konsulen Budhe, mau ujian, ini tapi otakku nggak bisa konsentrasi, sekarang udah lega, alhamdulillah kalau begitu pamit dulu, mau siap-siap.”

“Iya, goodluck Nak! Semoga lancar,” ucap Bu Alice menyemangati.

“Aamiin ….. maksih Budhe, Raja tingga dulu,” ujar pria itu beranjak.

“Sa, aku keluar dulu ya, cepat sehat!” Pamit Raja mengangguk sopan pada Bu Maryam lalu keluar menyisakan seulas senyuman.

“Dokter muda itu kenal saka kamu?” tanya Bu Maryam melihat pemuda tadi begitu akrab memanggil namanya.

“Iya Bu, dia orang baik yang menolong Sarah,” jawab Sarah sebatas itu.

“Owh ….. terima kasih pak dokter baik, semoag Allah menbalas dengan banyak kebaiakan,” ucap Bu Maryam tulus.

Sementara Raja keluar, menemukan Lingga yang masih menunggu di luar. Ia berjalan mendekat karna memang hendak melewati koridor searah.

“Hai bro! Kenapa tidak masuk? Eh, ya menurut kamu kenapa respon Sarah begitu aneh saat melihatmu?” tanya Raja penuh selidik. Sebagai seorang dokter, ia juga mempelajari banyak hal tentang motorik dan analisa wajah seseorang dalam merespon sesuatu.

“Mana gue tahu, tanya aja langsung sama orangnya?” sahut Lingga sewot.

“Sans bro! Cuma aku liat, sepertinya dia banyak tekanan, jadi sebaiknya kamu jangan mendekat jika membuatnya merasa tidak nyaman,” ucap Raja menatap penuh selidik. Berjalan melewatinya sembari menepuk pundak Lingga satu kali.

Sangat aneh gerak-gerik Lingga, walaupun semua orang bisa melakukan hal yang sama. Namun, seseorang tidak mungkin tiba-tiba bersikap aneh kala melihatnya tanpa ada sebab di belakangnya.

“Sialan! Jangan-jangan Sarah udah ngadu ke Raja tentang masalahnya. Nggak bisa di biarin tuh cewek, maunya apa coba,” guman Lingga terlihat kacau.

Sementara di ruang rawat, Bu Alice masih bingung untuk mengatakan pada Bu Maryam. Pantas saja Raja sampai tidka bisa berkonsentrasi mau ujian. Info penting ini memang cukup pelik di ungkapkan. Namun, harus di ungkapkan dengan penyampaian yang pas. Bisa saja seseorang akan syok mendengarnya.

“Ghem! Sarah bagaimana keadaan kamu sayang?” tanya Bu Alice sepelan mungkin. Dia tahu kondisi Sarah saat ini tengah terguncang, entah karna suatu kesalahan, malu, atau banyak tekanan. Banyak faktor yang mungkin terjadi dan orang tua tidak tahu.

“Alhamdulillah lebih baik Bu, terima kasih sudah mengantar ibu kesini, saya kangen sekali.” Ucapan Sarah seakan menyiratkan dia tidak berhubungan beberapa hari, padahal bukankah Sarah masih berkirim pesan sejak dua hari lalu, hanya sehari saja katanya yang tanpa kabar?

“Iya, Raja menghubungi tadi pagi, kamu dua hari tidak pulang kemana?” tanya Bu Alice yang pertama. Dia harus tau mana tahu gadis itu pergi dengan pacarnya yang menghamilinya.

Sarah terdiam, dia dua hari kemarin bukannya di rumah sakit. Lingga yang membuat dirinya berada di rumah sakit dan seolah menghilang.

“Sarah di rumah sakit Bu,” jawab gadis itu jujur.

“Rumah sakit? Bukannya Raja baru nolongin kamu kemarin? Maksud saya, selama dua hari selasa dan rabu,” jelas Bu Alice mulai menghubungkan kejanggalan yang ada.

“Iya, dua hari itu juga saya di rumah sakit, Bu, tapi bukan dengan kak Raja,” ucap Sarah benar adanya.

“Terus, yang rajin nge-WA ibu siapa kalau kamu sakit? Kenapa tidak bilang kalau kamu sakit?” tandas Bu Maryam menatap putrinya penuh selidik.

Sarah terdiam, ia lelah berpura-pura seakan semuanya baik-baik saja.

“Apa kamu bersama seseorang?” tanya Bu Alice menyela.

“Iyaa Bu,” jawab Sarah mengangguk.

“Ayah sari bayi yang sedang kamu kandung?” tanya Bu Alice jelas ingin tahu.

Sarah kaget, mendongak dan langsung menemukan wajah kepo Bu Alice. Beralih menatap ibunya yang tak kalah kaget.

“Maaf sayang, saya tahu semuanya, saya harap kamu mau jujur pada kami,” ucap Bu Alice membuat Bu Maryam tak mengerti.

Degh! Hati Sarah sakit, malu lebih tepatnya. Apakah Bu Alice tahu dari Raja. Iya, Raja pasti tahu karna memeriksanya dengan alat media canggihnya. Malu sekali yang di rasakan Sarah, pasti pria itu akan menilai dirinya rendahan dan tak berakhlak.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!