NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Nonton Film

Malam mulai mengambil alih dunia. Langit biru berubah menjadi hitam dengan titik titik bintang yang bertebaran. Hiruk pikuk ibu kota masih belum padam. Sedangkan jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Di sebuah ruang kerja yang cukup luas. Di lantai atas sebuah gedung bertuliskan Oliver Corp. Vincent menutup laptopnya. Ia menjatuhkan tubuhnya di sandaran kursi kerja itu. Lelah. Ini sudah cukup malam untuk bekerja. Semua karyawan nya pulang. Namun Vincent masih berada di ruangannya. Berkutat dengan laptop dan segala urusan kantornya.

Vincent menghela nafas panjang. Ia membuka ponselnya. Mencari cari informasi tentang bar dan club malam mana yang ingin ia kunjungi malam ini.

Satu bulan sudah berlalu. Alicia tak lagi ada kabarnya. Rasa cintanya pada Vincent mungkin juga sudah hilang. Tapi laki-laki itu, ia masih belum bisa bangkit dari keterpurukannya. Sebulan pasca hilangnya kabar dari Alicia, tiap malam ia habiskan dengan lembur. Pulang malam. Lalu ke club ataupun bar. Mabuk. Teler. Tepar. Dan begitu terus hingga saat ini.

Patah hatinya kali ini sepertinya memang tidak main-main. Terlebih setelah ia tahu bahwa Alicia sudah punya pria penggantinya. Ia sempat menghajar pria itu bulan lalu. Ia juga sering melihat dari postingan IG story Alicia sebelum akhirnya wanita itu memblokir dirinya.

Vincent seperti kehilangan arah. Ia tak punya tempat untuk bersandar lantaran ia memang tak punya banyak teman. Vincent memang terlahir dari keluarga pengusaha. Ia dididik dan besarkan untuk menjadi pembisnis handal. Orang-orang yang dikenalnya hanyalah sebatas rekan kerja. Karena memang hidupnya sejak dulu selalu ia habiskan untuk bisnis, karir, dan perusahaan.

Vincent meletakkan ponselnya dengan kasar. Hampir semua bar sudah pernah ia kunjungi. Rasanya malam ini begitu malas untuk keluar lagi. Bosan. Capek. Ia ingin istirahat. Tapi juga malas pulang ke rumah yang sunyi bak kuburan itu.

Vincent membuang nafas kasar. Ia suntuk. Jenuh. Bosan. Hidupnya terasa monoton. Ia sering merasa kesepian saat malam sudah tiba. Saat rutinitas kerja sudah berhenti. Saat orang orang pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarga. Saat raga terasa lelah namun tak ada tempat untuk berbagi ataupun bercerita. Vincent merasa sendirian. Bahkan pulang ke rumah orang tuanya pun juga tak pernah menjadi pilihan. Mereka sama saja. Bagi Vincent mereka bukanlah tempat yang nyaman untuk pulang. Terlebih semenjak kedua orang tuanya menentang hubungannya dengan Alicia. Dan sekarang ia dan Alicia sudah putus. Pasti mereka akan mengagungkan penilaian mereka pada Alicia yang dianggap kurang pantas untuk Vincent.

Setelah cukup lama berdiam diri dan melamun, Vincent akhirnya bangkit dari posisi duduknya. Ia meraih kontak mobilnya, menyampirkan jas mahalnya di pundak, lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Laju kendaraannya tak begitu kencang. Rasa jenuh, lelah, bosan, dan sepi membuatnya malas untuk pulang. Mungkin akan lebih baik jika malam ini ia pulang ke apartemen saja. Jaraknya lebih dekat. Waktu tempuhnya lebih singkat. Lebih baik ia kesana agar bisa secepatnya istirahat.

Lebih dari setengah jam berkendara, pria itu tiba di bangunan tinggi tempat dimana unit apartment nya berada. Ia masuk ke dalam tempat tinggalnya, tepat saat menunjukkan hampir sebelas malam.

Lampu lampu ruangan apartemen itu sudah padam. Suasananya sepi. Alina mungkin sudah tidur.

Vincent menuju ruang televisi. Ia melempar jasnya ke atas sofa, melonggarkan dasinya, lalu menjatuhkan tubuh itu di atas kursi empuk nan panjang itu. Ia mengangkat kedua kakinya ke atas meja. Lalu disilangkan dalam posisi lurus.

Vincent menghela nafas panjang. Diam. Mengamati ruangan yang luas namun lagi-lagi terasa sunyi.

Lagi, tak ada teman, tak ada kawan. Hanya hawa dingin di keheningan malam yang menyapanya. Hhhmmm....tampan, kaya raya, tapi kesepian.

Cekek...

Pintu kamar tamu terbuka. Vincent reflek mengangkat kepalanya. Dilihatnya di sana Alina muncul dari balik pintu dengan setelan piyama pendek dan bando telinga kucing di kepalanya. Laki-laki itu diam. Alina pin demikian. Wajahnya terlihat segar dan cerah. Sepertinya habis cuci muka. Hormon ibu hamil rasanya juga mempengaruhi tingkat kecerahan wajah gadis itu. Ia terlihat lebih cantik dan segar dibanding dulu saat pertama mereka bertemu.

"Vi- Vincent?" ucap wanita muda itu. "Kamu sejak kapan di sini?"

Vincent tak menjawab. Ia memperhatikan penampilan Alina dari atas sampai bawah.

"Kenapa belum tidur? Ini sudah malam," ucapnya kemudian dengan wajah datar dan terkesan angkuh khas seorang Vincent Louis Oliver.

"Ini baru mau tidur. Mau ambil minum dulu," jawab Alina. Diamatinya sang laki-laki yang nampak lelah itu.

"Kamu baru pulang kerja?" tanyanya kemudian.

"Hmm..." jawab Vincent sembari kembali menjatuhkan kepalanya. Ia berucap seraya menatap langit langit ruangan. Alina melongok ke arah jam dinding. Jam sebelas malam.

Alina menghela nafas panjang. "Mau aku bikinin sesuatu?"

Vincent diam.

"Udah makan?" tanya wanita itu lagi. "Mau aku buatin makan?"

Vincent melirik ke arah wanita itu. "Kopi," jawabnya.

Alina diam, lalu mengangguk. Ia lantas menuju dapur. Mengambil segelas air putih untuknya dan membuatkan secangkir kopi untuk Vincent yang lelah. Didekatinya pria itu. Vincent masih berada di sofa itu dengan sebuah ponsel di tangannya.

Alina meletakkan kopi itu di atas meja. Ia duduk di samping Vincent yang tak merespon keberadaannya. Wanita itu diam lagi. Matanya menatap penampilan Vincent dari atas sampai bawah. Terlihat sangat lelah. Mungkin pekerjaan membuat hari ini terasa berat baginya.

"Emm...aku tadi bikin makanan. Ada stik kentang buat camilan. Kamu mau?" tanyanya ragu.

Vincent melirik lagi. "Boleh," ucapnya kemudian.

Wanita itu tersenyum. "Bentar. Aku masukin microwave dulu, ya, biar anget."

Alina bergegas bangkit. Ia kambali menuju dapur. Mengambil stik kentang buatannya yang sudah tak hangat itu dan memasukkannya ke dalam microwave. Ia juga mengambil beberapa roti dan snack pemberian Yuda siang tadi yang sebagian belum ia makan.

Alina tahu Vincent lelah. Minum kopi dan makan beberapa camilan ditemani film di malam hari sepertinya akan sedikit mengurangi stress di kepala laki-laki itu. Alina juga sering melakukan hal demikian jika sedang suntuk.

Stik kentang sudah kembali hangat. Wanita itu lantas kembali ke ruang tv dengan membawa beberapa makanan dan segelas susu hangat untuk dirinya sendiri.

"Silahkan!" ucapnya.

Wanita itu meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja. Lumayan banyak. Membuat Vincent yang semula fokus pada ponselnya kini melirik ke atas meja.

"Banyak sekali makananmu? Dapat darimana?" tanyanya.

Alina meraih remote tv dan menyalakannya. Sembari mengunyah sepotong biskuit, ia mengotak atik saluran tv itu untuk mencari film yang bagus untuk di tonton.

"Stik kentangnya buatanku sendiri. Snack nya online, diantar kurir," jawabnya bohong.

"Cobain! Enak, loh!"

Vincent mengernyitkan dahinya. Alina menemukan film pilihannya. Sebuah film bergenre komedi yang sebenarnya sudah beberapa kali ia tonton.

"Kamu mau ngapain lagi? Bukannya tadi katamu mau tidur?"

"Nunggu susu nya dingin dulu. Terlanjur di bikin. Sayang kalau nggak diminum," ucapnya.

Alina duduk bersila di samping Vincent. Kakinya naik ke atas sofa sedangkan sebungkus biskuit nangkring santai di pangkuannya. Vincent tak banyak bereaksi. Ia kembali fokus dengan ponselnya.

Volume tv sedikit dinaikkan. Film diputar. Seraya memasukkan satu persatu biskuit, Alina nampak menikmati tontonan pilihannya. Memang sangat lucu, membuat wanita itu sesekali tertawa dibuatnya. Dari tawa kecil. Tawa geli. Hingga tawa lebar yang berhasil mengusik reaksi Vincent.

Pria yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya itu melirik ke arah Alina. Wanita itu sama sekali tak menoleh ke arahnya. Ia terlalu asyik dengan tontonan dan biskuitnya. Wajahnya terlihat girang. Ia tertawa begitu lepas hanya dengan melihat adegan di kotak yang justru tak pernah Vincent nyalakan itu.

Suasana ruangan yang semula sepi kini terdengar ramai. Ramai hanya dengan tawa Alina dan suara tv yang menyala. Vincent meletakkan ponselnya. Benda itu tak lagi menarik perhatiannya. Ia justru lebih tertarik pada tawa Alina yang pecah hanya karena adegan per adegan yang cukup receh di mata Vincent.

Wanita itu tertawa seolah sangat terhibur. Satu demi satu biskuit di pangkuannya lenyap. Susu seteguk demi seteguk akhirnya juga tandas. Susu habis, tapi Alina belum beranjak dari tempatnya. Ia masih asyik dengan tontonannya.

Vincent yang merasa terhibur dengan tawa Alina pun akhirnya ikut terbawa arus. Ia meraih sepiring stik kentang di sana, memangkunya di atas sofa, lalu ikut menonton tayangan pilihan Alina.

Malam pun berlanjut. Kedua anak manusia itu asyik menikmati film berdua sebelum akhirnya tidur di kamar masing-masing.

1
Don't Call Me Mbak💅
lanjuttt
Don't Call Me Mbak💅
lah🤦🤦
Don't Call Me Mbak💅
🤣🤣🤣
Don't Call Me Mbak💅
najisss🤮
Don't Call Me Mbak💅
kebanyakan makan camilan sih😹
Radya Arynda
sabar Alina💪💪💪💪
Radya Arynda
kok ngak punya pendirian sih kamu cen vincen,,,,kasihan,,,alina ,,,mau di apakan dia,,,kenapa ngak nikah diam2 dulu,,,
Desyi Alawiyah
Cucu???

Wah, tanpa mama Theressa sadari, Vincent udah memberi dia cucu loh.. Di perutnya Alina.. 😜
Desyi Alawiyah
Dan pacarnya Alicia adalah Dion.. sahabatmu sendiri Vincent.. 😭
Desyi Alawiyah
Putramu itu hatinya sedang berbunga-bunga, mama Theresa 🤭
Georgia🤑
bener bener lu ya🙄
Desyi Alawiyah: Bener-bener anak durhakim tuh si Vincent 🤭🤣
total 1 replies
whiteblack✴️
pake kata itu..biar semakin jatuh cinta/Proud/
Don't Call Me Mbak💅
lanjut
Don't Call Me Mbak💅
waduh.aku ketinggalan banyak😱
Georgia🤑
entah kenapa aku terbayang bayang ibu ibu rambut mongkrok yang jualan rumah yang hanya dengam satu milyar saja....ituloh🤣🤣🤣🤣
Georgia🤑
istr jdman😊suport kerjaan suami🤗
Desyi Alawiyah
Tenang Kak, aku nggak akan kabur kok.. 🤣

Semangat yah Kak ngurus toddler nya /Determined/
Desyi Alawiyah
Semoga mamanya Vincent baik yah.. Nggak seperti orang kaya yang kebanyakkan.. 🤭
whiteblack✴️
kalau gitu nikahin lah...sampai kapan di simpan terus..dia itu bukan pajangan😒...
Radya Arynda
ternyata ke banggan vincen tidak lebih seperti pelacur,,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!