NovelToon NovelToon
Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27.Kesepian di Rumah Besar

   ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ

Perlahan Aisyah membuka pintu kamarnya. Tubuhnya terasa berat dan pegal-pegal setelah seharian menangis dan tidur. Matanya masih sedikit bengkak dan merah, namun ia berusaha menguatkan diri untuk turun ke bawah.

Di meja kecil tepat di depan pintu kamarnya, sudah tersedia nampan bersih berisi segelas air putih hangat dan obat penenang serta vitamin yang pasti ditaruh Papa tadi pagi.

Aisyah tersenyum tipis, terharu melihat perhatian ayahnya. Ia mengambil gelas itu, meminum obatnya sesuai aturan, lalu membawa nampan tersebut turun menuju ruang makan.

TAP... TAP... TAP...

Langkah kakinya pelan menuruni tangga. Rumah itu terasa sangat luas dan sunyi sekali hari ini.

Aisyah meletakkan nampan kosong di atas meja makan. Matanya mengelilingi ruangan yang biasanya hangat dan ramai, namun hari ini terasa begitu dingin dan sepi.

Dari arah dapur, terlihat Bibi May sedang sibuk menyapu dan membersihkan perabotan. Wanita paruh baya itu adalah pembantu rumah tangga yang sudah bekerja di sana bertahun-tahun, dan sangat menyayangi Aisyah seperti anak sendiri.

Melihat Aisyah sudah turun, Bibi May langsung menyapanya dengan ramah.

"Eh... Non Aisyah sudah bangun, Nak? Alhamdulillah... Tumben belum sarapan ya? Perut nanti sakit lho," ujar Bibi May sambil mendekat, wajahnya penuh perhatian. "Mau makan apa nih Non? Mau Bibi buatin bubur ayam atau goreng telur dadar kesukaan Non?"

Aisyah menggeleng pelan, suaranya masih terdengar lemah dan serak.

"Enggak usah Bib... Nanti aja deh. Aisyah mau makan sereal aja dulu, perut rasanya belum enak banget," jawab Aisyah pelan.

Ia lalu mengambil sekotak susu dan sekantong sereal dari meja makan, menuangkannya ke dalam mangkuk, lalu mulai menyendok makan dengan lahap yang tidak terlalu bersemangat.

Sambil mengunyah pelan, Aisyah memandang ke sekeliling ruangan. Tidak ada suara televisi, tidak ada suara Mama yang berjalan-jalan, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan lain selain dirinya dan Bibi May.

Rasa sepi itu kembali menyelimuti hatinya.

"Bibi..." panggil Aisyah pelan.

"Iya Non? Kenapa?" jawab Bibi May sambil terus merapikan bantal sofa.

"Kok... kok rumah rasanya sepi banget ya hari ini? Keluarga pada ke mana semua, Bi?" tanya Aisyah penasaran, matanya menatap kosong ke mangkuk serealnya.

Bibi May berhenti sejenak membersihkan, lalu menoleh ke arah majikannya itu dengan wajah yang agak ragu-ragu, tapi akhirnya menjawab jujur.

"Oh itu... Tadi pagi setelah Bapak naik ke kamar Non, Bapak sama Ibu keluar kok Non. Katanya sih mau ada urusan penting sama keluarga besar, terus Kak Fauzi sama Mbak Nova juga tadi sempat lewat sini ambil Avara, terus mereka pergi juga."

Bibi May mendekat sedikit, lalu berbisik pelan,

"Katanya sih... mereka mau ketemu sama orang tua dari Mas Aqlan itu lho Non. Bibi dengar dari percakapan mereka tadi, kayaknya mau bahas hal penting banget soal Non sama Mas Aqlan."

GEDUBAR!

Sendok di tangan Aisyah terhenti di udara.

"Maksud Bibi... Papa sama Mama ketemu sama Ayah Abdul dan Bunda Maryam?" tanya Aisyah terbata-bata, jantungnya mulai berdegup kencang lagi.

"Iya betul Non..." Bibi May mengangguk mantap. "Wajah Ibu tadi kelihatannya masih agak kesel sih pas naik mobil, tapi Bapak kelihatannya tenang-tenang aja. Mungkin mereka mau bicarakan baik-baik semua masalah ini biar clear, Non."

Aisyah menelan ludah susah payah. Dadanya berdebar hebat.

Jadi... Papa dan Mama pergi menemui keluarga Gus Aqlan? Untuk membicarakan mereka?

Apa yang akan mereka bicarakan? Apakah Mama akan tetap marah? Atau justru semuanya akan menjadi jelas hari ini?

Pikiran Aisyah kembali berkecamuk, namun kali ini ada sedikit rasa harap yang mulai tumbuh di sana.

 

BERSAMBUNG....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!