NovelToon NovelToon
Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marina Monalisa

Tak kusangka aku bahagia bisa memiliki keluarga kecil.

Sebuah cerita perjuangan gadis yang bernama Indira Mahesa, gadis yang memiliki karir begitu baik. Harus menghadapi pernikahan yang terjadi karena pembalasan dendam yang salah sasaran.

Pria tampan yang bernama Abian Malik seorang pengusaha kaya yang mampu mencuri hati semua wanita termasuk sang sekertarisnya yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.

Akankah pernikahan mereka mampu bertahan?


Mohon untuk tidak promosi di lapak ini🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal

Indira yang sudah bersiap keluar kamar terus menarik nafas pelan kemudian membuangnya dengan kasar, beberapa kali terus ia lakukan demi mengumpulkan keberanian. Pintu mulai terbuka pelan, kepala wanita itu sudah lebih dulu keluar demi memastikan keadaan di luar baik-baik saja. Perlahan ia mengeluarkan seluruh tubuhnya dan menutup pintu pelan.

"Aaaaa." teriak Indira yang terkejut saat melihat Bi Qila yang tiba-tiba berada di belakangnya berdiri seperti patung.

"Nyonya Indira baik-baik saja?" tanyanya dengan datar.

Indira yang berusaha kembali menenangkan dirinya sembari mengelus dadanya beberapa kali seolah mengatakan "Apanya yang baik-baik saja kau muncul sudah seperti hantu saja membuat jantungku hampir lepas seketika."

"Nyonya." panggilnya lagi dengan melambaikan tangan tepat di hadapan Indira.

"Eh iya Bi, saya baik-baik saja." jawab Indira yang tersadar dari lamunannya.

Bi Qila yang mendengar jawaban Indira hanya terdiam tanpa kata, ia kembali berdiri tegak di hadapan Indira seperti pajangan. Indira yang menatapnya bingung mengapa wanita itu tidak pergi lagi, mau sampai kapan dia berdiri di situ. Sementara Bi Qila yang tanpa ekspresi membuat Indira kesulitan untuk mengambil langkah selanjutnya. Cukup lama Indira berfikir sampai akhirnya wajah cantik wanita itu kembali tersenyum karena mendapatkan ide.

"Bi, saya boleh minta tolong tidak?" tanyanya dengan lembut.

"Iya Nyonya, silahkan." jawab Bi Qila dengan datar.

"Em, saya mau minta tolong dong Bibi buatin saya cemilan." pintah Indira di ikuti wajah yang tersenyum.

Bi Qila yang segera menatap salah satu pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka membuatnya segera beranjak ke dapur. Indira yang melihat hal itu hanya tertegun seketika, lagi-lagi ia tidak berhasil membuat Bi QIla menjauh darinya.

"Em, Bi Qila biasanya suka masak apa yang paling enak?" tanya Indira lagi.

"Banyak Nyonya." jawabnya singkat.

Indira yang mendengar jawaban wanita itu merasa kesal ia seperti sedang berbicara dengan robot yang hanya bisa menjawab tanpa menguraikan jawabannya.

"Kalau begitu saya boleh yah meminta Bibi membuatkannya, perut saya sangat tidak enak seperti ingin makan sesuatu yang berbeda." ucap Indira lagi.

Belum sempat Bi Qila memanggil pelayan lainnya, Indira dengan cepat mencegahnya. "Indira ingin Bibi saja yang membuatkannya."

Akhirnya Bi Qila yang terlihat begitu berat meninggalkannya segera beranjak ke dapur untuk membuatkan makanan Nyonya mudanya. Indira yang merasa legah kini baru saja mau melangkah keluar Bi Qila sudah kembali membalikkan tubuhnya.

"Nyonya mau kemana?" tanyanya membuat Indira kembali terkejut.

"Em saya mau berkeliling di rumah ini, memangnya tidak boleh Bi?" tanya Indira balik.

"Maaf Nyonya, Tuan Abian memerintahkan saya untuk mengikuti anda kemana pun." jawabnya dengan tegas.

Indira yang merasa kesal lagi-lagi tidak bisa keluar akhirnya kembali masuk ke dalam kamar, setelah Bi Qila pergi ke dapur ia mulai membuka pintu kamar dan segera berlari pelan. Beberapa lorong rumah itu telah ia lewati, mata India terlihat bingung dari tadi ia berjalan mengapa seperti memutar di situ-situ saja. Dimana jalan keluar rumah yang besar itu.

"Nyonya mau kemana?" tanya seorang pria yang berbadan besar dengan wajah menyeramkan. Indira yang seketika terkejut ingin berteriak namun tangannya mungilnya segera membungkam mulutnya khawatir jika Bi Qila mengetahui keberadaannya.

"Aku hanya ingin berkeliling di sini saja." jawab Indira dengan gugupnya.

"Maaf Nyonya, Tuan muda meminta kami untuk menjaga anda agar tetap di kamar." jawabnya dengan sopan.

Indira yang merasa tidak punya waktu untuk meladeni pria itu segera berlari, sayangnya kecepatan kaki wanita itu kalah cepat dengan kehadiran tiga orang penjaga yang saat ini sudah berada di depannya menghadang. Indira yang tidak punya pilihan akhirnya memilih untuk melawan keempat pria itu.

Beberapa kali ia menendang mereka bergantian dan yang kesekian kalinya ia kembali menendang namun sayang kakinya yang sedang melayang tertangkan dengan tangan salah satu penjaga itu. Indira yang tidak bisa melepaskan kakinya kini kembali melayangkan tubuhnya berputar untuk melepaskan genggaman pria itu. Sekali tangkap tangan kekar itu sudah menggenggam kedua tangan Indira. Kini mereka membopong tubuh Indira ke kamar. Dua memegang tangan dan yang kedua memegang kakinya.

"Lepaskan aku!" teriak Indira terus meronta-ronta.

"Dari mana saja kau?" tanya penjaga itu pada Bi Qila dengan wajah menakutkan.

"Maaf, tadi Nyonya meminta saya membuatkan makanan." jawabnya dengan penuh rasa bersalah.

Indira bisa melihat raut sedih dan takut di wajah wanita itu, kini Indira kembali di masukkan ke dalam kamar. Ia merasa tangannya semakin sakit sampai terlihat bengkak. "Huuh ku fikir aku akan bisa bebas hari ini ah sial."

"Apa?" tanya Abian yang terdengar kaget di telfon sambil menggubrak meja. Ia sangat marah ketika mendengar laporan dari penjaga rumah tentang Indira yang berusaha melarikan diri.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi kini Abian sudah beranjak keluar dari ruang kerjanya tanpa mengatakan apa pun pada Zanna. Wajahnya begitu kesal dan langsung masuk ke mobil yang sudah terbuka lebar di sambut oleh supir pribadinya.

Sampai di rumah Abian yang segera membuka pintu kamar dengan kasar membuat Indira terkejut dan segera bangun dari duduknya. Matanya terlihat sembab seperti habis menangis, ia berdiri menatap tak kalah tajam pada Abian.

Abian yang tidak lagi bisa mengendalikan kemarahannya segera menggendong Indira menuju kamar mandi, dan yang kedua kalinay terjadi ia memasukkan Indira ke dalam bethup lalu mengguyurnya dengan shower. Indira berusaha bangun dari bethup namun Abian lebih kuat mendorong tubuhnya untuk kembali terbaring di dalam bethup.

"Jangan pernah berfikir untuk pergi, sebelum nyawamu hilang di tangaku." ucap Abian dengan kasarnya.

"Bunuh aku sekarang, apa lagi yang kau tunggu?" teriak Indira yang sudah tidak bisa menahan dirinya.

Abian terus mengguyurnya tanpa menjawab pertanyaan Indira, tanpa sengaja matanya melihat tangan Indira yang membengkak merah. Seketika shower yang berada di tangannya terjatuh ia tidak bisa mengendalikan diri saat melihat tangan yang kesakitan itu.

Langkahnya segera menuju tempat handuk dan mengambilkan Indira, di kamar mandi pria itu tanpa suara sudah melucuti pakaian Indira dengna paksaan. Indira terus berusaha menahan tangannya sayang Abian lebih kuat darinya. Kini Indira berdiri di depannya tanpa memakai selembar kain pun, mata Abian seketika terpanah melihat kemolekan tubuh istrinya yang begitu sempurna putih mulus dan terlihat sangat padat.

Ia tertegun beberapa detik sampai akhirnya Indira menutup tubuh bagian depannya dengan kedua tangan yang kecil itu. Abian memakaikannya handuk layaknya anak bayi dan menggendong Indira ke kasur, begitu menakutkan bagi Indira mendapat perlakuan seperti itu. Ia takut jika hal yang tertunda akan segera terlaksana hari itu juga.

Sayangnya kali ini Indira salah, Abian yang sudah mengambil botol seperti minyak segera mengoleskan perlahan pada tangan Indira yang bengkak. Ia terus memijatnya dengan lembut, Indira begitu tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Matanya terus mencermati wajah tampan yang tidak menunjukkan ekspresi apa pun saat ini.

"Ada apa dengannya?" gumam Indira sambil terus menatap wajah Abian dengan tangannya secara bergantian.

1
falea sezi
rejeki ya gia/CoolGuy//Facepalm/
Riri Khoeriah
visual nya cocok kak👍👍👍👍👍
Meliala Kolompoy
tuan damar suaminya nuonya nigrum atau MantaN suami..??
membaca smbil meraba2 jalN ceritanya...
rada bingung
Lena Sari
hebat kamu Abian,terus hargai apapun hasil potongan rambutmu.
Lena Sari
dasar ya pasangan somplak.
nokdenok
minyak srimpi itu udah poll wanginya torr
Margaretha Sukmawati
indira terlalu lemah dan cengeng. seharusnya dgn setiap masalah harus menjadi wanita Tegar dan kuat.
Fatimah's
bener banget Thor , nasehat yg sangat bagus👌👍
itanungcik
cerita 👍👍👍👍
may Saka
ceritanya sangat seru aku menyukainya 🥰🥰
GALAXY GAMING
bian, Indira memang tak selembut dan sesabar diba, tapi demi dia kau bersedia melakukan banyak hal konyol, dia mewarnai hidupmu
cloe
males x, cewek lemah
ria onits
aku lagi maskeran pas baca ini ngakak seketika😂😂😂
Kalee Chan
huuwooooowwww.... mari kita ikuut main yok
Kalee Chan
ini adegan malam pertama...
apa latiahan karate...
oohh AQ tkungfuu Jecky Chen
Kalee Chan
hahahaha... gia kocakk abisss
Kalee Chan
saudara Bram_bang bin almarhum Pram_banan...
naah ituu baru nama panjangnya thorrrr....
😅😅
Kalee Chan
oh yaa ampunnn gia..
ternyata kau bisa juga malu2 meong...
Dinar David Nayandra
gw jarang ketawa klo baca novel walau ada yg lucunya tp ini bikin gw ketawa ngakak 😅😅😅😅😅😆😆😆😆
Roha12
thanks for u Thor
karya mu luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!