PENULIS : NESC PL
ILUSTRASI : ABU SAMUEL ETO
SINOPSIS : Aku adalah seorang wanita yang memiliki Dua Kehidupan, Dua Wajah. Suatu hari aku bertemu dengan seorang pria yang lebih muda dariku. Aku terjatuh di atas tubuhnya saat memanjat dinding sekolah. Apakah hubungan di antara kami yang bermula dari kebencian bisa berubah menjadi cinta?
Bagaimana cinta itu bisa terjadi di saat aku kehilangan cinta pertamaku karena penghianatan. Pesona cowok berondong yang tampan dan menggoda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NESC PL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 Olahraga Polo
Jam istirahat sekolah berbunyi.
"Kamu mau pergi ke kantin Violet?".
"Aku ada janji dengan Alden pergi ke perpustakaan".
"Bagaimana denganmu Mai".
"Maaf,aku mau sendiri".
Aku pergi ke taman belakang.
Sesampainya di taman.
Cuaca terlihat cerah.
Angin berhembus kencang.
Aku duduk kursi walaupun aku sering duduk di pohon yang besar.
"Aku rindu kepadamu".
Aku melihat foto kebersamaan dengan Heinry.
Handphoneku berbunyi.
"Hai?".
"Aku baru saja melihat foto kebersamaan kita di handphone".
"Kita memang sehati".
"Kamu semakin pandai merayu".
"Aku belajar dari sahabatku".
"Kamu tidak kerja?".
"Aku ingin istirahat sebentar.Beberapa ini aku lembur kerja".
"Kamu sangat rajin bekerja".
"Aku harus segera menyelesaikan tugas karena sebentar lagi aku akan bertemu denganmu".
"Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk bertemu denganku".
"Tentu saja aku harus berusaha karena kamu adalah yang terpenting untukku".
Aku tersipu malu.
"Sayang".
"Ada apa Heinry".
"Bagaimana kalau kita kencan berdua sebelum kita berkencan bersama dengan temanmu?".
"Boleh.Tidak terlalu buruk".
"Iya kan?".
"Kamu yang mengatur tempat kencan kita".
"Aku akan mencari tempat yang paling romantis walaupun aku tidak tinggal di Cina".
"Heinry?.Aku masuk ke dalam".
"Sepertinya ada yang memanggilmu?"
"Baiklah kita teruskan nanti malam".
"Bye..".
"Bye...?.Aku mencintaimu".
Aku menutup telepon.
"Ada seorang wanita yang memanggilnya".
"Mungkin itu karyawan, sekertaris,atau rekan bisnisnya".
"Tetapi gadis itu memanggilnya dengan sebutan nama".
"Karyawan, sekertaris,atau rekan bisnis tidak akan memanggil dengan sebutan nama.Bahkan saudara sendiri akan memanggil kita dengan nama jabatan ketika berada di kantor".
"Siapa sebenarnya wanita itu?.Ada hubungan apa wanita itu dengan Heinry".
Richard melihatku yang sedang melamun.
Richard mendekatiku.
"Kenapa kamu memasang wajah muram?".
Aku terbangun dari lamunan dan menatap wajah Richard.
"Tidak apa-apa".
"Kamu sedang memikirkan apa".
"Aku hanya memikirkan gambar apa yang akan aku lukis".
"Lukisan?".
"Tiga hari lagi akan ada acara perayaan musim semi di sekolah.Para murid dan dosen ikut dalam partisipasi.Aku juga termasuk dalam salah satu yang ikut dalam partisipasi".
"Kamu ikut berpartisipasi melukis".
"Iya".
"Aku mengerti sekarang".
(Dalam hatiku:Richard adalah pria yang pandai)".
"Bolehkah aku memberikan.
saran?".
"Iya".
"Bagaimana jika kamu melukis diriku".
Aku tertawa kecil.
"Iya.Apa terasa aneh?".
Aku berusaha menghentikan tawa dan memperlihatkan wajah serius.
"Kamu ingin aku melukis wajahmu seperti bentuk bagaimana".
"Sebenarnya aku memiliki sebuah foto yang di dalam fotoku sudah aku edit gambarnya".
"Kamu ingin aku lukis seperti foto itu".
"Iya"
(Dalam hati Richard:Gadis ini buku gadis biasa.Gadis ini memiliki kepandaian yang tinggi).
"Perlihatkan foto itu kepadaku".
Richard memberikan foto itu.
Aku kaget dan kagum melihat foto Richard yang sudah di edit.
"Kenapa?".
"Aku tahu.Kamu mengedit fotomu karena aku pernah memberikanmu hadiah lukisan wajahmu seperti raja Arthur".
"Bisa di katakan seperti itu".
(Dalam hati Richard: Sebenarnya ini foto asliku saat penobatan menjadi Raja Inggris).
Aku tersenyum.
"Baiklah sudah aku putuskan.Aku akan menggambar wajahmu seperti yang berada di foto".
"Selain melukis.Apakah ada kegiatan partisipasi lain?".
"Ada beberapa partisipasi untuk pria seperti model,pemain drama,olahraga,memasak,puisi,pantun".
Richard menepuk kedua tangan.
"Aku sudah putuskan pilihanku".
"Kamu ingin partisipasi dalam hal apa".
"Itu rahasia".
Aku menginjak telapak kaki Richard.
"Cepat katakan!".
"Sakit...???".
"Jika kamu tidak mau segera mengatakannya.Aku tidak segan menginjaknya kakimu lebih keras".
"Baiklah.Aku katakan".
Aku memasang wajah menyeramkan.
"Aku akan ikut partisipasi memasak".
"Kamu bisa memasak?".
"Sedikit.Memasak adalah hobiku.Aku harap besok ada yang memuji masakan yang aku buat".
"Semoga saja ada".
"Xian Mai?".
"Iya".
"Aku ingin menagih perkataan kemarin'.
"Apa yang ingin kamu lakukan".
"Ikuti aku".
"?".
Richard berjalan ke luar dan aku mengikutinya dari belakang.
Evelly melihatku dan Richard.
"Bukankah itu Mai?".
Evelly memberi tahu kepada Violet.
Violet mendekati Evelly dan melihatnya.
"Dia mau pergi kemana?".
Violet tersenyum dan berkata
"Aku mencium bau cinta segitiga".
"?"
Evelly tidak mengerti maksud perkataan Violet.
"Kamu jangan menceritakan hal ini kepada kekasihmu.Kamu memiliki kekasih yang bersahabat dengan Heinry.Aku memiliki kekasih yang memiliki sepupu dengan Richard".
"Apa hubungannya yang kamu ceritakan dengan aku tidak boleh memberi tahu kepada Essen?".
Violet menghela nafas.
"Kamu ikuti saja perkataan yang aku katakan".
Evelly mengangguk kepala.
"Baiklah.Aku tidaklah akan menceritakan hal ini kepada Essen".
Di tempat lain Richard sedang berdiri menunggu datangnya bus.
"Kamu ingin pergi dengan naik bus?".
Bus telah datang.
Richard tersenyum dan naik ke dalam bus.
Aku mengikutinya naik bus.
(Dalam hatiku:Dia ingin mengajakku pergi kemana?).
Bus berhenti.
Richard turun dari bus.
Dia masih diam dan tidak mengatakan sesuatu..
Tetap berjalan dalam diam.
Kepalaku terbentur ke tubuhnya saat dia menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba.
"Aduh,kepalaku sakit?.Kalau kamu mau berhenti bilang kepadaku dulu".
"Kita sudah sampai".
"Ini?".
Aku melihat lapangan olahraga Polo.
(Dalam hatiku:Dia mengajakku ke tempat ini).
Richard masuk ke dalam dan meminta izin kepada pengurus tempat.
"Kamu bisa bermain Polo?".
"Aku belum pernah bermain Polo tetapi aku pernah melihatnya di televisi".
"Bagaimana dengan berkuda?.Kamu bisa menaiki kuda".
Aku mengangguk kepala.
Kalau hanya menaiki kuda aku bisa.
"Bagus.Itu sudah cukup".
Richard menyewa dua kuda.
"Kamu pilih salah salah satu kuda ini.Aku akan memberi tahu kepadamu cara bermain Polo".
"Baiklah".
Aku memilih kuda dan menaiki kuda
Menunggang kuda dengan cepat.
Richard cemas melihatku lalu berusaha mengejar ku.
"Hati-hati!".
"Aku senang bisa menaiki kuda".
"Sejak kapan kamu bisa menaiki kuda?".
"Aku bisa menaiki kuda sejak umur sepuluh tahun".
"Kamu masih usia dini sudah bisa berkuda".
"Bagaimana denganmu?".
"Aku bisa menaiki kuda saat berumur lima tahun".
"Kamu lebih dini dari pada aku".
"Pertama kali aku menaiki kuda poni".
"Kamu bisa naik kuda padahal kamu bukan keluarga kerajaan".
"Aku belajar naik kuda dan memainkan pedang bersama dengan sepupuku Alden".
"Kamu bisa memainkan pedang?".
"Tentu saja aku bisa".
"Kamu pasti senang memiliki sepupu seorang bangsawan".
"Anggap saja begitu.Bagaimana denganmu.Siapa yang melatih kamu berkuda?".
"Orang yang melatihku adalah Kak Seon.Kami berteman sejak kecil".
"Seon?. Seperti nama seorang pria".
"Dia orang pertama yang memahami diriku".
"Sepertinya hubungan kalian sangat dekat.
"Iya.Dia sudah aku anggap seperti kakakku sendiri".
"Kakak?".
"Iya".
"Selain sepupumu adakah orang yang dekat denganmu?".
"Tidak ada teman pria yang dekat denganku.Bisa di katakan mereka tidak bisa dekat denganku".
"Bagaimana dengan teman wanita?".
"Di keluargaku mereka sebagai anak pertama di jodohkan dengan seorang wanita sejak kecil.Begitu juga denganku.Tetapi aku menolak perjodohan.Karena itu aku pergi dari rumah dan bersekolah di sini".
salam hangat dari CINTA DALAM LUKA...👍👍👍
lanjut nanti..
🌹🌹🌹
salam dari Gadis Tiga Karakter