"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27.
Flo sedari tadi menghindari Ares, diam alu sendiri karena tingkahnya semalam yang menurutnya cukup gila dan pria itu seperti terpancing dengannya.
Mereka saat ini memang berada di acara pernikahan kakak Ares, Ares sendiri sibuk menyambut tamu keluarga dan beberapa rekan kakaknya yang juga ia kenal.
“Woy bro, kapan lo nyusul. Umur udah mau kepala tiga masa belum mau nyusul” ucap Rehan teman Arvan yang juga teman dari Ares.
“Saya gampang, kakak saya dulu baru saya.” Jawab Ares sesekali melihat kearah Flo yang terlihat memilih-milih makanan.
“Ya ini kakak lo udah nikah, habis itu lo bro. Gue tunggu pernikahan lo, jangan bilang lo belum nikah karena belum ada calon. Apa mau gue kenalin sama o..”
“Nggak usah, saya udah pacar” potong Ares buru-buru, karena ia paham dengan Rehan. Pria itu pasti akan melakukannya.
“Oh udah, baguslah. Gue tunggu kabar baiknya dari lo” ucap Rehan sambil menepuk Pundak Ares. “Oh iya gue kesana dulu ya, gue belum kasih ucapan sama kakak lo” lanjut Rehan sambil menunjuk kearah Arvan yang ada di pelaminan.
“Iya silahkan” jawab Ares, lalu ia melihat lagi kearah Flo tapi Perempuan itu sudah tidak ada di sana. Ares melihat sekitar mencari Flo memastikan kalau Perempuan itu tidak di sana. “Dimana dia?” batinnya, lalu berjalan kearah beberapa tenan makan yang ada di situ.
Saat sudah sampai di tempat Flo tadi, ia tak mendapati Perempuan itu di tempatnya” kemana dia pergi, perasaan tadi ada disini” gumam Ares sambil memerhatikan sekitar.
“Nah ini dia Ares, kamu kemana sih tante sama bude kamu dari tadi nyariin kamu” sebuah tangan menepuk Pundak Ares, membuatnya berbalik menatap dua orang yang tadi berdiri di belakangnya.
“Oh tante, bude. Ada apa?” tanya Ares sedikit terkejut, tapi tak terlalu ia perlihatkan hanya wajah datar saja yang ia tunjukkan.
“Kok ada apa? Kamu ini nggak mau nemuin kita sama calon kamu. Sampai mama kamu yang ngenalin. Aturan kamu sendiri yang ngenalin Flo ke kita” cerocos Tante Ares.
“Apa, maksudnya Flo?” kaget Ares mendengar nama Flo di sebut-sebut.
“Kok maksudnya? Dia pacar kamu kan, aturan kenalin sama kita. Ayo kesana, kita pengen introgasi kalian” ucap Bude Ares menarik tangan Ares agar ikut Bersama mereka. Ares hanya pasrah saja dengan itu. Dia bisa melihat Flo yang Tengah duduk Bersama keluarga besarnya, bahkan di sana juga ada mamanya.
“mama ini apa-apaan, kenapa dia harus mengenalkan Flo sebagai pacarku” batin Ares menatap mamanya yang malah pura-pura tidak melihatnya.
Sedangkan Flo yang melihat Ares ditarik oleh sang tante, langsung memalingkan wajahnya juga. Ia gugup sendiri berhadapan dengan Ares. Mata elang pria itu begitu menusuk matanya.
“udah kamu duduk disini, masa calonnya di tinggal kelayapan” bude Ares menyuruh duduk Ares di sebelah Flo. Flo sendiri hanya diam, dia tak melihat kearah Ares sama sekali. Berbanding terbalik dengan Ares yang melihatnya sekilas.
“mama kesana dulu ya nemenin papa kamu” ucap Maya yang langsung pergi saat anaknya menatapnya menuntut penjelasan.
“Oke, sekarang kalian jawab kenal Dimana?” tanya Tante Ares.
“tan, jangan beginilah. Dia malu nggak mungkin jawab” ucap Ares berusaha agar mereka tak banyak bertanya.
“Aku nggak malu, tante pengen tahu kita kenal Dimana kan?” Flo malah menyahut begitu saja membuat Ares menatap padanya.
“Res, jangan natap Flo begitu dong. Masa tatapan kamu jahat begitu ke pacar. Iya Flo jelasin kalian kenal Dimana?” ucap Bude Ares antusias.
“Emmm, kita kenal karena Victor. Victor yang nyuruh dia jadi ajudanku dari situ kita pacaran deh” ucap Flo menjelaskan dengan nada manjanya.
“Wah, kita berarti harus ngucapin terimakasih ke Victor ya nggak kak. Berkat dia ponakan tua kita ini udah ada calonnya”
Ares membelalakkan matanya mendengar perkataan Tantenya barusan.
“tan,..” protes Ares.
“hehehe, maaf-maaf” Tante Ares malah nyengir, dia memang tante bungsu Ares dan umurnya juga hanya terpaut lima tahun darinya. Jadi meskipun tante tapi seperti kakak bagi Ares.
“yaudah kapan kalian ajak Victor ketemu kita, orangnya pasti seru deh” ucap Bude Ares.
“Ah dia orangnya nggak seru, ngapain ketemu dia. Nanti malah naksir loh sama bude, dia gila Wanita cantik bude” ucap Flo sambil mengibaskan tangannya.
“jangan percaya omongannya, Victor itu bukan teman atau apapun tapi dia papanya “ jelas Ares.
Bude dan Tante Ares saling pandang lalu mereka melihat kearah Flo yang hanya tersenyum.
“Victor itu papa kamu?” tanya mereka.
“hehehe, iya tan”
“Wah ceritanya dikenalin langsung oleh papamu, berarti papamu sudah setuju banget dengan Ares. Res, langkahmu kayaknya mulus ini, udah buruan kapan kalian menikah”
“Tante apaan sih, tuh ka Arvan yang menikah. Udah kalian sana beri selama atau apa kek, aku permisi dulu” tukas Ares, ia langsung berdiri dari duduknya. Ia tak ingin lagi menjawab pertanyaan konyol dari bude dan tantenya.
“Lah-lah kok main pergi kita belum selesai” tante Ares menatap Ares yang sudah berdiri, pria itu langsung pergi.
“Hei res, Flo nggak kamu ajak” seru bude Ares, tapi Ares tak memperdulikannya. Dia langsung pergi menuju tempatnya tadi, sedangkan Flo hanya menatap pria itu yang sudah pergi.
Tanpa di sangka Flo melihat Hans yang ada di situ juga,
“Loh dia, ngapain disini” gumam Flo menatap Hans yang berjalan sendiri menuju pelaminan.
“Siapa Flo,.” Tanya tante Ares penasaran.
“teman, aku pergi dulu” jawabnya lalu bergegas pergi.
“Bagus, dia ada disini. Mari kita bermain drama Flo” gumamnya sambil berjalan cepat menghampiri Hans sebelum pria itu naik ke pelaminan.
“Hai,.kau disini” sapa Flo sambil menahan tangan Hans.
Hans kaget langsung menoleh, dan dia sedikit terkejut meliat Flo ada di depannya.
“Kau, kau juga disini” ucapnya terlihat senang melihat Flo.
“Iya, dia kakak kenalanku. Kalau kau, kenapa bisa ada disini?” tanya Flo.
“Dia rekan bisnis ku” jawab Hans sambil melihat kearah Arvan.
Mendengar itu Flo hanya manggut-manggut.
“Yok kesana dulu” ajak Flo sambil menunjuk tempat makan.
“Artinya mau menemaniku makan,”
“Iya, mau?”
“Oke ayok, tadi aku juga nggak ngambil makan. Karena aku pikir datang terus pergi, tapi karena ada kau ayo makan”
“Ayo, aku juga kemarin nggak bisa bertemu denganmu kan. ANggap saja ini sebagai Ganti yang kemarin” ucap Flo.
“Ya sudah ayok” ucap Hans, lalu ia akan berjalan tapi di buat berhenti sejenak oleh Flo yang tiba-tiba mengaitkan tangan di lengannya.
“kenapa? Nggak boleh ya” ucap Flo dan akan menarik tangannya kembali. Tapi Hans langsung menahan tangannya.
“Boleh kok ayok” ucap Hans lalu berjalan sambil memegang tangan Flo yang mengait di lengannya.
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔