Bisakah seorang bad boy mendapatkan wanita yang ia cintai saat pandangan pertamanya? Bahkan akankah wanita itu memperjuangkan cinta mereka hingga ke jenjang penikahan?
Adriel Dary Raymond, pria tampan yang terkenal dengan julukan bad boy serta sikap cuek dan dinginnya. Tiba-tiba di pertemukan dengan seorang wanita. Jovanka Lovta Orlando, merupakan wanita yang mencuri hati pria bda boy itu. Wanita pindahan ini memiliki paras cantik dengan pesona serta rahasia tak terduga.
Mereka berdua memiliki masa lalu yang menggoreskan rasa trauma akan cinta dalam suatu hubungan. Akankah mereka saling mencintai? Dan apakah mereka bisa melalui badai dan memperjuangkan hubungan cinta mereka?
WARNING !
Maaf karena terdapat kata-kata kasar dan adegan dewasah. Harap bisa lebih bijak untuk membaca, dan yang belum cukup umur jangan baca 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ins.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MINE
KAMAR APARTEMEN ADRIEL
Adriel kemana? dia kok ninggalin aku sendiri, sih!. Panas banget disini, aku butuh ac!
Kini Adriel yang baru saja keluar dari kamar mandi tertegun dan diam mematung di depan pintu kamar mandinya. Ia susah payah menelan ludahnya sendiri melihat apa yang ada di hadapannya saat ini.
Glekk...
Bagaimana iman Adriel aka kuat, jika saat ini wanitanya itu ternyata sudah berdiri dihadapan Adriel. Dengan pakaian yang semakin tidak karuan. Jovanka yang melihat sosok Adriel, langsung menghampiri Adriel dan berbisik.
"Badan kamu dingin, Sayang," sembari memeluk erat tubuh Adriel yang hanya terlilit handuk pada bagian bawah tubuhnya saja.
Wajah Adriel langsung bersemu merah. Gairah yang ia lepaskan sendiri ketika mandi kini sia-sia. Adriel pria normal dan sikap Jovanka ini sangat berbahaya bagi Adriel. Pria itu tidak akan bisa menahan gairahnya jika Jovanka selalu bersikap menggoda begini.
"Sayang, kamu berendam dulu aja sekarang. Siapa tau nanti udah nggak kegerahan dan kepanasan lagi," ucap Adriel dengan menahan hasratnya dan tetap mencoba berfikir jernih.
Adriel berusaha menenangkan wanitanya karena ia takut melakukan tindakan lebih pada Jovanka. Karena ia tak mau melakukan hubungan tanpa persetujuan dan apa lagi saat ini Jovanka masih dalam pengaruh obat
Tahan, Riel. Kamu kuat, dan jangan sampai membuat wanitamu kecewa.
Jovanka hanya menggeleng. Namun, saat ini Adriel bukan meminta keputusan Jovanka. Melainkan ia langsung membopong tubuh wanita ke kamar mandi untuk berendam.
Aduh, Sayang, jangan kayak gini dong beneran nggak bakalan kuat akunya lama-lama. Rasanya beneran pengen aku nikahin kamu biar bisa main nakal. Kamu buat junior aku sesak dari tadi.
Sedangkan di dalam kamar mandi pikiran Jovanka sudah mulai sedikit normal dan saat ini dia pun mulai sadar sekarang. Dia sadar akan dimana ia berada dan ada dikamar siapa saat ini.
Aduh, malu parah gue sekarang. Aku juga nggak kuat ngeliat Adriel begini. Gimana dong nih, ini bukan cuma karena pengaruh obat. Ini juga karena jiwa nakal aku keluar. Pantes aja semua cewek nafsu banget sama Adriel. Pacar aku ganteng banget mana sexy lagi. Tapi, kenapa baru kali ini aku bisa berfantasi liar begini. Sedangakn dengan Sehun aku nggak segila ini. Apa aku ketularan penyakit mesum Adriel, yak?
Dirasa sudah agak lama berendam akhirnya Jovanka memutuskan keluar dengan menutupi tubuhnya dengan lilitan handuk putih seatas paha. Dilihatnya Adriel yang sudah mengenakan bathrobe sedang menatap ke arah luar jendela sembari menyesap minuman soda di tangannya.
Jovanka menatap lekat pada Adriel dengan tatapan penuh sulit diartikan. Seketika saja Adriel berbalik dan manik mata mereka beradu. Hal itu mampu membuat tubuh Jovanka menghangat begitu saja.
Entah kesambet setan apa, saat ini Jovanka yang polos itu tanpa ragu memeluk Adriel dengan erat. Ia seakan menyerahkan diri pada macan yang sedang tidur. Tanpa pikir panjang, Jovanka meraih tengkuk Adriel lalu mengecup lembut bibir kekasihnya itu.
Jovanka seakan kehilangan akal, akal nya menolak melakukan semua ini namun perasaannya terus mendorongnya agar lebih dekat dengan prianya itu. Tetap dalam posisi berciuman, Jovanka mengarahkan tangan prianya itu untuk melingkar ke pinggannya.
Menatap manik matamu intens. Membuat aku hanyut akan pesonamu. Aku tidak memikirkan hal lain saat ini, hanya ada kamu, dan kamu. Otakku mulai gila, aku tahu ini salah. Tapi, perasaan ini yang semakin mengikatku. Mungkin bibirku bisa berkata tidak. Namun, lain dengan bahasa tubuhku yang saat ini seperti rela untuk kau sentuh.
Tangan Adriel pun semakin menggenggam erat pinggang Jovanka. Namun, saat ciuman itu semakin memanas dan menggebu. Tiba-tiba, Adriel berhenti di tengah kegiatan mereka.
"Sayang, jujur saat ini aku menginginkanmu, sangat. Tapi, apa ini atas kemauanmu sendiri?" tanya Adriel sembari melekatkan kening mereka.
"Iya!" jawabku singkat
"Siapa aku?" tanya Adriel lagi.
Jovanka kaget mendengar Adriel yang memberikan pertanyaan seperti itu. Jovanka masih mematung menatap lekat ke arah prianya.
"Jawab, Sayang! Kamu sadarkan saat ini? Melakukan ini semua dengan siapa? Aku hanya nggak mau kamu menyesal nantinya," timpal Adriel lagi.
"Iya, Sayang. Aku sadar dan Aku gak mabuk. Aku ingat siapa kamu. Kamu itu calon suami aku Adriel Dary Raymond, Sayang," jawabku penuh penekanan.
"Apa kamu menggodaku, Sayang? Kamu tau jika aku ini normal dan bisa melakukan apapun padamu saat ini. Apa kau sadar akan
hal tersebut, hmmm? Aku gak ingin kamu menyesal" lirih Adriel.
"Apa kau akan meninggalkanku setelah ini? Apa kau hanya main-main dengan perasaan ini, Adriel? Apa setelah ini, semua hanya akan jadi lelucon untukmu?" tanya Jovanka.
"Tidak bukan begitu, Sayang. Aku cuma takut kamu menyesal jujur aku lebih memilih melakukannya saat ini agar kau hanya jadi milikku. Meski aku tau jika aku tidak pantas mendapatkan pengalaman pertamamu. Tapi, please! Percaya jika aku beneran serius dan gak main-mai sama kamu. Aku bertanya hanya karena takut kamu menyesal, itu aja." jawab Adriel dengan tegas.
"Jadi, jadikan aku milikmu saat ini. Ajari aku cara bahagiain kamu sekarang. Maaf jika sikapku ini seperti ****** di matamu. Tapi, tolong jangan samakan aku seprti mereka yang kau buang setelah menikmatinya." jawab Jovanka menunduk pasrah.
"Tatap aku, lihat aku! Apa kau belum cukup percaya padaku? Kau bukan hanya calon istri tapi kamu pasti jadi istriku. Istri Adriel Dary Raymond, dan menantu satu-satunya di keluarga Raymond, ingat itu!" jawab tegas Adriel.
Akhirnya mereka kembali berciuman. Dan melakukan hal yang sempat terjeda barusan. Adriel menyetuh pipi lembut Jovanka dan kembali menatap manik mata wanitanya. Pria itu seperti mencari jawaban kejujuran dari wanitanya itu. Akhirnya mereka melakukan dosa terindah di malam itu. Tanpa ada rasa penyesalan atau keterpaksaan.
******
YANG MASIH DI BAWAH UMUR JANGAN BACA PAMALI LHO YA.!