Davin seorang pimpinan perusahaan yang ganteng dan dingin mendapatkan seketaris yang ya g di rekomendasikan oleh sang om karena gadis itu tak lain adik ipar sang om. Namun setelah bertemu dengan gadis itu Davin di buat kaget karena ternyata gadis itu, gadis tiga tahun lalu yang pernah dia tiduri atas permintaan teman sekaligus sahabat ya g saat ini menjadi rivalnya di dunia bisnis. Davin ya g selama tiga tahun ini di bayangi dengan rasa bersalah atas kejadian itu bahkan berusaha mencari informasi tentang gadis itu, namun kini dia di buat terkejut setelah tahu bahwa gadis itu adik ipar sang om.
Namun gadis itu tidak mengingat dengan Davin karena memang Alma tidak terlalu mengenal Davin. Alam pun bersikap biasa saja.
Apakah Davin bisa menebus kesalahannya pada Alma?
Apa yanga kan di lakukan Alma setelah tahu laki-laki ya g telah menodainya adalah bosnya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke serempet motor.
Alma terbangun dari tidurnya karena merasa mual, dia pun segera bangun dan lari ke kamar mandi. Di kamar mandi Alma mengeluarkan semua isi perutnya setelah merasa enakan Alma keluar dan saat melihat jam ternyata sudah jam empat pagi jadi dia memutuskan untuk tidak tidur lagi.
Davin hendak memeluk Alma namun di samping nya tidak ada orang jadi Davin membuka matanya.
"Kemana Alma" pikir Davin dan langsung mencari Alma.
Davin bangun dan dia melihat Alma tertidur di bawah usai melaksanakan kewajibannya sebagai orang muslim. Davin melihat jam dan ternyata masih jam lima pagi. Davin pun bangun dan langsung masuk kamar mandi, mungkin dia akan membangunkan Alma setelah kembali dari kamar mandi. Davin keluar lalu mendekati Alma dan membangunkannya.
"Sayang bangun" panggil Davin sambil menggoyangkan tubuh Alma.
Alma yang merasa badannya di goyangkan akhirnya dia membuka mata dan ternyata itu Davin.
"Abang udah bangun" ucapnya setelah bangun dari tidurnya.
"Kenapa tidur di bawah? " tanya Davin.
"Aku ketiduran tadi setelah sholat" jawab Alma.
"Ya sudah bangun sana, giliran abang yang sholat" ujar Davin dan Alma pun berdiri lalu Davin mengambil Alih tempat bekas Alma.
Alma bangun dan segera turun ke bawah karena dia akan membuat sarapan untuk sang suami Davin. Saat turun ternyata sang mama sudah ada di dapur.
"Mama" panggil Alma dan Elisa pun menengok lalu tersenyum.
"Mama tumben udah turun ke bawah" ucap Alma setelah mendekati mertuanya itu.
"Mama mau bikin sarapan buang oma dan opa karena kebetulan asisten rumah yang tukang masaknya pulang kampung jadi mama yang harus turun" jawab Elisa dan Alma pun mengerti.
"Kamu sendiri kenapa sudah turun? " tanya Elisa sang mertua.
"Aku mau bikin sarapan sekalian bekal buat di jalan karena suka lapar jika di jalan" jawab Alma dan Elisa pun tersenyum.
Setelah semua sarapan selesai tepat waktu, oma, opa dan Davin turun menuju ke meja makan. Semua orang sarapan dan setelah sarapan Davin dan Alma pamit untuk pergi karena hari ini mereka akan ke kampung halaman Alma untuk sebuah pekerjaan namun sekalian liburan jadi mamanya Alma pun ikut.
Davin dan Alma menuju rumah Kian dan di sana semua orang sudah siap jadi langsung pergi. Selama di jalan Alma benar-benar tidak berhenti ngemil dan itu membuat heran Davin.
"Kamu kenapa gak berhenti makan? " tanya Davin.
Alma pun melirik Davin lalu menjawab "aku mual terus jadi aku alihkan ke makan saja".
"Tumben, kan biasanya tidak pernah mual kalau jalan jauh" heran Davin karena ini bukan kali pertama mereka pergi jauh.
"Aku juga gak tau, mungkin lagi gak enak badan saja" balas Alma.
Davin pun percaya dan dia langsung fokus nyetir lagi hingga tiba-tiba Alma tertidur dan Davin dia hanya tersenyum melihat istrinya yang tidur.
Davin membangunkan Alma karena sudah sampai.
"Bangun sayang" panggil Davin sambil menggoyangkan tubuh Alma. Alma pun menggeliat bangun dan membuka mata.
"Udah sampai ya bang? " tanya Alma.
"Sudah ayo turun" ajak Davin dan Alma pun membuka pintu dan langsung turun dan berjalan ke arah rumah. Davin dia membuka bagasi untuk menurunkan mobil.
Mereka semua di sambut oleh penjaga rumah dan di persilahkan masuk. Rumah orang tua Alma di titipkan ke tetangga mereka oleh Kian jadi saat mereka datang rumah bersih dan tinggal di tempati saja. Setelah berbincang sebentar Alma masuk bersama Davin dan langsung menyusun baju mereka ke dalam lemari oleh Alma sedangkan Davin istirahat berbaring di tempat tidur karena capek juga.
Namun tiba-tiba Alma merasa mual dan dia langsung berlari masuk kamar mandi.
"Ini kenapa ya, kok mual nya gak ilang-ilang"gumam Alma. " Apa jangan-jangan aku"ucap Alma sambil memegang perutnya. "Besok pagi saja saya tes nya " ucapnya lalu keluar dan melanjutkan pekerjaannya.
Malam nya semua orang berkumpul.
"Besok ki ziarah dulu ke makan ayah" ucap mama dan di anggukan semua orang.
"Aku kok jadi kangen saat dulu kita masih kecil ya kak! " ucap Alma.
"Ya pasti dong Al, kita kan besar disini dan ini pertama. kalinya kamu pulang ke kampung" balas Erika.
Alma tersenyum dan langsung mendapatkan usapan sayang dari Davin di kepalanya. Setelah makan Davin dan Kian mereka mengobrol di tengah rumah sedangkan Alma dia masuk. kamar karena sudah ngantuk juga. Alma dia langsung tidur setelah berbaring.
Di luar Kian dan Davin membicarakan pekerjaan yang akan mereka tinjau lusa karena baru di mulai.
"Om, apa. om yakin gak akan ada masalah lagi dengan orang kampung sini? " tanya Davin yang dari awal masuk ke rumah i i dia merasa ada orang yang mengintai mereka.
"Aman lah, kan kita bukan di daerah sini tapi di kampung sebelah" jawab Kian dan Davin dia hanya mengangguk.
"Udah malam tidur sana, besok setelah dari makam kita ke proyek" ujar Kian dan Davin pun beranjak lalu masuk kamar.
Saat membuka pintu Davin kaget saat melihat Alma sudah tertidur pulas.
"Kamu pasti capek ya sayang" gumamnya lalu mencium kening Alma.
Davin pun ikut berbaring di samping Alma.
Besoknya saat bangun Alma langsung mengecek menggunakan tes kehamilan dan hasilnya positif namun Alma tidak langsung memberitahu Davin dan yang lain karena dia ingin ikut ke makam untuk ziarah.
Setelah sarapan mereka pun pergi menuju makan. Setelah merasa cukup mereka pulang dan Alma dia berjalan bergandengan dengan Erika, namun tiba-tiba sebuah motor menyerempet mereka dan membuat Alma terjatuh begitu pun Erika.
"Alma"
"Erika"
Teriak Davin dan Kian berbarengan dan langsung membantu mereka bangun namun berbeda dengan Alma dia merasakan sakit di perutnya.
"Kenapa sayang? " tanya Davin khawatir.
"Sakit bang" jawab Alma sambil menyentuh perutnya dan saat Davin melihat ke bawah darah mengalir di kaki Alma, Davin pun langsung menggendong Alma begitu pun Kian dia langsung mencegat mobil yang lewat untuk meminta tolong membawa Alma ke rumah sakit.
Setelah mendapatkan mobil Davin menaikan Alma begitu pun Erika dan mama ikut.
"Kamu bawa mereka ke rumah sakit, aku pulang ke rumah mengambil mobil" ucap Kian dan Davin mengangguk.
Setelah mobil pergi Kian langsung menggendong Faiz dan berjalan dengan cepat menuju rumah mereka.
Sepanjang jalan Alma terus merintih kesakitan dan Davin dia tidak berani bertanya karena dia sangat mengkhawatirkan Alma. Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah sakit dan Alma langsung di tangani begitu pun Erika namun Erika lukanya tidak parah jadi dia tidak perlu di rawat.