Secret admirer,entah mengapa aku telat menyadari bahwa seseorang di sekitarku sering memperlakukan aku begitu istimewah.Seistimewah apapun hal yang ia lakukan padaku aku tak mau peduli dan tak mau ambil pusing karena bagiku,hidup dan pekerjaanku jauh lebih mengasyikkan daripada berpaling ke arah mengenal lawan jenis yang ujung ujungnya bikin sakit hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kresentia Bano Kehi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Rani hendak melangkah keluar dari ruangan Ray,tapi tiba tiba saja Ray menekan tombol terkunci pada pintunya membuat Rani tak bisa membuka pintu itu.
Ketika ia berbalik ia langsung dibuat kaget oleh Ray yang sudah berada tepat di belakangnya.
"Aku bertanya tanya."Ucap Ray membalas pertanyaan Rani tadi.
"Please Ray lepaskan aku,"Ucapnya lagi
"Aku akan melepaskanmu tapi adaa syaratnya."Ucap Ray lagi.
"Syaratnya jangan yang aneh aneh ya?"Ucap Rani lagi.
"Kan aku yang kasih syaratnya."Ucap Ray lagi
Sebenarnya watak Ray yang asli itu sangatlah kaku dan tegas serta cepat emosian tetapi entah mengapa ketika ia bersama Rani hal hal yang berhubungan dengan emosional yang begitu tinggi jadi tenang dan sabar.
"Ray please lepaskan aku."Pinta Rani manja
Ray tidak bisa melepaskan gadis itu kalau iaa belum mengecupnya.
Dan ya tanpa Ray sadari ia pun melabuhkan sebuah kecupan mesra dan lembut di pipi Rani dan di kening Rani dan di bib** Rani membuat Rani terbelalak.
"Ray,curang lagi...!!"Ucap Rani sambil mengelap bibirnya.
"Bagaimana kamu bilang aku curang,kamu itu kekasihku apa aku salah menciummu?"Tanya Ray heran.
"Iya karena aku belum mengijinkanmu menciumku,"ucapnya dengan wajah sendu.
"Jangan sedih sayang...!!"Ray mebawa Rani dalam dekapannya.
"Seperti ini dulu,"ucapnya lagi sambil mengecup kening Rani lagi.
Rani tak bisa melawan karena ia juga merasakan kebahagiaan yang tak ada duanya.
Karena ia juga merasakan hal yang sama dengan Ray,tanpa sadar ia pun menyenderkan kepalanya di dada bidangnya Ray,hal itu membuat aliran listrik dalam tubuh Ray menghangat di seluruh tubuh Rani.
Rani merasakan ada kasih sayang yang begitu besar mengalir dalam darahnya.
Ia pun menyelipkan kepalanya di dada bidang itu dan meresapi setiap denyut jantung yang ia rasakan dan resapi segala apa yang ia rasa saat itu karena benar benar membuatnya senang,tenang dan bahagia.
Ray masih saja memeluk Rani dan entah mengapa Rani pun tertidur dengan sangat nyenyaknya dalam pelukan hangat pria dingin itu.
Ray membawanya ke ruang pribadinya dimana di ruang itu terdapat sebuah ranjang berukuran kecil hanya untuk satu orang saja.
Ray merebahkan Rani di atas ranjang itu dan menyelimutinya dengan kain selimut yang tebal dan hangat.
Kemudian ia kembali ke dalam ruangannya dan mengerjakan apa yang belum selesai ia kerjakan.
Rani masih saja tertidur dengan sangat nyenyaknya,dan ia tak tahu kalau ia sedang tertidur di dalam ruang pribadinya Ray.
Dua jam kemudian dia terbangun dari tidurnya yang lumayan panjang.
Begitu membuka matanya ia kaget dengan apa yang ia lihat.
"Dimana aku? Ini ruangan apa?" Semua pertanyaan itu berputar di otaknya tetapi ia masih juga tak tahu kalau ia sedang berada di dalam ruang pribadi Ray.
Rani mencoba meraih ponselnya di atas nakas dan menelepon seseorang dan ia pun menelepon via video call pada Amira dan apa yang terjadi Amira juga nggak tahu Rani berada di mana?
Tiba tiba pintu terbuka dan ia langsung memutuskan secara sepihak hubungan telepon itu.
"Kamu sudah bangun?"Tanya Ray pada Rani.
"Apa aku tertidur?"Tanya Rani pada Ray.
"Iya kamu tertidur saat aku memelukmu dan aku nggak tega harus membangunkanmu akhirnya aku bawa kamu ke sini sayang ini ruang pribadiku."
"Kamu kecapekan ya sayang?"Ucap Ray lagi.
"Aku risih kalau dipanggil sayang?"Tegas Rani pada Ray.
"Tapi aku suka...!!"
"Nggak pokoknya aku nggak mau..!!
"Iya baiklah aku nggak akan panggil sayang tapi kalau berdua aku mau panggil sayang kecuali banyak orang aku jamin nggak akan sampai membuatmu risih."Ray pun mengambil sisir dan menyisir rambut Rani yang awut awutan itu.
"Kamu selalu terlihat cantik tanpa polesan apa pun,"ucap Ray sambil mempersilahkan Rani keluar dari ruang pribadinya itu.
Ketika jam istirahat tiba, Ray membawa banyak makanan dan membagikannya untuk Rani,Amira dan juga Reagan.
Reagan mengucap terima kasih pada Ray dan tanpa mereka duga Ray meminta mereka bersama sama masuk ke dalam ruangannya dan disanalah mereka berempat makan siang bersama.
Ketika makan tak terdengar suara apa pun hanya terdengar suara piring beradu dengan sendok.
"Aku sudah selesai...!!"Ucap Rani sambil merapikan tempat makannya.
"Kamu makan terlalu sedikit Rani,kamu harus jaga kesehatan biar selalu kuat dan sehat sehingga saat aku peluk jangan sampai tertidur lagi."Gumamnya dalam hati karenaa ia tak mau membuat gadis yang ia sayangi merasa risih bika harus mendapat saran ataupun pujian darinya.
Selesai makan siang mereka pun membereskan tempat makan mereka dan mencuci tangan kemudian masing masing orang kembali ke tempat duduknya.
"Pak Ray,terima kasih ya karena sudah mentraktir kami makan makanan seenak ini."Ucap Reagan sambil tersenyum dan kembali ke tempat kerjanya.
Begitu pun juga Amira mengucapkan terima kasih pada Pak Ray.
Rani juga kembali ke ruangannya dan mulai bekerja lagi seperti semula.
Ketika sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya tiba tiba ponselnya berdering.
Ternyata yang menelepon adalah Adrian kakaknya itu.
"Iya Kak ada apa?"Tanya Rani
"Kakak mau ke tempat kerjamu apa kamu ada waktu?"
"Kakak mau ngapain ke sini?"
"Kakak mau ketemu CEO perusahaanmu itu Dek,"
ucap Adrian dari seberang sana.
"Tapi kak,kalau sampai sini kakak nggak boleh bilang kakak kenal ma aku ya apalagi bilang kita adik kakak ntar aku dianggap mengandalkan hubungan untuk masuk ke perusahaan ini."Ucap Rani pada sang kakak.
"Aneh sekali anak itu ada apa menyembunyikan identitasnya?"
"Mungkinkah dia sedang melakukan sebuah misi penting?"
"Ah ya sudah nanti kakak nggak akan kenal adek tenang saja."Ucap Adrian lagi
"Baik kakak tutup telepon dulu ya soalnya mau langsung ke prusahaan sanjaya."
Adrian pun menutup teleponnya via telepon selulernya itu.
"Kak Adrian ngapain kemari?"Ucap Rani pada Amira.
"Mungkin mau bahas kerjasama atau apa gitu Ran?"Amira berpendapat seperti itu.
"Mir,ntar kalau Kak Adrian kesini kamu juga pura pura nggak kenal ya biar Pak Ray nggak tahu hubungan kita yang sebenarnya."Ucap Rani pada Amira.
"Baiklah Tuan putri aku akan melakukan seperti yang tuan putri minta."Jawab Amira pada Rani.
●●●●●○○○○○○●●●●●○○○○○
Adrian turun dari mobilnya dan sudah di sambut oleh Angga di depan pintu.
"Tuan Adrian senang sekali akhirnya hari ini kita bertemu lagi."Ucap Angga pada Adrian yang tentunya paham betul soal basa basi dari Angga.
"Aku ingin bertemu tuanmu,Angga...!!" Adrian melangkah di depan Angga menuju ke ruangan Pak Ray.
"Tuan ada tamu yang ingin bertemu dengan anda tuan."Ucap Angga via ponselnya.
"Persilahkan masuk saja."Ucap Pak Ray pada Angga.
Singkat cerita...
Setelah masuk dan bertemu Ray,mereka terlibat pembicaraan yang sangat serius,akhirnya sampai pada acara makan siang bersama dan Rani sudah menyiapkan semua makanan kesukaan Adrian sehingga ketika mereka berdua makan Adrian merasa heran dengan cita rasa yang di suguhkan oleh para pelayan.
"Hmm,masakan ini mengingatkan aku pada seseorang,"ucap Adrian sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.
"Makanlah dulu bro,aku rasa kamu menyukai masakan di tempatku ini."Ucap Ray berbangga hati.
"Iya aku seperti sangat mengenal masakan ini...bolehkah aku mengetahui siapa yang membuat masakan ini?"Ucap Adrian lagi.
"Kamu sangat tertarik dengan makanan ini,apa kamu mempunyai kenangan tentang makanan ini?"Tanya Ray penuh selidik.
"Ya bisa juga begitu."Jawaban Adrian membuat Ray seperti berpikir.
"Baiklah kalau demikian aku akan memanggil pelayan di dapur perusahaanku untuk datang kesini."Ucapnya sambil menelepon seseorang.
"Kepala dapur,tolong panggilkan orang yang memasak masakan ini padaku sekarang ya?"Titah Pak Ray pada kepala dapur.
"Baiklah Tuan...!!
Kepala dapur pun bertanya pada para pelayan yang menyediakan makanan tadi tetapi diantara mereka tak ada yang mengakui bahwa mereka lah yang memasaknya.
Lama berdebat akhirnya seorang koki datang dan berkata pada kepala dapur.
"Pak yang tadi menyiapkan makanan adalah Bu Rani dari divisi publik relationship."Ucap Koki itu
"Baiklah kalau begitu tolong sampaikan pada Bu Rani kalau beliau dipanggil oleh Pak CEO perusahaan ini."Perintah kepala dapur pada koki itu.
"Baiklah Pak...!!
Pria itu pun beranjak ke ruangannya Rani dan memberitahukan maksud dan tujuan ia menemuinya.
"Baiklah terima kasih informasinya Pak...!!" Rani pun melangkah menuju ke ruangan Pak Ray
Ia pun mengetuk pintu dan ia juga di persilahkan masuk ke dalam ruangan itu.
"Permisi Pak Ray,apa masakan saya kurang berkenan di hati Bapak?"Tanya Rani pada Ray sambil matanya melirik lirik ke arah sang kakak yang sedang menatapnya tajam.
"Kenapa sih Kakak menatapku begitu? Apakah aku telah melakukan kesalahan besar?"Rani bertanya tanya dalam hatinya.
Ray pun berkata "Apa kamu yang memasak makanan ini?"Tanya Ray pada Rani.
"Iya saya yang memasaknya...!!" Jawab Rani terbata
"Saya suka masakan anda,bagaimana kalau kamu bekerja sama denganku saja?"Ucap Adrian sambil mengedipkan matanya pada Rani.
Hal itu membuat hati Ray menjadi panas dan serasa mau memakan bulat bulat Adrian.
"Eh,bro jangan bercanda dong,dia ini karyawan aku yang masih baru tolong dong jangan ganggu dia,sana ke ruanganmu sekarang."Ucap Ray pada Rani.
"Baik Pak Ray...!!"
Rani pun melangkah pergi meninggalkan ruangan Ray.
"Kena deh lo!!"Ucap Adrian dalam hati
"Emang enak dikerjain?"
Adrian masih saja tersenyum,tapi tiba tiba senyuman itu memudar tatkala ponselnya berdering dan di layar ponselnya itu adik bungsu kesayangannya yang menelepon.
"Iya dek,ada apa sayang?"Tanya Adrian memanas manasi Ray.
"Kakak,apa yang kakak lakukan disini cepat pulang...!!" Usir Rani pada Adrian.
"Adrian tertawa terbahak karena melihat tingkah sahabatnya yang lucu.
Ray terlihat menatapnya sinis...
"Beraninya kamu mengganggu kekasihku...!!"
Ray mengepalkan tangannya sambil menatap Adrian sinis.
○●○●○●●○●♡♡♤♤♤°•°•°•
TBC
"CallmeEsy06"
nanti tak lanjut lagi baca nya
wah ketemu lagi tanpa sengaja untuk ketiga kalinya.. ehhh dua apa tiga kali sih Rani dan Tuan Muda misterius itu.. lupa aku hhahaa wkwkwk🙈🙈🤣🤣🤣🤣🤭 benar² bakalan jodoh.
Adrian kenapa was was sekali.. apa dia punya musuh atau saingan?? 🤨🤔🤔
dan si pasti Adrian ini kenal bgt sma di Tuan Muda CEO misterius.. yg masih soko disembunyikan oleh Kak OTHOR. Yang bikin semua READERS PENISIRIN DAN KEPOOO BINGIITTT 😩😩😩😛😛😛🤣🤣🤣🤣🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀
Lalu ngelamar diperusahaan.. kek mana otakku itu bekerja.. 😲🤣🤣
pasti bakal terstruktur rapi tuh cara kerjanyaa.. dua bidang kerja yang berbeda disatukan.. amaziing tuhh 😂😂🤣🤣
wahh sat set kagak sabaran sekali ya kamu Pria misterius Tuan Muda.. takut sekali jika gadis incaranmu diambil orang atau knp².😂😂
dan siapakah nama pria misterius seorang Tuan muda kaya raya???? /Shame//Shame//Doubt//Doubt//Doubt/
hmmm mamanya seorang pemilik butik, cakepp tuh bisa dibuatkan dress, gaun dan dll. Tapi enakk banget tuh jadi sahabatbya dpt dress gratiss tiss yang keren lagii.. ketiban duren runtuh drimana tuh yaa.. aku pasti mauu lahh yg gretongann.. 🤣🤣🤣