Dara dan Gadis adalah saudara kembar identik yang terpisah sejak kecil, Nasib mereka sangat berbeda. Dara tumbuh dikeluarga yang sederhana sedangkan Gadis, ia tumbuh dikeluarga yang bergelimang harta. Gadis mempunyai calon suami bernama Valen Bramanta dan Dara, Ia hanya mempunyai teman Azka. laki laki yang sering membuatnya kesal. Suatu hari tanpa sengaja Dara bertemu dengan Gadis mereka kemudian bertukar posisi. Dara menjadi Gadis dan Gadis menjadi Dara, Bagaimanakah kisah percintaan mereka? Akankah mereka bertukar pasangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nety purbasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran
Valen memincingkan matanya kala ia melihat Dara dan Azka berdiri didepan kasir, mereka berdua seperti sepasang suami istri saja. Berbisik bisik ditempat umum.
Azka bahkan sampai membayar barang belanjaan Dara, Valen melihat sendiri Azka mengeluarkan kartu atmnya untuk membayar barang belanjaan Dara.
Sikap Azka benar benar seperti seorang suami yang sedang menafkahi istrinya. Sungguh memuakan, Kira kira itulah yang ada didalam pikiran Valen.
Pantas saja dia meninggalkanku, ternyata dia sedang bersenang senang dengan Azka.
Valen mengepalkan satu tangannya sambil menggerutu didalam hati.
Valen ingin segera mengajak Gadis pergi dari tempat itu sebelum Dara dan Azka melihatnya, Tapi terlambat. Dara sudah lebih dulu melihatnya.
Dara tidak sengaja menjatuhkan tas belanjaannya karena kaget melihat Valen dan Gadis.
Sedangkan Gadis, ia sangat senang bisa bertemu dengan Dara. Gadis menghampiri Dara lalu Ia memeluk Dara.
"Dara..aku senang bertemu kamu." Ucap Gadis kemudian ia melepaskan pelukannya.
Dara diam saja, ia sepertinya tidak suka bertemu dengan Gadis.
"Aku ingin bicara denganmu." Gadis bisa merasakan perubahan sikap Dara, sebab itu ia ingin meminta penjelasan dari Dara.
"Valen aku mau bicara sebentar dengan Dara." Usai mengatakan itu, Gadis berjalan keluar dari mall itu diikuti oleh Dara.
Valen tidak berkata apa apa, ia membiarkan Gadis pergi bersama Dara. Sementara Azka, ia mengambil tas belanjaan Dara yang jatuh kemudian laki laki itu pergi mengikuti Dara dan Gadis.
"Hey, mau kemana kamu?" Valen bertanya pada Azka, tapi Azka tetap berjalan. Azka mengabaikan Valen. Azka tidak perduli dengan laki laki playboy yang kejam seperti Valen
Menurut Azka. Valen adalah playboy yang kejam karena ia sudah menikah dengan Gadis, tapi ia masih saja mendekati wanita lain. Yang lebih parah wanita itu adalah Dara saudara kembar istrinya sendiri.
Azka tidak bisa membayangkan, bagaimana sakit hatinya Gadis, Jika ia sampai mengetahui hal itu.
Melihat Azka pergi untuk mengikuti Gadis dan Dara, Valen akhrinya melakukan hal yang sama.
🍀 ☀
🍀🍀
🍀🍀🍀
Kini Dara dan Gadis berdiri berhadap hadapan didepan mobil Valen. Gadis sengaja mengajak Dara ketempat parkiran karena tempat itu sepi dan aga jauh dari keramaian.
"Dara, kamu marah sama aku?' Tanya Gadis yang masih bingung dan tidak mengerti. Kenapa Dara berubah?
"Ga." Jawab Dara singkat, ia seakan enggan meladeni omongan Gadis.
"Jawab yang jujur Dara, kalau kamu ga marah. Kenapa kamu berubah? Kenapa kamu kelihatan benci sama aku?"
Mendengar ocehan Gadis, Dara jadi kesal. Ia menarik nafas lalu Menghembuskannya berlahan lahan.
"Aku tidak marah, aku cuma iri sama kamu. Kamu punya segalanya. Tanpa bekerja kamu bisa hidup mewah dan sekarang kamu punya suami yang bisa memberikan kamu apa saja. Sedangkan aku, Meskipun sudah bekerja keras. Hidupku tetap tidak berubah, Sederhana dan apa adanya." Dara mengungkapkan isi hatinya dengan mata yang berkaca kaca.
"Jadi apa mau mu? Uang? kalau itu yang kamu mau, aku rela memberikan semua nya untukmu. Asal kamu tidak iri lagi padaku." Mata Gadis mulai dipenuhi air mata.
"Kamu serius." Dara tidak percaya kalau Gadis akan memberikan hartanya.
"Aku serius, Aku punya beberapa mobil dan rumah yang dibelikan papa. Aku juga punya perhiasan dan tabungan. Aku akan berikan semua untukmu." Gadis sepertinya sungguh sungguh dengan ucapanya.
"Aku sudah punya suami. Valen yang akan membiayai hidupku. Jadi Kamu bisa ambil yang kamu mau." Sambung Gadis.
Sayangnya niat baik Gadis justru membuat Dara salah paham. Ia menganggap itu adalah sebuah penghinaan.
"Gadis.. aku memang iri denganmu, tapi bukan berarti aku mau merebut hartamu. Simpan saja hartamu, kamu tidak perlu pamer padaku. aku tahu kamu sudah menikah, Jadi untuk apa kamu menjelaskan statusmu? Kamu mau menghinaku karena aku belum menikah?" Dara terlihat sedih bercampur emosi.
"Bukan itu maksudku? Dara, aku ini saudara kamu. Apa salah kalau aku memberikan apa yang aku punya untukmu? Aku juga tidak bermaksud menghinamu karena kamu belum menikah. Aku cuma ingin, kamu tahu. ada seseorang yang menanggung hidupku. Jadi kamu tidak perlu mencemaskan aku, kalau kamu mau mengambil hartaku. Ambil saja." Gadis berusaha menjelaskan pada Dara, supaya Dara tidak tersinggung.
"Kamu yakin mau memberikan semua untukku?" Dara bertanya untuk yang kedua kalinya.
Gadis mengganguk sambil tersenyum, ia pikir Dara akan menerima tawarannya.
"Aku mau suamimu, apa kamu bisa memberikannya untukku?"
Bagai mendengar suara petir yang menggelar Gadis sangat terkejut mendengar penuturan Dara, benarkah Dara menginginkan Valen? atau jangan jangan, Gadis salah dengar.
"Apa katamu?" Karena tidak percaya Gadis bertanya.
"Apa kamu tidak dengar? AKU MAU SUAMIMU. AKU MAU VALEN." Ucap Dara penuh penekanan.
Tubuh Gadis mendadak terasa lemas, ia menutup mulutnya dengan satu tangan. Gadis berusaha untuk tidak menangis. Bagaimana mungkin Dara meminta Valen darinya. Apa Dara sudah gila? Valen adalah suami saudaranya sendiri.
"Aku cuma bercanda, sudahlah Gadis. Aku tidak butuh sedekah darimu." Dara ingin berjalan pergi meninggalkan Gadis, tapi langkahnya terhenti saat ia melihat Azka dan Valen sudah berdiri didepannya.
"Berani sekali kamu bicara seperti iti pada istriku." Valen menatap tajam kearah Dara,tatapan yang dipenuhi dengan rasa sakit hati dan kebencian.
Deg...
Jantung Dara seolah ingin berhenti, ia tidak menyangka Valen akan mendengar pembicaraannya dengan Gadis.
"Kamu bilang apa tadi? Kamu ingin Gadis memberikan aku padamu. Jangan mimpi Dara, kamu tidak pantas untukku. Aku tidak akan meninggalkan istriku hanya demi wanita sepertimu." Ucapan Valen mampu menusuk jantung hati Dara, hati Dara tiba tiba terasa sakit. Sangat sangat sangat sakit.
Azka tidak terima Valen berkata seperti itu pada Dara, sebisa mungkin ia membela Dara walaupun ia tahu Dara salah.
"Jaga bicaramu Valen." Bentak Azka.
Valen tersenyum kecut, dalam hati ia kesal pada Azka yang selalu saja ikut campur urusannya dengan Dara.
"Dia duluan yang menyakiti istriku, aku tidak rela." Valen lalu menghampiri Gadis. Ia merangkul Gadis sambil berkata.
"Sayang, ayo kita pulang. Tidak usah perdulikan mereka."
Valen dan Gadis berjalan melewati Dara dan Azka yang diam seperti patung. Sebenarnya Gadis masih ingin bicara dengan Dara, tapi waktunya kurang tepat. Gadis pun menurut saja dengan Valen
Azka mendekati Dara, ia memberanikan diri untuk bertanya.
"Dara, kenapa kamu bicara seperti itu? Kasihan Gadi, dia jadi sedih. Dia pasti sakit hati." Azka bicara dengan suara pelan, ia tidak ingin Dara merasa terpojok.
"Kamu sama saja dengan Valen. Kalian berdua sama sama membela Gadis." Dara terisak, ia menyeka air matanya. Dara berlari kecil meninggalkan Azka sendiri.
Azka yang mencemaskan Dara juga ikut berlari kecil untuk mengejar Dara. Dara tidak melihat kalau didepannya ada mobil yang ingin lewat.
Seandainya Azka tidak menarik tangan Dara mungkin Dara sudah tertabrak mobil. Azka menarik tangan Dara hingga Dara jatuh kedalam pelukannya.
"Kamu tidak apa apa?" Azka memeluk Dara, jantungnya berpacu lebih cepat. Azka tadi sempat takut, takut kalau kalau Dara mengalami kecelakaan.
Azka tidak tahu jika apa yang ia lakukan membuat mata seseorang sakit. Mata itu adalah mata milik Valen.
🍀 ☀
🍀🍀
🍀🍀🍀
Valen mengemudikan mobilnya dengan berlahan lahan, rasa kesalnya pada Dara membuat Valen ingin mengebut dan mengendarai mobil secara ugal ugalan.
Valen tidak melakukan itu karena ia tidak ingin membuat Gadis takut, Valen menghentikan mobilnya secara mendadak ketika tiba tiba Dara berlari didepan mobilnya.
Gadis tersentak karena Valen mengerem mobilnya secara mendadak. Gadis baru ingin bertanya kenapa Valen menghentikan mobilnya, namun belum sempat ia bertanya Valen sudah keluar dari mobilnya dengan wajah yang terlihat marah.
Valen menghampiri Dara yang sedang dipeluk Azka.
"Kalau jalan lihat lihat, kamu mau mati?" Hardik Valen pada Dara.
Dara seketika melepaskan pelukan Azka, ia kaget dibentak seperti itu.
Melihat Dara dibentak bentak tentu saja Azka tidak terima.
"Kalau berani lawan aku, beraninya cuma sama perempuan." Cibir Azka.
"Kamu pikir aku takut?" Valen ingin memukul Azka, kesabarannya sudah habis.
Valen ingin memukul Azka bukan karena sikap sok pahlawan Azka yang menjengkelkan, tapi karena ia cemburu. Bagi Valen, Azka seperti lalat yang menempel terus pada Dara.
Kemanapun Dara pergi, Azka selalu mengikutinya. Buktinya dimana ada Dara, disitu ada Azka. Benar benar menjijikan.