Bagaimana perasaan mu jika kekasih yang kau cintai mengaku telah menghamili gadis lain tepat sehari sebelum hari pertunangan mu?
Lisa Anastasia, seorang gadis manis yang jenaka. Harus menerima pahit nya penghianatan sang kekasih bernama Candra Adijaya. Lalu bagaimana Lisa menjalani kehidupan nya dibawah bayang-bayang sang mantan, akankah gadis manis itu bangkit dari jurang keterpurukan yang mendalam?
Follow akun IG : _lisaautmptri
(BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA)
KLIK FAVORITE, LIKE, KOMEN, VOTE!!
NOVEL INI HANYA TERBIT DI MANGATOON!!!
(Harap lapor jika menemukan kesamaan di platform lain!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MY SWEET LISA 27
Waktu menunjukkan hampir pukul sepuluh siang waktu setempat, masih dengan baju tidur super tebal dan perban yang menghiasi kepalanya. Lisa berjalan dengan malas menuju pintu, sudah hampir setengah jam bel berbunyi tanpa henti.
Awalnya Lisa mengira itu hanya halusinasi semata, efek dari kepalanya yang terbentur keras akibat kecelakaan itu. Namun, semakin lama suara bel itu semakin terdengar nyata. Membuat Lisa mau tidak mau turun dari tempat tidur dan membuka kan pintu.
Dengan langkah yang masih sempoyongan, gadis itu berusaha untuk menggapai knop pintu secepatnya.
Membuka pintu dengan lemas, pemandangan pertama yang dilihatnya ialah seorang laki-laki berpostur tinggi tegap, dengan potongan rambut rapi, dan hoodie berwarna hitam.
"Maaf cari siapa?" Tanya Lisa heran, menatap laki-laki yang wajahnya tertutup tudung hoodie itu.
Laki-laki itu berdehem, lalu mengangkat tudung hoodie hingga kini wajahnya terlihat dengan jelas. Tangan kanannya memegang sebuket bunga dengan berbagai jenis, Lisa mengerutkan kening semakin bingung. Salah alamat atau bagaimana? Pikir gadis itu heran.
"Boleh aku masuk?" Tanya laki-laki itu tersenyum ramah. Lisa berdiri semakin bingung, gadis itu menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Lalu mengangguk samar dan membuka pintu lebar-lebar.
"Dokter bilang kamu kabur dari rumah sakit...,"
Ucap pemuda itu setelah duduk di sofa ruang tamu, bunga yang tadi di genggamannya kini sudah terletak diatas meja. Lisa memokuskan tatapan pada buket bunga yang harumnya semerbak itu.
"Kamu ini...," Ucap nya pelan dalam nada tawa. Dia tidak sanggup mengomeli Lisa.
Senyum Lisa masih mengembang, tapi tak ada suara keluar dari mulutnya. Pemuda itu ikut berdiam diri.
"Dari mana kamu tahu, aku ada disini?" Tanya Lisa pada akhirnya, menyerah pada keingintahuan.
"Adikku..,"
"Hmmm," Lisa mengangguk-angguk. "Bianca Sheryl, dia nggak bisa jaga rahasia."
Laki-laki dihadapannya tertawa tanpa suara. "Dia cuma ingin aku menemukan.... Apa yang ingin aku temukan,"
Lisa menatap wajah pemuda itu, "Apa yang ingin kamu temukan?" Tanya Lisa dengan rasa penasaran yang mendalam.
Pemuda itu menimbang-nimbang dulu sebelum berkata. Matanya menatap Lisa lembut.
"Kebahagiaan,"
Lisa mengalihkan pandangan, menghindari tatapan matanya.
"Udah ketemu?" Tanya Lisa lagi.
Pemuda itu hanya mengangguk, lalu menjawab iya. Membuat Lisa menatapnya lagi. Rasa nervous tiba-tiba menyergap dirinya, Lisa dan laki-laki itu hanya terpisahkan oleh meja kecil yang membentang dihadapan mereka. Laki-laki itu terlihat jelas sedang tegang, namun berusaha terlihat sesantai mungkin.
"Saat aku menemukan kamu disini," Jawabnya lagi yang membuat Lisa sontak menatap dengan penuh tanya.
"Aku mau memberi kebahagiaan untuk kamu juga, seperti yang kamu lakuin untuk adikku,"
"Aku nggak ngerti," Ucap Lisa pelan, sangat pelan terdengar seperti sebuah bisikan.
"Karena cerita kamu tentang adikku yang ada disini untuk mencari aku, akhirnya aku bisa menemukan dia lagi. Kamu tahu, selama hidupku aku cari dia kemana-mana. Tapi nggak ada petunjuk sama sekali tentang dia, dan hari itu kamu ceritain tentang gadis bernama Bianca yang mencari kakak laki-lakinya. Akhirnya aku punya petunjuk, dan ternyata dia memang adik yang selama ini aku cari."
"Itu bukan karena aku, itu nggak disengaja," Ucap Lisa tulus. Gadis itu kembali menghela napas dalam. Takdir terkadang lucu, namun begitulah kenyataan. Mungkin ini yang disebut takdir Tuhan yang mengatasnamakan kebetulan.
"Kamu ingat, waktu itu pernah dengan tulus bilang ingin kebahagiaan untuk Bianca?" Tanya pemuda itu lagi. Lisa menunduk, gadis itu kembali mengingat kalimat yang pernah dia ucapkan.
"Waktu dengar cerita Bianca dan lihat eskpresi wajahnya, aku sungguh-sungguh berharap sahabat ku itu bisa bahagia lagi. Aku ingin dia bersatu dan ketemu kakak laki-lakinya lagi. Kamu tahu, dia bahkan sempat ingin bunuh diri dan menyerah pada kehidupan. Aku sedih, ternyata di dunia ini banyak orang yang lebih menderita dari aku. Tapi aku selalu nggak pernah bersyukur, aku berharap Bianca cepat bahagia.."
Kalimat panjang yang Lisa ucapkan dimalam itu kembali terngiang, gadis itu tersenyum lalu meneguk secangkir teh yang tadi dibuatnya.
"Aku dan Bianca udah bersatu dan bahagia, dan sekarang aku mau kamu juga bahagia," Ucap laki-laki itu dengan senyuman yang masih terpasang disudut bibirnya. Senyuman ini, baru beberapa kali Lisa melihatnya. Selama bertemu laki-laki ini, tidak pernah Lisa melihatnya tersenyum begitu hangat.
"Gimana caranya?" Tanya Lisa padanya dengan suara bergetar.
"Biarkan aku mencintai kamu," Kata laki-laki itu lembut. Lisa mendadak terdiam, matanya menatap dalam manik berwarna coklat hazel milik laki-laki itu.
"Kamu nggak cinta sama aku Chris, kamu cinta sama gadis 'sweet mysterious' yang kamu lihat di taman kampus itu," Kata Lisa dengan suara parau menahan perasaa. Tidak peduli sehebat apapun Lisa menginginkan laki-laki yang duduk dihadapannya ini, Lisa tahu bahwa cinta pemuda bernama Chris itu bukan untuknya melainkan untuk sosok gadis misterius itu.
"Karena itu aku kesini, aku belum sempat cerita tentang itu waktu di rumah sakit," Ucap Chris setelah meneguk minumannya untuk menghilangkan rasa gugup.
"Jadi kamu udah lupain dia?" Tanya Lisa penuh harap, namun harapan itu buyar seketika saat mendengar jawaban Chris.
"Aku masih dan selalu mencintai dia," Ujar Chris yakin, bahkan tanpa jeda langsung mejawab pertanyaan Lisa.
Lisa memandangi laki-laki bernama Christian ini dengan perasaan campur aduk.
"Chris...," Kata Lisa lirih menahan pedih.
Chris masih tersenyum sembari menatap Lisa hangat, pemuda itu melanjutkan lagi.
"Gadis yang kulihat di taman itu, gadis yang sejak pertama kali aku lihat langsung jatuh hati, gadis yang selalu mengisi mimpi-mimpi dan pikiranku adalah gadis yang duduk di hadapanku sekarang,"
Lisa mengerjab, otaknya berpikir keras untuk mencerna kalimat panjang Chris.
"Maksud kamu?" Tanya Lisa masih belum paham, membuat Chris tertawa tanpa suara. Ternyata gadis yang selama ini di cintainya itu memang seorang gadis lugu dan polos, tergambar jelas dari wajah beningnya.
"Selama ini... Ternyata aku selalu ngobrol dengan gadis manis itu. Selama ini, ternyata kita saling berbagi perasaan Lisa."
Lisa menunduk. Potongan gambar melintas dikepalanya. Gadis itu duduk di taman kampus sambil menghabiskan bekal makan siang, duduk menangis di tempat yang sama. Duduk membaca buku, mengetik, atau hanya menghabiskan waktu dengan berdiam diri tanpa melakukan apapun ditaman itu.
Lisa yang berputar-putar di taman untuk menemukan gadis misterius nya Chris tanpa hasil. Kenapa Lisa sama sekali tidak menyadarinya?
Gadis itu bangkit, lalu berjalan menuju balkon apartment nya. Lisa berpegangan pada pagar besi pembatas, gadis itu menatap langit biru di kejauhan. Menghirup napas dalam, lalu menghembuskan perlahan. Ternyata dunia memang sesempit ini, takdir Tuhan yang mengatasnamakan kebetulan selalu saja datang.
Pertama, pertunangannya yang hancur karena Clara yang adalah mantan tunangan Rayhan. Kedua, kakak laki-laki yang selama ini Bianca cari adalah Chris. Dan Lisa secara kebetulan mengenal laki-laki itu melalui aplikasi baca novel online. Sungguh, jalan kehidupan memang tidak ada yang bisa membayangkan.
Seringkali takdir itu datang membawa berbagai kejutan yang tidak pernah kau bayangkan. Tuhan memang Maha segalanya, menghendaki apa yang dia kehendaki tanpa bisa kita sebagai manusia untuk memungkiri.
"Ekhem..," Suara Chris berdehem disampingnya, membuat Lisa tersadar dari lamunan panjangnya.
"I've loved you ever since I saw you," Kata Chris menghadapkan dirinya pada Lisa.
"Coba bayangin, gimana perasaanku saat lihat kamu terkapar lemas dijalanan berlumuran darah.....,"
"Terimakasih udah selamatin aku," Kata Lisa akhirnya setelah bersusah payah mencari kata-kata lain yang lebih mendeskripsikan perasaannya.
"Let me make you happy, and let me love you Lisa," Kata Chris penuh harap. Lisa menoleh, lalu menghadapkan dirinya pada Chris sepenuhnya. Lisa membalas tatapannya, namun mulutnya tidak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Banyak yang ingin Lisa bicarakan, tapi tidak dapat menemukan kalimat yang tepat.
"Aku tahu, mungkin itu terlalu susah untuk kamu. Perasaan kamu untuk Candra...,"
Lisa sontak menggeleng, kali ini gadis itu mampu menjawabnya. "Udah nggak ada lagi perasaan yang tersisa untuk Candra. Cinta untuk dia udah lama hilang,"
Chris sedikit tersenyum, namun sesuatu masih membuatnya khawatir. Dan itu tergambar jelas di wajahnya.
"Perasaan kamu untuk si laki-laki misterius itu?" Tanya nya lagi, dengan suara lemah.
Lisa tersenyum lebar, lalu menggeleng lagi. Membuat mata Chris semakin berbinar senang.
"Kamu nggak punya perasaan apapun untuk dia?" Tanya Chris antara terkejut dan berharap.
"Aku masih!" Ucap Lisa cepat. "Aku masih punya perasaan yang mendalam untuk dia," Ucap Lisa tenang, membuat wajah Chris seketika berubah pias.
"Kamu tahu gimana perasaanku, when the man I secretly loved came and saved me from death halfway," Ucap Lisa pelan, memberi waktu pada Chris untuk menyerap apa yang dia katakan.
"So, that mysterious man is me?" Tanya Chris bingung, menunjuk dirinya sendiri.
Lisa tersenyum, lalu mengangguk. Gadis itu tidak mampu menahan malu, barusaja dirinya menyatakan perasaan pada seorang laki-laki.
Secepat mungkin Lisa berlalu kedalam, meninggalkan Chris.
Tapi langkahnya terhenti, saat sebuah tangan menarik lengannya. Lisa berbalik, lalu menatap heran pada Chris.
"Lisa....," Ucap laki-laki itu penuh keraguan.
~**THE END**~
EH BELUM!! 😆😆
🌺
🌺
🌺
Ahuy akhirnya perjumpaan babang Chris dan mbak Lisa terbayar sudah. Aku capek main kucing-kucingan mulu sama mereka😆
Ada yang bisa nebak, apa yang terjadi selanjutnya?!
Mana dong vote nya untuk aku yang manis ini☺
(Author rendahan yang ngemis like dan vote, cih)😏
cemunguutt wkwk
biar skalipun clara ngancam bunuh diri setauku candra cuek saja karena dia benci sama clara apalgi mau tunangan ma lisa pujaan hatinya
ga seru cerita ny karakter pemainnya diubah2
sunting saja deh.